<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Oxford - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/oxford/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Nov 2025 16:26:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Oxford - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keras! Anies Kritik Universitas Oxford yang Tidak Sebut Peneliti Indonesia Ikut Temukan Rafflesia Hasseltii</title>
		<link>https://bnbabel.com/keras-anies-kritik-universitas-oxford-yang-tidak-sebut-peneliti-indonesia-ikut-temukan-rafflesia-hasseltii/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 16:26:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Anies]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Hasseltii]]></category>
		<category><![CDATA[ikut]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keras]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Oxford]]></category>
		<category><![CDATA[Peneliti]]></category>
		<category><![CDATA[Rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sebut]]></category>
		<category><![CDATA[Temukan]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>
		<category><![CDATA[universitas]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/keras-anies-kritik-universitas-oxford-yang-tidak-sebut-peneliti-indonesia-ikut-temukan-rafflesia-hasseltii/</guid>

					<description><![CDATA[– Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kritik pedas Universitas Oxford usai mengklaim sepihak penemuan bunga Rafflesia Hasseltii. Di platform X miliknya, Anies Baswedan mengkritik pernyataan akun resmi Universitas Oxford <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/keras-anies-kritik-universitas-oxford-yang-tidak-sebut-peneliti-indonesia-ikut-temukan-rafflesia-hasseltii/" title="Keras! Anies Kritik Universitas Oxford yang Tidak Sebut Peneliti Indonesia Ikut Temukan Rafflesia Hasseltii" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/keras-anies-kritik-universitas-oxford-yang-tidak-sebut-peneliti-indonesia-ikut-temukan-rafflesia-hasseltii/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-8887012427127440212" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kritik pedas Universitas Oxford usai mengklaim sepihak penemuan bunga Rafflesia Hasseltii.
</p>
<p>Di platform X miliknya, Anies Baswedan mengkritik pernyataan akun resmi Universitas Oxford yang mengaku menemukan bunga langka di Sumatra, Indonesia.
</p>
<p>Dalam pernyataannya, Universitas Oxford menyebut bunga langka itu ditemukan oleh Oxford Botanic Garden.
</p>
<p>Disebutkan tim Oxford Botanic Garden @thorogoodchris1 menjadi bagian dari tim yang berjalan siang dan malam melalui hutan hujan Sumatra untuk menemukan bunga Rafflesia hasseltii.
</p>
<p><i>Rafflesia hasseltii: Tumbuhan yang lebih banyak dilihat oleh harimau dibandingkan manusia </i>
</p>
<p><i>Kemarin, Oxford Botanic Garden @thorogoodchris1 menjadi bagian dari tim yang berjalan siang dan malam melalui hutan hujan Sumatra (sebuah pulau di Indonesia) yang dijaga harimau untuk menemukan Rafflesia hasseltii,” </i>tulis akun Oxford University.
</p>
<p>Anies Baswedan kemudian membalas unggahan tersebut. Anies mengingatkan bahwa ada sejumlah peneliti Indonesia yang juga ikut dalam pencarian bunga tersebut.
</p>
<p>Mulai dari peneliti Joko Witono, Septik Andriki, dan Iswandi juga kata Anies harus dimasukan ke dalam jajaran penemu bunga langka tersebut.
</p>
<p><i>“Dear @UniofOxford, para peneliti Indonesia Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi, mereka bukan NPCs, tapi mereka ikut menemukan bunga tersebut,”</i> jelasnya.
</p>
<p>Warganet di media sosial X tengah ramai membahas penemuan bunga Rafflesia hasseltii yang viral karena momen haru penelitinya.
</p>
<p><i>“Ekspedisi penemuan bunga langka Rafflesia hasseltii di hutan Sumbar oleh botanis Chris Thorogood dr Oxford &amp; Septi Andriki, seorang mantan guru penjas yg jd aktivis lingkungan &amp; udh nyari R. hasseltii dr 13 thn. Video Riki yg nangis haru saat nemu R. hasseltii viral,” </i>tulis akun @i*******h pada Kamis (20/11/2025).
</p>
<p>Banyak warganet merespons momen sang peneliti yang menangis haru saat akhirnya menemukan Rafflesia hasselti.
</p>
<p>Beberapa mempertanyakan momen tersebut, karena mengira bunga tersebut tak beda dengan Rafflesia Arnoldii yang beberapa kali ditemukan di hutan Sumatera dan Kalimantan.
</p>
<p><i>“Beda ya sama raflesia arnoldii?” t</i>anya akun @_*********g. Penemuan mekarnya bunga Rafflesia hasseltii di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Rabu (19/11/2025) malam memang disambut antusias.
</p>
<p>Profesor Agus Susatya, Guru Besar Universitas Bengkulu, menyebut bahwa populasi R. hasseltii di alam sangat kecil sehingga statusnya masuk kategori Critically Endangered atau terancam punah pada tingkat tertinggi.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/keras-anies-kritik-universitas-oxford-yang-tidak-sebut-peneliti-indonesia-ikut-temukan-rafflesia-hasseltii/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fisikawan Oxford Mensimulasikan “Cahaya dari Kegelapan” Quantum untuk Pertama Kalinya</title>
		<link>https://bnbabel.com/fisikawan-oxford-mensimulasikan-cahaya-dari-kegelapan-quantum-untuk-pertama-kalinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 13:14:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Fisikawan]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Kalinya]]></category>
		<category><![CDATA[Kegelapan]]></category>
		<category><![CDATA[mensimulasikan]]></category>
		<category><![CDATA[Oxford]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Quantum]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/fisikawan-oxford-mensimulasikan-cahaya-dari-kegelapan-quantum-untuk-pertama-kalinya/</guid>

					<description><![CDATA[Para ilmuwan telah menciptakan simulasi 3D real-time pertama tentang bagaimana laser mengubah ruang hampa kuantum. Dengan menggunakan pemodelan komputasi mutakhir, para ilmuwan dari Universitas Oxford, bekerja sama dengan Instituto Superior <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/fisikawan-oxford-mensimulasikan-cahaya-dari-kegelapan-quantum-untuk-pertama-kalinya/" title="Fisikawan Oxford Mensimulasikan “Cahaya dari Kegelapan” Quantum untuk Pertama Kalinya" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/fisikawan-oxford-mensimulasikan-cahaya-dari-kegelapan-quantum-untuk-pertama-kalinya/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Para ilmuwan telah menciptakan simulasi 3D real-time pertama tentang bagaimana laser mengubah ruang hampa kuantum. Dengan menggunakan pemodelan komputasi mutakhir, para ilmuwan dari Universitas Oxford, bekerja sama dengan Instituto Superior Técnico di Universitas Lisbon, telah berhasil menghasilkan simulasi tiga dimensi real-time pertama yang menunjukkan betapa kuatnya sinar laser dapat memodifikasi “kekosongan kuantum”. (…)</p>
<p><i>JetMedia Digital Agency</i>
</p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/fisikawan-oxford-mensimulasikan-cahaya-dari-kegelapan-quantum-untuk-pertama-kalinya/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa kita perlu tidur? Ilmuwan Oxford melacak jawaban untuk mitokondria</title>
		<link>https://bnbabel.com/mengapa-kita-perlu-tidur-ilmuwan-oxford-melacak-jawaban-untuk-mitokondria/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 04:45:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[Jawaban]]></category>
		<category><![CDATA[Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Melacak]]></category>
		<category><![CDATA[Mengapa]]></category>
		<category><![CDATA[Mitokondria]]></category>
		<category><![CDATA[Oxford]]></category>
		<category><![CDATA[Perlu]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tidur]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/mengapa-kita-perlu-tidur-ilmuwan-oxford-melacak-jawaban-untuk-mitokondria/</guid>

					<description><![CDATA[Ilmuwan Oxford telah menemukan bahwa tidur dapat dipicu oleh kebocoran energi kecil di mitokondria sel otak, menunjukkan istirahat malam kami adalah mekanisme keamanan vital untuk catu daya tubuh. Kredit: Saham <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/mengapa-kita-perlu-tidur-ilmuwan-oxford-melacak-jawaban-untuk-mitokondria/" title="Mengapa kita perlu tidur? Ilmuwan Oxford melacak jawaban untuk mitokondria" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/mengapa-kita-perlu-tidur-ilmuwan-oxford-melacak-jawaban-untuk-mitokondria/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<figure id="attachment_453184" aria-describedby="caption-attachment-453184" style="width: 777px" class="wp-caption aligncenter"><figcaption id="caption-attachment-453184" class="wp-caption-text">Ilmuwan Oxford telah menemukan bahwa tidur dapat dipicu oleh kebocoran energi kecil di mitokondria sel otak, menunjukkan istirahat malam kami adalah mekanisme keamanan vital untuk catu daya tubuh. Kredit: Saham</figcaption></figure>
<p><strong>Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa penumpukan metabolisme dalam sel otak khusus adalah yang memicu kebutuhan untuk tidur.</strong></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Tidur dapat berfungsi lebih dari sekadar istirahat untuk pikiran; Ini juga dapat berfungsi sebagai pemeliharaan penting untuk sistem energi tubuh. Studi baru dari <span class="glossaryLink" aria-describedby="tt" data-cmtooltip="&lt;div class=glossaryItemTitle&gt;University of Oxford&lt;/div&gt;&lt;div class=glossaryItemBody&gt;The University of Oxford is the oldest university in the English-speaking world and one of the most prestigious institutions globally. It has a distinguished record in scientific innovation, from early astronomical observations to modern vaccine development. Oxford is a leader in quantum computing, AI ethics, and biomedical research, with dozens of cutting-edge departments and institutes. Its global collaborations include CERN, WHO, and the UN.&lt;/div&gt;" data-gt-translate-attributes="({" attribute="" tabindex="0" role="link">Universitas Oxford</span> peneliti, diterbitkan di <em>Alam,</em> menunjukkan bahwa dorongan untuk tidur disebabkan oleh stres listrik yang menumpuk dalam struktur kecil penghasil energi sel otak.
</p>
<p>Temuan ini memberikan penjelasan fisik yang konkret untuk kebutuhan biologis untuk tidur dan memiliki potensi untuk membentuk kembali pemikiran ilmiah tentang tidur, penuaan, dan gangguan neurologis.
</p>
<h4>Mitokondria dan ketidakseimbangan energi</h4>
<p>Tim peneliti, yang dipimpin oleh Profesor Gero Miesenböck dari Departemen Fisiologi, Anatomi dan Genetika (DPAG) dan Dr. Raffaele Sarnataro di Pusat Sirkuit dan Perilaku Saraf Oxford, menemukan bahwa tidur dipicu ketika otak merespons ketidakseimbangan energi yang halus. Peran sentral terletak pada mitokondria, organel mikroskopis yang mengubah oksigen dan makanan menjadi energi yang dapat digunakan.
</p>
<p>Pada neuron regulasi tidur tertentu yang dipelajari dalam lalat buah, mitokondria yang menjadi kelebihan beban mulai membocorkan elektron. Kebocoran ini menghasilkan produk sampingan berbahaya yang disebut oksigen reaktif <span class="glossaryLink" aria-describedby="tt" data-cmtooltip="&lt;div class=glossaryItemTitle&gt;species&lt;/div&gt;&lt;div class=glossaryItemBody&gt;A species is a group of living organisms that share a set of common characteristics and are able to breed and produce fertile offspring. The concept of a species is important in biology as it is used to classify and organize the diversity of life. There are different ways to define a species, but the most widely accepted one is the biological species concept, which defines a species as a group of organisms that can interbreed and produce viable offspring in nature. This definition is widely used in evolutionary biology and ecology to identify and classify living organisms.&lt;/div&gt;" data-gt-translate-attributes="({" attribute="" tabindex="0" role="link">jenis</span>. Kebocoran berfungsi sebagai sinyal yang memaksa otak menjadi tidur, memungkinkan keseimbangan dipulihkan sebelum kerusakan sel menyebar lebih jauh.
</p>
<p>“Anda tidak ingin mitokondria Anda membocorkan terlalu banyak elektron,” kata Dr. Sarnataro. “Ketika mereka melakukannya, mereka menghasilkan molekul reaktif yang merusak sel.”
</p>
<h4>Neuron sebagai pemutus sirkuit</h4>
<p>Tim juga menemukan bahwa neuron khusus berperilaku seperti pemutus sirkuit: mereka memantau kebocoran elektron dari mitokondria dan memicu tidur begitu ambang kritis tercapai. Dengan mengubah bagaimana sel -sel ini mengelola energinya – baik meningkatkan atau mengurangi aliran elektron – para ilmuwan dapat secara langsung mengontrol jumlah tidur dalam lalat buah.
</p>
<p>Bahkan mengganti elektron dengan energi dari cahaya (menggunakan protein yang dipinjam dari mikroorganisme) memiliki efek yang sama: lebih banyak energi, lebih banyak bocor, lebih banyak tidur.
</p>
<p>Profesor Miesenböck mengatakan: “Kami mulai memahami apa itu Sleep, dan mengapa kami merasa perlu untuk tidur sama sekali. Terlepas dari beberapa dekade penelitian, tidak ada yang mengidentifikasi pemicu fisik yang jelas. Temuan kami menunjukkan bahwa jawabannya mungkin terletak pada proses yang memicu tubuh kami. Saat ini-dalam hal-hal lain yang membuat sel-sel. Kebocoran menjadi terlalu besar, sel -sel ini bertindak seperti pemutus sirkuit, tersandung sistem menjadi tidur untuk mencegah kelebihan beban. ”
</p>
<p>Temuan ini membantu menjelaskan hubungan terkenal antara metabolisme, tidur, dan umur. Hewan yang lebih kecil, yang mengonsumsi lebih banyak oksigen per gram berat badan, cenderung lebih banyak tidur dan hidup lebih pendek. Manusia dengan penyakit mitokondria sering mengalami kelelahan melemahkan bahkan tanpa tenaga, sekarang berpotensi dijelaskan oleh mekanisme yang sama.
</p>
<p>“Penelitian ini menjawab salah satu misteri besar biologi,” kata Dr. Sarnataro. “Mengapa kita membutuhkan tidur? Jawabannya tampaknya ditulis ke dalam cara sel -sel kita mengubah oksigen menjadi energi.”
</p>
<p>Referensi: “Asal Mitokondria Tekanan untuk Tidur” oleh Raffaele Sarnataro, Cecilia D. Velasco, Nicholas Monaco, Anissa Kempf dan Gero Miesenböck, 16 Juli 2025, <i>Alam</i>.<br />Doi: 10.1038/s41586-025-09261-y<!--TrendMD v2.4.8-->
</p>
<p><b>Jangan pernah melewatkan terobosan: Bergabunglah dengan buletin ScitechDaily.</b>
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/mengapa-kita-perlu-tidur-ilmuwan-oxford-melacak-jawaban-untuk-mitokondria/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
