<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekonomi - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Dec 2025 10:59:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Ekonomi - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenapa Anak Muda Takut Nikah? Krisis Ekonomi Jadi Penyebab Utama</title>
		<link>https://bnbabel.com/kenapa-anak-muda-takut-nikah-krisis-ekonomi-jadi-penyebab-utama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 10:59:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis]]></category>
		<category><![CDATA[Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Takut]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/kenapa-anak-muda-takut-nikah-krisis-ekonomi-jadi-penyebab-utama/</guid>

					<description><![CDATA[DI berbagai platform digital, dari TikTok sampai X, semakin sering kita mendengar curhatan anak-anak muda yang menyatakan, “Nikah? Nanti aja kalau sudah mapan,” atau “Punya anak itu mahal, ngeri!” bahkan <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/kenapa-anak-muda-takut-nikah-krisis-ekonomi-jadi-penyebab-utama/" title="Kenapa Anak Muda Takut Nikah? Krisis Ekonomi Jadi Penyebab Utama" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kenapa-anak-muda-takut-nikah-krisis-ekonomi-jadi-penyebab-utama/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p><span class="dropcap">D</span>I berbagai platform digital, dari TikTok sampai X, semakin sering kita mendengar curhatan anak-anak muda yang menyatakan, “Nikah? Nanti aja kalau sudah mapan,” atau “Punya anak itu mahal, ngeri!” bahkan ada yang lebih ekstrem, “Mending sendiri aja, hidup sudah berat.”</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan kegelisahan massal dari generasi yang hidup dalam tekanan ekonomi yang makin mencekik. Mereka tumbuh di tengah narasi bahwa pernikahan bukan lagi ladang kebaikan, melainkan tanggungan besar yang bisa memperburuk keadaan finansial. Akhirnya lahirlah istilah yang kian populer, marriage is scary.
</p>
<p>Padahal, ketakutan ini bukan muncul tiba-tiba. Ia muncul dari luka yang lebih dalam—yakni luka ekonomi kapitalisme yang menghantam cara berpikir, cara merasa, dan cara menjalani hidup generasi saat ini.
</p>
<h3>Ketika Ekonomi Membentuk Cara Pandang terhadap Pernikahan</h3>
<p>Di masa lalu, pernikahan adalah sesuatu yang dinantikan. Orang tua senang, keluarga bersuka cita, lingkungan mendukung. Hari ini? Banyak anak muda memandang pernikahan dengan cemas.
</p>
<p>Lonjakan harga kebutuhan pokok, biaya hunian yang tak terjangkau, gaji yang stagnan, dan kompetisi kerja yang brutal menyebabkan banyak orang merasa “belum layak” menikah. Bahkan survei menunjukkan bahwa generasi muda lebih takut miskin daripada takut tidak menikah.
</p>
<p>Mereka melihat realitas, pasangan yang sudah menikah harus berjuang membayar kontrakan mahal, cicilan menumpuk, biaya melahirkan belasan juta, susu bayi yang harganya bikin mengelus dada. Tidak sedikit yang menyaksikan orang tua mereka—yang sudah bekerja keras seumur hidup—tetap kesulitan. Lalu mereka bertanya, “Kalau mereka saja berat, bagaimana aku?”
</p>
<p>Narasi “tunda pernikahan sampai mapan” makin menguat, padahal kemapanan dalam sistem kapitalisme ibarat fatamorgana. Ia tampak dekat, tetapi semakin dikejar semakin jauh.
</p>
<h3>Akar Masalah: Ketakutan yang Dibentuk Sistem, Bukan Sekadar Pilihan Pribadi</h3>
<p>Jika ditelusuri lebih dalam, ketakutan menikah bukan semata-mata masalah mental generasi muda. Ia merupakan produk dari sistem kapitalisme yang menciptakan biaya hidup super tinggi karena kebutuhan publik dikelola seperti komoditas, persaingan kerja yang ketat akibat lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah angkatan muda, upah rendah, tidak sebanding dengan inflasi gaya hidup yang terus naik. Beban hidup dipikul individu karena negara hanya berperan sebagai regulator, bukan penanggung jawab kesejahteraan.
</p>
<p>Di tengah kondisi seperti ini, wajar jika generasi muda memandang pernikahan sebagai beban baru. Mereka tidak salah—sistemnya yang salah. Belum lagi pengaruh pendidikan sekuler dan media liberal yang memuja gaya hidup hedonis, traveling tiap bulan, nongkrong fancy, belanja impulsif, mengejar status sosial. Semua itu membuat pernikahan tampak seperti “penghalang kebebasan”, bukan jalan keberkahan.
</p>
<p>Alhasil, lahirlah generasi yang split personality, tampil islami di konten, tapi gaya hidupnya kapitalistik. Beragama, tetapi keputusan hidupnya ditentukan oleh standar duniawi.
</p>
<h3>Islam Memandang Pernikahan sebagai Kebaikan Besar</h3>
<p>Ketakutan ini berbanding terbalik dengan pandangan Islam. Allah berfirman, “Dan nikahilah orang-orang yang sendirian di antara kamu… Jika mereka miskin, Allah akan memberi mereka kemudahan dengan karunia-Nya.” (QS An-Nur : 32)
</p>
<p>Ayat ini seolah menepuk pundak kita kemiskinan bukan penghalang untuk menikah. Justru keberkahan pernikahan yang akan membuka pintu rezeki.
</p>
<p>Nabi SAW juga menegaskan, “Ada tiga golongan yang berhak ditolong Allah, salah satunya adalah orang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.” (HR. Tirmidzi)
</p>
<p>Artinya, pernikahan adalah ibadah, penjagaan kesucian, sekaligus jalan datangnya pertolongan Allah. Pernikahan tidak dimaksudkan sebagai beban; ia adalah solusi untuk ketenangan jiwa dan kelanjutan kehidupan.
</p>
<p>Namun, di dalam sistem ekonomi yang meniadakan peran Allah dan menggantinya dengan logika pasar, ayat dan hadits ini terdengar seperti utopia. Bukan karena ajarannya tak relevan, tetapi karena sistem yang mengatur kehidupan tidak lagi selaras dengan nilai-nilai tersebut.
</p>
<h3>Belajar dari Sejarah: Ketika Negara Menjadi Penopang Keluarga</h3>
<p>Dalam sejarah Islam, negara hadir tidak hanya sebagai pemungut pajak atau pembuat peraturan. Ia hadir sebagai rā’in (pengelola umat) dan junnah (pelindung).
</p>
<p>Pada masa Umar bin Khattab, negara memberikan tunjangan untuk setiap bayi yang lahir, memastikan para ibu tidak terbebani. Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, rakyat sampai kesulitan menemukan orang yang mau menerima zakat karena kesejahteraan begitu merata.
</p>
<p>Di berbagai era, negara mengelola milkiyyah ammah seperti minyak, tambang, air, dan hutan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk swasta atau asing. Hasilnya kembali ke masyarakat melalui terjangkaunya kebutuhan pokok, lapangan kerja luas, layanan kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan stabilitas ekonomi yang membuat pernikahan bukan sesuatu yang menakutkan.
</p>
<p>Dengan sistem seperti itu, generasi muda tidak tumbuh dengan ketakutan, tetapi dengan keberanian membangun keluarga dan peradaban.
</p>
<h3>Saatnya Mengembalikan Kepercayaan Generasi pada Pernikahan</h3>
<p>Pernikahan tidak akan lagi dianggap beban jika biaya hidup ditekan, bukan karena diskon semu, tetapi karena negara mengelola kebutuhan publik secara amanah. Lapangan kerja dibuka seluas-luasnya, bukan hanya untuk kepentingan investor, tetapi untuk kesejahteraan rakyat. Generasi dididik dengan aqidah, bukan dengan standar hedonisme. Dan keluarga diposisikan sebagai institusi agung, bukan sekadar urusan privat.
</p>
<p>Ketika kondisi ini terwujud, pernikahan menjadi sumber ketenangan, bukan kecemasan. Islam telah menunjukkan bagaimana sistem hidup berbasis wahyu mampu menciptakan ekosistem yang mendukung keluarga. Bukan berarti masalah hilang sepenuhnya, tetapi generasi tidak dipaksa hidup dalam ketakutan yang diciptakan struktur ekonomi.
</p>
<h3>Mengakhiri Ketakutan yang Diwariskan Sistem</h3>
<p>Generasi muda tidak salah ketika berkata pernikahan itu menakutkan. Mereka hanya sedang merespons realitas dari ekonomi yang pincang dan sistem hidup yang berat sebelah. Namun, Islam mengajarkan bahwa solusi tidak datang dari menunda kebaikan, tetapi dari membangun tatanan hidup yang berpihak pada rakyat, melindungi generasi, dan memuliakan keluarga.
</p>
<p>Karena itu, perjuangan menata kembali kehidupan dengan nilai-nilai Islam adalah kunci untuk menghilangkan ketakutan yang hari ini membelenggu. Ketika sistem berpihak pada rakyat, keberanian untuk menikah akan kembali tumbuh—sebagaimana pernah terjadi dalam sejarah gemilang umat ini.
</p>
<p><em>Wallahu a’lam bisshawab.</em>
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kenapa-anak-muda-takut-nikah-krisis-ekonomi-jadi-penyebab-utama/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebijakan Ekonomi AS Masuk ke Jalan Buntu, Keyakinan Konsumen Jatuh ke Titik Terendah</title>
		<link>https://bnbabel.com/kebijakan-ekonomi-as-masuk-ke-jalan-buntu-keyakinan-konsumen-jatuh-ke-titik-terendah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 05:33:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Buntu]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Jatuh]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terendah]]></category>
		<category><![CDATA[Titik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/kebijakan-ekonomi-as-masuk-ke-jalan-buntu-keyakinan-konsumen-jatuh-ke-titik-terendah/</guid>

					<description><![CDATA[Trump dan para pendukungnya membanggakan hasil pemerintahan ekonominya melalui berbagai cara, namun gambaran yang diungkap oleh data objektif justru sangat berbeda. Saat ini ekonomi AS diselimuti awan gelap, indeks kepercayaan <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/kebijakan-ekonomi-as-masuk-ke-jalan-buntu-keyakinan-konsumen-jatuh-ke-titik-terendah/" title="Kebijakan Ekonomi AS Masuk ke Jalan Buntu, Keyakinan Konsumen Jatuh ke Titik Terendah" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kebijakan-ekonomi-as-masuk-ke-jalan-buntu-keyakinan-konsumen-jatuh-ke-titik-terendah/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-7232340177510091770" itemprop="articleBody">
<div>
<p>Trump dan para pendukungnya membanggakan hasil pemerintahan ekonominya melalui berbagai cara, namun gambaran yang diungkap oleh data objektif justru sangat berbeda. Saat ini ekonomi AS diselimuti awan gelap, indeks kepercayaan konsumen merosot tajam ke 88.7, mencatat level terendah sejak bulan April; tingkat pengangguran naik 4.4% dibandingkan bulan sebelumnya, mencatat rekor tertinggi sejak November 2021; penghentian pemerintahan (shutdown), kenaikan harga yang terus-menerus, dan lemahnya pasar tenaga kerja semakin membebani keluarga-keluarga biasa di AS. Inilah akibat dari serangkaian kebijakan ekonomi yang kacau, yang dilakukan atas nama “America First”, yang justru mendorong masyarakat biasa ke dalam kesulitan.</p>
</div>
<p>Kebijakan tarif yang dibanggakan Trump dinilai sebagai kesalahan strategis yang mahal dan merupakan tindakan merugikan diri sendiri secara ekonomi. Tarif secara langsung meningkatkan biaya bagi perusahaan dan konsumen AS, menyebabkan melonjaknya harga barang secara sosial. Survei dari The Conference Board menunjukkan bahwa harga dan inflasi adalah faktor ekonomi yang paling dikhawatirkan konsumen. Biaya tarif dibebankan kepada konsumen AS, yang secara langsung melemahkan keuangan keluarga. Setelah mengumumkan kenaikan tarif global, Trump tiba-tiba mengumumkan penangguhannya selama 90 hari, yang membuat keputusannya yang berubah-ubah membuat perusahaan bingung. Ketidakpastian ini menyebabkan penurunan minat investasi perusahaan dan melemahkan kepercayaan pasar. Profesor Ekonomi Dartmouth College, Douglas Irwin, menekankan bahwa hal ini membuat kebijakan perdagangan AS menjadi “berantakan”, menghilangkan kepastian dalam lingkungan bisnis. Sarjana UC Berkeley, Jerell Ezell, mencatat bahwa kebijakan pemerintah yang berubah-ubah meningkatkan “kecemasan konsumen” menjadi “trauma konsumen”. Sebanyak 72% masyarakat AS meyakini bahwa tarif akan merugikan perekonomian AS, namun tanggapan pemerintah hanyalah cemoohan, bukan penyesuaian kebijakan. Lingkungan kebijakan seperti ini menyebabkan banyak warga AS mulai menabung secara preventif dan menyimpan persediaan barang kebutuhan hidup untuk mengantisipasi meningkatnya ketidakpastian.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Kebijakan ekonomi juga sama mengecewakannya dalam bidang ketenagakerjaan dan urusan kesejahteraan rakyat. Pasar tenaga kerja AS menunjukkan tren kelemahan yang terus-menerus. Tingkat pengangguran AS pada bulan September telah naik menjadi 4.4%. Data dari The Conference Board menunjukkan, proporsi konsumen yang menganggap pekerjaan di AS “melimpah” turun drastis dari 37% pada Desember lalu menjadi 27.6% pada November. Proporsi masyarakat yang mengharapkan kenaikan pendapatan merosot dari 18.2% pada Oktober menjadi 15.3% pada November. Penghentian aktivitas pemerintah (shutdown) yang berlangsung selama 43 hari mencatat rekor baru, semakin memukul perekonomian, menghentikan aliran dana bagi keluarga berpenghasilan rendah yang bergantung pada bantuan pemerintah, dan memperburuk ketidakpastian data ekonomi, menyulitkan perusahaan dan konsumen untuk menilai kondisi ekonomi yang sebenarnya.
</p>
<p>Gaya pemerintahan administrasi Trump semakin memperburuk kesulitan ekonomi. RUU “Big and Beautiful” yang didorongnya jelas mencerminkan kecenderungan kebijakan Partai Republik, namun justru meminggirkan isu-isu yang menjadi perhatian Partai Demokrat. Pertentangan partisan yang jelas ini membuat negara tidak dapat membentuk konsensus untuk mengatasi tantangan ekonomi, dan perumusan kebijakan pun direduksi menjadi alat perjuangan politik.
</p>
<p>Trump juga sering menekan Federal Reserve, bahkan mengancam akan memberhentikan Ketua Fed Jerome Powell. Intervensi politik terhadap bank sentral independen semacam ini memicu kekhawatiran masyarakat akan naiknya ekspektasi inflasi dan independensi Fed, yang melemahkan kepercayaan terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola ekonomi AS.
</p>
<p>Proteksionisme, unilateralisme, dan kebijakan yang berubah-ubah dari AS hanya akan menyebabkan stagnasi ekonomi dan perpecahan sosial. Jika arah ini tidak dikoreksi secara fundamental, “hawa dingin” perekonomian AS akan sulit menghilang, dan kepemimpinan global ekonominya juga akan terus memudar.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kebijakan-ekonomi-as-masuk-ke-jalan-buntu-keyakinan-konsumen-jatuh-ke-titik-terendah/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Purbaya Buka Kotak Pandora Ekonomi saat Utang Era Jokowi Mulai Terkuak Ribuan Triliun!</title>
		<link>https://bnbabel.com/purbaya-buka-kotak-pandora-ekonomi-saat-utang-era-jokowi-mulai-terkuak-ribuan-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 16:34:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Buka]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Era]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kotak]]></category>
		<category><![CDATA[mulai]]></category>
		<category><![CDATA[Pandora]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat]]></category>
		<category><![CDATA[Terkuak]]></category>
		<category><![CDATA[Triliun]]></category>
		<category><![CDATA[Utang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/purbaya-buka-kotak-pandora-ekonomi-saat-utang-era-jokowi-mulai-terkuak-ribuan-triliun/</guid>

					<description><![CDATA[– Nama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang baru dilantik menggantikan Sri Mulyani, kembali jadi sorotan publik. Bukan karena gaya bicaranya yang tenang dan diplomatis, tapi karena pernyataannya yang dinilai <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/purbaya-buka-kotak-pandora-ekonomi-saat-utang-era-jokowi-mulai-terkuak-ribuan-triliun/" title="Purbaya Buka Kotak Pandora Ekonomi saat Utang Era Jokowi Mulai Terkuak Ribuan Triliun!" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/purbaya-buka-kotak-pandora-ekonomi-saat-utang-era-jokowi-mulai-terkuak-ribuan-triliun/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-6816939500435732876" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Nama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang baru dilantik menggantikan Sri Mulyani, kembali jadi sorotan publik.
</p>
<p>Bukan karena gaya bicaranya yang tenang dan diplomatis, tapi karena pernyataannya yang dinilai membuka “kotak Pandora” ekonomi Indonesia.
</p>
<p>Terutama soal utang negara yang membengkak sejak era pemerintahan sebelumnya.
</p>
<p>Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pekan ini.
</p>
<p>Purbaya mengungkap data mencolok utang pemerintah pusat mencapai Rp 9.138 triliun per akhir Juni 2025.
</p>
<p>Angka itu disebut sebagai “realita yang harus dihadapi bersama, bukan disembunyikan.”
</p>
<p>“Kami tidak ingin menutup-nutupi. Ini fakta keuangan negara yang harus dikelola dengan tanggung jawab,” ujar Purbaya di hadapan media.
</p>
<p>Pernyataan itu langsung mengguncang ruang publik.
</p>
<p>Banyak yang menilai, ucapan Purbaya seperti menyingkap sesuatu yang selama ini tak banyak dibicarakan secara terbuka.
</p>
<p>Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), bahkan menyebut langkah Purbaya sebagai “awal dari terbukanya kotak Pandora ekonomi Indonesia”.
</p>
<p>“Menkeu Purbaya berani membuka fakta yang selama ini tertutup. Kita harus berani jujur, ini era baru dalam pengelolaan ekonomi,” kata Bamsoet seperti dikutip PojokSatu.id.
</p>
<p>Isu ini tak lepas dari kebijakan fiskal yang diwariskan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
</p>
<p>Selama dua periode, pemerintah banyak mengambil pinjaman luar negeri dan menerbitkan surat utang negara untuk membiayai proyek infrastruktur besar seperti Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).
</p>
<p>Tak hanya itu ada pembangunan ibu kota baru (IKN), hingga proyek jalan tol trans-Jawa dan Sumatera.
</p>
<p>Kini, di bawah kepemimpinan Purbaya, semua angka itu mulai ditampilkan apa adanya.
</p>
<p>Tak ada lagi narasi “aman terkendali” tanpa data terbuka.
</p>
<p>“Tugas saya bukan menyalahkan, tapi menata kembali. Kalau dulu fokusnya membangun, sekarang fokusnya menyehatkan,” kata Purbaya.
</p>
<p>Pernyataan itu dianggap jujur sekaligus berani.
</p>
<p>Sebab di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil, transparansi semacam itu bisa berdampak dua sisi.
</p>
<p>Menumbuhkan kepercayaan publik, tapi juga menimbulkan kekhawatiran soal kemampuan bayar utang negara.
</p>
<p>Istilah “kotak Pandora” pertama kali muncul dari pernyataan politisi senior yang menilai langkah Purbaya seperti membuka tabir lama yang selama ini tersimpan rapi di laci kementerian.
</p>
<p>Bukan hanya soal utang, tapi juga soal mekanisme pembiayaan proyek besar yang dinilai tidak semuanya efisien.
</p>
<p>Beberapa proyek disebut memiliki <i>pembengkakan biaya </i>atau kelebihan biaya yang cukup besar, termasuk proyek kereta cepat.
</p>
<p>Ekonom independen Said Didu menilai, apa yang dilakukan Purbaya adalah langkah pembersihan besar-besaran.
</p>
<p><i>“Ini bukan soal mencari kesalahan, tapi mengembalikan kejujuran fiskal.</i>
</p>
<p><i>Publik punya hak tahu berapa sebenarnya beban negara,” </i>ujar Said Didu
</p>
<p>Menurutnya, istilah “kotak Pandora” bukan berarti aib, tapi simbol keberanian untuk membuka hal yang selama ini ditutup dengan retorika optimisme.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Langkah Purbaya Panen Sambutan Beragam</h2>
<p>Di media sosial, tagar #PurbayaBukaData dan #UtangEraJokowi sempat jadi trending topic.
</p>
<p>Sebagian warganet menganggap Purbaya membawa “angin baru” dalam manajemen keuangan negara.
</p>
<p>Sementara sebagian lain menilai langkah ini bisa memicu gesekan politik.
</p>
<p>Terutama jika dianggap menyudutkan pemerintahan sebelumnya.
</p>
<p>Partai oposisi pun mulai mencium peluang politik.
</p>
<p>Beberapa anggota DPR meminta audit terbuka terhadap utang dan proyek besar di era Jokowi.
</p>
<p>Namun pihak koalisi merespons santai, menyebut langkah Purbaya sebagai bagian dari transparansi, bukan pembongkaran dosa masa lalu.
</p>
<p>“Ini bukan soal Jokowi atau Purbaya, tapi soal keberanian membuka data publik,” kata salah satu anggota DPR dari fraksi pendukung pemerintah.
</p>
<p>Dalam beberapa minggu terakhir, kementerian keuangan di bawah Purbaya mulai merilis data utang dan pengeluaran publik dengan format baru.
</p>
<p>Lebih terbuka dan bisa diakses masyarakat.
</p>
<p>Langkah ini dipuji banyak pihak, tapi juga membuat para pelaku pasar berhati-hati. Investor asing menunggu sinyal stabilitas dari pemerintah.
</p>
<p>Purbaya sadar risikonya. Namun ia menegaskan, keterbukaan adalah satu-satunya cara agar ekonomi Indonesia bisa pulih dengan dasar kepercayaan yang kuat.
</p>
<p>Langkah Purbaya membuka “kotak Pandora” ekonomi bukan sekadar gebrakan seorang menteri baru.
</p>
<p>Ia menandai babak baru: dari politik pencitraan ke era kejujuran fiskal.
</p>
<p>Tapi di negeri yang sering memuja stabilitas semu, kejujuran kadang lebih menakutkan daripada angka utang itu sendiri.
</p>
<p>Kini publik menunggu, seberapa dalam kotak Pandora itu akan dibuka dan apakah dari dalamnya akan keluar solusi, atau justru masalah baru yang selama ini ditahan di balik senyum manis laporan ekonomi.***
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/purbaya-buka-kotak-pandora-ekonomi-saat-utang-era-jokowi-mulai-terkuak-ribuan-triliun/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanggapan Menohok Purbaya Soal Kebijakan Ekonomi di Era Jokowi dan Sri Mulyani 10 Tahun Terakhir</title>
		<link>https://bnbabel.com/tanggapan-menohok-purbaya-soal-kebijakan-ekonomi-di-era-jokowi-dan-sri-mulyani-10-tahun-terakhir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 20:46:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Era]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Menohok]]></category>
		<category><![CDATA[Mulyani]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Sri]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggapan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/tanggapan-menohok-purbaya-soal-kebijakan-ekonomi-di-era-jokowi-dan-sri-mulyani-10-tahun-terakhir/</guid>

					<description><![CDATA[— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jawaban dan tanggapan menohok saat ditanyakan soal kebijakan ekonomi Indonesia dalam 10 tahun terakhir. Di mana pada masa itu berada di bawah kepemimpinan <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/tanggapan-menohok-purbaya-soal-kebijakan-ekonomi-di-era-jokowi-dan-sri-mulyani-10-tahun-terakhir/" title="Tanggapan Menohok Purbaya Soal Kebijakan Ekonomi di Era Jokowi dan Sri Mulyani 10 Tahun Terakhir" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/tanggapan-menohok-purbaya-soal-kebijakan-ekonomi-di-era-jokowi-dan-sri-mulyani-10-tahun-terakhir/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-6688611422225403240" itemprop="articleBody">
<p><b/>  — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jawaban dan tanggapan menohok saat ditanyakan soal kebijakan ekonomi Indonesia dalam 10 tahun terakhir.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Di mana pada masa itu berada di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dengan Menteri Keuangannya yang terlama sejak 2016, adalah Sri Mulyani.
</p>
<p>Tanggapan menohok Purbaya itu diungkapkannya dalam wawancara bersama wartawan ekonomi dan senior anchor Desy Anwar yang tayang di channnel YouTube CNN Indonesia, Kamis (30/10/2025) malam.
</p>
<p>Seperti diketahui selama 10 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak pernah sampai pada 6 persen.
</p>
<p>Sementara Purbaya menargetkan tahun 2026 mendatang pertumbuhan ekonomi Indonesia diatas 6 persen.
</p>
<p>Lalu hingga tahun ke 5 Presiden Prabowo menjabat diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen, sesuai target Purbaya.
</p>
<p>Awalnya Desy Anwar mengatakan bahwa dirinya mewawancarai Purbaya terakhir kali saat masih menjabat Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)..
</p>
<p>“Terakhir saya mewawancarai Pak Purbaya itu ketika masih menjadi ketua LPS, Lembaga Penjamin Simpanan,” kata Desy kepada Purbaya.
</p>
<p>Purbaya langsung menjawab saat itu Desy Anwar tidak yakin dengan jurus ekonominya.
</p>
<p>“Waktu itu Ibu Desi enggak yakin dengan jurus ekonomi saya. Dia agak skeptis. Gimana caranya katanya? Iya. Saya buktikan, karena dalam waktu kurang dari 2 bulan, ekonomi sudah membalik arahnya. Sudah membaik arahnya,” kelakar Purbaya sambil tersenyum.
</p>
<p>Desy lalu meminta Purbaya menjelaskan ekonomi Indonesia saat ini.
</p>
<p>“Dan kalau misalnya tidak dilakukan gebrakan-gebrakan, maupun stimulus ini, akan seperti apa Indonesia?” tanya Desy.
</p>
<p>Purbaya menjelaskan bahwa sebelum dirinya menjabat Menteri Keuangan, ada demo besar-besaran akhir Agustus 2025 di sebagian besar kota di Indonesia.
</p>
<p>“Itu orang menariknya selalu ke politik, karena politiknya kacau dan lain-lain. Tapi kalau sebagai ekonom saya lihat itu semua triggernya dari kondisi ekonomi yang buruk terus-menerus. Sebetulnya awal tahun sampai April ada harapan, karena ya ada injeksi uang ke sistem,” kata Purbaya.
</p>
<p>Tapi, menurut Purbaya pada Mei, Juni, Juli dan Agustus pertumbuhan hampir 0 persen
</p>
<p>Artinya ekonominya dicekik, dan tahun lalu tahun 2024 juga sama, hampir sama rendah sekali, jadi ekonominya melambat secara signifikan. Dan pada suatu titik, ketika ekonomi susah terus, ya kan masyarakat ngerasa. Perutnya susah, cari makan susah, perutnya lapar, ya turunlah ke jalan,” katanya.
</p>
<p>Jadi, menurut Purbaya, ekonomi pada waktu itu sedang menuju kelambatan yang sangat signifikan.
</p>
<p>“Kalau kebijakannya enggak dirubah, yang pasti jatuhnya ekonomi. Kenapa? karena fiskal dan moneter dua-duanya membunuh perekonomian,” ungkapnya.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/tanggapan-menohok-purbaya-soal-kebijakan-ekonomi-di-era-jokowi-dan-sri-mulyani-10-tahun-terakhir/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rare Earth Tiongkok Dapat Menyelamatkan Ekonomi Ritel Saat Trump &#038; Xi Bertemu</title>
		<link>https://bnbabel.com/rare-earth-tiongkok-dapat-menyelamatkan-ekonomi-ritel-saat-trump-xi-bertemu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 13:16:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bertemu]]></category>
		<category><![CDATA[Dapat]]></category>
		<category><![CDATA[Earth]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Menyelamatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Rare]]></category>
		<category><![CDATA[Ritel]]></category>
		<category><![CDATA[Saat]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Trump]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/rare-earth-tiongkok-dapat-menyelamatkan-ekonomi-ritel-saat-trump-xi-bertemu/</guid>

					<description><![CDATA[Kenyataannya, mitra dagang Amerika membutuhkan kita, namun mereka tampaknya tidak terlalu menyukai kita saat ini. Sebagai sebuah bangsa, Amerika telah mengubah aturan perdagangan sekaligus menciptakan masalah baru bagi komunitas ritel <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/rare-earth-tiongkok-dapat-menyelamatkan-ekonomi-ritel-saat-trump-xi-bertemu/" title="Rare Earth Tiongkok Dapat Menyelamatkan Ekonomi Ritel Saat Trump &#038; Xi Bertemu" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/rare-earth-tiongkok-dapat-menyelamatkan-ekonomi-ritel-saat-trump-xi-bertemu/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p>Kenyataannya, mitra dagang Amerika membutuhkan kita, namun mereka tampaknya tidak terlalu menyukai kita saat ini. Sebagai sebuah bangsa, Amerika telah mengubah aturan perdagangan sekaligus menciptakan masalah baru bagi komunitas ritel dan pemasok – hampir setiap hari. Pada saat yang sama, mitra luar negeri kami mulai mencari negara lain untuk memperkuat perekonomian mereka dan Tiongkok adalah mitra yang bersedia menjadi mitra kami. Mungkinkah semua ini berubah ketika Presiden Trump melakukan negosiasi dengan Presiden Xi minggu ini? Hal ini tentu saja mungkin – mari kita berharap!</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<figure class="embed-base image-embed embed-0" role="presentation">
<div>
<div class="bMqrj">
<p><span style="-webkit-line-clamp:2" class="Ccg9Ib-7 _8XF2kHYM">Perang Dagang (ditulis dalam kaligrafi Tiongkok) Konflik antara Tiongkok dan AS direpresentasikan dengan bendera dan sarung tinju berhiaskan simbol yen dan dolar yang saling bertarung.</span>
</p>
<p><small class="pGGCM2aD">getty</small></p>
</div>
</div>
</figure>
<p>Para pelaku ritel memahami bahwa perdagangan internasional memberikan dampak buruk bagi konsumen Amerika, dan setiap penyesuaian negatif terhadap formula perdagangan yang rentan akan menimbulkan dampak buruk pada rantai pasokan, menghancurkan pendapatan perusahaan, dan pada akhirnya memperlambat perekonomian ritel. Pertaruhan pertemuan minggu ini dengan Presiden Xi dari Tiongkok sangat besar – karena jika strategi perdagangan Presiden Trump tidak berhasil, masyarakat Amerika akan melihat lebih banyak kenaikan harga, peningkatan inflasi, kekosongan rak, dan PHK karyawan. Jelasnya, semua hal ini belum terjadi, dan semoga kunjungan Presiden AS minggu ini akan menarik garis baru – sehingga sistem perdagangan lebih adil, lebih seimbang, dan Amerika dapat mempertahankan kepemimpinannya. Jika demikian, Presiden Trump akan mencapai kesuksesan yang luar biasa, dan ia akan mengambil langkah besar menuju penyesuaian kembali perekonomian dunia.
</p>
<p>Beberapa orang akan mengatakan bahwa semua gejolak perdagangan ini merupakan perkembangan positif. Pihak lain mungkin akan mengatakan bahwa perubahan yang terus-menerus terjadi mengganggu, menghambat perencanaan jangka panjang, dan belum membuktikan manfaatnya.
</p>
<p>Meskipun setiap pengecer memahami pentingnya Tiongkok, semua mata kini tiba-tiba tertuju pada Trump Card terbaru Tiongkok – ekspor logam tanah jarang (rare earth) yang kemungkinan akan menjadi penentu dalam diskusi ini.
</p>
<p>Bagi para pemalas yang hanya duduk-duduk di tepi pantai dan tidak menggali terlalu jauh, ternyata Tiongkok menambang sekitar 70% kapasitas tambang dunia.<em>adalah bumi</em> – namun (yang lebih penting lagi) mereka memproses sekitar 90% penyulingan minyak dunia – yang sangat penting bagi produksi global barang habis pakai seperti mobil, TV, telepon pintar, peralatan rumah tangga, jet tempur, dan kapal selam. Yang mengejutkan banyak orang, Tiongkok telah menguasai pasar logam tanah jarang, dan Amerika tidak dapat hidup atau mengembangkan manufaktur tanpa komponen-komponen ini. Dinamika yang semakin cepat ini terjadi baru-baru ini – ketika Tiongkok (sebagai reaksi terhadap tarif AS) menambahkan kontrol ekspor yang restriktif menjadi lima <em>tanah jarang</em> logam, setelah tujuh logam yang telah mereka batasi beberapa bulan sebelumnya (dan beberapa lainnya dilarang untuk diekspor ke AS tahun lalu).
</p>
<p>Bahan-bahan ini memiliki nama yang mungkin tidak Anda ingat dari kelas kimia sekolah menengah Anda (saat Anda mempelajarinya <em>Bagan Periodik Unsur)</em>namun memiliki kegunaan dan konsekuensi di dunia nyata. Yang terbaru dalam daftar adalah holmium, erbium, thulium, europium, dan ytterbium. Tahun lalu, (untuk pengecer pakaian yang membaca ini) Tiongkok melarang ekspor antimon ke AS. Meskipun kata tersebut mungkin tidak sesuai dengan keinginan Anda (kedengarannya seperti tunjangan) – antimon adalah bahan inti dalam kain inti khusus kami yang disebut poliester.
</p>
<p>Ketika Presiden Trump mengincar kapal-kapal Tiongkok, Tiongkok membalas dengan mengenakan pajak atas kapal-kapal Amerika. Ketika Presiden Trump menopang keuangan Argentina, Tiongkok telah memutuskan untuk membeli bisnis kedelai mereka (meninggalkan petani Amerika dan siap menerima dana talangan). Tindakan-tindakan ini hanya menegaskan bahwa meskipun beberapa orang percaya bahwa perang dagang kita tidak memiliki konsekuensi – konsep tersebut hanya berada di tangan mereka yang belum terkena dampaknya. Tanyakan saja kepada para pemilik lobster di Maine apa yang terjadi dengan hasil tangkapan mereka yang sebelumnya diekspor ke Tiongkok, atau tanyakan kepada para petani di wilayah barat tengah yang mendapat dana talangan sebesar $28 miliar dolar beberapa tahun yang lalu.
</p>
<p>Perjalanan Presiden Trump ke Asia minggu ini meliputi kunjungan ke Malaysia untuk menghadiri KTT ASEAN, kunjungan ke Jepang, dan kunjungan ke Korea Selatan di mana ia akan menghadiri APEC dan juga bertemu dengan Presiden Xi dari Tiongkok. Sebelum perjalanan ini, subjek perdagangan utama dengan Tiongkok telah beralih ke <em>tanah jarang</em> – yang kini mendominasi diskusi ritel mengenai perdagangan. Karena Tiongkok masih menjadi pemain ritel terbesar untuk pakaian, aksesoris, dan alas kaki – tarif tambahan 100% yang dijadwalkan akan ditambahkan ke produk pada bulan November – tidak direncanakan. Sangat menyegarkan untuk mendengar bahwa barang-barang tersebut sekarang mungkin telah dikesampingkan, karena sudah cukup jelas (dalam terminologi ritel) bahwa seseorang tidak akan dapat menjual dari gerobak yang kosong, bahwa kita sudah berada di musim penjualan pada hari libur, dan ketika harga naik – penjualan akan turun.
</p>
<p>Selain itu, saya harus meninggalkan apartemen saya di NYC pagi ini untuk mencari udara segar, dan mengambil cuti dari teka-teki perdagangan yang mencakup semua ini. Saat saya keluar dari pintu samping gedung, beberapa pria kekar sedang menggali lubang yang cukup besar di jalan.
</p>
<p>“Selamat pagi, pria kekar,” kataku, “apa yang terjadi?”
</p>
<p>Dengan keberanian khas kota NYC, pria paling kekar (kepala terbungkus seperti bintang rock) – menatap mata saya dan berkata: “kami sedang menggali lubang ke Tiongkok.”
</p>
<p>“Lucu,” kataku, “Aku baru saja di atas, melakukan hal yang sama di komputerku.”
</p>
<p>Kami saling menatap sejenak (tatapan NYC), ada jeda dalam olok-olok kami, dan kemudian tiba-tiba berakhir – tenggelam oleh suara jackhammer.
</p>
<p>Saya menyebutkan ini karena percakapan “Tiongkok” membawa saya kembali ke Pantai Oakland di Rye, NY di mana (sebagai anak-anak), kami melakukan hal yang persis sama di pasir…..menggali lubang ke Tiongkok. Pasir pada saat itu hanyalah pasir, dan kita tidak tahu bahwa bertahun-tahun kemudian, perhatian kita akan tertuju padanya <em>tanah jarang</em>.
</p>
<p>Komentar politik yang dituduhkan Tiongkok terhadap Capitol Hill masih terus berlanjut, namun nadanya menjadi jauh lebih sopan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Presiden Trump yakin ada kesepakatan yang harus dicapai dengan Tiongkok, dan pertemuan minggu ini akan sukses. Tampaknya juga ada kesadaran baru bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat sebenarnya saling membutuhkan. Kehati-hatian masih belum ada, namun saat ini kita mungkin berada pada jalur yang lebih baik untuk akhirnya melihat beberapa masalah terselesaikan.
</p>
<p>Sebagai sebuah negara, Amerika telah menempuh perjalanan jauh sejak tarif pertama Trump untuk panel surya dan mesin cuci pada tahun 2018, melalui program Fox News Sunday yang terkenal pada tahun 2019 ketika Peter Navarro (yang merupakan Direktur Perdagangan dan Manufaktur Trump pada saat itu) menyebut 7 Dosa Mematikan Tiongkok. Apa yang dimulai sebagai perang melawan pencurian kekayaan intelektual dan defisit perdagangan – yang akhirnya berkembang menjadi dunia yang mengambil keuntungan dari Amerika – dengan tarif sebagai penawar untuk melawan hal tersebut. Sukses atau gagal? Sulit untuk mengatakan hal ini, namun setidaknya kemajuan telah dicapai setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi perdagangan.
</p>
<p>Sama seperti anak-anak yang menggali pasir di dekat Rye Playland, dan pria kekar di luar gedung NYC saya – mungkin, sekali lagi, dengan Tiongkok yang sekarang berencana untuk memarkir kendaraannya. <em>tanah jarang</em> pembatasan di samping dan Presiden Trump bersedia mengurangi tarif, lubang baru akhirnya akan digali terhadap Tiongkok.
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/rare-earth-tiongkok-dapat-menyelamatkan-ekonomi-ritel-saat-trump-xi-bertemu/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Ekonomi, Heryanto Bunuh Dina Oktaviani Karyawan Alfamart karena Ingin Memperkosa</title>
		<link>https://bnbabel.com/bukan-ekonomi-heryanto-bunuh-dina-oktaviani-karyawan-alfamart-karena-ingin-memperkosa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 07:27:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Alfamart]]></category>
		<category><![CDATA[Bukan]]></category>
		<category><![CDATA[Bunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Dina]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Heryanto]]></category>
		<category><![CDATA[Ingin]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[Memperkosa]]></category>
		<category><![CDATA[Oktaviani]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/bukan-ekonomi-heryanto-bunuh-dina-oktaviani-karyawan-alfamart-karena-ingin-memperkosa/</guid>

					<description><![CDATA[– Motif pembunuhan Dina Oktaviani (21), wanita yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Citarum Klari, Karawang, terkuak. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun, menyatakan pembunuhan keji tersebut bukan <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/bukan-ekonomi-heryanto-bunuh-dina-oktaviani-karyawan-alfamart-karena-ingin-memperkosa/" title="Bukan Ekonomi, Heryanto Bunuh Dina Oktaviani Karyawan Alfamart karena Ingin Memperkosa" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/bukan-ekonomi-heryanto-bunuh-dina-oktaviani-karyawan-alfamart-karena-ingin-memperkosa/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p> – Motif pembunuhan Dina Oktaviani (21), wanita yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Citarum Klari, Karawang, terkuak.
</p>
<div>
<p>Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun, menyatakan pembunuhan keji tersebut bukan didasari motif ekonomi seperti diklaim pelaku sebelumnya,  melainkan karena niat sedari awal Heryanto (27) — yang merupakan pelaku sekaligus korban — ingin memperkosa korban.
</p>
<p>“Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, kami menemukan motif yang dilakukan oleh tersangka tersebut, yaitu adalah hasrat seksualnya terhadap korban yang tertarik dengan korban,” ungkap Uyun dalam jumpa pers di Polres Purwakarta, Rabu (22/10).
</p>
<p>Heryanto sendiri telah beristri dan memiliki anak. Adapun lokasi kejadian adalah rumah Heryanto yang dalam keadaan sepi. Korban sendiri diminta Heryanto ke rumahnya untuk membahas masalah korban yang ingin dicarikan “orang pintar” agar bisa move on dari mantan pacarnya.
</p>
<p>Sebelum diperkosa, Uyun mengatakan, korban sempat dianiaya terlebih dahulu oleh pelaku agar lebih leluasa menyalurkan nafsu bejatnya.
</p>
<p>“Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban, yaitu dengan melakukan penganiayaan dan juga merudapaksa terhadap korban, setelah korban tidak berdaya,” kata Uyun.
</p>
<p>Uyun menegaskan, niatan pelaku memperkosa korban sudah direncanakan sejak awal lantaran kondisi rumah tersangka dalam keadaan sepi.
</p>
<p>“Rumah yang ditinggali oleh tersangka itu dalam keadaan kosong dikarenakan keluarga  tersangka ada acara di keluarganya, di tempat yang lain,” kata dia.
</p>
<p>Kemudian setelah memperkosa dan menghabisi nyawa korban, pelaku membungkus korban dengan dus lemari dan membuangnya ke Jembatan Merah kawasan Bendungan Jatiluhur.
</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, jo Pasal 6 huruf b dan Pasal 15 ayat (1) huruf c UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dan/atau Pasal 338 KUHP, dan/atau Pasal 365 KUHP, dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP.
</p>
<p>“Ancaman terhadap tersangka yaitu minimum 20 tahun dan maksimum hukuman mati,” ujar Uyun.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Pengakuan Pelaku Sebelumnya</h2>
<p>Sebelumnya kepada petugas Polres Karawang — sebelum kasusnya dilimpahkan ke Polres Purwakarta — Heryanto berdalih awalnya tak berniat menghabisi korban.
</p>
<p>Dia mengungkap awalnya korban sering curhat soal asmara. Korban meminta dicarikan ‘orang pintar’ agar bisa melupakan mantan pacarnya. Heryanto menyanggupi membantu korban dan menyuruh korban ke rumahnya yang sedang sepi.
</p>
<p>Saat berbincang di rumah, Heryanto mengaku sempat meminjam uang kepada korban sebesar Rp 1,5 juta. Setelahnya, niatan membunuh itu pun muncul di benaknya.
</p>
<p>“Waktu di rumah itu saya sempat pinjam uang Rp 1,5 juta karena posisinya kan saya nggak pegang uang. Dia sempat transfer ke saya. Setelah itu saya mulai kepikiran, rumah lagi sepi, saya khilaf, Pak,” ujar Heryanto saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Karawang sebelumnya.
</p>
<p>Korban, kata Heryanto, dibunuh dengan cara dicekik lantaran tergiur melihat barang berharga yang digunakan korban.
</p>
<p>“Saya cekik dari depan, Pak. Awalnya saya gak niat, tapi faktor ekonomi, saya tergiur sama barang-barang mewah yang (dia) pakai,” sambungnya.
</p>
<p>Tak berhenti di situ, pelaku juga mengakui menyetubuhi korban dalam keadaan sekarat. Barang-barang berharga milik korban berupa anting, cincin, kalung, dua HP dan motor digasak Heryanto.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/bukan-ekonomi-heryanto-bunuh-dina-oktaviani-karyawan-alfamart-karena-ingin-memperkosa/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekonomi mulai sangat membebani perkiraan ritel</title>
		<link>https://bnbabel.com/ekonomi-mulai-sangat-membebani-perkiraan-ritel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 15:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[membebani]]></category>
		<category><![CDATA[mulai]]></category>
		<category><![CDATA[Perkiraan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Ritel]]></category>
		<category><![CDATA[sangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/ekonomi-mulai-sangat-membebani-perkiraan-ritel/</guid>

					<description><![CDATA[Kegiatan ritel terancam saat warung penciptaan lapangan kerja (foto oleh Bob Riha, Jr./getty Images) Gambar getty Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, selama empat tahun terakhir telah ada lebih dari satu <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/ekonomi-mulai-sangat-membebani-perkiraan-ritel/" title="Ekonomi mulai sangat membebani perkiraan ritel" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/ekonomi-mulai-sangat-membebani-perkiraan-ritel/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<figure class="embed-base image-embed embed-0" role="presentation">
<div>
<div class="bMqrj">
<p><span style="-webkit-line-clamp:2" class="Ccg9Ib-7 _8XF2kHYM">Kegiatan ritel terancam saat warung penciptaan lapangan kerja (foto oleh Bob Riha, Jr./getty Images)</span></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p><small class="pGGCM2aD">Gambar getty</small></p>
</div>
</div>
</figure>
<p>Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, selama empat tahun terakhir telah ada lebih dari satu pekerjaan yang tersedia untuk setiap orang yang menganggur di AS, itulah yang telah memberi tenaga kerja untuk bernegosiasi dan mendapatkan kenaikan upah; Pengusaha belum dapat menemukan orang yang mereka butuhkan untuk mengisi pekerjaan terbuka.
</p>
<p>Tidak lebih. Laporan pagi ini tentang penciptaan lapangan kerja praktis anemia.
</p>
<p>Untuk pertama kalinya dalam empat tahun, sekarang ada banyak orang yang mencari pekerjaan seperti halnya lowongan pekerjaan. Dan jika tren saat ini berlanjut, akan segera ada lebih banyak orang yang mencari daripada pekerjaan yang tersedia.
</p>
<p>Secara historis, pengangguran telah sangat membebani pengeluaran konsumen. Bukan hanya orang -orang yang menganggur yang mengurangi. Pengurangan yang paling berarti dalam pengeluaran konsumen yang terjadi ketika peningkatan pengangguran datang dari orang -orang yang mengenal orang -orang yang menganggur di antara teman -teman, tetangga dan rekan kerja mereka, melihat pengangguran di antara orang lain membuat orang berkata, “Itu bisa terjadi pada saya.”
</p>
<h2 class="subhead-embed">The Fed biasanya bertindak</h2>
<p>Ketika pengangguran naik, Federal Reserve sering memangkas suku bunga. Saat ini ada banyak tekanan politik pada Fed untuk melakukan hal itu dan dengan pertumbuhan pekerjaan yang anemia, ada pembenaran.
</p>
<p>Tapi ada masalah. Federal Reserve memiliki dua gol, satu adalah untuk memaksimalkan pekerjaan. Tetapi yang lainnya adalah menjaga harga tetap stabil, umumnya didefinisikan sebagai mempertahankan inflasi pada atau di bawah 2% per tahun.
</p>
<p>Masalahnya adalah bahwa tarif yang dikenakan tahun ini telah meningkatkan biaya produk impor di mana saja dari $ 60 miliar menjadi $ 160 miliar dan mereka hanya berlaku selama beberapa bulan.
</p>
<p>Sementara produsen, merek, dan pengecer berusaha mempertahankan garis yang meningkat, setiap pemilik merek dan pengecer yang saya ajak bicara mengatakan bahwa produk impor yang tiba di kuartal ketiga dan keempat akan memiliki kenaikan harga di mana saja dari 3-6%. Itu bukan seluruh jumlah tarif, pengecer dan merek dan produsen juga menyerap biaya tersebut.
</p>
<p>Mereka tidak dapat membayar seluruh jumlah itu sendiri, sebagian darinya harus diteruskan kepada konsumen. Itu merangsang inflasi dan menurunkan suku bunga dalam menghadapi kenaikan harga akan mempercepat kenaikan harga dan itu berjalan melawan tujuan kembar The Fed.
</p>
<p>Jadi itu meninggalkan Federal Reserve di posisi terburuk yang mungkin. Ia tidak dapat menggunakan alatnya untuk merangsang pekerjaan jika stimulasi itu akan meningkatkan inflasi ketika sudah ada tekanan harga ke atas dalam perekonomian.
</p>
<p>Kata yang digunakan untuk teka -teki itu adalah “stagflasi.” Itu berarti ekonomi yang stagnan dengan inflasi. Bukan itu yang kita hadapi tetapi ada risiko seperti kita.
</p>
<h2 class="subhead-embed">Apa artinya bagi pengecer</h2>
<p>Stagflasi membuat konsumen ragu -ragu untuk dibelanjakan. Dan itu menempatkan perkiraan kuartal keempat yang sangat penting dalam risiko.
</p>
<p>Federasi Ritel Nasional memperkirakan pertumbuhan dalam penjualan liburan tahun ini sebesar 2,5%-3,5%. Deloitte memperkirakan pertumbuhan 3,1%. Marshall Cohen, kepala penasihat ritel di Circana, memperkirakan pertumbuhan 0% -2,5%.
</p>
<p>Tak satu pun dari perkiraan itu untuk pertumbuhan yang lebih besar dari apa inflasi untuk tahun lalu yang berarti bahwa pertumbuhan sebenarnya dalam perkiraan, setelah diskon inflasi, adalah nol atau kurang.
</p>
<p>Tapi sekarang ramalan itu optimis. Jika angka pekerjaan tidak menjadi lebih cepat, pertumbuhan tahun ini akan negatif secara riil setelah memperhitungkan inflasi.
</p>
<p>Anda akan berpikir itu berarti lebih banyak diskon liburan bagi konsumen karena pengecer harus menurunkan inventaris yang tidak dijual dengan harga penuh.
</p>
<p>Tetapi semua pengecer dan merek yang saya ajak bicara mengatakan bahwa pesanan ritel telah condong tahun ini berdasarkan kekhawatiran tentang ekonomi dan risiko memiliki inventaris yang tidak terjual.
</p>
<h2 class="subhead-embed">Jadi begitulah</h2>
<p>Inflasi yang lebih tinggi. Lebih sedikit pekerjaan yang tersedia. Konsumen yang enggan. Kami tidak tahu semua itu yang akan terjadi tetapi indikasinya tidak bagus.
</p>
<p>Ini bukan bencana, tapi itu bukan jalan yang bagus. Dan banyak yang bisa berubah. Jika tarif akhirnya bertekad ilegal, itu akan banyak membantu di bagian depan inflasi tetapi keputusan tentang hal itu tidak mungkin sebelum pertengahan 2010 kecuali Mahkamah Agung mempercepat keputusan dan pengumuman mereka.
</p>
<p>Kita hidup di lingkungan ekonomi yang tidak stabil. Jika itu berubah dan menjadi lebih stabil dan dapat diprediksi, ekonomi dapat membaik. Jika tidak berubah, tunggu.
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/ekonomi-mulai-sangat-membebani-perkiraan-ritel/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jepang mengusulkan &#8216;zona ekonomi&#8217; yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Afrika; mencari peran yang lebih besar di wilayah ini</title>
		<link>https://bnbabel.com/jepang-mengusulkan-zona-ekonomi-yang-menghubungkan-samudra-hindia-dengan-afrika-mencari-peran-yang-lebih-besar-di-wilayah-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 11:35:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Afrika]]></category>
		<category><![CDATA[Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Hindia]]></category>
		<category><![CDATA[Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Lebih]]></category>
		<category><![CDATA[Mencari]]></category>
		<category><![CDATA[Menghubungkan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengusulkan]]></category>
		<category><![CDATA[Peran]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Samudra]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<category><![CDATA[Zona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/jepang-mengusulkan-zona-ekonomi-yang-menghubungkan-samudra-hindia-dengan-afrika-mencari-peran-yang-lebih-besar-di-wilayah-ini/</guid>

					<description><![CDATA[Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba pada hari Rabu mengusulkan zona ekonomi yang menghubungkan Samudra Hindia ke Afrika ketika negara itu berusaha untuk memainkan peran yang lebih besar di benua Afrika <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/jepang-mengusulkan-zona-ekonomi-yang-menghubungkan-samudra-hindia-dengan-afrika-mencari-peran-yang-lebih-besar-di-wilayah-ini/" title="Jepang mengusulkan &#8216;zona ekonomi&#8217; yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Afrika; mencari peran yang lebih besar di wilayah ini" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/jepang-mengusulkan-zona-ekonomi-yang-menghubungkan-samudra-hindia-dengan-afrika-mencari-peran-yang-lebih-besar-di-wilayah-ini/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div itemprop="articleBody">
<p>Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba pada hari Rabu mengusulkan zona ekonomi yang menghubungkan Samudra Hindia ke Afrika ketika negara itu berusaha untuk memainkan peran yang lebih besar di benua Afrika sementara kehadiran Amerika di sana berkurang dan pengaruh Cina tumbuh dengan cepat.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Ishiba, memulai Konferensi Internasional Tokyo tentang Pembangunan Afrika (TICAD), berjanji untuk memperkuat bisnis dan investasi di wilayah tersebut dan mempromosikan perdagangan bebas dengan menghubungkan Wilayah Samudra Hindia ke benua Afrika.
</p>
<p>“Jepang percaya pada masa depan Afrika,” kata Ishiba. “Jepang mendukung konsep Area Perdagangan Bebas Kontinental Afrika,” yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing di kawasan itu.
</p>
<div class="mb-20">
<p>Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menyampaikan pidato selama upacara pembukaan untuk Konferensi Internasional Tokyo Kesembilan tentang Pembangunan Afrika (TICAD) di Yokohama pada hari Rabu.  <span class="sep text-primary"/> Gambar: Rodrigo Reyes Marin/Pool via AP
</p>
</div>
<p>KTT tahun ini datang ketika Perang Tarif Presiden AS Donald Trump dan pemotongan drastis dalam program bantuan asing telah mempengaruhi proyek pembangunan secara negatif di Afrika. Sementara itu, Cina telah memperluas pijakannya di daerah tersebut sejak tahun 2000 melalui proyek pembangunan infrastruktur dan pinjaman.
</p>
<p>KTT tiga hari di Yokohama, dekat Tokyo, berfokus pada ekonomi serta perdamaian dan stabilitas, kesehatan, perubahan iklim dan pendidikan. Para pemimpin dan perwakilan dari sekitar 50 negara dari benua Afrika, serta pejabat dari organisasi internasional, hadir.
</p>
<p>Jepang meluncurkan Ticad pada tahun 1993. Terakhir diadakan di Tunisia pada tahun 2022.
</p>
<p>“Afrika harus memiliki suara yang lebih kuat dalam membentuk keputusan yang mempengaruhi masa depannya,” sekretaris jenderal PBB António Guterres, mengatakan di acara tersebut, menambahkan bahwa negara-negara Afrika kurang terwakili dalam komunitas internasional dan proses pengambilan keputusannya.
</p>
<p>Di bawah Inisiatif Zona Ekonomi Afrika Samudra Hindia, Jepang bertujuan untuk membawa investasi ke Afrika dari perusahaan -perusahaan Jepang yang beroperasi di India dan Timur Tengah.
</p>
<p>Ishiba mengatakan Jepang akan memberikan pinjaman hingga $ 5,5 miliar dalam koordinasi dengan African Development Bank untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan Afrika untuk mengatasi masalah utang mereka.
</p>
<p>Dia juga mengatakan Jepang bertujuan untuk memberikan dukungan untuk melatih 30.000 pakar intelijen buatan selama tiga tahun ke depan untuk mempromosikan digitalisasi dan menciptakan lapangan kerja.
</p>
<p>Guterres mengatakan “Arsitektur Keuangan Internasional yang tidak adil dan tidak adil” harus meningkatkan perwakilan Afrika dan mendukung suara Afrika yang kuat dalam proses pengambilan keputusan, menambahkan bahwa membangun kapasitas AI di negara-negara berkembang di Afrika akan membantu meringankan kesenjangan digital di wilayah tersebut.
</p>
<p>Mereka yang hadir di KTT diharapkan untuk mengadopsi “Deklarasi Yokohama” pada hari Jumat dan Ishiba akan mengumumkan hasilnya pada konferensi pers.
</p>
<p><em>Penulis AP Reeno Hashimoto berkontribusi pada laporan ini.</em>
</p>
<p>												<span class="small-caps text-small text-serif" itemprop="copyrightHolder">© Hak Cipta 2025 The Associated Press. Semua hak dilindungi undang -undang. Materi ini tidak dapat dipublikasikan, disiarkan, ditulis ulang atau didistribusikan kembali tanpa izin.</span>
									</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/jepang-mengusulkan-zona-ekonomi-yang-menghubungkan-samudra-hindia-dengan-afrika-mencari-peran-yang-lebih-besar-di-wilayah-ini/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketidaksetaraan tidak dapat dihindari: Studi baru menantang mitos ekonomi</title>
		<link>https://bnbabel.com/ketidaksetaraan-tidak-dapat-dihindari-studi-baru-menantang-mitos-ekonomi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2025 22:39:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Dapat]]></category>
		<category><![CDATA[dihindari]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[ketidaksetaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Menantang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitos]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Studi]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/ketidaksetaraan-tidak-dapat-dihindari-studi-baru-menantang-mitos-ekonomi/</guid>

					<description><![CDATA[Data ukuran rumah dari situs kuno menunjukkan bahwa ketidaksetaraan ekonomi secara historis bervariasi dan dibentuk oleh pilihan manusia, bukan hanya populasi atau kompleksitas. Kita hidup di masa ketika kesenjangan antara <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/ketidaksetaraan-tidak-dapat-dihindari-studi-baru-menantang-mitos-ekonomi/" title="Ketidaksetaraan tidak dapat dihindari: Studi baru menantang mitos ekonomi" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/ketidaksetaraan-tidak-dapat-dihindari-studi-baru-menantang-mitos-ekonomi/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Data ukuran rumah dari situs kuno menunjukkan bahwa ketidaksetaraan ekonomi secara historis bervariasi dan dibentuk oleh pilihan manusia, bukan hanya populasi atau kompleksitas. Kita hidup di masa ketika kesenjangan antara orang kaya dan yang miskin mencolok dan terus tumbuh. Namun, ketidaksetaraan bukanlah fenomena modern. Dalam studi baru yang diterbitkan (…)</p>
<p><b>RisalahPos.com Network</b>
</p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"><img decoding="async" loading="lazy" title="Example 300250" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMoDVZt8W2vJfrNtKcTwAxYmfXpY1GIAeUwJkKD-MseiVUNTg3i6KCW-Rd8txblK2P6IgBpF3GLOhDGZGJh1aUAtCXH2fOSR4bz12v6-HOq0XJwSEHzhUsNI9tzlAq0rm0DqYwjqLC2N1h9800ciuYg09veqxxfzrYVZsP5x5jmeoN8CPjCiDskYUR4FI/s1600/idt-size-300250.png" alt="Example 300250" width="300" height="250"/></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/ketidaksetaraan-tidak-dapat-dihindari-studi-baru-menantang-mitos-ekonomi/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kickstarter ingin menjadi pemimpin dalam ekonomi pencipta</title>
		<link>https://bnbabel.com/mengapa-kickstarter-ingin-menjadi-pemimpin-dalam-ekonomi-pencipta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2025 13:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ingin]]></category>
		<category><![CDATA[Kickstarter]]></category>
		<category><![CDATA[Mengapa]]></category>
		<category><![CDATA[Menjadi]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Pencipta]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/mengapa-kickstarter-ingin-menjadi-pemimpin-dalam-ekonomi-pencipta/</guid>

					<description><![CDATA[Everette Taylor, CEO Kickstarter, bergabung dengan Forbes berbicara untuk membahas umur panjang dan relevansi Kickstarter di ruang crowdfunding. RisalahPos.com Network BN Babel<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/mengapa-kickstarter-ingin-menjadi-pemimpin-dalam-ekonomi-pencipta/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p></p>
<p>Everette Taylor, CEO Kickstarter, bergabung dengan Forbes berbicara untuk membahas umur panjang dan relevansi Kickstarter di ruang crowdfunding.</p>
<p><b>RisalahPos.com Network</b></p>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/mengapa-kickstarter-ingin-menjadi-pemimpin-dalam-ekonomi-pencipta/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
