<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komet - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/komet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2025 02:12:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Komet - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apa yang Sebenarnya Membunuh Mammoth? Bukti Baru Menunjukkan Meledaknya Komet 13.000 Tahun Lalu</title>
		<link>https://bnbabel.com/apa-yang-sebenarnya-membunuh-mammoth-bukti-baru-menunjukkan-meledaknya-komet-13-000-tahun-lalu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 02:12:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Apa]]></category>
		<category><![CDATA[Baru]]></category>
		<category><![CDATA[bukti]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Komet]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[mammoth]]></category>
		<category><![CDATA[Meledaknya]]></category>
		<category><![CDATA[membunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Menunjukkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sebenarnya]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/apa-yang-sebenarnya-membunuh-mammoth-bukti-baru-menunjukkan-meledaknya-komet-13-000-tahun-lalu/</guid>

					<description><![CDATA[Bukti dari situs arkeologi utama menunjukkan bahwa ledakan kosmik besar mungkin telah mengubah iklim dan ekosistem pada akhir Pleistosen. Para ilmuwan memperluas bukti yang mendukung gagasan bahwa sebuah komet yang <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/apa-yang-sebenarnya-membunuh-mammoth-bukti-baru-menunjukkan-meledaknya-komet-13-000-tahun-lalu/" title="Apa yang Sebenarnya Membunuh Mammoth? Bukti Baru Menunjukkan Meledaknya Komet 13.000 Tahun Lalu" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/apa-yang-sebenarnya-membunuh-mammoth-bukti-baru-menunjukkan-meledaknya-komet-13-000-tahun-lalu/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Bukti dari situs arkeologi utama menunjukkan bahwa ledakan kosmik besar mungkin telah mengubah iklim dan ekosistem pada akhir Pleistosen. Para ilmuwan memperluas bukti yang mendukung gagasan bahwa sebuah komet yang terfragmentasi meledak di bumi hampir 13.000 tahun yang lalu. Peristiwa kosmik ini mungkin berperan dalam kepunahan mammoth, mastodon, dan (…)</p>
<p style="text-align: center;"><i>JetMedia Digital Agency</i></p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/apa-yang-sebenarnya-membunuh-mammoth-bukti-baru-menunjukkan-meledaknya-komet-13-000-tahun-lalu/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Petakan Risiko Komet Antarbintang Menghantam Bumi, Lokasi Sekitar Khatulistiwa Paling Berisiko</title>
		<link>https://bnbabel.com/ilmuwan-petakan-risiko-komet-antarbintang-menghantam-bumi-lokasi-sekitar-khatulistiwa-paling-berisiko/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 23:10:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Antarbintang]]></category>
		<category><![CDATA[berisiko]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Komet]]></category>
		<category><![CDATA[Lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Menghantam]]></category>
		<category><![CDATA[Paling]]></category>
		<category><![CDATA[Petakan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Risiko]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/ilmuwan-petakan-risiko-komet-antarbintang-menghantam-bumi-lokasi-sekitar-khatulistiwa-paling-berisiko/</guid>

					<description><![CDATA[– Penemuan obyek antarbintang (ISO) seperti Oumuamua dan 3I/ATLAS baru-baru ini memicu pertanyaan lama: seberapa besar ancaman yang mereka timbulkan bagi Bumi? Meskipun para astronom menyimpulkan peluang hantaman dalam masa <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/ilmuwan-petakan-risiko-komet-antarbintang-menghantam-bumi-lokasi-sekitar-khatulistiwa-paling-berisiko/" title="Ilmuwan Petakan Risiko Komet Antarbintang Menghantam Bumi, Lokasi Sekitar Khatulistiwa Paling Berisiko" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/ilmuwan-petakan-risiko-komet-antarbintang-menghantam-bumi-lokasi-sekitar-khatulistiwa-paling-berisiko/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-3352934358452213993" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Penemuan obyek antarbintang (ISO) seperti Oumuamua dan 3I/ATLAS baru-baru ini memicu pertanyaan lama: seberapa besar ancaman yang mereka timbulkan bagi Bumi?
</p>
<p>Meskipun para astronom menyimpulkan peluang hantaman dalam masa hidup kita sangat kecil, ilmuwan kini berhasil menghitung tempat dan waktu paling rentan di Bumi ditabrak oleh tamu antarbintang ini.
</p>
<p>Para peneliti menegaskan bahwa perbedaan risiko antara waktu dan lokasi teraman dan paling rentan sangat kecil.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Kecepatan Relatif yang Mengerikan</h2>
<p>Sudah jutaan tahun, Bumi dihantam oleh dampak kosmik besar, meskipun ribuan komet dan asteroid “lokal” telah tercatat mendekati Bumi.
</p>
<p>Namun, ancaman dari obyek antarbintang berbeda.
</p>
<p>Dr. Darryl Seligman dari Michigan State University, Dr. Dušan Mar?eta dari University of Belgrade, dan Dr. Eloy Peña-Asensio dari Politecnico di Milano menyelidiki jalur kedatangan obyek antarbintang dan menerjemahkannya ke zona ancaman di Bumi.
</p>
<p>Mereka mencatat, kecepatan relatif yang lebih besar dari obyek antarbintang berarti obyek yang kecil dapat menimbulkan kerusakan sebesar obyek lokal yang lebih besar.
</p>
<p>Kecepatan paling mungkin obyek antarbintang saat menghantam Bumi, relatif terhadap pergerakan Bumi, adalah 72 km/detik (162.000 mph).
</p>
<p>Sebagai perbandingan, asteroid di orbit Matahari menghantam dengan kecepatan 11 km/detik hingga 73 km/detik.
</p>
<p>Para ilmuwan memperkirakan antara 1 hingga 10 obyek antarbintang berdiameter sekitar 100 meter seharusnya telah menghantam Bumi sepanjang sejarahnya.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Ancaman Paling Mungkin dari Bidang Galaksi</h2>
<p>Meskipun secara ketat obyek antarbintang dapat datang dari arah mana pun, kemungkinan besar pengunjung ini datang dari dekat bidang galaksi—yang dapat dikenali dengan melacak jalur Bima Sakti di langit—bukan dari lintang galaksi tinggi.
</p>
<p>Hal ini karena sebagian besar bintang yang pernah diorbiti obyek antarbintang berada di bidang galaksi.
</p>
<p>Meskipun obyek antarbintang tidak terikat oleh gravitasi Matahari, mereka tetap dipengaruhi olehnya.
</p>
<p>Gravitasi Matahari ini memfokuskan orbit, terutama obyek yang bergerak lebih lambat saat pertama kali mendekat.
</p>
<p>Menggunakan pola-pola ini, tim memodelkan perilaku 260 miliar “obyek sintetik” yang mengikuti distribusi probabilitas kedatangan.
</p>
<div>
<h2 style="text-align: left;">Ekuator dan Musim Dingin Paling Rentan</h2>
<p>Pemodelan mengungkap zona paling rentan terhadap hantaman obyek antarbintang:
</p>
<p><b>Lokasi</b>: Dampak paling mungkin terjadi di dekat khatulistiwa Bumi.
</p>
<p><b>Waktu</b>: Frekuensi hantaman memuncak pada musim dingin Belahan Bumi Utara—tepat ketika banyak penduduk lintang utara mencari kehangatan tropis.
</p>
<p><b>Dampak Terbesar</b>: Obyek yang bergerak paling cepat (yang menghasilkan ledakan terbesar) terkonsentrasi pada musim semi.
</p>
</div>
<div>
<p>Secara mengejutkan, meskipun Bima Sakti paling menonjol di langit selatan, terdapat sedikit tingkat benturan yang diantisipasi lebih tinggi di Belahan Bumi Utara.
</p>
<p>Namun, para ilmuwan kembali mengingatkan bahwa peluang obyek seperti itu menghantam Bumi di musim apa pun tetap sangat kecil. Selain itu, perbedaan antara bulan paling rentan dan bulan teraman juga relatif kecil.
</p>
<p> “Membedakan kawah benturan antarbintang dari kawah benturan Tata Surya secara morfologis akan menjadi tantangan,” catat para penulis, karena sebagian besar kawah benturan purba sudah terhapus oleh aktivitas tektonik atau atmosfer. Penelitian ini masih dalam proses peninjauan sejawat (peer review), namun naskah pracetaknya tersedia melalui arXiv.
</p>
</div>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/ilmuwan-petakan-risiko-komet-antarbintang-menghantam-bumi-lokasi-sekitar-khatulistiwa-paling-berisiko/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komet 3I/ATLAS Bisa Jadi &#8216;Alien&#8217;</title>
		<link>https://bnbabel.com/komet-3i-atlas-bisa-jadi-alien/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 23:21:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[3IATLAS]]></category>
		<category><![CDATA[Alien]]></category>
		<category><![CDATA[Bisa]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Komet]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/komet-3i-atlas-bisa-jadi-alien/</guid>

					<description><![CDATA[– Komet 3I/ATLAS – yang konon seukuran Manhattan – tengah menjadi pusat perdebatan global. Dan baru-baru ini, Elon Musk – pemimpin industri teknologi antariksa – tidak menutup kemungkinan bahwa Komet <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/komet-3i-atlas-bisa-jadi-alien/" title="Komet 3I/ATLAS Bisa Jadi &#8216;Alien&#8217;" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/komet-3i-atlas-bisa-jadi-alien/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-6699628890332503224" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Komet 3I/ATLAS – yang konon seukuran Manhattan – tengah menjadi pusat perdebatan global. Dan baru-baru ini, Elon Musk – pemimpin industri teknologi antariksa – tidak menutup kemungkinan bahwa Komet 3I/ATLAS adalah “pesawat ruang angkasa alien”.
</p>
<p>Para ilmuwan awalnya memperkirakan komet 3I/ATLAS akan berada pada posisi terdekatnya dengan matahari Kamis lalu. Namun, bukan hanya orbitnya yang mengejutkan publik, melainkan pergerakannya yang tidak biasa.
</p>
<div>
<p>Menurut pengamatan, 3I/ATLAS terbang sangat dekat dengan planet-planet seperti Jupiter, Venus, dan Mars – sebuah perilaku yang tidak biasa terlihat pada komet biasa.
</p>
<p>Hal ini menghasilkan hipotesis yang berani: itu mungkin bukan komet, tetapi pesawat ruang angkasa yang dipiloti oleh peradaban luar angkasa.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Elon Musk: “Mungkin itu alien”</h2>
<p>Dalam penampilan baru-baru ini di podcastPengalaman Joe RoganElon Musk – CEO SpaceX dan Tesla – ditanya tentang fenomena aneh ini. Meskipun tidak mengonfirmasi dengan pasti, Musk secara mengejutkan setuju dengan hipotesis bahwa objek ini bisa jadi “alien”.
</p>
</div>
<div>
<p>Menurut Musk, ada gaya yang bekerja pada 3I/ATLAS selain gravitasi, yang menyebabkan orbitnya tidak sepenuhnya mematuhi hukum fisika normal.
</p>
<p>“Ada sesuatu yang lebih dari sekadar gravitasi yang memengaruhi lintasannya,” kata Musk.
</p>
<p>Tak berhenti di situ, Musk mengungkapkan informasi yang mengejutkan: 3I/ATLAS hampir seluruhnya terbuat dari nikel, yang menurutnya sangat tidak biasa untuk sebuah komet. Dengan komposisi logam dan ukurannya yang sangat besar, jika 3I/ATLAS menabrak Bumi, konsekuensinya tak terbayangkan.
</p>
<p>“Kekuatannya cukup untuk menghancurkan sebuah benua… atau lebih buruk lagi,” kata Musk.
</p>
<p>Komentar Musk mendorong pembawa acara bincang-bincang Joe Rogan untuk berseru: “Jika jatuh, sebagian besar umat manusia kemungkinan besar akan mati.”
</p>
<h2 style="text-align: left;">Skenario Dampak: Potensi Kiamat Bumi</h2>
<p>Musk melanjutkan analisisnya: tingkat kerusakan bergantung pada massa pasti objek tersebut. Ia mengingat bahwa dalam catatan fosil Bumi, setidaknya telah terjadi lima peristiwa kepunahan skala besar, yang paling menonjol adalah kepunahan Permian, yang memusnahkan hampir semua kehidupan dan berlangsung selama jutaan tahun.
</p>
<p>“Ada satu peristiwa, pastinya sebuah peristiwa asteroid — periode Jurassic,” kata Musk. “Tapi yang tidak kita lihat dalam catatan fosil adalah dampak yang menghancurkan hanya satu benua.”
</p>
</div>
<div>
<p>Dampak yang lebih kecil – cukup untuk menghancurkan jutaan nyawa atau seluruh benua – tidak meninggalkan jejak yang jelas setelah ratusan juta tahun, menurut Musk.
</p>
<p>“Mungkin ada dampak dalam sejarah yang menghancurkan seluruh kehidupan di separuh Amerika Utara,” kata Musk.
</p>
<p>“Dan sekarang tidak ada yang bisa kita lakukan jika itu terjadi?” tanya Rogan, tertegun.
</p>
<p>Musk hanya mengangguk dalam diam.
</p>
<h2 style="text-align: left;">NASA meyakinkan, tapi ilmuwan Harvard membantah</h2>
<p>Awalnya, NASA mengumumkan bahwa komet 3I/ATLAS hanya akan melewati 170 juta mil dari Bumi, tidak menimbulkan ancaman langsung.</p>
</div>
<div>
<p>Namun, kepastian ini segera terguncang oleh perkembangan baru komet tersebut.
</p>
<p>Profesor Avi Loeb – seorang astrofisikawan Harvard yang terkenal – baru saja menerbitkan sebuah artikel yang mengejutkan, yang berbunyi: “Akselerasi antigravitasi mungkin merupakan tanda teknologi dari sebuah mesin internal.”
</p>
</div>
<div>
<p>Loeb juga mencatat bahwa komet 3I/ATLAS berubah warna, menjadi lebih terang dan lebih biru saat mendekati sinar matahari – perubahan tidak biasa yang tidak sesuai dengan perilaku objek alami.
</p>
<p>3I/ATLAS lebih dari sekadar objek aneh yang terbang melintasi Tata Surya; ia menentang semua pemahaman ilmiah manusia. Orbitnya tidak biasa. Komposisi logam nikelnya hampir murni. Akselerasi antigravitasi. Perubahan warna.
</p>
<p>Dan sekarang, Elon Musk – yang memimpin industri teknologi luar angkasa – juga tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa itu adalah “pesawat ruang angkasa alien.”
</p>
<p>Sejauh ini, NASA menyatakan 3I/ATLAS tidak berbahaya; Musk mengatakan komet itu bisa menghancurkan seluruh benua; seorang ilmuwan Harvard mengatakan ada tanda-tanda teknologi di dalam komet tersebut. Dan tidak ada yang yakin akan kebenarannya.
</p>
<p>Namun satu hal yang jelas: dunia memperhatikan setiap gerakan 3I/ATLAS.
</p>
<p>Dan jika itu benar-benar sebuah pesawat ruang angkasa, umat manusia mungkin berada di ambang momen yang akan mengubah sejarah manusia.
</p>
</div>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/komet-3i-atlas-bisa-jadi-alien/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komet Interstellar yang berkunjung ini terus menjadi lebih aneh</title>
		<link>https://bnbabel.com/komet-interstellar-yang-berkunjung-ini-terus-menjadi-lebih-aneh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 07:25:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aneh]]></category>
		<category><![CDATA[Berkunjung]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Interstellar]]></category>
		<category><![CDATA[Komet]]></category>
		<category><![CDATA[Lebih]]></category>
		<category><![CDATA[Menjadi]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[terus]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/komet-interstellar-yang-berkunjung-ini-terus-menjadi-lebih-aneh/</guid>

					<description><![CDATA[Sejak Interstellar Comet 3i/Atlas melesat ke lingkungan kosmik kami pada bulan Juli, para astronom telah berlomba untuk mengungkap karakteristiknya. Sekarang setelah James Webb Space Telescope yang kuat telah melihat dengan <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/komet-interstellar-yang-berkunjung-ini-terus-menjadi-lebih-aneh/" title="Komet Interstellar yang berkunjung ini terus menjadi lebih aneh" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/komet-interstellar-yang-berkunjung-ini-terus-menjadi-lebih-aneh/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p>Sejak Interstellar Comet 3i/Atlas melesat ke lingkungan kosmik kami pada bulan Juli, para astronom telah berlomba untuk mengungkap karakteristiknya. Sekarang setelah James Webb Space Telescope yang kuat telah melihat dengan baik interloper es ini, tampaknya lebih aneh daripada yang dibayangkan siapa pun.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Pracetak yang diserahkan ke Astrophysical Journal Letters for Peer Review pada hari Senin, 25 Agustus, menjelaskan hasil pertama dari survei JWST 3i/Atlas.
</p>
<p>Sebuah tim astronom mengamati komet dengan instrumen spektroskopi-inframerah teleskop (NIRSPEC) untuk mengukur komposisi koma-awan gas dan debu yang mengelilingi nukleusnya-dan menentukan apa yang mendorong aktivitasnya. Temuan mengejutkan mereka membawa asal 3i/Atlas menjadi fokus yang lebih jelas, membantu para astronom menelusuri kembali perjalanan panjang komet ke tata surya kita.
</p>
<p>3i/Atlas, terdeteksi oleh Atlas (Asteroid Terestrial-Impact Last System System) Telescope pada 1 Juli, hanyalah objek antarbintang ketiga yang pernah ditemukan. Badan -badan surgawi ini berasal dari sistem bintang di luar milik kita. Mempelajari mereka menawarkan sekilas kondisi dan proses yang membentuk sistem yang jauh ini. Selama dua bulan terakhir, para peneliti telah mengungkap detail yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang pengunjung kosmik terbaru ini.
</p>
<h2>JWST memata -mata karakteristik yang tidak biasa</h2>
<p>Sekarang, JWST telah mengungkapkan lebih banyak fitur khas 3i/Atlas. Sebagian besar komet memiliki koma yang didominasi oleh air, tetapi yang ini penuh dengan karbon dioksida, menurut penelitian. Faktanya, para peneliti menemukan bahwa rasio karbon dioksida terhadap air adalah salah satu yang tertinggi yang pernah diamati dalam komet apa pun. Ini mungkin menunjukkan bahwa 3i/atlas memiliki nukleus yang secara intrinsik kaya karbon dioksida, menunjukkan itu terbentuk di lingkungan dengan tingkat radiasi yang lebih tinggi daripada tata surya kita.
</p>
<p>Atau, koma yang didominasi karbon dioksida dapat menunjukkan bahwa 3i/atlas yang terbentuk di dekat garis es CO2 dalam disk protoplanet yang mengelilingi bintang induknya, menurut para peneliti. Ini adalah jarak dari bintang muda di mana suhu turun cukup rendah untuk gas karbon dioksida untuk membeku menjadi es. Terlebih lagi, kurangnya air dalam koma menunjuk ke sifat permukaan yang tidak biasa – atau mungkin kerak isolasi – yang dapat mencegah panas menembus inti es komet.
</p>
<h2>Komet tidak seperti yang lain</h2>
<p>Temuan baru ini menunjukkan komet yang terbentuk dalam kondisi yang jauh berbeda dari yang ada di sudut galaksi kami, menambah daftar sifat -sifat yang berkembang yang membuatnya tidak seperti yang terlihat sebelumnya. Sebelum survei JWST ini, para astronom menemukan bukti yang menyarankan 3i/atlas adalah komet antarbintang tertua yang pernah ditemukan – yang berpotensi lebih tua dari tata surya kita. Ini, ditambah dengan lintasannya, menunjukkan bahwa ia berasal dari sistem bintang yang relatif tua dan rapi dalam “disk tebal” Bima Sakti-bagian dari galaksi yang mengandung 10% dari total massa bintang.
</p>
<p>Para astronom telah mengeluarkan banyak informasi baru yang menakjubkan tentang 3i/atlas sejak penemuannya, tetapi ini hanyalah permulaan. Para ahli berharap komet ini tetap dapat diamati hingga pertengahan 20126, memberikan peluang penelitian yang cukup. Semakin banyak informasi yang dikumpulkan oleh para ilmuwan tentang objek antarbintang ini, semakin dekat mereka akan mengungkap rahasia asalnya.
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/komet-interstellar-yang-berkunjung-ini-terus-menjadi-lebih-aneh/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
