<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tenda - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/tenda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Dec 2025 08:36:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>tenda - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anies Mendongeng untuk Anak Korban Banjir di Aceh, Tenda Pengungsian Pecah</title>
		<link>https://bnbabel.com/anies-mendongeng-untuk-anak-korban-banjir-di-aceh-tenda-pengungsian-pecah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 08:36:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Anies]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Korban]]></category>
		<category><![CDATA[mendongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Pecah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsian]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[tenda]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/anies-mendongeng-untuk-anak-korban-banjir-di-aceh-tenda-pengungsian-pecah/</guid>

					<description><![CDATA[KOTA ACE – Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus eks Calon Presiden Anies Baswedan mendongeng di tenda pengungsian anak korban banjir Aceh Tamiang, Selasa malam (9/12/2025). Kehadirannya menghadirkan riuh tawa sekaligus <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/anies-mendongeng-untuk-anak-korban-banjir-di-aceh-tenda-pengungsian-pecah/" title="Anies Mendongeng untuk Anak Korban Banjir di Aceh, Tenda Pengungsian Pecah" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/anies-mendongeng-untuk-anak-korban-banjir-di-aceh-tenda-pengungsian-pecah/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p><b>KOTA ACE –  </b>Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus eks Calon Presiden Anies Baswedan mendongeng di tenda pengungsian anak korban banjir Aceh Tamiang, Selasa malam (9/12/2025). Kehadirannya menghadirkan riuh tawa sekaligus pesan jujur, sembari menghantarkan bantuan logistik di desa terparah terdampak.Di Dusun Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang, anak-anak merasakan duka mendalam.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Mereka kehilangan keceriaan masa kecil, wajah lelah tampak setelah berhari-hari tinggal di tenda darurat. Perlahan, senyum mulai kembali muncul ketika relawan hadir sekadar menghibur.
</p>
<p>Suasana tenda berwarna oranye yang gelap hanya diterangi cahaya senter.
</p>
<p>Di tengah kelelahan itu, Anies Baswedan, yang akrab disapa Abah, duduk dikelilingi anak-anak dan membawakan sebuah dongeng.
</p>
<p>Ia mengisahkan cerita tentang seorang anak bernama Badu yang suka berbohong hingga akhirnya benar-benar digigit buaya.
</p>
<p>Pesan moral itu disampaikan dengan interaksi langsung.
</p>
<p>“Apa pelajarannya di sini? Tidak boleh apa? Bohong,” ucap Anies, disambut jawaban serentak anak-anak: “Harus jujur.”
</p>
<p>Tawa dan celoteh pecah ketika Anies mendalami ceritanya dengan peragaan.
</p>
<p>Anak-anak tampak fokus, sesekali bersorak, seakan lupa sejenak pada duka yang mereka alami.
</p>
<p>Dengan rompi biru bertuliskan weAreHumanies dan syal bermotif hitam putih, Anies terlihat serius namun hangat.
</p>
<p>Di belakangnya, pakaian dan tas tergantung di kayu penopang tenda, memperlihatkan kesederhanaan hidup pengungsi.
</p>
<p>Malam itu, tenda pengungsian yang muram berubah menjadi ruang penuh riuh tawa dan pesan kejujuran.
</p>
<p>Baca juga:  Mendagri Minta Kepala Daerah Jangan Korupsi Dana Bencana: Saya Mohon, Sanksinya Dunia Akhirat
</p>
<p>Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, meninggalkan luka mendalam bagi warga.
</p>
<p>Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang mencatat 58 jiwa meninggal, 23 hilang, dan lebih dari 262.000 jiwa mengungsi di 12 kecamatan.
</p>
<p>Sementara itu, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bencana di Sumatra secara keseluruhan menewaskan 961 orang, 293 hilang, dan 5.000 luka-luka.
</p>
<h2 style="text-align: left;">Kunjungi dan Beri Bantuan di Desa Terparah</h2>
<p>Selain mendongeng, Anies juga mengunjungi salah satu desa terparah terdampak banjir di Aceh Tamiang. Kedatangannya untuk menghantarkan bantuan logistik sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat.
</p>
<p>Kunjungan ini tidak banyak diketahui publik, hanya beredar melalui akun TikTok “Apa Aja” yang diunggah 16 jam sebelum Selasa (9/12/2025) pukul 11.30 WIB.
</p>
<p>Di desa itu, Anies terlihat berada di sebuah pondok pesantren yang masih berdiri kokoh meski banyak rumah hancur disapu air dan hantaman kayu-kayu besar bekas ilegal logging dari pegunungan. Di sekitar pesantren, sebuah masjid tetap tegak berdiri.
</p>
<p>Saat bercengkrama dengan seorang ustadz, Anies menyebut banjir di Aceh Tamiang sebagai musibah. Ia menilai pesantren menjadi benteng yang melindungi rumah-rumah penduduk dari hantaman kayu besar.
</p>
<p>“Tadi bapak bilang kayu ini dengan akar-akarnya, iya ini artinya kayu ini kan langsung dari hutan ada yang sudah terpotong-potong juga ya,” ucap Anies.
</p>
<p>Ia menambahkan, “InsyaAllah, dalam suasana seperti ini sulit untuk berbicara hikmah. Tapi kami yakin hikmah itu ada.”
</p>
<p>Anies juga mengingatkan bahwa pada 2005 tempat itu pernah terkubur, namun ia percaya suatu saat pondok pesantren akan menjadi besar.
</p>
<p>“Ini justru jadi catatan dan sejarah bahwa daerah ini pernah diterpa gempa, pernah dilanda suasana seperti saat ini, terus bangkit. Pondok pesantren ini semakin tua semakin kokoh. Biar masjid ini menjadi simbol. Namanya masjid apa?” tanyanya.
</p>
<p>Ustadz menjawab, “Masjid Assunnah, Pesantren Darul Mukhlisin.”
</p>
<p>Namun kondisi pengungsian tetap penuh tantangan. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Langsa, Putra Zulfirman, melaporkan banyak pengungsi mulai terserang penyakit.
</p>
<p>“Warga yang mengungsi banyak mengalami ISPA, batuk, demam, penyakit kulit, dan gatal-gatal. Anak-anak juga mulai mengalami gangguan pencernaan akibat kondisi lingkungan yang tidak higienis,” ujarnya.
</p>
<p>Seorang warga pengungsi menambahkan, “Kami sudah seminggu di tenda, anak-anak sering batuk dan demam. Air bersih sangat terbatas.”
</p>
<p>Di tengah kondisi itu, dongeng sederhana dan kunjungan ke desa terparah menjadi hiburan sekaligus pengingat bahwa kejujuran dan semangat bangkit adalah nilai yang harus dijaga, bahkan di saat paling sulit.
</p>
<p>Di balik riuh tenda dan kokohnya masjid pengungsian, pesan jujur dan semangat bangkit menjadi cahaya kecil bagi Aceh Tamiang.
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/anies-mendongeng-untuk-anak-korban-banjir-di-aceh-tenda-pengungsian-pecah/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IOF menghancurkan 1.600 bangunan perumahan, 13.000 tenda, menggusur lebih dari 350.000 dalam satu bulan</title>
		<link>https://bnbabel.com/iof-menghancurkan-1-600-bangunan-perumahan-13-000-tenda-menggusur-lebih-dari-350-000-dalam-satu-bulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 04:55:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[IOF]]></category>
		<category><![CDATA[Lebih]]></category>
		<category><![CDATA[menggusur]]></category>
		<category><![CDATA[menghancurkan]]></category>
		<category><![CDATA[Perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[tenda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/iof-menghancurkan-1-600-bangunan-perumahan-13-000-tenda-menggusur-lebih-dari-350-000-dalam-satu-bulan/</guid>

					<description><![CDATA[Gaza, (pic) Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO) melaporkan pada hari Sabtu bahwa pasukan pendudukan Israel (IOF) telah menghancurkan 1.600 bangunan perumahan dan 13.000 tenda yang melindungi keluarga pengungsi, secara paksa <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/iof-menghancurkan-1-600-bangunan-perumahan-13-000-tenda-menggusur-lebih-dari-350-000-dalam-satu-bulan/" title="IOF menghancurkan 1.600 bangunan perumahan, 13.000 tenda, menggusur lebih dari 350.000 dalam satu bulan" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/iof-menghancurkan-1-600-bangunan-perumahan-13-000-tenda-menggusur-lebih-dari-350-000-dalam-satu-bulan/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Gaza, (pic)</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO) melaporkan pada hari Sabtu bahwa pasukan pendudukan Israel (IOF) telah menghancurkan 1.600 bangunan perumahan dan 13.000 tenda yang melindungi keluarga pengungsi, secara paksa mencabut lebih dari 350.000 penduduk dari lingkungan timur ke bagian tengah dan barat kota Gaza sejak awal penyerangan mereka pada 11 Agustus.
</p>
<p>Dalam sebuah pernyataan, GMO menggambarkan penargetan lingkungan sipil Gaza sebagai “brutal,” bagian dari kampanye penghancuran sistematis, genosida, pembersihan etnis, dan perpindahan paksa yang telah menandai serangan tanah sejak awal.
</p>
<p>Pernyataan itu menolak pernyataan oleh Menteri Perang Israel Yisrael Katz, yang mengklaim “gerbang neraka di Gaza telah dibuka pada perlawanan,” menyebutnya narasi yang membalikkan kenyataan. Itu menekankan, “Yang benar adalah bahwa pendudukan secara sistematis melepaskan tembakan pada warga sipil yang tidak bersenjata, menghancurkan rumah, rumah sakit, sekolah, masjid, dan tenda, bukan target militer.”
</p>
<p>GMO menekankan bahwa kampanye ini merupakan “pelanggaran terang -terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional dan konvensi Jenewa, dan berfungsi sebagai pembenaran yang berkelanjutan untuk genosida, pembersihan etnis, dan perpindahan paksa” terhadap kota yang berpenduduk padat dengan ratusan ribu anak, wanita, dan penduduk lanjut usia.
</p>
<p>Sejak awal ofensif, IOF telah benar-benar menghancurkan lebih dari 1.600 menara perumahan bertingkat dan sangat merusak 2.000 bangunan lainnya, selain menghancurkan lebih dari 13.000 tenda yang melindungi keluarga pengungsi.
</p>
<p>Pada bulan September saja, IOF menghancurkan 70 bangunan sepenuhnya, rusak parah 120 lebih, dan menghancurkan lebih dari 3.500 tenda, semakin mengintensifkan penderitaan penduduk yang terlantar.
</p>
<p>GMO mencatat bahwa bangunan yang hancur berisi lebih dari 10.000 unit perumahan, rumah bagi lebih dari 50.000 orang, sementara tenda yang ditargetkan melindungi lebih dari 52.000 orang yang terlantar. Secara total, lebih dari 100.000 orang telah kehilangan rumah mereka, yang mengakibatkan pemindahan paksa lebih dari 350.000 penduduk dari lingkungan timur menuju Gaza tengah dan barat, sebuah situasi yang digambarkan oleh GMO sebagai “bukti yang jelas tentang kejahatan perang melalui pembersihan etnis dan genosida yang sistematis.”
</p>
<p>GMO menguraikan lingkungan dan kamp-kamp yang terkena dampak utama, termasuk Shuja’iyya, Zeitoun, Tuffah, Daraj, Rimal Utara dan Selatan, Tel Al-Hawa, Sheikh Radwan, Sabra, Al-Nasr, Al-Shati, dan Sheikh Ajleen, bersama dengan sub-divisi seperti Harazin.
</p>
<p>Pernyataan itu menyimpulkan, “Pendudukan sengaja menargetkan warga sipil, rumah mereka, dan lokasi perpindahan, melakukan genosida yang jelas dan sistematis, pembersihan etnis, dan perpindahan paksa,” mendesak masyarakat internasional untuk segera bertindak untuk melindungi warga sipil yang tidak bersenjata.
</p>
<p>Perkiraan PBB menunjukkan bahwa lebih dari satu juta orang tinggal di Kota Gaza dan sekitarnya sebelum IOF mengintensifkan serangannya, yang menargetkan bangunan bertingkat tinggi minggu lalu.
</p>
<p>Pada hari Sabtu, IOF menjatuhkan selebaran yang menginstruksikan penduduk lingkungan Barat untuk mengungsi, sementara pertahanan sipil melaporkan serangan udara yang sedang berlangsung. Mayoritas populasi Gaza, lebih dari dua juta, telah dipaksa untuk pindah beberapa kali selama perang.
</p>
<p>IOF baru -baru ini menghancurkan beberapa menara perumahan di Gaza City, menyatakan bahwa ia bertujuan untuk “mengintensifkan serangan yang ditargetkan untuk merusak infrastruktur Hamas dan mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh para pejuangnya.”
</p>
<p>Perserikatan Bangsa -Bangsa telah berulang kali memperingatkan bencana kemanusiaan jika Israel melanjutkan rencananya untuk menduduki Kota Gaza, sementara organisasi kemanusiaan mengecam perpindahan paksa penduduk utara yang diperbarui ke selatan.
</p>
<p><b>RisalahPos.com Network</b>
</p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/iof-menghancurkan-1-600-bangunan-perumahan-13-000-tenda-menggusur-lebih-dari-350-000-dalam-satu-bulan/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
