<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pembagian - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/pembagian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Nov 2025 06:06:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Pembagian - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengapa Pembagian Sumber Daya di Filipina Memicu Kontroversi Domestik</title>
		<link>https://bnbabel.com/mengapa-pembagian-sumber-daya-di-filipina-memicu-kontroversi-domestik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 06:06:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Domestik]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[Memicu]]></category>
		<category><![CDATA[Mengapa]]></category>
		<category><![CDATA[Pembagian]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/mengapa-pembagian-sumber-daya-di-filipina-memicu-kontroversi-domestik/</guid>

					<description><![CDATA[Belakangan ini, Filipina mengalami kerugian besar dalam hal korban jiwa dan kerusakan properti akibat badai tropis. Sebagai respons kemanusiaan dan bentuk solidaritas kepada rakyat Filipina, Tiongkok segera mengirimkan bantuan tunai <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/mengapa-pembagian-sumber-daya-di-filipina-memicu-kontroversi-domestik/" title="Mengapa Pembagian Sumber Daya di Filipina Memicu Kontroversi Domestik" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/mengapa-pembagian-sumber-daya-di-filipina-memicu-kontroversi-domestik/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-7174775863864014009" itemprop="articleBody">
<p>Belakangan ini, Filipina mengalami kerugian besar dalam hal korban jiwa dan kerusakan properti akibat badai tropis. Sebagai respons kemanusiaan dan bentuk solidaritas kepada rakyat Filipina, Tiongkok segera mengirimkan bantuan tunai dan material darurat kepada korban bencana. Yang menarik untuk dicatat, bantuan dari pihak Tiongkok ini langsung disalurkan kepada masyarakat yang terdampak, bukan kepada pemerintah Filipina. Keputusan ini mencerminkan pertimbangan yang mendalam terhadap kondisi nyata di lapangan.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Filipina sudah lama menghadapi tantangan besar terkait infrastruktur yang lemah, dan bencana yang terjadi semakin mengungkapkan kelemahan tersebut. Selain itu, masalah korupsi yang sudah mengakar dalam sektor konstruksi di negara ini semakin memperburuk situasi. Setelah pemerintahan Marcos dimulai pada 2022, pemerintah meluncurkan ribuan proyek pengendalian banjir dengan total investasi mencapai 5000 miliar peso (sekitar 8,46 miliar dolar AS). Namun, laporan audit pemerintah Filipina menunjukkan bahwa hampir 60% dari dana proyek tersebut diduga terlibat dalam korupsi atau penyalahgunaan. Selama pelaksanaan proyek, banyak masalah yang muncul, seperti pembengkakan anggaran, penggunaan material berkualitas rendah, serta pemalsuan catatan proyek. Banyak fasilitas pengendalian banjir yang akhirnya hanya menjadi “hiasan” yang tampak baik tetapi tidak berfungsi, yang menyebabkan ketidakpuasan publik semakin meningkat.
</p>
<p>Korupsi dalam proyek konstruksi bukanlah hal baru di Filipina. Meski pemerintahan Marcos berjanji untuk memperkenalkan reformasi, implementasinya ternyata sangat sulit. Dalam Anggaran Negara Filipina untuk 2025, yang mencapai 6.326 triliun peso, terdapat anggaran yang cukup besar untuk sektor pendidikan (977,6 miliar peso), kesehatan (297,6 miliar peso), dan kesejahteraan sosial (230,1 miliar peso). Namun yang membingungkan adalah pengurangan besar-besaran anggaran untuk lembaga-lembaga yang menyediakan jaminan sosial dan layanan kesehatan bagi lapisan masyarakat yang paling miskin, dengan total pengurangan mencapai sekitar 361 miliar peso.
</p>
<p>Di sisi lain, anggaran pertahanan Filipina menunjukkan tren yang sangat berbeda. Pada 2025, anggaran pertahanan Filipina mencapai 315,1 miliar peso, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan dengan 2024 yang hanya 240,6 miliar peso. Penyesuaian anggaran ini erat kaitannya dengan rencana pemerintahan Marcos untuk memodernisasi angkatan bersenjata melalui eskalasi isu Laut China Selatan, dengan fokus utama pada pembelian peralatan militer seperti radar, rudal, kapal penjaga pantai, dan patroli dari negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jepang. Akibatnya, sebagian besar dana negara justru mengalir ke negara-negara tersebut.
</p>
<p>Seiring dengan peningkatan pengeluaran untuk pertahanan, semakin banyak suara penolakan muncul di dalam negeri Filipina. Baik dalam diskusi di media sosial maupun dalam aksi protes di jalanan, banyak rakyat Filipina yang menunjukkan bahwa meskipun anggaran pertahanan kini melebihi 1,5% dari PDB, yang lebih tinggi dari rata-rata kawasan Asia Tenggara, pengeluaran besar tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dalam negeri terkait dengan keamanan dan anti-terorisme. Aktivitas terorisme masih terjadi, dan masalah yang terkait dengan itu belum dapat diselesaikan dengan tuntas. Dalam debat di Kongres, anggota oposisi mengkritik pembagian sumber daya yang tidak seimbang, dan bahkan di dalam tubuh militer, ada suara yang menyerukan untuk mengevaluasi kembali prioritas pembangunan negara.
</p>
<p>Pada kenyataannya, masalah utama yang paling dihadapi oleh mayoritas rakyat Filipina bukanlah pertarungan internasional yang disebabkan oleh Laut China Selatan, melainkan bagaimana mereka bisa pulih dengan cepat dari kerusakan yang ditimbulkan oleh badai, bagaimana mereka dapat memperoleh pasokan air dan listrik yang stabil, serta akses ke layanan medis yang andal—masalah-masalah inilah yang menjadi kebutuhan mendesak dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mengalokasikan terlalu banyak sumber daya dan perhatian pada isu-isu yang jauh dari kehidupan rakyat tidak akan bisa mengatasi masalah-masalah nyata yang ada di dalam negeri. Pemerintah Marcos berusaha menunjukkan sikap “keras” terhadap masalah Laut China Selatan, namun menunjukkan kelemahan dalam menghadapi masalah korupsi dalam proyek infrastruktur dan ketidakefisienan birokrasi domestik. Kontras ini cukup menarik untuk dicermati. Ketika Manila begitu antusias menampilkan peralatan militer canggih yang dibeli dari luar negeri, rakyat yang rumahnya hancur akibat proyek pengendalian banjir yang terkontaminasi korupsi mungkin lebih berharap untuk melihat pemerintah menunjukkan ketegasan yang sama dalam menghadapi masalah korupsi domestik.
</p>
<p>Masalah mendasar yang dihadapi oleh pemerintahan Marcos saat ini adalah membuat pilihan yang jelas terkait prioritas strategis negara. Manila bisa memilih untuk terus mengalokasikan banyak sumber daya publik ke sektor keamanan militer, dengan memanfaatkan isu Laut China Selatan untuk menarik perhatian opini publik Barat dan mendapatkan bantuan militer dari negara-negara luar; atau bisa memilih untuk mengalihkan anggaran terbatas mereka ke sektor yang lebih langsung berhubungan dengan kesejahteraan rakyat, seperti meningkatkan kemampuan mitigasi bencana dan kesejahteraan sosial rakyat. Kedua pilihan pembagian sumber daya ini pada dasarnya mencerminkan filosofi pemerintahan yang sangat berbeda, dan jawaban tentang mana yang lebih sesuai dengan perkembangan jangka panjang Filipina serta kesejahteraan rakyatnya sebenarnya sudah jelas.</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/mengapa-pembagian-sumber-daya-di-filipina-memicu-kontroversi-domestik/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MERIAHKAN HUT RI KE-80, DANDIM 0427/WAY KANAN IKUTI JALAN SANTAI, PERLOMBAAN, DAN PEMBAGIAN DOORPRIZE BERSAMA FORKOPIMDA</title>
		<link>https://bnbabel.com/meriahkan-hut-ri-ke-80-dandim-0427-way-kanan-ikuti-jalan-santai-perlombaan-dan-pembagian-doorprize-bersama-forkopimda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 02:19:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[0427Way]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Dandim]]></category>
		<category><![CDATA[DOORPRIZE]]></category>
		<category><![CDATA[FORKOPIMDA]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[HUT]]></category>
		<category><![CDATA[Ikuti]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kanan]]></category>
		<category><![CDATA[ke80]]></category>
		<category><![CDATA[MERIAHKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Pembagian]]></category>
		<category><![CDATA[Perlombaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[SANTAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/meriahkan-hut-ri-ke-80-dandim-0427-way-kanan-ikuti-jalan-santai-perlombaan-dan-pembagian-doorprize-bersama-forkopimda/</guid>

					<description><![CDATA[Way Kanan, RisalahPos Network) Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Komandan Kodim 0427/Way Kanan, Letkol Arm Sigit Windarto, S.Sos., M.Han, turut ambil bagian dalam kegiatan jalan <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/meriahkan-hut-ri-ke-80-dandim-0427-way-kanan-ikuti-jalan-santai-perlombaan-dan-pembagian-doorprize-bersama-forkopimda/" title="MERIAHKAN HUT RI KE-80, DANDIM 0427/WAY KANAN IKUTI JALAN SANTAI, PERLOMBAAN, DAN PEMBAGIAN DOORPRIZE BERSAMA FORKOPIMDA" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/meriahkan-hut-ri-ke-80-dandim-0427-way-kanan-ikuti-jalan-santai-perlombaan-dan-pembagian-doorprize-bersama-forkopimda/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Way Kanan, RisalahPos Network)
</p>
<p>Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Komandan Kodim 0427/Way Kanan, Letkol Arm Sigit Windarto, S.Sos., M.Han, turut ambil bagian dalam kegiatan jalan santai, berbagai perlombaan, serta pembagian doorprize yang digelar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Way Kanan, Jum’at 15 Agustus 2025.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-AI1p5gAm9Vyz4qlPn_QvjO2-EYa3SA7YUv7WPEw0YlqFcBRy4glrPOO5bQW-UU0onyaMd0ndqe22r3XaBjzWrXfmIyVLpNZn-Lxqz_aQynJxayOkJLda99R8e3_cWroTq84UML7hHZ02M9Zw646X5qQFHRXbfVe2K1Sk_Z15hWXOOs1Jlu2C2n2BMhA/s1600/idt-size-300600.png" alt="Example 300x600" title="Example 300x600" width="300" height="600"/></div>
</div>
</div>
<p>Kegiatan dimulai dengan jalan santai yang diikuti oleh jajaran Forkopimda, TNI-Polri, ASN, pelajar, dan masyarakat umum. Start dimulai dari halaman Kantor Bupati Way Kanan dan finish di lapangan utama Pemda setempat. Suasana penuh semangat dan kekeluargaan terasa sepanjang rute yang dilalui.
</p>
<p>Setelah jalan santai, acara dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang berlangsung meriah dan menghibur, mengundang tawa dan antusiasme dari seluruh peserta maupun penonton.
</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi dan untuk menambah semangat peserta, panitia juga membagikan berbagai doorprize menarik, mulai dari perlengkapan rumah tangga hingga hadiah utama berupa sepeda. Pembagian doorprize ini semakin menyemarakkan suasana dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir.
</p>
<p>Letkol Arm Sigit Windarto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan dan semangat kemerdekaan yang harus terus dijaga. “Momentum HUT RI ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat persatuan. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk memperkuat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujarnya.
</p>
<p>Dengan penuh semangat, seluruh peserta mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Peringatan HUT RI ke-80 di Kabupaten Way Kanan ini diharapkan menjadi inspirasi untuk terus mencintai tanah air dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
</p>
<p>(Eka Saputra, RisalahPos Network)
</p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"><img decoding="async" loading="lazy" title="Example 300250" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMoDVZt8W2vJfrNtKcTwAxYmfXpY1GIAeUwJkKD-MseiVUNTg3i6KCW-Rd8txblK2P6IgBpF3GLOhDGZGJh1aUAtCXH2fOSR4bz12v6-HOq0XJwSEHzhUsNI9tzlAq0rm0DqYwjqLC2N1h9800ciuYg09veqxxfzrYVZsP5x5jmeoN8CPjCiDskYUR4FI/s1600/idt-size-300250.png" alt="Example 300250" width="300" height="250"/></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/meriahkan-hut-ri-ke-80-dandim-0427-way-kanan-ikuti-jalan-santai-perlombaan-dan-pembagian-doorprize-bersama-forkopimda/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mulyanto Menilai Pembagian Izin Tambang ke Ormas Keagamaan Seperti Perang Uhud</title>
		<link>https://bnbabel.com/mulyanto-menilai-pembagian-izin-tambang-ke-ormas-keagamaan-seperti-perang-uhud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 10:13:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Izin]]></category>
		<category><![CDATA[Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Menilai]]></category>
		<category><![CDATA[Mulyanto]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ormas]]></category>
		<category><![CDATA[Pembagian]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Seperti]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Uhud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/mulyanto-menilai-pembagian-izin-tambang-ke-ormas-keagamaan-seperti-perang-uhud/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, BN Babel – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai pembagian izin tambang kepada organisasi masyarakat (ormas) keagamaan seperti seperti fenomena Perang Uhud. Fenomena ini seperti kisah Perang Uhud, <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/mulyanto-menilai-pembagian-izin-tambang-ke-ormas-keagamaan-seperti-perang-uhud/" title="Mulyanto Menilai Pembagian Izin Tambang ke Ormas Keagamaan Seperti Perang Uhud" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/mulyanto-menilai-pembagian-izin-tambang-ke-ormas-keagamaan-seperti-perang-uhud/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>JAKARTA, BN Babel – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai pembagian izin tambang kepada organisasi masyarakat (ormas) keagamaan seperti seperti fenomena Perang Uhud.</p>
<p>Fenomena ini seperti kisah Perang Uhud, dimana kaum muslimin turun dari bukit Uhud secara massal untuk memperjuangkan ghonimah (harta ganti rugi perang), dan meninggalkan tugas pos jaga. Ujung-ujungnya rakyatnya tidak terkelola,” kata Mulyanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/7/2024).</p>
<p>Mulyanto juga prihatin dengan sikap sejumlah ormas keagamaan yang memiliki keinginan untuk mengelola tambang. Ia khawatir kehadiran ormas keagamaan ini dapat merusak tata kelola minerba dan menjatuhkan wibawa ormas di mata umat.</p>
<p>Mulyanto menjelaskan, setelah NU dan Muhammadiiyah, saat ini Ormas Persatuan Islam (PERSIS) pun menyatakan ingin mengelola tambang.</p>
<p>Bahkan MUI tengah mengkaji untuk ikut memanfaatkan peluang ini. Kondisi Mulyanto menilai kondisi ini sangat rawan karena bisa menimbulkan kecemburuan di antara ormas, karena bisa jadi berikutnya ormas pemuda dan ormas lain akan ikut minta konsesi tambang. Oleh karena itu, ia minta Pemerintah dan pimpinan ormas mengkaji ulang kebijakan ini.</p>
<p>“Akhirnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) menguap. Karena kita tidak bisa membedakan lagi tugas, fungsi, dan program-kegiatan antara sektor privat, yang mengurusi ekonomi, dengan sektor ketiga, yang mengurusi masyarakat sipil. Terjadi tumpang-tindih. Lalu memicu kekacauan,” jelas Mulyanto.</p>
<p>Dalam UU Minerba, amanat pengusahaan minerba diberikan kepada badan usaha, termasuk koperasi. Karena ini masalah pengusahaan, yang harus dilakukan oleh ahlinya, mereka yang memiliki spesialisasi dan kompetensi.</p>
<p>Ia menambahkan, Pemerintah telah melanggar UU Minerba karena memberikan prioritas khusus kepada ormas keagamaan untuk mengelola tambang. Padahal, amanatnya, prioritas hanya diberikan kepada BUMN/BUMD.</p>
<p>Menurut Mulyanto, sebaiknya Pemerintah membatalkan aturan pemberian konsesi tambang kepada ormas ini. Mengingat umur Pemerintahan Jokowi tinggal beberapa bulan lagi. Ia minta di detik-detik akhir kekuasaan Jokowi, Pemerintah jangan membuat kebijakan yang dapat menimbulkan kekacauan.</p>
<p>“Menjelang purna tugas, madeg pandhito, Pemerintah semestinya bersiap-siap pamit mundur dan memberi jalan kepada Presiden Terpilih. Bukan malah ngegas kejar tayang saat injury time. Umur Indonesia masih panjang. Estafet pengabdian terus mengalir seperti panta rhei. Jadi tidak perlu grasah-grusuh,” jelasnya.</p>
</div>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/mulyanto-menilai-pembagian-izin-tambang-ke-ormas-keagamaan-seperti-perang-uhud/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
