<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Elang - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/elang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Dec 2025 19:47:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Elang - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>6 Polisi Mabes Polri Jadi Tersangka Pengeroyokan 2 Mata Elang hingga Tewas di Kalibata</title>
		<link>https://bnbabel.com/6-polisi-mabes-polri-jadi-tersangka-pengeroyokan-2-mata-elang-hingga-tewas-di-kalibata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 19:47:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Elang]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kalibata]]></category>
		<category><![CDATA[Mabes]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/6-polisi-mabes-polri-jadi-tersangka-pengeroyokan-2-mata-elang-hingga-tewas-di-kalibata/</guid>

					<description><![CDATA[– Enam pelaku pengeroyokan terhadap dua mata elang atau debt collector hingga tewas di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, adalah anggota polisi. Keenam anggota polisi itu diketahui <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/6-polisi-mabes-polri-jadi-tersangka-pengeroyokan-2-mata-elang-hingga-tewas-di-kalibata/" title="6 Polisi Mabes Polri Jadi Tersangka Pengeroyokan 2 Mata Elang hingga Tewas di Kalibata" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/6-polisi-mabes-polri-jadi-tersangka-pengeroyokan-2-mata-elang-hingga-tewas-di-kalibata/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-8849622607443606497" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Enam pelaku pengeroyokan terhadap dua mata elang atau debt collector hingga tewas di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, adalah anggota polisi.
</p>
<p>Keenam anggota polisi itu diketahui bertugas di Satuan Pelayanan Markas di Mabes Polri.
</p>
<p>Keenamnya sudah ditetapkan tersangka dalam kasus pidana pengeroyokan yang menewaskan 2 orang dan akan menjalani sidang kode etik.
</p>
<p>Hal itu dikatakan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (12/12) malam.
</p>
<p>“Adapun keenam tersangka tersebut merupakan anggota Satuan Pelayanan Markas di Mabes Polri,” kata Trunoyudo.
</p>
<p>Mereka menurut Trunoyudo adalah Brigadir IAM, Bripda JLA, Bripda RGW, Bripda IAB, Bripda BN dan Bripda AM.
</p>
<p>Pasal yang ditersangkakan, kata Trunoyudo, berdasarkan alat bukti yang ditemukan penyidik, adalah Pasal 170 KUHP ayat 3, tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
</p>
<div>
<p>“Penerapan pasal tersebut berdasar bukti permulaan yang cukup. Polri menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dilakukan penyidik Polda Metro Jaya diback up dari Mabes Polri,” katanya.
</p>
<p>Trunoyudo memastikan Polri serius mengungkap kasus kriminal ini sdan akan menjalankan proses penegakan hukum secara transparan, profesional dan proporsional serta memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat mempertanggungjawaban perbuatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
</p>
<p>Selain itu kata Trunoyudo keenamnya juga akan dikenakan terkait pelanggaran kode etik personel Polri.
</p>
<p>Di mana dari hasil analisa awal, katanya keenamnya telah cukup bukti melakukan pelanggaran kode etik berdasarkan Pasal 17 ayat 3 UU Nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi dan perbuatan yang dilakukan dengan sengaja dan terdapat kepentingan pribadi dan atau pihak lain dan berdampak terhadap masyarakat.
</p>
<p>Keenamnya akan dijerat Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota polri pada pasal 8 huruf c angka 1, Perpol nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi
</p>
<p>“Terduga pelanggar akan segera dilakukan proses pemberkasan sesuai dengan mekanisme yang ada. Terhadap enam terduga pelanggar akan dilaksanakan sidang komisi kode etik pada hari Rabu pekan depan tanggal 17 Desember,” kata Trunoyudo.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Kerusuhan</h2>
<p>Sebelumnya kericuhan pecah di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, setelah dua debt collector dikeroyok hingga tewas.
</p>
<p>Aksi balasan dari puluhan hingga ratusan rekan korban membuat sederet warung dan kendaraan di sekitar TMP Kalibata dibakar massa.
</p>
<p>Polisi menyebut puluhan hingga ratusan orang datang ke lokasi perusakan hingga pembakaran sejumlah warung makan yang diduga berasal dari kelompok debt collector di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.
</p>
<p>Hal tersebut dipicu pengeroyokan terhadap dua orang mata elang (matel) atau debt collector hingga akhirnya meninggal dunia di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran.
</p>
<p>Satu meninggal di lokasi kejadian, sedangkan lainnya sempat kritis usai dikeroyok dan dinyatakan meninggal.
</p>
<p>“Akibat dari itu yang korban ini mempunyai teman-teman kurang lebih 80 sampai 100 orang tiba-tiba datang, sebenarnya kami dari pihak kepolisian sudah mengantisipasi itu namun kekuatan pada saat itu yang tiba-tiba datang kurang lebih 100 orang itu merusak warung-warung yang ada di sekitar tempat ini,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, Jumat (12/12/2025).
</p>
<p>Insiden pengeroyokan itu memicu reaksi dari rekan-rekan korban hingga 80-10 orang tiba-tiba datang ke lokasi.
</p>
</div>
<div>
<p>Mereka melakukan perusakan dan pembakaran sejumlah warung di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
</p>
<p>Nicolas menuturkan, kedua matel yang menjadi korban pengeroyokan yakni berinisial MET dan NAT.
</p>
<p>“Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Anggota dari Brimob hingga Polda serta Polres sudah berada di TKP untuk mengamankan TKP,” katanya.
</p>
<p>“Anggota Reskrim kami masih dalami, dan Polda serta Polsek masih kolaborasi untuk mengungkap pelaku pengeroyokan dan juga kami akan mengungkap pengerusakan yang terjadi di sekitar sini,” sambung dia.
</p>
<p>Lilpaly menegaskan, korban bukan meninggal karena tembakan seperti rumor yang beredar.
</p>
<p>“Tidak ada penembakan. Ini murni pengeroyokan,” tegasnya.
</p>
<p>Polisi menangani dua perkara sekaligus dalam insiden ini, yaitu pengeroyokan dan perusakan fasilitas warga.
</p>
<p>Nicolas menyebut, kepolisian masih menyelidiki terkait kelompok yang terlibat.
</p>
<p>“Kelompok massa itu dari mana, masih dalam penyelidikan,” tambahnya.
</p>
<p>Situasi di lokasi kejadian kini dinyatakan aman.
</p>
<p>Polisi juga tengah mengumpulkan berbagai barang bukti, termasuk rekaman CCTV.
</p>
<p>“Semua masih dalam penyelidikan,” kata Kapolres.
</p>
<p>Sebelumnya, sebanyak 9 kios, 6 sepeda motor, dan 1 mobil dibakar oleh massa di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis malam, (11/12/2025).
</p>
<p>Pembakaran itu dilakukan setelah terjadinya aksi pengeroyokan terhadap dua debt collector atau penagih utang di tempat kejadian perkara (TKP).
</p>
<p>Akibat pengeroyokan, satu penagih utang tewas di TKP dan satu lainnya meninggal di RS Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur.
</p>
<p>Sesudah pengeroyokan tersebut, sejumlah massa yang tak dikenal melakukan aksi balas dendam. Mereka membakar beberapa kios dan kendaraan di TKP.
</p>
<p>Sebanyak 49 petugas pemadam kebakaran (damkar) dan 8 unit mobil damkar dikerahkan guna memadamkan api.
</p>
<p>Anggota TNI dan Polri mengawal ketat pemadaman yang dilakukan hingga Jumat pagi, (12/12/2025)
</p>
<p>“Terdapat 8 unit berikut kendaraan pendukung dan 49 personel yang kita kerahkan. Total ada 9 kios, enam motor, dan 1 mobil yang terbakar. Proses pemadaman berlangsung dengan pengawalan TNI dan Polri,” kata Poengky, Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan.
</p>
</div>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/6-polisi-mabes-polri-jadi-tersangka-pengeroyokan-2-mata-elang-hingga-tewas-di-kalibata/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Elang Botak Aneh Ini Terbang dengan Cara yang “Salah” Setiap Tahun</title>
		<link>https://bnbabel.com/elang-botak-aneh-ini-terbang-dengan-cara-yang-salah-setiap-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 08:17:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aneh]]></category>
		<category><![CDATA[Botak]]></category>
		<category><![CDATA[Cara]]></category>
		<category><![CDATA[Dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Elang]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Setiap]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Terbang]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/elang-botak-aneh-ini-terbang-dengan-cara-yang-salah-setiap-tahun/</guid>

					<description><![CDATA[Elang Botak muda Arizona menuju ke utara, bukan ke selatan, selama migrasi. Kebiasaan mereka mengungkapkan habitat penting dan ancaman besar. Burung tidak selalu mengikuti pola yang kita harapkan darinya. Sebuah <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/elang-botak-aneh-ini-terbang-dengan-cara-yang-salah-setiap-tahun/" title="Elang Botak Aneh Ini Terbang dengan Cara yang “Salah” Setiap Tahun" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/elang-botak-aneh-ini-terbang-dengan-cara-yang-salah-setiap-tahun/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Elang Botak muda Arizona menuju ke utara, bukan ke selatan, selama migrasi. Kebiasaan mereka mengungkapkan habitat penting dan ancaman besar. Burung tidak selalu mengikuti pola yang kita harapkan darinya. Sebuah studi baru-baru ini di Journal of Raptor Research menggambarkan bagaimana Elang Botak (Haliaeetus leucocephalus) di Arizona mengambil pendekatan migrasi yang tidak biasa dengan melakukan perjalanan ke utara (…)</p>
<p style="text-align: center;"><i>JetMedia Digital Agency</i></p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/elang-botak-aneh-ini-terbang-dengan-cara-yang-salah-setiap-tahun/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Elang ini menemukan sinyal lalu lintas untuk menyergap mangsanya</title>
		<link>https://bnbabel.com/elang-ini-menemukan-sinyal-lalu-lintas-untuk-menyergap-mangsanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2025 04:28:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Elang]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas]]></category>
		<category><![CDATA[mangsanya]]></category>
		<category><![CDATA[Menemukan]]></category>
		<category><![CDATA[menyergap]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sinyal]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/elang-ini-menemukan-sinyal-lalu-lintas-untuk-menyergap-mangsanya/</guid>

					<description><![CDATA[Burung terus menjadi luar biasa. Gagak dapat menggunakan alat dan menahan dendam terhadap orang tertentu. Magpies dapat mengenali diri mereka di cermin. Dan sekarang, Hawks menggunakan sinyal lalu lintas untuk <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/elang-ini-menemukan-sinyal-lalu-lintas-untuk-menyergap-mangsanya/" title="Elang ini menemukan sinyal lalu lintas untuk menyergap mangsanya" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/elang-ini-menemukan-sinyal-lalu-lintas-untuk-menyergap-mangsanya/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p>Burung terus menjadi luar biasa. Gagak dapat menggunakan alat dan menahan dendam terhadap orang tertentu. Magpies dapat mengenali diri mereka di cermin. Dan sekarang, Hawks menggunakan sinyal lalu lintas untuk memburu mangsa, menurut sebuah studi yang diterbitkan hari ini di jurnal <i>Perbatasan dalam Etologi. </i></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Kisah ini dimulai dengan Vladimir Dinets, ahli zoologi di University of Tennessee, Knoxville, dan penulis penelitian, dan persimpangan di West Orange, New Jersey, dekat rumahnya. Sebagai ahli zoologi, ia telah lama tertarik pada perspektif hewan tentang dan pemahaman tentang lingkungan perkotaan – dan hubungan burung dengan mobil, khususnya. Para ilmuwan sebelumnya telah mengamati Ravens Patrol American Highways menunggu roadkill dan burung penyanyi menggunakan mobil untuk bersembunyi dari predator.
</p>
<p>Dinets sedang mencari interaksi yang menarik ini ketika elang Cooper muda bermigrasi ke lingkungannya dan mulai melakukan sesuatu yang brilian.
</p>
<p>Persimpangan tidak terlalu sibuk, bahkan selama jam sibuk, Dinets menulis dalam editorial tamu untuk <i>Perbatasan dalam Etologi</i>. Tetapi kadang -kadang, seorang pejalan kaki akan menyeberang jalan, menyebabkan mobil menumpuk sampai ke pohon kecil yang lebat di blok. Sinyal “walk” pejalan kaki juga akan membuat suara yang mengindikasikan sudah waktunya untuk berjalan.
</p>
<p>Suatu pagi, Dinets melihat elang muncul dari pohon, terbang sangat rendah di atas garis mobil, menyeberang jalan di antara mobil -mobil, dan kemudian menyelam untuk mendapatkan sesuatu di dekat salah satu rumah.
</p>
<p>Kemudian hal yang sama terjadi lagi. Dan lagi.
</p>
<p>Ternyata keluarga yang tinggal di rumah itu dekat pohon lebat suka makan malam di halaman depan mereka. Sebagai tanggapan, burung – seperti burung pipit dan merpati – akan berkumpul di sana untuk mengklaim remah -remah sisa.
</p>
<p>Itu membuat pemetik mudah bagi elang, yang akan menukik ke halaman untuk menangkap burung pipit dan merpati. Tapi, anehnya, elang hanya melakukan ini ketika mobil berbaris di sepanjang blok sampai ke pohon.
</p>
<p>Dinets akhirnya menemukan bahwa garis mobil menyediakan penutup untuk elang, dan bahwa elang telah belajar mengenali suara sinyal “berjalan” pejalan kaki. Begitu seorang pejalan kaki menekan tombol itu, elang akan terbang dari mana pun itu nongkrong dan masuk ke pohon kecil yang lebat. Kemudian akan menunggu mobil menumpuk sebelum menggunakan garis mobil sebagai penutup untuk menyelinap pada mangsanya.
</p>
<p>Rupanya elang telah belajar menggunakan sinyal pejalan kaki sebagai isyarat untuk mulai menuju ke rumah yang dipenuhi burung -burung yang tidak berdaya, menurut Dinets.
</p>
<p>“Itu berarti bahwa elang memahami hubungan antara suara dan panjang antrian mobil akhirnya,” Dinets menjelaskan. Elang juga rupanya memiliki peta mental yang baik dari lingkungan itu.
</p>
<p>Elang (atau apa yang menurut Dinets adalah elang yang sama) yang dikembalikan tahun berikutnya dan menggunakan strategi yang sama untuk berburu. Namun, akhirnya, keluarga itu pindah dan sinyal berhenti bekerja, jadi Dinets belum melihat Hawks super pintar berburu di dekat rumahnya sejak itu.
</p>
<p>Hidup itu sulit bagi burung di kota -kota – mereka harus menghindari jendela, menenun melalui mobil, dan berurusan dengan kebisingan. Tetapi penelitian ini menunjukkan setidaknya satu cara yang telah mereka beradaptasi dengan kehidupan perkotaan.
</p>
<p>“Saya pikir pengamatan saya menunjukkan bahwa Cooper’s Hawks berhasil bertahan dan berkembang di sana, setidaknya sebagian, dengan menjadi sangat pintar,” tulis Dinets.
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/elang-ini-menemukan-sinyal-lalu-lintas-untuk-menyergap-mangsanya/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
