<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Medsos - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/medsos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Jan 2026 04:46:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Medsos - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akhirnya Partai Demokrat Somasi Akun Medsos Penuding SBY Dalang Kasus Ijazah Jokowi, Ini Cirinya</title>
		<link>https://bnbabel.com/akhirnya-partai-demokrat-somasi-akun-medsos-penuding-sby-dalang-kasus-ijazah-jokowi-ini-cirinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 04:46:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirnya]]></category>
		<category><![CDATA[Akun]]></category>
		<category><![CDATA[Cirinya]]></category>
		<category><![CDATA[Dalang]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ijazah]]></category>
		<category><![CDATA[Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Partai]]></category>
		<category><![CDATA[Penuding]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Somasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/akhirnya-partai-demokrat-somasi-akun-medsos-penuding-sby-dalang-kasus-ijazah-jokowi-ini-cirinya/</guid>

					<description><![CDATA[– Partai Demokrat ternyata sudah melayangkan somasi ke sejumlah akun media sosial yang menuding Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai dalang di balik kasus tudingan ijazah palsu Presiden <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/akhirnya-partai-demokrat-somasi-akun-medsos-penuding-sby-dalang-kasus-ijazah-jokowi-ini-cirinya/" title="Akhirnya Partai Demokrat Somasi Akun Medsos Penuding SBY Dalang Kasus Ijazah Jokowi, Ini Cirinya" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/akhirnya-partai-demokrat-somasi-akun-medsos-penuding-sby-dalang-kasus-ijazah-jokowi-ini-cirinya/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-5694153293652429366" itemprop="articleBody">
<p><b/>  – Partai Demokrat ternyata sudah melayangkan somasi ke sejumlah akun media sosial yang menuding Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai dalang di balik kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Wdodo (Jokowi). </p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Langkah ini diambil sebagai peringatan keras bagi pihak-pihak di balik akun media sosial tersebut.
</p>
<p>Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam beralasan tudingan keterlibatan SBY di balik kasus ijazah Jokowi itu bukan sekadar suara-suara murni dari masyarakat.
</p>
<p>Umam melihat ada pola yang sangat terlihat dari penggiringan opini ini.
</p>
<p>“Artinya dalam konteks ini sumber fitnah dan pola disinformasinya sangat berbeda. Ini bukan sesuatu yang sifatnya genuin (murni) dari masyarakat, tetapi sebuah pola fitnah yang memang disebarkan secara masif oleh akun yang memang kategorinya anonim di media sosial,” katanya dikutip dari tayangan Kompas TV pada Kamis (1/1/2025).
</p>
<p>Umam mencermati, proses dan karakter dari media sosial ini cenderung terkoordinasi berulang.
</p>
<p>“Oleh karena itu kita mencermati disinformasi ini cukup berbahaya karena bisa merusak reputasi juga ruang demokrasi,” katanya.
</p>
<p>Diakui Umam, SBY sangat terganggu dengan tudingan itu.
</p>
<p>“Ada kekhawatiran kalau misal diam itu kemudian dimaknai oleh masyarakat yang begitu mudah mengkonsumsi materi-materi yang tidak mendidik seperti itu kemudian sebagai sebuah bentuk pembenaran tentu itu sangat tidak mendidik.
</p>
<p>“Kalau misal kemudian mendiamkan itu juga bisa menciptakan preseden yang saya pikir tidak begitu baik untuk ruang demokrasi kita. Artinya apa? Membiarkan ruang politik fitnah menjadi normal,” tegasnya.
</p>
<p>Dalam proses somasi ini, pihaknya tidak hanya melihat reputasi dan kehormatan, tetapi ruang pendidikan politik yang harus dilakukan dalam konteks kebebeasan bereskpresi.
</p>
<p>Apakah pihak-pihak yang melayangkan tudingan di media sosial ini pro Jokowi atau pihak yang netral?
</p>
<p>Umam tidak mau berspekulasi masalah ini.
</p>
<p>Dia hanya melihat akun-akun itu merebak secara sporadis, namun angka views-nya tidak terlalu besar.
</p>
<p>“Kadang itu ada yang sampai e ribuan bahkan di angka 10.000. Dibanding dengan angka-angka yang pemberitaan mungkin bisa sampai jutaan dan lain sebagainya,” katanya.
</p>
<p>Meski begitu, menurutnya, fitnah itu tidak bisa dibiarkan karena bisa menjadi kebenaran baru yang tidak mudah diklarifikasi.
</p>
<p>“Ini adalah bagian dari ikhtiar sekaligus juga klarifikasi supaya asumsi prasangka yang berkembang yang tidak produktif secara politik, secara demokrasi bisa segera dihentikan dan kita melangkah pada hal-hal yang jauh lebih produktif ke depan,” katanya.
</p>
<p>Umam juga meminta agar kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)  juga memiliki sistem yang  bisa mendeteksi secara akurat siapa pihak-pihak yang berada di balik akun-akun tersebut.
</p>
<p>Ditegaskan Umam, somasi itu hanya proses awal yang sebenarnya memberikan ruang bagi aktor-aktor yang berada di balik itu untuk segera mengakhiri tindakan mereka.
</p>
<p>“Kemudian di saat yang sama memberikan ruang klarifikasi sekaligus juga permintaan maaf kalau misal yang bersangkutan memungkinkan melakukan itu, memiliki itikad baik dan sekaligus ini juga menjadi sebuah ultimatum sekaligus juga peringatan keras,” katanya.
</p>
<p>Namun, jika proses itu tidak berjalan, Partai Demokrat siap membawa masalah ini pada ranah hukum.
</p>
<p>Partai Demokrat tidak memberikan batas waktu tertentu untuk proses somasi ini, dan berharap prosesnya secara natural
</p>
<p>“Yang pasti dalam konteks ini sikap dan ketegasan dari Pak SBY dan keluarga Partai Demokrat disampaikan kepada publik untuk memberikan klarifikasi tabayun sekaligus juga penegasan bahwa kita sama sekali tidak terlibat di dalam konteks isu itu dan jangan dibawa-bawa untuk masuk ke ranah isu-isu yang sama sekali tidak produktif dalam konteks demokrasi dan juga perdebatan politik ke depan,” tukasnya
</p>
<p>Sebelumnya, Politikus Partai Demokrar, Andi Arief menyebut SBY sangat terganggu dengan isu tersebut.
</p>
<p>SBY disebut-sebut sudah mempertimbangkan untuk mengambil jalur hukum terhadap pihak yang memfitnahnya.
</p>
<p>“Saya bertemu dengan Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini,” kata Andi dikutip dari video yang diunggah di akun X pribadinya, Rabu (31/12/2025).
</p>
<p>Andi menuturkan bahkan SBY turut dituduh telah berkolaborasi dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk memunculkan isu bahwa ijazah milik Jokowi adalah palsu.
</p>
<p>Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar. Dia juga mengatakan hubungan SBY dan Jokowi baik-baik saja.
</p>
<p>“Atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Bu Megawati dalam mengungkap (isu) ijazah palsu Pak Jokowi ini. Jadi sama sekali itu tidak benar.
</p>
<p>“Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi selama ini juga baik,” ujar Andi.
</p>
<p>Andi menuturkan jika fitnah tidak dihentikan, maka SBY mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum.
</p>
<p>Sehingga, dia berharap fitnah mengaitkan SBY dengan kasus dugaan ijazah Jokowi agar dihentikan.
</p>
<p>“Kalau juga tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum dengan pertama memberikan somasi kepada orang-orang yang membuat fitnah tersebut dan terbuka kemungkinan untuk menempuh proses hukum,” tuturnya.
</p>
<p>Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa SBY kini sudah tidak berfokus lagi di dunia politik tetapi menekuni seni lukis dan mengurus klub voli, Lavani.
</p>
<p>“Hari-hari politik (di Partai Demokrat) kan sudah dipimpin oleh Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono),” katanya.
</p>
<p><b>Megawati tak beri perintah, tapi kader bergerak </b>
</p>
<p>Sama halnya dengan SBY, Megawati juga siap mempertimbangkan langkah hukum.
</p>
<p>Politikus PDIP, Guntur Romli mengatakan pertimbangan upaya hukum muncul karena Megawati dan PDIP merasa dirugikan atas tuduhan yang muncul tersebut.
</p>
<p>Dia juga menyebut pihaknya mendukung langkah SBY usai dikaitkan dengan kasus ijazah Jokowi.
</p>
<p>“Kami mendukung apabila Pak SBY akan menempuh jalur hukum. Fitnah tersebut memang tidak bisa dibiarkan.”
</p>
<p>“Kami juga tengah membahas terkait langkah hukum tersebut karena kami juga mengalami nasib yang sama,” katanya kepada Tribunnews.com, Kamis (1/1/2026).
</p>
<p>Guntur menegaskan pertimbangan upaya hukum tersebut sebenarnya bukan muncul dari perintah Megawati, tetapi kesadaran dari kader.
</p>
<p>Dia mengungkapkan upaya ini menjadi wujud pembelaan terhadap kehormatan Megawati.
</p>
<p>“Tidak ada perintah (dari Megawati melakukan upaya hukum). Membela kehormatan ketua umum sudah otomatis bagi kader.”
</p>
<p>“Sejak dipecat dari PDI Perjuangan, Jokowi sudah bukan lagi urusan kami,” tuturnya.
</p>
<p> <b>Jokowi sebut ada operasi politik</b>
</p>
<p>Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) blak-blakan mengungkap ada agenda besar di balik isu ijazah palsu yang sudah empat tahunan bergulir.
</p>
<p>Jokowi selama ini diam saja dan tidak banyak menanggapi karena dia yakin dengan ijazah asli yang dipegangnya.
</p>
<p>Dia tidak menunjukkan ijazah karena dua alasan. Pertama, karena ada aduan di Bareskrim.
</p>
<p>“Yang kedua, saya dituduh ijazah saya palsu. Artinya, yang menuduh itu yang harus membuktikan. Dalam hukum acara, siapa yang menuduh itu yang harus membuktikan. Itu yang saya tunggu. Coba dibuktikannya seperti apa?,” katanya dikutip dari wawancara eksklusif Kompas TV pada Selasa (9/12/2025).
</p>
<p>Menurut Jokowi, akan lebih baik kalau pembuktian tudingan ijazah palsu ini di pengadilan karena akan kelihatan proses hukum yang adil.
</p>
<p>“Karena yang membuat ijazah saya sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana?,” kata Jokowi sambil tersenyum.
</p>
<p>Jokowi melihat ada agenda besar politik dan ada operasi politik sehingga isu ijazah palsu ini sampai bertahun-tahun tidak selesai.
</p>
<p>Menurut Jokowi, ada keinginan pihak tertentu yang mau men-downgrade dan menurunkan reputasi yang dia miliki.
</p>
<p>“Meskipun saya enggak merasa punya reputasi apa-apa,” ujarnya sambil tersenyum.
</p>
<p>Kenapa harus diturunkan reputasinya?
</p>
<p>Jokowi menduga ada kepentingan politik di baliknya.
</p>
<p>“Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekkan, merendahkan, menghina, menuduh-nuduh? Semua dilakukan untuk apa? Kalau hanya untuk main-main kan mesti ada kepentingan politiknya di situ,” katanya.
</p>
<p>Jokowi pun masih dengan keyakinannya bahwa ada orang besar di balik isu ijazah palsu terhadap dirinya.
</p>
<p>“Akan kupastikan. Ya,” katanya.
</p>
<p>Siapa orang besar itu?
</p>
<p>“Ya, saya kira gampang ditebak lah. Tapi (saya) tidak tidak berusaha sampaikan,” jawabnya.
</p>
<p>Menurut Jokowi, di tengah masa-masa ekstrem seperti ini, seharusnya konsentrasi untuk hal yang besar, untuk strategi besar negara, untuk kepentingan yang lebih besar bagi negara ini.
</p>
<p>“Misalnya tadi yang berkaitan dengan menghadapi masa-masa ekstrem, menghadapi masa-masa perubahan karena artificial intelligence, karena humanoid robot. Sehingga jangan malah kita energi besar kita pakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya ya urusan ringan,” ujarnya
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/akhirnya-partai-demokrat-somasi-akun-medsos-penuding-sby-dalang-kasus-ijazah-jokowi-ini-cirinya/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teror terhadap Pegiat Medsos Bentuk Pembungkaman Kritik</title>
		<link>https://bnbabel.com/teror-terhadap-pegiat-medsos-bentuk-pembungkaman-kritik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 12:29:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bentuk]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[Pembungkaman]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[terhadap]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/teror-terhadap-pegiat-medsos-bentuk-pembungkaman-kritik/</guid>

					<description><![CDATA[-Maraknya aksi teror dan intimidasi terhadap pegiat media sosial, jurnalis, hingga aktivis lingkungan hidup yang belakangan ini terjadi di sejumlah daerah dikecam Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum). Dalam beberapa waktu terakhir, <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/teror-terhadap-pegiat-medsos-bentuk-pembungkaman-kritik/" title="Teror terhadap Pegiat Medsos Bentuk Pembungkaman Kritik" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/teror-terhadap-pegiat-medsos-bentuk-pembungkaman-kritik/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-3222009959293128851" itemprop="articleBody">
<p><b/> -Maraknya aksi teror dan intimidasi terhadap pegiat media sosial, jurnalis, hingga aktivis lingkungan hidup yang belakangan ini terjadi di sejumlah daerah dikecam Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum).</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Dalam beberapa waktu terakhir, teror dialami oleh sejumlah individu yang dikenal vokal menyampaikan kritik. Konten kreator Ramond Dony Adam alias DJ Donny, misalnya, menjadi korban pelemparan bom molotov ke rumahnya.
</p>
<p>Pihaknya juga menerima kiriman bangkai ayam yang telah dipotong-potong disertai pesan ancaman pembunuhan.
</p>
<p>Teror serupa juga dialami aktivis Greenpeace Iqbal Damanik. Sementara itu, pegiat media sosial Sherlya Annavita Rahmi menerima paket telur busuk, mobil pribadinya dicoret-coret, serta pesan-pesan intimidatif.
</p>
<p>Sebelumnya, pegiat media sosial Virdian juga mengalami teror setelah mobil miliknya dirusak oleh orang tak dikenal (OTK). Bahkan jauh sebelum itu, jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana atau Cica, pernah menerima kiriman paket berisi kepala babi.
</p>
<p>Kepala Departemen Advokasi Iwakum, Faisal Aristama, menilai rentetan peristiwa tersebut menjadi indikator serius bahwa kebebasan berpendapat di Indonesia masih menghadapi tantangan besar.
</p>
<p>“Rentetan peristiwa teror tersebut menandakan bahwa kebebasan berpendapat di Indonesia masih mengalami masalah serius. Sejumlah pegiat media sosial hingga aktivis lingkungan yang kerap melontarkan kritik tajam justru diteror dan diintimidasi. Ini merupakan bentuk pembungkaman kritik,” tegas Faisal dalam keterangan tertulis, Rabu, 31 Desember 2025.
</p>
<p>Faisal menegaskan, kebebasan berpendapat dan berekspresi telah dijamin secara konstitusional.
</p>
<p>Jaminan tersebut tertuang dalam Pasal 28E Ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”
</p>
<p>Ia mengingatkan, jika setiap kritik dibalas dengan teror dan intimidasi, maka demokrasi Indonesia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
</p>
<p>“Ini tidak bisa dibiarkan. Kritik dari rakyat seharusnya dijadikan ‘vitamin’ agar pemerintahan semakin sehat,” ujar aktivis muda Muhammadiyah tersebut.
</p>
<p>Senada, Sekretaris Jenderal Iwakum Ponco Sulaksono mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian aksi teror tersebut.
</p>
<p>“Iwakum mendesak aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk mengusut tuntas rentetan aksi teror terhadap konten kreator hingga aktivis Greenpeace Iqbal Damanik. Jika terbukti ada aktor intelektual di balik rangkaian teror ini, maka harus segera diadili,” tegas Ponco.
</p>
<p>Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang wajib menjamin rasa aman bagi setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat.
</p>
<p>“Indonesia ini negara hukum. Karena itu, adagium Fiat Justitia Ruat Caelum, (hukum harus ditegakkan walau langit runtuh) harus benar-benar diwujudkan,” pungkasnya.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/teror-terhadap-pegiat-medsos-bentuk-pembungkaman-kritik/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Said Iqbal Geram dengan Dedi Mulyadi Sering Pecitraan di Medsos, Tak Memihak Buruh</title>
		<link>https://bnbabel.com/said-iqbal-geram-dengan-dedi-mulyadi-sering-pecitraan-di-medsos-tak-memihak-buruh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 08:45:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[buruh]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi]]></category>
		<category><![CDATA[Dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Geram]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Iqbal]]></category>
		<category><![CDATA[Medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Memihak]]></category>
		<category><![CDATA[Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Pecitraan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sering]]></category>
		<category><![CDATA[Tak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/said-iqbal-geram-dengan-dedi-mulyadi-sering-pecitraan-di-medsos-tak-memihak-buruh/</guid>

					<description><![CDATA[– Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) didukung oleh Partai Buruh kembali melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025) siang. Presiden Partai Buruh, Said <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/said-iqbal-geram-dengan-dedi-mulyadi-sering-pecitraan-di-medsos-tak-memihak-buruh/" title="Said Iqbal Geram dengan Dedi Mulyadi Sering Pecitraan di Medsos, Tak Memihak Buruh" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/said-iqbal-geram-dengan-dedi-mulyadi-sering-pecitraan-di-medsos-tak-memihak-buruh/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-8905929979164925259" itemprop="articleBody">
<p><b/>  – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) didukung oleh Partai Buruh kembali melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025) siang.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, hari ini ada sekira 5.000 sampai 10.000 massa buruh dari Jawa Barat menuju Jakarta yang akan konvoi naik sepeda motor menuju Patung Kuda.
</p>
<p>“Mereka menyuarakan satu hal saja: mengembalikan nilai kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang dirubah, dihilangkan, atau dikurangi oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM),” kata Said Iqbal, Senin.
</p>
<p>Massa aksi, lanjut Said Iqbal, meminta semua rekomendasi Bupati/Walikota se-Jawa Barat di 19 Kabupaten/Kota dikembalikan nilainya.
</p>
<p>Kenaikan UMSK 2026, kata dia, harus sesuai dengan rekomendasi Bupati/Walikota setempat.
</p>
<p>“KDM jangan terlalu pencitraan. Enough is enough, stop pencitraan. Lihat Gubernur Jawa Barat sebelumnya, menggunakan kekuatan media sosial hanya untuk mengangkat citra tapi tidak melayani masyarakat sesungguhnya, termasuk buruh dalam kasus UMSK ini,” ucapnya.
</p>
<p>Menurut Said Iqbal, setiap diberi pandangan, KDM menyiarkan langsung melalui sosia medianya.
</p>
<p>Kemudian, setiap ada komentar negatif terhadap kebijakan KDM, dihapus dari akun sosial media tersebut.
</p>
<p>“Setiap ada buruh yang memberikan penilaian, dijawab dengan kebohongan. Kebohongan demi kebohongan diproduksi. Ini berbahaya. Oleh karena itu, stop pencitraan oleh KDM terkait UMSK termasuk beberapa kasus lainnya,” tegasnya.
</p>
<p><b>Tolak Kenaikan UMP</b>
</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan beberapa elemen lainnya menggelar unjuk rasa di depan BSJ Tower, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).
</p>
<p>Dari pantauan di lokasi, para buruh yang menggelar aksi unjuk rasa membawa sejumlah spanduk, banner dan bendera.
</p>
<p>Tuntutan mereka masih sama seperti di hari sebelumnya yakni menolak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026.
</p>
<p>Spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Tetapkan UMK dan UMSK Jawa Barat Sesuai Rekomendasi Bupati/Wali Kota.
</p>
<p>Akibat berkumpulnya massa, arus lalu lintas dari arah Balai Kota DKI menuju bundaran Patung Kuda menjadi macet.
</p>
<p>Salah satu orator dari atas mobil komando mengatur kendaraan dan massa yang ada di lokasi aksi demo hari ini.
</p>
<p>“Tolong ambulans dikasih lewat dulu,” ucapnya, Selasa
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/said-iqbal-geram-dengan-dedi-mulyadi-sering-pecitraan-di-medsos-tak-memihak-buruh/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPR Sebut Serangan di Medsos untuk Mereka adalah Ulah Buzzer Terorganisir</title>
		<link>https://bnbabel.com/dpr-sebut-serangan-di-medsos-untuk-mereka-adalah-ulah-buzzer-terorganisir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 15:53:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Buzzer]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Mereka]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sebut]]></category>
		<category><![CDATA[serangan]]></category>
		<category><![CDATA[Terorganisir]]></category>
		<category><![CDATA[Ulah]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/dpr-sebut-serangan-di-medsos-untuk-mereka-adalah-ulah-buzzer-terorganisir/</guid>

					<description><![CDATA[– Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyoroti maraknya aktivitas pendengung (buzzer) yang dinilai kini telah berevolusi dari aktivitas individual menjadi sebuah industri yang dijalankan secara terorganisir. “Kami melihat bahwa <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/dpr-sebut-serangan-di-medsos-untuk-mereka-adalah-ulah-buzzer-terorganisir/" title="DPR Sebut Serangan di Medsos untuk Mereka adalah Ulah Buzzer Terorganisir" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/dpr-sebut-serangan-di-medsos-untuk-mereka-adalah-ulah-buzzer-terorganisir/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-4151593710472369977" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyoroti maraknya aktivitas pendengung (buzzer) yang dinilai kini telah berevolusi dari aktivitas individual menjadi sebuah industri yang dijalankan secara terorganisir.
</p>
<p>“Kami melihat bahwa fenomena buzzer di Indonesia ini telah berevolusi dari yang dulunya aktivitas individual, terus menjadi industri yang terorganisir dan seringkali dioperasikan oleh biro-biro komunikasi atau suatu agensi,” kata Sukamta dalam rapat kerja bersama Kemkomdigi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/12/2025).
</p>
<div>
<p>Sukamta mengungkapkan bahwa serangan terhadap lembaga legislatif di media sosial kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir, ditandai dengan berbagai tagar dan seruan yang menyerang DPR.
</p>
<p>Menurutnya, serangan tersebut digerakkan oleh robot dan buzzer sehingga perlu ada upaya penegakan hukum secara kolaboratif antar lembaga dan menyeluruh hingga menjangkau pihak di balik aktivitas buzzer.
</p>
<p>Sukamta menilai, buzzer politik memiliki peran signifikan dalam menggiring opini di media sosial melalui penggunaan tagar di platform tertentu agar mencapai topik populer (trending topic) maupun lewat narasi serta konten foto dan video.
</p>
<p>“Perkembangan industri buzzer ini menurut saya berkontribusi pada apa yang disebut sebagai pembusukan komunikasi politik, di mana narasi kebencian, hoaks, disinformasi diproduksi secara masif dengan target dan tujuan tertentu,” jelasnya.
</p>
<p>Persoalan buzzer dinilai bukan sebatas masalah etika di ruang digital, melainkan juga menyangkut kepentingan elit politik tertentu atau kepentingan komersial.
</p>
<p>Menurut Sukamta, meskipun Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disusun untuk mengatur lalu lintas informasi di ruang digital, dalam praktiknya aturan tersebut kerap bergantung pada mekanisme delik aduan.
</p>
<p>Ketergantungan ini disebut membuat penindakan terhadap buzzer yang beroperasi secara terorganisir dan massal menjadi tidak efektif. Dia pun mendorong agar dilakukan revisi terhadap Undang-Undang ITE, agar konten dari buzzer yang berpotensi memicu kerusuhan dapat ditindak tanpa harus melalui delik aduan.
</p>
<p>Dalam kondisi tertentu yang sudah mengarah pada situasi darurat, proses penegakan hukum tidak bisa terus menunggu proses birokrasi yang panjang, termasuk menunggu adanya laporan untuk dapat menurunkan konten yang bersifat provokatif.
</p>
<p>“Saya kira penting untuk kita pikirkan apakah di Undang-Undang ITE, khusus untuk hal yang terkait dengan aktivitas buzzing yang destruktif dan terorganisir, itu bisa dilakukan penindakan yang dikecualikan dari delik aduan,” ucapnya.
</p>
</div>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/dpr-sebut-serangan-di-medsos-untuk-mereka-adalah-ulah-buzzer-terorganisir/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepala BNPB Menangis Lihat Langsung Dampak Bencana Sumatera, Minta Maaf karena Sebut hanya Mencekam di Medsos</title>
		<link>https://bnbabel.com/kepala-bnpb-menangis-lihat-langsung-dampak-bencana-sumatera-minta-maaf-karena-sebut-hanya-mencekam-di-medsos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 21:19:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Hanya]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[Langsung]]></category>
		<category><![CDATA[Lihat]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[Medsos]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[Mencekam]]></category>
		<category><![CDATA[Minta]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sebut]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/kepala-bnpb-menangis-lihat-langsung-dampak-bencana-sumatera-minta-maaf-karena-sebut-hanya-mencekam-di-medsos/</guid>

					<description><![CDATA[KOTA ACE – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengaku menangis dan terkejut melihat dampak langsung bencana di Sumatera. Padahal sebelumnya ia mengatakan bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/kepala-bnpb-menangis-lihat-langsung-dampak-bencana-sumatera-minta-maaf-karena-sebut-hanya-mencekam-di-medsos/" title="Kepala BNPB Menangis Lihat Langsung Dampak Bencana Sumatera, Minta Maaf karena Sebut hanya Mencekam di Medsos" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kepala-bnpb-menangis-lihat-langsung-dampak-bencana-sumatera-minta-maaf-karena-sebut-hanya-mencekam-di-medsos/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p><b>KOTA ACE – </b> Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengaku menangis dan terkejut melihat dampak langsung bencana di Sumatera. Padahal sebelumnya ia mengatakan bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh hanya mencekam di medsos.Suharyanto turun ke lapangan di Desa Aek Garoga, Batangtoru, Tapsel, Sumut, Ahad (30/11). Kunjungan itu dilakukannya setelah enam hari bencana.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Sebelumnya, pernyataan Kepala BNPB yang menyebut bencana hanya mencekam di medsos memantik reaksi amarah di publik karena dianggap tak punya empati kepada korban.
</p>
<p>Saat tinjauan lokasi, Suharyanto harus melewati dua desa lain yang terdampak banjir, Desa Batu Godang dan Aek Ngadol, sebelum sampai di tempat kerusakan terparah Desa Aek Garoga. Dia geleng-geleng kepala lihat kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor di sana.
</p>
<p>“Tapsel saya surprise (terkejut), saya tidak mengira seperti ini. Saya mohon maaf Pak Bupati. Ini, bukan berarti kami tidak peduli begitu. Kami hadir di Tapanuli ini, untuk membantu. Tidak ada bedanya utara selatan, tengah. Itu sama semua bagi kami, tidak melihat suku, agama, ras. Sama bagi kami. Jadi kami turun dengan kekuatan penuh,” katanya.
</p>
<p>Sebelumnya Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh masih berada pada tingkat daerah provinsi. Ia menilai, bencana di tiga provinsi Sumatera itu memang terlihat mencekam karena banyak berseliweran di media sosial (medsos).
</p>
<p>“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025).
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kepala-bnpb-menangis-lihat-langsung-dampak-bencana-sumatera-minta-maaf-karena-sebut-hanya-mencekam-di-medsos/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
