<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BMKG - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/bmkg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Dec 2025 11:31:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>BMKG - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aceh Kembali Dilanda Hujan Lebat, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan</title>
		<link>https://bnbabel.com/aceh-kembali-dilanda-hujan-lebat-bmkg-minta-warga-tingkatkan-kewaspadaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 11:31:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Dilanda]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebat]]></category>
		<category><![CDATA[Minta]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/aceh-kembali-dilanda-hujan-lebat-bmkg-minta-warga-tingkatkan-kewaspadaan/</guid>

					<description><![CDATA[KOTA ACEH – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh pada Rabu siang, 24 Desember 2025. Cuaca tersebut berpotensi disertai kilat atau petir serta angin <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/aceh-kembali-dilanda-hujan-lebat-bmkg-minta-warga-tingkatkan-kewaspadaan/" title="Aceh Kembali Dilanda Hujan Lebat, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/aceh-kembali-dilanda-hujan-lebat-bmkg-minta-warga-tingkatkan-kewaspadaan/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p data-start="80" data-end="316"><strong>KOTA ACEH</strong> – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh pada Rabu siang, 24 Desember 2025. Cuaca tersebut berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang hingga sekitar pukul 12.39 WIB.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p data-start="318" data-end="692">Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah provinsi tersebut. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, serta bencana hidrometeorologi lainnya akibat hujan berdurasi panjang.
</p>
<p data-start="694" data-end="1094">Kepala BMKG Aceh, Nasrol Adil, mengatakan hujan disertai kilat dan angin kencang berpeluang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, antara lain Lhoknga, Montasik, Sukamakmur, Darul Imarah, Peukan Bada, Mesjid Raya, Ingin Jaya, Kuta Baro, Darussalam, Pulo Aceh, Kuta Malaka, Simpang Tiga, Darul Kamal, Baitussalam, Krueng Barona Jaya, hingga Blang Bintang.
</p>
<p data-start="1096" data-end="1270">“Potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang hari ini diprediksi terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Besar,” kata Nasrol dalam laporan resmi yang diterima, Rabu.
</p>
<p data-start="1272" data-end="1581">Selain Aceh Besar, hujan juga diperkirakan mengguyur sejumlah kecamatan di Kota Banda Aceh, seperti Baiturrahman, Kuta Alam, Meuraxa, Syiah Kuala, Lueng Bata, Kuta Raja, Banda Raya, Jaya Baru, dan Ulee Kareng. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Kota Sabang, mencakup Kecamatan Sukajaya dan Sukakarya.
</p>
<p data-start="1583" data-end="1945">Menurut Nasrol, potensi hujan dapat meluas ke wilayah lain di Aceh, di antaranya Kecamatan Lhoong, Indrapuri, Seulimeum, Lembah Seulawah, Kota Jantho, Kota Cot Glie, dan Leupung di Kabupaten Aceh Besar. Wilayah Kabupaten Pidie serta Kabupaten Aceh Singkil, termasuk Pulau Banyak, Singkil Utara, Danau Paris, dan Pulau Banyak Barat, juga berpeluang diguyur hujan.
</p>
<p data-start="1947" data-end="2360">BMKG menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh indeks Dipole Mode yang bernilai negatif sehingga memicu peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia bagian barat, khususnya Aceh. Selain itu, belokan angin yang terpantau di wilayah tersebut turut memicu potensi cuaca buruk dan angin kencang. Kondisi suhu muka laut yang hangat juga berkontribusi terhadap meningkatnya massa uap air di atmosfer.
</p>
<p data-start="2362" data-end="2612">“Aktifnya Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial di wilayah Aceh berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif. Masyarakat di wilayah pesisir, nelayan, dan operator kapal agar selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut,” ujar Nasrol.
</p>
<p data-start="2614" data-end="2872">BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi resmi cuaca melalui kanal dan media sosial BMKG. Upaya mitigasi, seperti menjaga kebersihan saluran drainase dan tidak membuang sampah sembarangan, juga diharapkan dapat mengurangi risiko genangan air.
</p>
<p data-start="2874" data-end="3152">Warga yang bermukim di daerah lereng pegunungan dan sepanjang aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor. BMKG mengingatkan bencana hidrometeorologi dapat terjadi apabila curah hujan tinggi berlangsung selama beberapa hari ke depan. ()
</p>
<p data-start="2874" data-end="3152"><strong>Baca juga:</strong> Jelang Pergantian Tahun 2026, Forkopimda Sabang Keluarkan Seruan Bersama
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/aceh-kembali-dilanda-hujan-lebat-bmkg-minta-warga-tingkatkan-kewaspadaan/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Bibit Siklon Aktif Kepung Indonesia, BMKG Ingatkan Banjir Sumatera Berpotensi Meluas</title>
		<link>https://bnbabel.com/dua-bibit-siklon-aktif-kepung-indonesia-bmkg-ingatkan-banjir-sumatera-berpotensi-meluas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 04:36:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aktif]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Berpotensi]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Dua]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepung]]></category>
		<category><![CDATA[meluas]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Siklon]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/dua-bibit-siklon-aktif-kepung-indonesia-bmkg-ingatkan-banjir-sumatera-berpotensi-meluas/</guid>

					<description><![CDATA[– Indonesia kini dikepung dua bibit siklon tropis sekaligus, 91S di barat Sumatra dan 93S di selatan NTB, yang memicu peningkatan potensi hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/dua-bibit-siklon-aktif-kepung-indonesia-bmkg-ingatkan-banjir-sumatera-berpotensi-meluas/" title="Dua Bibit Siklon Aktif Kepung Indonesia, BMKG Ingatkan Banjir Sumatera Berpotensi Meluas" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/dua-bibit-siklon-aktif-kepung-indonesia-bmkg-ingatkan-banjir-sumatera-berpotensi-meluas/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-8819829131281864185" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Indonesia kini dikepung dua bibit siklon tropis sekaligus, 91S di barat Sumatra dan 93S di selatan NTB, yang memicu peningkatan potensi hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di berbagai wilayah.
</p>
<p>BMKG mengingatkan kondisi ini dapat memperburuk situasi banjir yang masih melanda sejumlah daerah di Sumatera, terutama dengan dinamika atmosfer yang terus menguat dalam beberapa hari ke depan.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Pertama, Bibit Siklon 91S.</h2>
<p>Bibit Siklon Tropis 91S yang saat ini berada di Samudera Hindia sebelah Barat Provinsi Lampung. Hasil analisis BMKG, 91S berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap intensitas curah hujan di sebagian wilayah Sumatra.
</p>
<p>Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat agar tetap tenang tetapi waspada.
</p>
<p>Dinamika atmosfer aktif saat ini mempengaruhi intensitas hujan di wilayah Sumatra, dan Bibit Siklon 91S berpotensi memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Lampung.
</p>
<p>“Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian Selatan,” kata Faisal di Sibolga, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu.
</p>
<p>BMKG menegaskan potensi 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dan memasuki wilayah daratan, seperti halnya siklon tropis Senyar, berada dalam kategori rendah.
</p>
<p>Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang, tidak panik, dan terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG secara real-time.
</p>
<p>Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis terkini, pergerakan 91S diprakirakan cenderung bergerak ke arah selatan hingga barat daya mulai 11 Desember 2025 siang atau sore hari.
</p>
<p>Selanjutnya, sistem diperkirakan mulai menunjukkan pola pegerakan yang konsisten ke barat daya, menjauhi wilayah Indonesia pada 12 Desember 2025.
</p>
<p>“BMKG Pusat bersama BMKG Provinsi telah melakukan koordinasi dengan BNPB dan BPBD di wilayah terdampak untuk memastikan langkah mitigasi berjalan optimal sesuai kondisi potensi cuaca yang dipengaruhi oleh keberadaan 91S,” kata Guswanto.
</p>
<div>
<p>Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengimbau masyarakat terutama di wilayah pesisir barat-selatan Sumatera hingga wilayah Banten, untuk mewaspadai potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
</p>
<p>Untuk sektor pelayaran, perikanan, dan transportasi laut diimbau untuk menyesuaikan kegiatan operasionalnya berdasarkan peringatan gelombang tinggi yang berlaku.
</p>
<p>Pun, pemerintah daerah melalui BPBD diminta memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan gangguan cuaca lainnya.
</p>
<p>Kolaborasi lintas sektoral yang solid, adalah kunci utama untuk menciptakan keharmonisan antara sistem peringatan dini (early warning) dan tindakan dini (early action).
</p>
<p>“Sinergi ini memastikan informasi ancaman diterima dengan cepat dan ditindaklanjuti secara efektif oleh semua pihak, sehingga mampu memitigasi risiko dan mencapai keselamatan masyarakat secara maksimal,” ujar Andri.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Kedua, Bibit Siklon Tropis 93S</h2>
<p>Bibit siklon ini terdeteksi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
</p>
<p>Meskipun sistem ini diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG mengingatkan potensi dampak tidak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan.
</p>
<p>Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa dampak tidak langsung 93S mengakibatkan beberapa wilayah, antara lain Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
</p>
<p>Selain itu, gelombang tinggi kategori sedang (1,25 – 2,5 m) berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan selatan Jawa Timur, serta Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan.
</p>
<p>“Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai. Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan yang diperlukan, selalu ikuti informasi resmi dari BMKG, dan pastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Kita tenang, tetapi tetap siaga,” kata Faisal.
</p>
<p>Berdasarkan hasil analisis BMKG, kecepatan angin maksimum di sekitar sistem saat ini mencapai 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan minimum 1009 hPa
</p>
</div>
<div>
<p>Pengamatan ini menunjukkan awan konvektif di sekitar 93S belum terorganisir dengan baik sehingga proses penguatan sistem diprakirakan berlangsung lambat dalam 24 jam ke depan.
</p>
<p>Intnsitas 93S cenderung persisten dengan pergerakan perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.
</p>
<p>Sementara itu, dalam 48–72 jam ke depan, sistem ini diprakirakan mulai meningkatkan intensitasnya secara bertahap seiring membaiknya pola sirkulasi, dengan pergerakan yang konsisten menjauhi wilayah Indonesia.
</p>
</div>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/dua-bibit-siklon-aktif-kepung-indonesia-bmkg-ingatkan-banjir-sumatera-berpotensi-meluas/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Ingatkan Semua Pihak Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan</title>
		<link>https://bnbabel.com/bmkg-ingatkan-semua-pihak-siaga-hadapi-puncak-musim-hujan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 18:22:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[musim]]></category>
		<category><![CDATA[Pihak]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Semua]]></category>
		<category><![CDATA[Siaga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/bmkg-ingatkan-semua-pihak-siaga-hadapi-puncak-musim-hujan/</guid>

					<description><![CDATA[KOTA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan semua pihak untuk siaga menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung mulai November 2025 hingga Februari 2026. Hingga akhir Oktober, <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/bmkg-ingatkan-semua-pihak-siaga-hadapi-puncak-musim-hujan/" title="BMKG Ingatkan Semua Pihak Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/bmkg-ingatkan-semua-pihak-siaga-hadapi-puncak-musim-hujan/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p><strong>KOTA ACEH</strong> – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan semua pihak untuk siaga menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung mulai November 2025 hingga Februari 2026.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Hingga akhir Oktober, sebanyak 43,8 persen wilayah Indonesia atau setara 306 Zona Musim (ZOM) telah resmi memasuki musim hujan. Peralihan musim ini membawa konsekuensi meningkatnya potensi cuaca ekstrem di berbagai daerah, mulai dari hujan lebat, angin kencang, hingga ancaman siklon tropis dari arah selatan Indonesia.
</p>
<p>Iklan
</p>
<pre><code> <p>Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa hujan kini mulai meluas dari wilayah barat menuju timur Indonesia dan akan terus meningkat intensitasnya dalam beberapa pekan mendatang. </p><p>Advertisements     </p><p>“Kita sedang memasuki periode transisi menuju puncak musim hujan. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir, terutama di wilayah selatan Indonesia yang mulai terpengaruh sistem siklon tropis dari Samudra Hindia,” ujarnya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
</p></code></pre>
<p>Berdasarkan analisis BMKG, kata dia, curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dengan kisaran di atas 150 milimeter per dasarian berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
</p>
<p>Iklan
</p>
<pre><code> <p>Dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas sangat lebat tercatat di beberapa daerah, seperti Tampa Padang, Sulawesi Barat dengan 152 milimeter per hari, Torea, Papua Barat 135,7 milimeter, serta Naha, Sulawesi Utara 105,8 milimeter. Selama periode 26 Oktober hingga 1 November 2025, BMKG juga mencatat 45 kejadian bencana cuaca ekstrem, didominasi hujan lebat dan angin kencang yang menyebabkan banjir, tanah longsor, serta kerusakan bangunan di berbagai daerah.
</p></code></pre>
<p>Meski hujan mulai meningkat, lanjut Dwikorita, namun suhu maksimum harian masih cukup tinggi di sejumlah wilayah Indonesia, mencapai 37 derajat Celsius di Riau dan lebih dari 36 derajat Celsius di beberapa wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara. Kondisi atmosfer yang belum stabil ini membuat potensi cuaca ekstrem dapat muncul sewaktu-waktu.
</p>
<p>Dwikorita menjelaskan, dinamika atmosfer saat ini cukup aktif dengan pengaruh MJO, gelombang Rossby dan Kelvin, serta anomali suhu muka laut positif di perairan Indonesia yang memperkuat pembentukan awan hujan.
</p>
<p>“Kombinasi faktor ini menyebabkan potensi hujan lebat dan badai meningkat di banyak wilayah. Oleh karena itu, masyarakat perlu terus memantau informasi peringatan dini dari BMKG,” tegasnya.
</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita juga memperingatkan meningkatnya potensi siklon tropis selatan yang dapat membawa hujan ekstrem dan angin kencang di wilayah pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara. Ia menambahkan bahwa pada November ini, periode siklon tropis di wilayah selatan Indonesia mulai aktif, sehingga masyarakat perlu mewaspadai potensi terbentuknya sistem tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia yang dapat berkembang menjadi siklon tropis.
</p>
<p>“Siklon tropis yang berkembang di Samudra Hindia dapat memicu peningkatan curah hujan secara drastis dan menyebabkan banjir besar di wilayah pesisir. Kami mengimbau pemerintah daerah untuk memastikan kesiapsiagaan infrastruktur dan masyarakat terhadap kemungkinan dampak bencana,” tambah Dwikorita.
</p>
<p>Selain itu, pemantauan BMKG terhadap suhu muka laut di Samudra Pasifik menunjukkan bahwa dalam dua bulan terakhir telah terjadi pendinginan di wilayah Pasifik dan melewati ambang batas La Niña, yaitu pada September dengan anomali suhu muka laut di Pasifik tengah dan timur sebesar -0,54°C dan pada Oktober sebesar -0,61°C. Sementara itu, kondisi atmosfer juga menunjukkan adanya penguatan angin timuran.
</p>
<p>Dua indikasi tersebut menandakan perkembangan awal La Niña dan menunjukkan bahwa La Niña lemah telah terjadi. Namun demikian, Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena ini tidak akan berdampak signifikan terhadap curah hujan di Indonesia, karena kondisi hujan pada November–Desember 2025 hingga Januari–Februari 2026 diprediksi tetap berada pada kategori normal.
</p>
<p>Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama BNPB dan unsur terkait tengah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk mengurangi risiko banjir dan tanah longsor. Di Jawa Tengah, operasi yang berlangsung sejak 25 Oktober hingga 3 November berhasil menekan curah hujan hingga 43,26 persen, sedangkan di Jawa Barat mencapai pengurangan 31,54 persen.
</p>
<p>“OMC menjadi contoh nyata bagaimana sains dan kolaborasi lintas lembaga dapat langsung membantu masyarakat menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi,” kata Dwikorita.
</p>
<p>Dwikorita mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara mendadak. Ketika hujan lebat turun disertai petir dan angin kencang, masyarakat disarankan untuk menjauhi area terbuka, pohon, atau bangunan yang rapuh.
</p>
<p>Cuaca terik yang masih terjadi di beberapa wilayah juga memerlukan perhatian dengan menjaga asupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung kulit. Selain itu, tambah dia, kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor perlu terus ditingkatkan, terutama di wilayah dengan topografi curam dan daerah aliran sungai.
</p>
<p>“Apabila dapat dimitigasi dengan tepat, maka musim hujan dan puncak musim hujan yang diprediksi akan lebih panjang dari normalnya ini, akan menjadi bermanfaat bagi pertanian dan untuk mendukung ketahanan pangan,” tuturnya.
</p>
<p>Dwikorita menegaskan pentingnya masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web  media sosial @infoBMKG, atau aplikasi InfoBMKG, guna mengantisipasi risiko cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. ()
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/bmkg-ingatkan-semua-pihak-siaga-hadapi-puncak-musim-hujan/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
