<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gelondongan - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/gelondongan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Dec 2025 22:14:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Gelondongan - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Telanjur Viral Ribuan Kayu Gelondongan Berstiker Kemenhut Dikaitkan Banjir Sumatera, Direktur Bantah</title>
		<link>https://bnbabel.com/telanjur-viral-ribuan-kayu-gelondongan-berstiker-kemenhut-dikaitkan-banjir-sumatera-direktur-bantah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 22:14:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bantah]]></category>
		<category><![CDATA[Berstiker]]></category>
		<category><![CDATA[dikaitkan]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur]]></category>
		<category><![CDATA[Gelondongan]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[KAYU]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhut]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Telanjur]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/telanjur-viral-ribuan-kayu-gelondongan-berstiker-kemenhut-dikaitkan-banjir-sumatera-direktur-bantah/</guid>

					<description><![CDATA[– Keberadaan ribuan kayu gelondongan dengan stiker Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang ditemukan Polda Lampung di Pesisir Barat, Lampung, menjadi sorotan luas setelah viral di media sosial. Kayu-kayu gelondongan itu berstiker <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/telanjur-viral-ribuan-kayu-gelondongan-berstiker-kemenhut-dikaitkan-banjir-sumatera-direktur-bantah/" title="Telanjur Viral Ribuan Kayu Gelondongan Berstiker Kemenhut Dikaitkan Banjir Sumatera, Direktur Bantah" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/telanjur-viral-ribuan-kayu-gelondongan-berstiker-kemenhut-dikaitkan-banjir-sumatera-direktur-bantah/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-1681566994521619526" itemprop="articleBody">
<p><b/>  – Keberadaan ribuan kayu gelondongan dengan stiker Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang ditemukan Polda Lampung di Pesisir Barat, Lampung, menjadi sorotan luas setelah viral di media sosial.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Kayu-kayu gelondongan itu berstiker kuning dengan barcode bertuliskan PT Minas Pagai Lumbar (MPL) serta ada kop “Kementerian Kehutanan Republik Indonesia”.
</p>
<p>Banyak yang mengaitkan ribuan kayu gelondongan ini dibawa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
</p>
<p>Diduga, ribuan kayu gelondongan itu berasal dari praktik illegal logging, yang belakangan membuat Kemenhut dan Kementerian Lingkungan Hidup menyegel sejumlah kegiatan usaha.
</p>
<p>Dugaan ini mencuat karena saat banjir bandang dan longsor melanda sumatera, banyak ditemukan kayu-kayu gelondongan serupa.
</p>
<p>Benarkah kayu-kayu ini berasal dari praktik ilegal logging?
</p>
<p>Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan di Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kemenhut, Ade Mukadi, mengatakan bahwa ribuan kubik gelondongan kayu itu berasal dari sebuah tugboat yang rusak milik PT MPL.
</p>
<p>“Kayu yang ditemukan di Lampung bukan kayu hanyut akibat banjir di Sumatera,” kata Ade Mukadi dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025).
</p>
<p>“Kayu berasal dari kecelakaan kapal tugboat kayu dari PBPH (HPH) PT Minas Pagai Lumber di Mentawai,” imbuhnya.
</p>
<p>Ade menjelaskan, mesin kapal yang mengangkut kayu itu mati karena badai pada 6 November 2025. Kendala itu membuat banyak potongan kayu dengan stiker kementerian hanyut.
</p>
<p>“Mesin tugboat mati dan terkena badai sejak 6 November 2025 sehingga ada banyak kayu yang jatuh dari tugboat tersebut,” kata dia.
</p>
<p>Ade Mukadi menambahkan bahwa berdasarkan penanda Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang dicek keabsahan/asal-usul sumber kayu (traceability system untuk mencegah illegal logging), kayu tersebut berasal dari PT MPL.
</p>
<p>Menurut dia, perusahaan itu sudah mengantongi izin Menteri Kehutanan atas areal hutan produksi melalui izin SK.550/1995 tanggal 11 Oktober 1995 dan telah dilakukan perpanjangan di tahun 2013 sesuai SK.502/Menhut-II/2013 tanggal 18 Juli 2013.
</p>
<p>“Kayu berasal dari kecelakaan kapal tugboat kayu dari PBPH (HPH) PT Minas Pagai Lumber di Mentawai,” ujarnya.
</p>
<p><b>Akan Dirilis Hari ini</b>
</p>
<p>Hari ini, Rabu (10/12/2025), Polda Lampung akan sampaikan hasil penyelidikan kasus kayu di Kabupaten Pesisir Barat.
</p>
<p>Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pihaknya akan menyampaikan hasil penyelidikan terhadap kasus kayu gelondongan yang ditemukan di Kabupaten Pesisir Barat.
</p>
<p>“Tadi dari pihak Kemenhut dan juga dari Dinas Kehutanan Provinsi Lampung datang ke Mapolda Lampung,” kata Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun di Mapolda Lampung, Selasa (9/10/2025).
</p>
<p>Ia pun meminta awak media untuk bersabar karena nantinya akan ada penyampaian yang lebih jelas dari Kapolda Lampung.
</p>
<p>“Agar lebih akurat, besok (hari ini-red) akan disampaikan oleh pimpinan yang akan menjelaskan dua tempat kejadian perkara yang di laut dan daerah TNBBS,” ujarnya.
</p>
<p>Yuni menjelaskan, pihaknya juga akan menjelaskan terkait adanya lebel dari Kemenhut.
</p>
<p>Sebelumnya, Kombes Yuni Iswandari juga mengungkapkan adanya insiden kapal yang membawa kayu-kayu gelondongan terdampar.
</p>
<p>Menurutnya, kapal yang membawa 4.800 kubik kayu itu berangkat dari Sumatera Barat pada 2 November 2025.
</p>
<p>Namun, kapal kehilangan kendali dan terdampar akibat cuaca ekstrem.
</p>
<p>Selain itu, tali pengikat kapal disebut ikut terlilit dan memperparah situasi.
</p>
<p>“Cuaca saat itu sangat ekstrem. Ada tali kapal yang terlilit, sehingga mengakibatkan tongkang terdampar,” kata Yuni, Jumat (5/12/2025) lalu.
</p>
<p><b>Desakan Akademisi</b>
</p>
<p>Sementara itu, Akademisi Hukum Lingkungan Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) Fathoni meminta aparat penegak hukum atau polisi untuk menindak tegas pelaku ilegal logging.
</p>
<p>“Kami mendorong aparatur penegak hukum supaya menindak tegas para pelaku-pelaku illegal logging,” kata dosen Hukum Lingkungan, FH Unila, Fathoni.
</p>
<p>Ia mengatakan, kawasan itu kalau dalam hukum tata negara merupakan hutan lindung dan kawasan budidaya.
</p>
<p>“Hutan kawasan lindung itu sama sekali tidak boleh diambil karena itu paru-paru dunia. Apalagi kalau yang TNBBS itu wilayah yang disebut UNESCO sebagai Common Heritage Mankind atau warisan untuk masyarakat dunia,” imbuh Fathoni.
</p>
<p>Menurutnya, bukan hanya masyarakat Indonesia yang wajib melindungi, tapi juga diawasi oleh dunia internasional.
</p>
<p>Fathoni mengatakan, efek kerusakan hutan yang ditimbulkan dari pembalakan liar di Kabupaten Pesisir Barat juga besar.
</p>
<p>“Kalau polisi melakukan penangkapan terhadap pihak di sana itu sudah benar. Memang itu sudah tugasnya polisi melakukan penindakan, tugas aparatur seperti itu,” tutur Fathoni.
</p>
<p>Makanya, kata dia, akademisi mendorong aparatur penegak hukum supaya menindak tegas para pelaku illegal logging tersebut.
</p>
<p>“Pelaku terancam UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (UU P3H) dengan ancaman pidana 8 tahun penjara,” tuturnya.
</p>
<p>Ia mengatakan, perusak hutan merupakan pelanggaran di hukum.
</p>
<p>“Pelanggaran itu merupakan kategori atau kualifikasinya kejahatan pidana yang harus menunggu laporan. Bukan delik aduan, akan tetapi itu delik biasa dan bisa langsung ditindak,” tambah Fathoni.
</p>
<p>Menurutnya, polisi juga bisa langsung bertindak, meskipun harus menyesuaikan dan yang utama adalah pihak pengawasan harus melakukan tupoksinya.
</p>
<p>Dia menduga ada yang lalai dalam melakukan pengawasan.
</p>
<p>“Warga juga boleh berpartisipasi dalam hal penegakan hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut. Dan polisi harus melakukan penindakan ilegal logging tanpa pandang bulu, pungkasnya
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/telanjur-viral-ribuan-kayu-gelondongan-berstiker-kemenhut-dikaitkan-banjir-sumatera-direktur-bantah/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Misteri Kayu Gelondongan di Balik Bencana Sumatra, Ini Kata Kemenhut</title>
		<link>https://bnbabel.com/misteri-kayu-gelondongan-di-balik-bencana-sumatra-ini-kata-kemenhut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 16:45:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Balik]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Gelondongan]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ini]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[KAYU]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhut]]></category>
		<category><![CDATA[Misteri]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/misteri-kayu-gelondongan-di-balik-bencana-sumatra-ini-kata-kemenhut/</guid>

					<description><![CDATA[-Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatra diduga dipicu oleh curah hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar, meninggalkan jejak kontroversial yaitu tumpukan kayu gelondongan yang terseret arus. <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/misteri-kayu-gelondongan-di-balik-bencana-sumatra-ini-kata-kemenhut/" title="Misteri Kayu Gelondongan di Balik Bencana Sumatra, Ini Kata Kemenhut" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/misteri-kayu-gelondongan-di-balik-bencana-sumatra-ini-kata-kemenhut/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-1330570501943607884" itemprop="articleBody">
<div>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p> -Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatra diduga dipicu oleh curah hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar, meninggalkan jejak kontroversial yaitu tumpukan kayu gelondongan yang terseret arus.
</p>
</div>
<p>Jejak ini memicu pertanyaan kritis, apakah kayu-kayu ini bukti nyata dari illegal logging yang memperparah bencana?
</p>
<p>Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkumhut) akhirnya memberikan klaifikasi atas banyak pemberitaan terkait dugaan tersebut.
</p>
<p>Pernyataan pejabat Kemenhut sebelumnya sempat menimbulkan interpretasi bahwa kayu tersebut murni berasal dari pohon lapuk atau bekas tebangan legal. Namun, Direktur Jenderal Gakkumhut, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan kembali posisi mereka.
</p>
<p>“Terkait pemberitaan yang berkembang, saya perlu menegaskan bahwa penjelasan kami tidak pernah dimaksudkan untuk menafikan kemungkinan adanya praktik ilegal di balik kayu-kayu yang terbawa banjir,”  ujar Januanto dalam pernyataan yang dikutip redaksi di Jakarta, Senin 1 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa tugas Ditjen Gakkumhut adalah menelusuri secara profesional, sebab kayu yang terseret banjir bisa berasal dari berbagai sumber, mulai dari material alami (pohon tumbang, lapuk) hingga aktivitas yang melanggar hukum, termasuk penyalahgunaan izin.
</p>
<p>Intinya, setiap indikasi kejahatan kehutanan tetap akan diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.
</p>
<p>Kemenhut juga menyoroti satu area yang menjadi fokus kecurigaan utama, yaitu pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) di Areal Penggunaan Lain (APL).
</p>
<p>Januanto mengakui, pihaknya mendeteksi bahwa kayu-kayu yang terekam di media sosial (dari Tapanuli Selatan hingga pesisir Sumatra Barat) kemungkinan besar berasal dari area PHAT di APL. Meskipun secara mekanisme harusnya mengikuti regulasi kehutanan, Kemenhut mengakui adanya modus operandi yang menjadi perhatian serius seperti pencucian kayu ilegal.
</p>
<p>“Kami akui, Gakkum Kemenhut kerap melakukan operasi pembongkaran modus operandi pencucian kayu ilegal hasil pembalakan liar melalui PHAT,” kata Januanto.
</p>
<p>Temuan kejahatan ini bahkan sudah terjadi di wilayah yang kini terdampak banjir, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
</p>
<p>Sebagai respons cepat, Kemenhut telah mengambil langkah tegas. Kemenhut telah menetapkan moratorium (penghentian sementara) layanan tata usaha kayu tumbuh alami di APL untuk skema PHAT.
</p>
<p>Langkah ini diambil setelah ditemukannya temuan kejahatan berupa pencucian kayu hasil pembalakan liar yang disinyalir menjadi salah satu pemicu yang memperparah dampak banjir bandang.
</p>
<p>Meskipun dugaan sementara menyebutkan kayu gelondongan tersebut adalah bekas tebangan yang sudah lapuk, Januanto tidak mengesampingkan potensi bahwa kayu-kayu itu berasal dari modus pencucian ilegal yang selama ini menjadi target operasi mereka.
</p>
<p>“Kawan-kawan masih ngecek, ya tapi kami sinyalir ke situ,” tutupnya.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/misteri-kayu-gelondongan-di-balik-bencana-sumatra-ini-kata-kemenhut/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral Penampakan Gelondongan Kayu usai Banjir Bandang di Pantai Padang, Punya Siapa?</title>
		<link>https://bnbabel.com/viral-penampakan-gelondongan-kayu-usai-banjir-bandang-di-pantai-padang-punya-siapa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 23:45:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Gelondongan]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[KAYU]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Penampakan]]></category>
		<category><![CDATA[Punya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Siapa]]></category>
		<category><![CDATA[Usai]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/viral-penampakan-gelondongan-kayu-usai-banjir-bandang-di-pantai-padang-punya-siapa/</guid>

					<description><![CDATA[– Sebuah video memperlihatkan ribuan gelondongan kayu memenuhi bibir Pantai Parkit, Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat viral di media sosial. Keberadaan kayu ini usai banjir bandang yang menerjang sejumlah <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/viral-penampakan-gelondongan-kayu-usai-banjir-bandang-di-pantai-padang-punya-siapa/" title="Viral Penampakan Gelondongan Kayu usai Banjir Bandang di Pantai Padang, Punya Siapa?" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/viral-penampakan-gelondongan-kayu-usai-banjir-bandang-di-pantai-padang-punya-siapa/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-8349943067237637535" itemprop="articleBody">
<p><b/> – Sebuah video memperlihatkan ribuan gelondongan kayu memenuhi bibir Pantai Parkit, Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat viral di media sosial. Keberadaan kayu ini usai banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Sumbar.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Dalam rekaman video terlihat material kayu dan sampah hanyut menumpuk dari muara hingga sepanjang garis pantai. Penampakan tersebut mengubah lanskap pesisir pantai secara drastis.
</p>
<p>Bahkan, tumpukan kayu tersebut seakan menjadi daratan baru. Peristiwa ini terjadi usai hujan deras yang mengguyur Kota Padang berhari-hari membuat aliran sungai membawa berondolan kayu dari kawasan hulu.
</p>
<p>Tumpukan gelondongan itu kini menutup akses nelayan, memicu keresahan warga, dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai asal-usul kayu dalam jumlah masif tersebut.
</p>
<p>Akun Instagram @ssc_padang yang mengunggah video tersebut turut menyoroti kejadian ini.
</p>
<p>“Kira-kira siapa pemilik ribuan kubik kayu tersebut ya???,” tulisnya dikutip Sabtu (29/11/2025).
</p>
<p>Fenomena viral penampakan ribuan gelondongan kayu ini memunculkan beragam komentar tajam dari warganet. Banyak di antara mereka menduga kayu-kayu tersebut terkait pembalakan liar atau aktivitas ilegal yang selama ini tidak terungkap.
</p>
<p>Ditutup tersendiri oleh pemerintah, dibuka oleh yang maha kuasa, tulis @dapurmamarazi.
</p>
<p>“Barang bukti datang sendiri?,” tulis @destian.aja.
</p>
<p>Sementara akun @sigpras menuliskan kritik keras.
</p>
<p>“NEGARA KAYA DENGAN PENGUASA YANG SERAKAH,” ujarnya.
</p>
<p>Banjir bandang ini bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik dan infrastruktur, tetapi juga membuka dugaan aktivitas yang selama ini tidak terlihat publik. Warga menilai pemerintah perlu memberi penjelasan soal tumpukan kayu yang jumlahnya dianggap tidak wajar.
</p>
<p>Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (28/11/2025) total korban tewas bencana banjir dan longsor di Sumbar mencapai 23 orang. Selain itu 12 hilang dan 4 jiwa mengalami luka-luka.
</p>
<p>Jumlah pengungsi meningkat signifikan dan kini mencapai 3.900 Kepala Keluarga (KK). Mereka tersebar di berbagai titik pengungsian yang terus mendapatkan suplai kebutuhan dasar dari pemerintah dan relawan
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/viral-penampakan-gelondongan-kayu-usai-banjir-bandang-di-pantai-padang-punya-siapa/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
