<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nikel - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/nikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Aug 2024 07:25:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Nikel - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemerintah Berencana Gantikan PLTU Smelter Nikel di Sulawesi dengan PLTG</title>
		<link>https://bnbabel.com/pemerintah-berencana-gantikan-pltu-smelter-nikel-di-sulawesi-dengan-pltg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 07:25:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Berencana]]></category>
		<category><![CDATA[Dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Gantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[PLTG]]></category>
		<category><![CDATA[PLTU]]></category>
		<category><![CDATA[smelter]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/pemerintah-berencana-gantikan-pltu-smelter-nikel-di-sulawesi-dengan-pltg/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menggantikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara dengan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) untuk smelter nikel <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/pemerintah-berencana-gantikan-pltu-smelter-nikel-di-sulawesi-dengan-pltg/" title="Pemerintah Berencana Gantikan PLTU Smelter Nikel di Sulawesi dengan PLTG" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/pemerintah-berencana-gantikan-pltu-smelter-nikel-di-sulawesi-dengan-pltg/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div data-td-block-uid="tdi_99">
<div class="tdb-block-inner td-fix-index">
<p>JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menggantikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara dengan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) untuk smelter nikel di Sulawesi.</p>
<p>Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, transisi ini dilakukan bertujuan agar dapat meenyediakan energi yang lebih bersih karbonnya untuk Sulawesi.</p>
<p>“Kenapa Sulawesi? Di Sulawesi itu smelter nickel itu umumnya menggunakan (PLTU) batubara. Dan jumlah power yang dipake berapa? kurang lebih ada 20 gigawatt,” kata Arifin di Kantor Ditjen Migas, Jumat (2/8/2024).</p>
<p>Arifin menjabarkan, di salah satu area dengan luas 4.500 hektare memerlukan energi sebanyak 4,7 gigawatt (GW).</p>
<p>“Nah kemudian disana itu kurang lebih 200 ribu orang. Ini mau kita rencanakan untuk bisa di turunin, biar itu kita ganti dengan gas,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, dengan bergantinya sumber energi dari PLTU batubara menjadi PLTG akan menurunkan emisi setengahnya.</p>
<p>“Benar kalau gasnya setengahnya (pembangkit batu bara).  Hanya saja, kebutuhan gas nantinya sangat besar.  Maka harus ada alternatif lain,” kata Arifin.</p>
</div>
</div>
<p><b></b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/pemerintah-berencana-gantikan-pltu-smelter-nikel-di-sulawesi-dengan-pltg/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komoditas Nikel dan Timah Masuk dalam Simbara, Pemerintah Beberkan Keuntungannya</title>
		<link>https://bnbabel.com/komoditas-nikel-dan-timah-masuk-dalam-simbara-pemerintah-beberkan-keuntungannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 03:03:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Beberkan]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Keuntungannya]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Simbara]]></category>
		<category><![CDATA[Timah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/komoditas-nikel-dan-timah-masuk-dalam-simbara-pemerintah-beberkan-keuntungannya/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, BN Babel – Pemerintah akhirnya memasukan komoditas timah dan nikel ke dalam Sistem Informasi Mineral dan batubara antara Kementerian dan Lembaga (Simbara). Simbara telah aktif sejak September 2023 yang <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/komoditas-nikel-dan-timah-masuk-dalam-simbara-pemerintah-beberkan-keuntungannya/" title="Komoditas Nikel dan Timah Masuk dalam Simbara, Pemerintah Beberkan Keuntungannya" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/komoditas-nikel-dan-timah-masuk-dalam-simbara-pemerintah-beberkan-keuntungannya/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>JAKARTA, BN Babel – Pemerintah akhirnya memasukan komoditas timah dan nikel ke dalam Sistem Informasi Mineral dan batubara antara Kementerian dan Lembaga (Simbara).</p>
<p>Simbara telah aktif sejak September 2023 yang merupakan bentuk sinergi dari Kementerian dan Lembaga untuk tata kelola yang lebih baik. Terdapat ekosistem pengawasan terintegerasi bagi seluruh aplikasi pengolahan dan pengawasan serta menjadi muara data minerba.</p>
<p>Simbara mengintegerasikan proses mulai dari single identity dari wajib pajak dan wajib bayar, proses perizinan tambang, rencana penjualan, verifikasi penjualan, pembayaran PNBP, serta ekspor dan pengangkutan atau pengkapalan, dan devisa hasil ekspor.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Suswantono mengatakan, Simbara memiliki tiga fokus utama yang saling berkaitan dalam implementasinya.</p>
<p>“Mineral Online Monitoring System (MOMS) telah membuktikan nilai strategisnya dalam meningkatkan keakuratan pengawasan terhadap kegiatan produksi dan penjualan pertambangan mineral dan batubara,” kata Bambang dalam Launching Impelementasi Komditas Nikel dan Timah melalui Simbara di Kementerian Keuangan, Senin (22/7/2024).</p>
<p>MOMS yang sudah terintegrasi di dalam Simbara juga dapat memperkuat pengawasan secara digital dan memungkinkan adopsi sistem dalam pemantauan yang lebih terpadu.</p>
<p>“SIMBARA akan menjadi titik pusat untuk mengintegrasikan data dari MOMS dengan sistem yang lain, seperti E-PNBP dan sistem-sistem yang lain yang diterapkan di Kementerian atau Lembaga lain, sehingga memastikan bahwa informasi yang diperlukan untuk pengelolaan sumber daya alam dapat diakses secara efisien dan tepat waktu oleh semua pihak yang terkait.,” jelas Bambang.</p>
<p>Selain penerimanaan negara, sistem elektronik terpadu dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau ERKAB juga terintegerasi di dalam Simbara utnuk memfasilitasi perencanaan dan pengajuan kegiatan serta anggaran oleh badan usaha pertambangan.</p>
<p>“Integrasi E-RKAB ke dalam SIMBARA tidak hanya mengoptimalkan proses perizinan dan regulasi, tetapi juga memastikan bahwa rencana kerja dan anggaran biaya yang diajukan berada dalam rangka regulasi yang jelas dan terkoordinasi. Dengan demikian, SIMBARA bukan hanya menjadi alat teknologi, tetapi juga platform yang mampu menghubungkan berbagai aspek operasional dan administratif dalam pengelolaan pertambangan mineral dan batubara,” jelas Bambang.</p>
<p>Selain itu, Simbara juga dapat berperan untuk membantu proses perbaikan tata kelola pertambangan yang sedang digalakan oleh pemerintah dalam merumuskan regulasi secara menyeluruh.</p>
<p>“SIMBARA adalah salah satu sistem yang memfasilitasi kolaborasi antar lembaga dalam menyusun regulasi yang lebih efektif dan peningkatan dalam penerapan praktik terbaik,” ujarnya.</p>
<p>“Integrasi data dan sistem yang dilakukan oleh SIMBARA memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan responsif terhadap dinamika industri, sambil memastikan bahwa setiap langkah yang diambil mendukung tujuan berkelanjutan untuk sumber daya alam kita,” tambahnya.</p>
</div>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/komoditas-nikel-dan-timah-masuk-dalam-simbara-pemerintah-beberkan-keuntungannya/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Beberkan Cerita Panjang Simbara Hingga Masuknnya Nikel dan Timah</title>
		<link>https://bnbabel.com/pemerintah-beberkan-cerita-panjang-simbara-hingga-masuknnya-nikel-dan-timah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 22:30:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Beberkan]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Masuknnya]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Simbara]]></category>
		<category><![CDATA[Timah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/pemerintah-beberkan-cerita-panjang-simbara-hingga-masuknnya-nikel-dan-timah/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, BN Babel – Sistem Informasi Mineral dan batubara antara Kementerian dan Lembaga (Simbara) pada tahun 2024 sudah memasukan komoditas batubara, nikel, dan timah di dalamnya. Dibalik itu semua, ternyata <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/pemerintah-beberkan-cerita-panjang-simbara-hingga-masuknnya-nikel-dan-timah/" title="Pemerintah Beberkan Cerita Panjang Simbara Hingga Masuknnya Nikel dan Timah" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/pemerintah-beberkan-cerita-panjang-simbara-hingga-masuknnya-nikel-dan-timah/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>JAKARTA, BN Babel – Sistem Informasi Mineral dan batubara antara Kementerian dan Lembaga (Simbara) pada tahun 2024 sudah memasukan komoditas batubara, nikel, dan timah di dalamnya.</p>
<p>Dibalik itu semua, ternyata Simbara sudah direncanakan sejak tahun 2020 oleh Kementerian Keuangan untuk melakukan pengawasan, peningkatan pelayanan, dan optimalisasi penerimaan negara.</p>
<p>“Pada tahun 2022, kita melakukan launching Simbara untuk pertama kalinya. Pada waktu itu, Simbara digunakan untuk menata usahakan, menata kelolakan proses pengusahaan batubara,” kata Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dalam Launching Impelementasi Komditas Nikel dan Timah melalui Simbara di Kementerian Keuangan, Senin (22/7/2024).</p>
<p>Isa menjelaskan, pada tahap pertama di tahun 2021, Simbara fokus integerasi untuk bisnis penjualan ekspor komoditas batubara yang melibatkan Kementerian ESDM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Keuangan yang pada waktu itu adalah Lembaga Nasional Single Window (LNSW), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan juga Direktorat Jenderal Anggaran.</p>
<p>“Di tahap kedua, pada tahun 2022 telah dilaunch dilakukan penambahan integrasi proses bisnis untuk perizinan berlayar dari Kementerian Perhubungan pada 38 pelabuhan dan perluasan untuk penjualan batubara di dalam negeri,” jelasnya.</p>
<p>Kemudian, pada tahun 2023, dilakukan integrasi penuh seluruh 57 pelabuhan yang melayani pengapalan dan pelayarannya minerba, khususnya batubara, dengan membutuhkan sistem INAPORTnet pada Kementerian Perhubungan dengan Simbara.</p>
<p>“Pada tahun kini, kita melakukan penambahan integrasi sistem SINAS di Kementerian Perindustrian untuk hilirisasi komoditas nikel dan timah yang mencakup proses bisnis hilirisasi di Smelter,” ujarnya.</p>
<p>Kedepan, lanjut Isa, Simbara juga akan merambah pada komoditas lainnya, seperti bauksit, emas dan tembaga.</p>
<p>“Hingga saat ini Simbara telah berhasil menyelaraskan 10 sistem independen yang tadinya tersebar di 6 Kementerian Lembaga dan memberikan beberapa dampak positif,” ujarnya.</p>
<p>Dampak positif yang didapat adalah perwujudtan layanan satu pintu, ketersediaan data yang handal, pengawasan menjadi terpadi, dan implementasi Domestic Market Obligation (DMO) serta hilirisasi minerba yang lebih efektif.</p>
<p>“Pencegahan fraud melalui risk profiling terus bisa ditingkatkan, dan yang keenam, pencegahan illegal mining dan penghindaran pembayaran dan penyetoran hak-hak negara dapat kita terus tingkatkan kualitasnya,” katanya.</p>
</div>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/pemerintah-beberkan-cerita-panjang-simbara-hingga-masuknnya-nikel-dan-timah/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementerian ESDM Telah Terbitkan RKAB Nikel 240 Juta Ton</title>
		<link>https://bnbabel.com/kementerian-esdm-telah-terbitkan-rkab-nikel-240-juta-ton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 19:29:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Juta]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[RKAB]]></category>
		<category><![CDATA[Telah]]></category>
		<category><![CDATA[Terbitkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ton]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/kementerian-esdm-telah-terbitkan-rkab-nikel-240-juta-ton/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, BN Babel – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2024 telah menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel sebanyak 240 juta ton. Plt. Direktur Jenderal <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/kementerian-esdm-telah-terbitkan-rkab-nikel-240-juta-ton/" title="Kementerian ESDM Telah Terbitkan RKAB Nikel 240 Juta Ton" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kementerian-esdm-telah-terbitkan-rkab-nikel-240-juta-ton/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>JAKARTA, BN Babel – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2024 telah menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel sebanyak 240 juta ton.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Bambang Suswantono mengatakan, pihaknya akan menyetujui RKAB yang diajukan oleh perusahaan jika keseluruhan persyaratan untuk mengajukan RKAB itu dipenuhi oleh perusahaan terkait.</p>
<p>“Kalau tidak sesuai aturan ya kita mesti belum disetujui. (Harus) sesuai aturan semua,” kata Bambang saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (22/7/2024).</p>
<p>Menurut Bambang, kebutuhan nikel di Indonesia sudah terpenuhi dari RKAB tahun 2024 ini yang sudah disetujui oleh pihaknya yakni mencapai 240 juta ton dari total kebutuhan dalam negeri sebesar 209 juta ton.</p>
<p>“Tapi yang jelas sudah melebihi kuota yang dibutuhkan negara,” katanya.</p>
<p>Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, dari 700 perusahaan nikel, 470 perusahaan nikel sudah disetujui permohonan RKAB-nya. Tercatat, jumlah tonase dari RKAB yang disetujui tersebut mencapai 240 juta ton bijih nikel per tahun.</p>
<p>“Yang nikel 470 (perusahaan), tiap hari tambah, kan total ada 700 (perusahaan), volume 240 juta ton bijih nikel (per tahun),” kata Arifin di Gedung Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/6/2024).</p>
<p>Sementara itu, untuk komoditas batu bara, terdapat 600 lebih Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2024-2026 yang telah disetujui. Adapun, dari 600 RKAB batu bara yang disetujui tersebut, tercatat jumlah tonase yang disetujui mencapai hampir 900 juta ton.</p>
<p>“Kalau yang ke batu bara sudah 600 lebih, hampir 900 juta ton,” katanya.</p>
<p>Diketahui, Kementerian ESDM sebelumnya sudah menerbitkan aturan baru perihal tata cara penyusunan, penyampaian, dan persetujuan RKAB sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 tahun 2023.</p>
<p>Beleid tersebut mencabut sebagian Peraturan Menteri ESDM (Permen) Nomor 7 Tahun 2020 yang mengatur tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Pelaporan Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.</p>
<p>Aturan ini diteken oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 8 September 2023 dan diundangkan di Jakarta pada 11 September 2023.</p>
<p>Setidaknya, terdapat beberapa poin penting yang termuat di dalam Permen ini, diantaranya yakni pembagian waktu kegiatan untuk RKAB, sanksi administratif, pemenuhan aspek esensial dalam penyusunan RKAB dan efisiensi tata waktu.</p>
</div>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kementerian-esdm-telah-terbitkan-rkab-nikel-240-juta-ton/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementerian ESDM Buka Suara Soal Impor Bijih Nikel dari Filipina Sebanyak 51.000 Ton</title>
		<link>https://bnbabel.com/kementerian-esdm-buka-suara-soal-impor-bijih-nikel-dari-filipina-sebanyak-51-000-ton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 17:57:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bijih]]></category>
		<category><![CDATA[Buka]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Impor]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sebanyak]]></category>
		<category><![CDATA[Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Suara]]></category>
		<category><![CDATA[Ton]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/kementerian-esdm-buka-suara-soal-impor-bijih-nikel-dari-filipina-sebanyak-51-000-ton/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, BN Babel – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal adanya impor nikel dari negara tetangga sebanyak 51.000 ton yang dilakukan oleh PT Kalimantan Ferro Industry <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/kementerian-esdm-buka-suara-soal-impor-bijih-nikel-dari-filipina-sebanyak-51-000-ton/" title="Kementerian ESDM Buka Suara Soal Impor Bijih Nikel dari Filipina Sebanyak 51.000 Ton" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kementerian-esdm-buka-suara-soal-impor-bijih-nikel-dari-filipina-sebanyak-51-000-ton/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>JAKARTA, BN Babel – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal adanya impor nikel dari negara tetangga sebanyak 51.000 ton yang dilakukan oleh PT Kalimantan Ferro Industry (KFI).</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Suswantono mengatakan, bahwa impor nikel salah satu perusahaan nikel di dalam negeri merupakan isu yang sudah berlalu.</p>
<p>“Enggak, itu (impor nikel) yang lalu. Itu yang lalu,” kata Bambang saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (22/7/2024).</p>
<p>Menurut Bambang, kebutuhan nikel dalam negeri sudah terpenuhi dari Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2024 ini yang sudah disetujui oleh pihaknya yakni mencapai 240 juta ton dari total kebutuhan dalam negeri sebesar 209 juta ton.</p>
<p>“Tapi yang jelas sudah melebihi kuota yang dibutuhkan negara,” katanya.</p>
<p>Sebelumnya, PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) mengaku terpaksa mengimpor bijih nikel dari negara lain, khususnya dari Filipina, hingga 51.000 ton.</p>
<p>Impor tersebut dilakukan oleh PT KFI karena banyak perusahaan tambang dalam negeri tak bisa menjual bijih nikel lantaran belum memiliki persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).</p>
<p>Direktur Utama PT Nityasa Prima sebagai konsorsium PT KFI, Muhammad Ardhi Soemargo, menjelaskan keputusan impor dilakukan guna memastikan agar smelter milik perusahaan yang berada di Desa Pendingin, Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dapat tetap beroperasi.</p>
<p>“Ketika bapak mengatakan kenapa kami harus ambil dari Filipina karena beberapa tambang belum dapat RKAB, ketika tambang belum ada RKAB maka kami gak bisa beli,” kata dia dalam RDP bersama Komisi VII DPR RI, dikutip Selasa (9/7/2024).</p>
<p>Sementara, perusahaan memerlukan pasokan bijih nikel untuk diolah di proyek smelternya. Terlebih, terdapat 1.400 tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya kepada smelter tersebut. Adapun, volume impor bijih nikel dari Filipina tercatat mencapai 51 ribu ton.</p>
<p>“Tadi ketika saya sampaikan kepada bapak pimpinan mengenai adanya nikel datang dari Filipina disampaikan bahwa nikel Filipina itu kami baru masuk hanya 1 vessel pak sekitar 51 ribu (ton) dan posisi kami hanya untuk membantu menambahkan hal-hal atau nickel ore yang saat ini kekurangan pak,” jelasnya.</p>
</div>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kementerian-esdm-buka-suara-soal-impor-bijih-nikel-dari-filipina-sebanyak-51-000-ton/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
