<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Influencer - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/influencer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Dec 2025 12:29:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Influencer - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Viral Influencer Amerika Videokan Parahnya Deforestasi Hutan Sumatera, Gundul Sejauh Mata Memandang</title>
		<link>https://bnbabel.com/viral-influencer-amerika-videokan-parahnya-deforestasi-hutan-sumatera-gundul-sejauh-mata-memandang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 12:29:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Deforestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Gundul]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Influencer]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[Memandang]]></category>
		<category><![CDATA[Parahnya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[sejauh]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Videokan]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/viral-influencer-amerika-videokan-parahnya-deforestasi-hutan-sumatera-gundul-sejauh-mata-memandang/</guid>

					<description><![CDATA[– Seorang influencer Amerika mendadak bikin heboh setelah mengunggah video yang memperlihatkan hamparan hutan Indonesia terbabat habis diduga di Sumatera. Rekaman yang diambil dari udara itu sontak memicu kemarahan warganet, <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/viral-influencer-amerika-videokan-parahnya-deforestasi-hutan-sumatera-gundul-sejauh-mata-memandang/" title="Viral Influencer Amerika Videokan Parahnya Deforestasi Hutan Sumatera, Gundul Sejauh Mata Memandang" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/viral-influencer-amerika-videokan-parahnya-deforestasi-hutan-sumatera-gundul-sejauh-mata-memandang/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-28870645251959376" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Seorang influencer Amerika mendadak bikin heboh setelah mengunggah video yang memperlihatkan hamparan hutan Indonesia terbabat habis diduga di Sumatera.
</p>
<p>Rekaman yang diambil dari udara itu sontak memicu kemarahan warganet, sekaligus membuka kembali luka lama tentang deforestasi yang tak kunjung berhenti.
</p>
<p>Dalam video berdurasi singkat tersebut, sang influencer memperlihatkan lanskap hutan yang kini berubah menjadi petak-petak cokelat.
</p>
<p>Tanda kuat pembukaan lahan skala besar. Ia menyoroti bagaimana perusahaan raksasa dinilai membeli dan menggunduli area hutan demi kepentingan industri.
</p>
<p>Rekaman itu langsung viral, ditonton jutaan orang, dan memancing reaksi keras dari berbagai kalangan di Indonesia.
</p>
<p>Nyatanya, apa yang ditampilkannya tak sekadar sensasional.
</p>
<p>Data resmi dan laporan lembaga kredibel mendukung bahwa deforestasi di Indonesia memang masih terjadi dalam skala mengkhawatirkan.
</p>
<p>Menurut Global Forest Watch, Indonesia kehilangan lebih dari 260 ribu hektare hutan primer dalam setahun.
</p>
<p>Sementara provinsi seperti Riau telah mengalami penurunan tutupan hutan yang sangat drastis sejak 1980-an.
</p>
<p>Hutan-hutan yang dulu membentang lebat kini perlahan lenyap akibat ekspansi perkebunan, penebangan industri, dan konversi lahan lainnya.
</p>
<p>Laporan <i>Reuters</i> bahkan mencatat bagaimana pemerintah menindak perusahaan sawit.
</p>
<p>Dan tambang yang kedapatan beroperasi di kawasan hutan tanpa izin, dengan total denda mencapai 38 triliun rupiah.
</p>
<p>Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tekanan terhadap hutan masih kuat dan kompleks.
</p>
<p>Temuan influencer itu semakin menyalakan amarah publik karena gambaran yang ia tampilkan bersinggungan dengan berbagai bencana ekologis yang terjadi akhir-akhir ini.
</p>
<p>Banjir besar di Sumatra pada 2025, misalnya, dikaitkan oleh warga dengan deforestasi masif di perbukitan sekitar.
</p>
<p>The Guardian juga melaporkan bahwa bencana tersebut mengancam kepunahan orangutan Tapanuli, salah satu kera paling langka di dunia, karena habitat mereka hancur.
</p>
<p>Video viral itu kini menjadi pemicu diskusi besar apakah Indonesia benar-benar sedang kehilangan hutannya lebih cepat daripada yang disadari masyarakat?
</p>
<p>Data dari BPS menegaskan bahwa laju deforestasi netto masih terjadi di banyak provinsi hingga 2022.
</p>
<p>Sementara organisasi lingkungan mencatat bahwa penurunan deforestasi yang diklaim pemerintah tidak selalu sejalan dengan hasil pemantauan independen.
</p>
<p>Warganet Indonesia ramai menumpahkan kekesalan mulai dari menuntut transparansi lebih besar, meminta penegakan hukum diperketat.
</p>
<p>Penemuan influencer Amerika tersebut memang mengguncang publik, namun lebih dari itu, ia menjadi cermin bahwa isu deforestasi belum selesai dan dampaknya semakin nyata.
</p>
<p>Video itu mungkin hanya beberapa detik, tetapi pesan yang disampaikan terasa jauh lebih panjang.
</p>
<p>Hutan Indonesia sedang berada di titik kritis dan dunia kini ikut menyaksikannya.***
</p>
<blockquote cite="https://www.tiktok.com/@jawaposofficial/video/7583150689400966420" class="tiktok-embed" data-video-id="7583150689400966420" style="max-width: 605px; min-width: 325px;">
<section>  @jawaposofficial </p>
<p>Seorang influencer asal Amerika Serikat membagikan rekaman udara saat pesawat yang ditumpanginya melintasi wilayah Provinsi Riau, Sumatera. Dalam video tersebut, terlihat hamparan lahan terbuka yang diduga merupakan dampak deforestasi, membentang luas dan kontras dengan kawasan hijau di sekitarnya. Melalui keterangan unggahannya, influencer tersebut menyoroti dampak serius penggundulan hutan terhadap lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan ekosistem. Ia menyebut kondisi di Sumatra sebagai contoh nyata konsekuensi jangka panjang dari eksploitasi hutan tanpa kendali. “Indonesia, biarkan Sumatra menjadi pelajaran tentang apa yang terjadi ketika hutan ditebangi. Pengusaha merugi, alam rusak, ekosistem berada di titik kritis, dan pada akhirnya yang tersisa hanyalah kehancuran,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
</p>
<p> ♬ suara asli  – Jawa Pos Official </p>
</section>
</blockquote>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><script async src="//www.tiktok.com/embed.js"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/viral-influencer-amerika-videokan-parahnya-deforestasi-hutan-sumatera-gundul-sejauh-mata-memandang/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hampir 40% Orang Amerika Di Bawah 30 Tahun Mendapatkan Berita dari Influencer Media Sosial</title>
		<link>https://bnbabel.com/hampir-40-orang-amerika-di-bawah-30-tahun-mendapatkan-berita-dari-influencer-media-sosial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 07:10:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[bawah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[hampir]]></category>
		<category><![CDATA[Influencer]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[mendapatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Orang]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/hampir-40-orang-amerika-di-bawah-30-tahun-mendapatkan-berita-dari-influencer-media-sosial/</guid>

					<description><![CDATA[Semakin banyak orang Amerika yang rutin mendapatkan berita dari influencer media sosial, termasuk 21% dari seluruh orang dewasa dan 37% dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun yang disurvei, menurut <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/hampir-40-orang-amerika-di-bawah-30-tahun-mendapatkan-berita-dari-influencer-media-sosial/" title="Hampir 40% Orang Amerika Di Bawah 30 Tahun Mendapatkan Berita dari Influencer Media Sosial" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/hampir-40-orang-amerika-di-bawah-30-tahun-mendapatkan-berita-dari-influencer-media-sosial/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p>Semakin banyak orang Amerika yang rutin mendapatkan berita dari influencer media sosial, termasuk 21% dari seluruh orang dewasa dan 37% dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun yang disurvei, menurut laporan baru dari Pew Research Center. Dan dengan berita pada hari Senin bahwa Associated Press memberhentikan 8% tenaga kerjanya, laporan Pew hanyalah tanda terbaru bahwa konsumsi berita di AS kemungkinan akan terus menyimpang dari institusi tradisional di tahun-tahun mendatang.</p>
<p>Studi ini mengamati influencer dengan lebih dari 100.000 pengikut di platform tertentu, dan mempersempitnya menjadi 2.058 influencer berita di Facebook, YouTube, Instagram, TikTok, dan X. Bagaimana Pew mendefinisikan influencer? Mereka adalah “individu yang memiliki banyak pengikut di media sosial dan sering memposting tentang berita atau isu politik atau sosial.” Namun, penelitian tersebut mengecualikan akun apa pun yang merupakan bagian dari organisasi berita resmi. Politisi juga dikecualikan.</p>
<p>Dari sana, penelitian ini mengamati kebiasaan media sosial 10,658 orang Amerika dari 15 Juli hingga 4 Agustus 2024, dan konsumsi konten mereka dari 2,058 influencer dengan pengikut cukup besar yang teridentifikasi di media sosial. Nama-nama besar termasuk orang-orang sayap kanan seperti Benny Johnson, Dinesh D’Souza, Matt Walsh, Jack Posobiec, dan Charlie Kirk, sedangkan kaum liberal termasuk orang-orang seperti Brian Tyler Cohen, Ashley Judd, dan Heather Cox Richardson.</p>
<p>Sebanyak 85% influencer dalam penelitian ini hadir di X, meskipun akan menarik untuk melihat bagaimana angka-angka tersebut dibandingkan dengan lanskap media satu tahun dari sekarang. Setelah pemilihan presiden pada 5 November, terjadi eksodus besar-besaran dari kaum liberal dan sentris yang muak dengan pemilik X, Elon Musk, dan cara dia mengubah situs tersebut menjadi tempat yang aman bagi ekstremisme sayap kanan.</p>
<p>Studi ini menemukan bahwa 50% influencer terpopuler hadir di Instagram, platform terpopuler kedua bagi influencer berita. Daftar lainnya termasuk YouTube (44%), Facebook (32%), Threads (30%), TikTok (27%), LinkedIn (12%), Rumble (11%), Telegram 7%), Truth Social 5 %), Gettr (4%), Gab (4%), dan BitChute (kurang dari 1%). Tidak ada influencer di Bluesky, yang sekali lagi, mungkin merupakan hal yang menarik untuk dilihat setahun dari sekarang jika Pew mengulangi penelitiannya.</p>
<p>Kesenjangan gender dalam laporan ini cukup menarik. Sekitar 63% influencer adalah laki-laki, sementara 30% influencer adalah perempuan, dan sisanya non-biner atau gender tidak ditentukan oleh peneliti. TikTok memiliki persentase influencer perempuan tertinggi yaitu sebesar 45%, namun laki-laki masih memiliki persentase lebih besar dari akun influencer terbesar yaitu sebesar 50%. Kesenjangan gender terbesar terjadi di YouTube, dimana 68% influencernya adalah laki-laki dan hanya 28% adalah perempuan.</p>
<p>Ada juga perbedaan besar antar generasi. Meskipun 21% orang dewasa AS secara keseluruhan mengatakan bahwa mereka rutin menerima berita dari influencer di media sosial, kelompok usia 18-29 tahun menduduki peringkat teratas dengan 37%, dan 26% dari kelompok usia 30-49 tahun mengatakan hal yang sama. Hanya 15% orang Amerika berusia 50-64 tahun yang mengatakan bahwa mereka rutin mendapat berita dari influencer, dan 7% dari orang berusia 65+ tahun melaporkan hal yang sama.</p>
<p>Berdasarkan riwayat hidup mereka, 27% influencer dalam penelitian ini adalah sayap kanan, sementara 21% adalah sayap kiri, dan sisanya tidak mengungkapkan orientasi politik secara eksplisit. TikTok adalah satu-satunya situs di mana influencer yang secara eksplisit berhaluan kiri memiliki persentase influencer yang lebih besar yaitu 28% dibandingkan dengan 25% yang berhaluan kanan di platform tersebut.</p>
<p>Sekitar 77% influencer tidak pernah berafiliasi dengan organisasi berita, sementara 23% sebelumnya pernah bekerja di outlet berita tradisional, menurut Pew. Dan 23% dari mereka adalah kelompok yang paling kecil kemungkinannya untuk mengungkapkan afiliasi politik secara eksplisit.</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/hampir-40-orang-amerika-di-bawah-30-tahun-mendapatkan-berita-dari-influencer-media-sosial/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
