<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pekalongan - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/pekalongan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Oct 2025 02:53:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Pekalongan - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anaknya Dijanjikan Masuk Akpol Lewat Jalur Khusus, Pengusaha di Pekalongan Rugi Rp 2,6 Miliar Ditipu Polisi</title>
		<link>https://bnbabel.com/anaknya-dijanjikan-masuk-akpol-lewat-jalur-khusus-pengusaha-di-pekalongan-rugi-rp-26-miliar-ditipu-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 02:53:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Akpol]]></category>
		<category><![CDATA[Anaknya]]></category>
		<category><![CDATA[Dijanjikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditipu]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Jalur]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Lewat]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk]]></category>
		<category><![CDATA[Miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Rugi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/anaknya-dijanjikan-masuk-akpol-lewat-jalur-khusus-pengusaha-di-pekalongan-rugi-rp-26-miliar-ditipu-polisi/</guid>

					<description><![CDATA[– Impian Dwi Purwanto, seorang wiraswasta asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, agar anaknya berinisial F bisa menjadi perwira polisi, berujung pahit. Ia kehilangan uang Rp2,6 miliar setelah menjadi korban dugaan <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/anaknya-dijanjikan-masuk-akpol-lewat-jalur-khusus-pengusaha-di-pekalongan-rugi-rp-26-miliar-ditipu-polisi/" title="Anaknya Dijanjikan Masuk Akpol Lewat Jalur Khusus, Pengusaha di Pekalongan Rugi Rp 2,6 Miliar Ditipu Polisi" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/anaknya-dijanjikan-masuk-akpol-lewat-jalur-khusus-pengusaha-di-pekalongan-rugi-rp-26-miliar-ditipu-polisi/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-380466137077730543" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> –  Impian Dwi Purwanto, seorang wiraswasta asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, agar anaknya berinisial F bisa menjadi perwira polisi, berujung pahit.
</p>
<p>Ia kehilangan uang Rp2,6 miliar setelah menjadi korban dugaan penipuan masuk Akademi Kepolisian (Akpol) melalui jalur khusus yang disebut “kuota Kapolri”.
</p>
<p>Empat orang diduga terlibat dalam penipuan ini, dua di antaranya merupakan anggota aktif Polres Pekalongan.
</p>
<p>“Uang itu hasil kerja keras saya. Demi anak, saya percaya. Tapi ternyata saya ditipu,” kata Dwi Purwanto dilansir dari Tribunjateng.com, Rabu (22/10/2025).
</p>
<h2 style="text-align: left;">Awal Tawaran “Jalur Khusus”</h2>
<p>Kasus ini bermula pada 9 Desember 2024, ketika Dwi menerima pesan WhatsApp dari Aipda Fachrurohim, anggota Polsek Paninggaran, Polres Pekalongan.
</p>
<p>Fachrurohim menawarkan bantuan agar anak Dwi bisa masuk Akpol lewat jalur khusus.
</p>
<p>“Katanya ini kuota khusus, tinggal bayar Rp3,5 miliar. Separuh dulu tanda jadi, sisanya setelah panpus (pantukhir pusat),” ujar Dwi menirukan ucapan Fachrurohim.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Awalnya Dwi menolak, namun bujukan terus berdatangan.</h2>
<p>Beberapa hari kemudian, Fachrurohim datang ke rumah Dwi bersama Bripka Alexander Undi Karisma, anggota Polsek Doro, yang mengaku mantan anggota Densus sekaligus adik leting Fachrurohim.
</p>
<p>Keduanya meyakinkan Dwi bahwa mereka punya akses ke seorang purnawirawan jenderal polisi bernama “Babe”, yang diklaim bisa meloloskan calon taruna.
</p>
<p>Mereka juga menyebut ada sosok bernama Agung, yang disebut sebagai adik Kapolri, pengatur kuota khusus tersebut.
</p>
<p>“Katanya sebelumnya ada yang mau pakai kuotanya tapi nggak jadi karena orangnya daftar tentara, jadinya ada satu kuota kosong,” tutur Dwi.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Uang Tunai dan Transfer Miliaran Rupiah</h2>
<p>Untuk menunjukkan keseriusan, Dwi diminta menyerahkan uang muka Rp500 juta tunai pada 21 Desember 2024 di sebuah kafe di Semarang. Uang itu diterima langsung oleh Fachrurohim dan Alexander.
</p>
<p>Beberapa pekan kemudian, pada 8 Januari 2025, keduanya kembali meminta Rp1,5 miliar dengan alasan “penutupan administrasi di Jakarta”.
</p>
<p>“Mereka mendesak. Katanya malam itu juga atau paling lambat besok pagi harus dibayar. Saya sampai pinjam ke saudara yang habis jual dua mobil,” ujarnya.
</p>
<p>Uang tersebut diserahkan langsung kepada Alexander di rumah Dwi.
</p>
<p>Tak berhenti di situ, Dwi kemudian dipertemukan dengan dua orang baru, yakni Agung dan Joko, yang diperkenalkan sebagai penghubung ke Babe.
</p>
<p>Dwi mengaku melakukan empat kali transfer ke rekening Joko dengan total Rp650 juta.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Anak Dibawa ke Jakarta, Lalu Gagal Seleksi</h2>
<p>Atas bujukan para pelaku, anak Dwi bahkan sempat dibawa ke Jakarta dengan alasan akan mengikuti pelatihan dan karantina sebelum seleksi lanjutan.
</p>
<p>Baca juga: 9 Pelaku Penyekapan di Pondok Aren Bukan Komplotan dan Tak Ada Hubungan Keluarga
</p>
<p>Namun, harapan itu pupus setelah pengumuman hasil seleksi tahap pertama. Anak Dwi dinyatakan gagal di pemeriksaan kesehatan (rikes).
</p>
<p>Dwi kemudian menagih janji pengembalian uang, tetapi para pelaku justru saling melempar tanggung jawab.
</p>
<p>“Mereka janji mau mengembalikan, tapi sampai sekarang tidak ada kabar. Semuanya diam,” kata Dwi.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Lapor ke Polda Jateng</h2>
<p>Merasa ditipu, Dwi akhirnya melapor ke Polda Jawa Tengah pada Agustus 2025. Laporan itu mencantumkan empat nama: Aipda Fachrurohim, Bripka Alexander Undi Karisma, Agung, dan Joko.
</p>
<p>Menurut Dwi, penyidik sudah menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan, dan dirinya telah dimintai keterangan.
</p>
<p>“Saya serahkan semua bukti transfer, percakapan WhatsApp, dan kronologinya,” ujarnya.
</p>
<p>Baca juga: Cecar Polisi di Makassar, Hakim: Masuk Akpol Harus Bayar?
</p>
<p>Kasus ini menambah daftar dugaan praktik jual-beli kursi rekrutmen Akpol. Padahal, Polri secara tegas melarang segala bentuk pungutan, perantara, atau jalur khusus dalam seleksi penerimaan anggota.
</p>
<p>Dwi kini hanya berharap uangnya bisa kembali dan para pelaku mendapat hukuman setimpal.
</p>
<p>“Saya percaya karena sudah kenal Rohim sejak 2011,” kata Dwi.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1" type="fa69645dfc0f5d2a4022dfc6-text/javascript"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/anaknya-dijanjikan-masuk-akpol-lewat-jalur-khusus-pengusaha-di-pekalongan-rugi-rp-26-miliar-ditipu-polisi/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
