<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Emas - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/emas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jan 2026 04:12:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Emas - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim</title>
		<link>https://bnbabel.com/kontroversi-bahlil-anak-emas-dua-rezim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 04:12:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil]]></category>
		<category><![CDATA[Dua]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Rezim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/kontroversi-bahlil-anak-emas-dua-rezim/</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Drs. Ariadi MSi MARI kita bedah kenapa Bahlil Lahadalia bisa menjadi “anak emas” di dua rezim (Jokowi dan Prabowo) meskipun penuh kontroversi. Dari kacamata investigatif dan politik, posisi Bahlil <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/kontroversi-bahlil-anak-emas-dua-rezim/" title="Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kontroversi-bahlil-anak-emas-dua-rezim/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-3778528813261981997" itemprop="articleBody">
<p><b>Oleh: Drs. Ariadi MSi</b></p>
<p>MARI kita bedah kenapa Bahlil Lahadalia bisa menjadi “anak emas” di dua rezim (Jokowi dan Prabowo) meskipun penuh kontroversi.</p>
<p>Dari kacamata investigatif dan politik, posisi Bahlil bukan sekadar menteri biasa. Dia adalah “The Ultimate Fixer” atau eksekutor lapangan yang berani “kotor tangan” untuk kepentingan penguasa.</p>
<p>Berikut adalah bedah rekam jejak dan analisis kenapa dia begitu disayang elite:</p>
<p>Profil: Dari Sopir Angkot ke Puncak Kekuasaan (Narasi Zero to Hero)</p>
<p>Secara personal branding, kisah hidupnya “menjual”. Lahir di Maluku, besar di Papua, pernah jadi supir angkot dan penjual kue. Ini narasi yang disukai politisi untuk menunjukkan keberpihakan pada “wong cilik”.</p>
<p>Jalur Masuk: Jalur utamanya bukan akademisi atau teknokrat, tapi HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Di sini dia membangun jaringan bisnis dan politik yang kuat, termasuk kedekatan awal dengan Jokowi yang juga berlatar belakang pengusaha.</p>
<p>Kenapa Dia Jadi “Kesayangan”? (Analisis Behind The Scenes). Bahlil memiliki apa yang jarang dimiliki teknokrat lulusan Ivy League: Loyalitas Tanpa Syarat &amp; Keberanian Menabrak Aturan.</p>
<p>Eksekutor “Hilirisasi” &amp; Investasi: Jokowi butuh uang masuk cepat. Bahlil dengan gaya preman pasarnya (dalam arti positif: lincah, berani terobos birokrasi) mampu merealisasikan target investasi yang macet di tangan menteri sebelumnya (seperti Tom Lembong). Dia yang membereskan sengketa lahan dan izin di lapangan.</p>
<p>Operator Politik “Kotor”</p>
<p>Kudeta Partai Golkar: Ingat bagaimana Airlangga Hartarto tiba-tiba mundur dan Bahlil naik jadi Ketua Umum Golkar dalam waktu kilat (Agustus 2024)? Ini operasi senyap tingkat tinggi untuk mengamankan kendaraan politik bagi Jokowi dan Prabowo di parlemen. Bahlil adalah “kuda troya” yang sukses menjalankan misi ini.</p>
<p>Izin Tambang untuk Ormas: Bahlil adalah otak di balik kebijakan membagi-bagikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) ke ormas keagamaan. Secara politis, ini langkah jenius (dan licik) untuk “membeli” diam dan dukungan ormas besar agar tidak mengkritik pemerintah.</p>
<p>Rekam Jejak Kontroversi (Yang Justru Disukai Penguasa)</p>
<p>Kontroversi Bahlil justru menunjukkan dia siap menjadi “bemper” presiden. Dia pasang badan, sehingga kritik publik mengarah ke dia, bukan ke Presiden.</p>
<p>Skandal Gelar Doktor UI (S3 Kilat): Meraih gelar doktor dalam 20 bulan di UI, yang kemudian ditangguhkan. Ini menunjukkan ambisinya untuk mendapatkan legitimasi akademis demi menutupi kekurangan latar belakang pendidikannya, meski caranya menabrak etika akademik.</p>
<p>Raja Jawa &amp; Konflik Kepentingan: Ucapannya soal “Jangan main-main dengan Raja Jawa” adalah sinyal terbuka kepada musuh politik Jokowi. Di sisi lain, investigasi media (seperti Tempo) sering menyoroti dugaan perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengannya mendapat “karpet merah” di sektor tambang nikel.</p>
<p>Kasus “Upeti” Izin Tambang: Sempat ramai isu dugaan permintaan “fee” untuk menghidupkan kembali izin tambang yang dicabut. Meski dibantah, isu ini memperkuat citra bahwa kekuasaan perizinan di tangannya sangat transactional.</p>
<p>Kesimpulan: Aset atau Beban?</p>
<p>Di mata publik dan pengamat hukum, Bahlil mungkin dilihat sebagai simbol kemunduran etika pejabat publik (konflik kepentingan, etika akademik).</p>
<p>Namun, di mata Presiden (Jokowi dan Prabowo), Bahlil adalah aset tak ternilai. Kenapa? Karena dia: Pencari Dana (Fundraiser) lewat kendali atas tambang dan investasi; Pengendali Partai: Memegang Golkar berarti mengamankan stabilitas parlemen dan Bemper Politik: Siap disalahkan demi melindungi “Bos Besar”.</p>
<p>Selama politik Indonesia masih transaksional dan butuh “dana taktis” dari sumber daya alam, orang seperti Bahlil akan selalu mendapat panggung utama.</p>
<p>Dia bukan sekadar menteri, dia adalah “kasir” dan “jenderal lapangan” untuk urusan logistik politik. </p>
<p>Akademisi dan Praktisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kontroversi-bahlil-anak-emas-dua-rezim/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Momen Purbaya Batuk-Batuk saat Bahas Bea Keluar Emas: Produsen Ngutuk Saya Nih!</title>
		<link>https://bnbabel.com/momen-purbaya-batuk-batuk-saat-bahas-bea-keluar-emas-produsen-ngutuk-saya-nih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 02:14:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[‘’Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Bahas]]></category>
		<category><![CDATA[BatukBatuk]]></category>
		<category><![CDATA[Bea]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Keluar]]></category>
		<category><![CDATA[Momen]]></category>
		<category><![CDATA[Ngutuk]]></category>
		<category><![CDATA[NIH]]></category>
		<category><![CDATA[Produsen]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Saat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/momen-purbaya-batuk-batuk-saat-bahas-bea-keluar-emas-produsen-ngutuk-saya-nih/</guid>

					<description><![CDATA[– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menjadi pusat perhatian dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR, Senin (8/12/2025). Pasalnya, ia sempat batuk berulang kali saat menjelaskan kebijakan Bea <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/momen-purbaya-batuk-batuk-saat-bahas-bea-keluar-emas-produsen-ngutuk-saya-nih/" title="Momen Purbaya Batuk-Batuk saat Bahas Bea Keluar Emas: Produsen Ngutuk Saya Nih!" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/momen-purbaya-batuk-batuk-saat-bahas-bea-keluar-emas-produsen-ngutuk-saya-nih/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-5236581290318265945" itemprop="articleBody">
<p><b/>  – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menjadi pusat perhatian dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR, Senin (8/12/2025). Pasalnya, ia sempat batuk berulang kali saat menjelaskan kebijakan Bea Keluar (BK) emas.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Awalnya, Purbaya memaparkan prinsip penerapan BK emas, yang tarifnya diatur agar produk hulu dikenakan tarif yang lebih tinggi dibandingkan produk hilir, sebagai insentif untuk hilirisasi.
</p>
<p>Di tengah penjelasannya, Purbaya harus berhenti sejenak untuk minum karena batuknya yang tak kunjung reda. Melihat itu, Ketua Komisi XI DPR, Mukhammad Misbakhun sempat menyela.
</p>
<p>Purbaya kemudian menanggapi batuknya dengan nada bercanda, mengaitkannya dengan reaksi para pengusaha emas terhadap kebijakan baru yang ia sampaikan.
</p>
<p>“Mungkin produsen emas ngutuk saya dari jauh nih hahahaha mau narikin bea nih,” kata Purbaya disambut tawa.
</p>
<p>Namun, batuk Purbaya muncul lagi setelahnya. Misbakhun kembali mengingatkan agar Purbaya tenang.
</p>
<p>“Calm down Pak,” ucap Misbakhun.
</p>
<p>Purbaya pun membalas dengan candaan lagi.
</p>
<p>“Doanya kuat juga mereka,” candanya.
</p>
<p>Dalam paparannya, Purbaya menjelaskan bahwa pengawasan ekspor emas diperkuat melalui ketentuan yang melarang ekspor produk emas dengan kadar di bawah 99 persen. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan nilai tambah komoditas mineral dan kepatuhan pajak
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/momen-purbaya-batuk-batuk-saat-bahas-bea-keluar-emas-produsen-ngutuk-saya-nih/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para Ilmuwan Telah Menemukan Organisme yang Melanggar Aturan Emas Biologi</title>
		<link>https://bnbabel.com/para-ilmuwan-telah-menemukan-organisme-yang-melanggar-aturan-emas-biologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 01:24:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aturan]]></category>
		<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[Melanggar]]></category>
		<category><![CDATA[Menemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Organisme]]></category>
		<category><![CDATA[para]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Telah]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/para-ilmuwan-telah-menemukan-organisme-yang-melanggar-aturan-emas-biologi/</guid>

					<description><![CDATA[Sebuah archaeon membaca kodon yang sama dengan dua cara berbeda, membalikkan doktrin yang telah bertahan selama 60 tahun. Organisme hidup biasanya membaca kode DNA dengan cara yang sangat ketat dan <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/para-ilmuwan-telah-menemukan-organisme-yang-melanggar-aturan-emas-biologi/" title="Para Ilmuwan Telah Menemukan Organisme yang Melanggar Aturan Emas Biologi" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/para-ilmuwan-telah-menemukan-organisme-yang-melanggar-aturan-emas-biologi/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Sebuah archaeon membaca kodon yang sama dengan dua cara berbeda, membalikkan doktrin yang telah bertahan selama 60 tahun. Organisme hidup biasanya membaca kode DNA dengan cara yang sangat ketat dan dapat diprediksi. Setiap kodon, yang merupakan kumpulan tiga nukleotida dalam suatu gen, berhubungan dengan satu asam amino spesifik yang menjadi bagian dari (…)</p>
<p style="text-align: center;"><i>JetMedia Digital Agency</i></p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/para-ilmuwan-telah-menemukan-organisme-yang-melanggar-aturan-emas-biologi/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nanocluster Emas Dapat Meningkatkan Kekuatan Komputer Quantum</title>
		<link>https://bnbabel.com/nanocluster-emas-dapat-meningkatkan-kekuatan-komputer-quantum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 22:07:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Dapat]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Nanocluster]]></category>
		<category><![CDATA[Quantum]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/nanocluster-emas-dapat-meningkatkan-kekuatan-komputer-quantum/</guid>

					<description><![CDATA[Para peneliti menemukan bahwa “atom super” emas dapat berperilaku seperti atom dalam sistem kuantum tingkat atas—hanya saja jauh lebih mudah untuk diukur. Cluster kecil ini dapat disesuaikan pada tingkat molekuler, <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/nanocluster-emas-dapat-meningkatkan-kekuatan-komputer-quantum/" title="Nanocluster Emas Dapat Meningkatkan Kekuatan Komputer Quantum" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/nanocluster-emas-dapat-meningkatkan-kekuatan-komputer-quantum/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Para peneliti menemukan bahwa “atom super” emas dapat berperilaku seperti atom dalam sistem kuantum tingkat atas—hanya saja jauh lebih mudah untuk diukur. Cluster kecil ini dapat disesuaikan pada tingkat molekuler, menawarkan landasan yang kuat dan dapat disesuaikan untuk perangkat kuantum generasi berikutnya. Cluster Emas sebagai Blok Bangunan Kuantum yang Dapat Diskalakan Komputer kuantum, sensor, dan teknologi canggih lainnya (…)</p>
<p style="text-align: center;"><i>JetMedia Digital Agency</i></p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/nanocluster-emas-dapat-meningkatkan-kekuatan-komputer-quantum/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HKN ke-61, Pemerintah Aceh Fokus Bangun Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045</title>
		<link>https://bnbabel.com/hkn-ke-61-pemerintah-aceh-fokus-bangun-generasi-sehat-menuju-indonesia-emas-2045/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 19:44:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Bangun]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Fokus]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[HKN]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ke61]]></category>
		<category><![CDATA[Menuju]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/hkn-ke-61-pemerintah-aceh-fokus-bangun-generasi-sehat-menuju-indonesia-emas-2045/</guid>

					<description><![CDATA[KOTA ACEH – Pemerintah Aceh menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu (12/11/2025). Pada kesempatan tersebut, Sekda Aceh, M. Nasir, <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/hkn-ke-61-pemerintah-aceh-fokus-bangun-generasi-sehat-menuju-indonesia-emas-2045/" title="HKN ke-61, Pemerintah Aceh Fokus Bangun Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/hkn-ke-61-pemerintah-aceh-fokus-bangun-generasi-sehat-menuju-indonesia-emas-2045/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p><strong>KOTA ACEH</strong> – Pemerintah Aceh menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu (12/11/2025). Pada kesempatan tersebut, Sekda Aceh, M. Nasir, bertindak sebagai Inspektur Upacara.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Dalam amanatnya, M. Nasir menyampaikan pentingnya membangun generasi yang sehat sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa kualitas kesehatan masyarakat hari ini menentukan kemajuan bangsa di masa depan.
</p>
<p>“Transformasi kesehatan merupakan langkah nyata pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau. Fokus kita bukan hanya mengobati yang sakit, tetapi menjaga agar masyarakat tetap sehat,” ujar M. Nasir.
</p>
<p>M. Nasir juga menyampaikan sejumlah capaian penting dalam pelaksanaan Transformasi Kesehatan Nasional, di antaranya meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah diikuti lebih dari 52 juta orang, penurunan prevalensi stunting balita menjadi 19,8 persen, serta peningkatan mutu layanan rumah sakit di berbagai daerah.
</p>
<p>M. Nasir menegaskan bahwa transformasi kesehatan hanya akan berhasil jika disertai dengan transformasi budaya kerja. Ia mendorong seluruh pegawai dan pejabat pemerintah untuk melakukan gerakan perubahan cara pikir dan cara kerja menuju birokrasi yang kompeten, akuntabel, dan selaras dalam mengawal serta menyukseskan transformasi kesehatan.
</p>
<p>“Perjalanan menuju Indonesia Sehat adalah perjalanan panjang dan penuh tantangan, namun dengan kerja sama, tekad, dan semangat gotong royong, kita akan mampu mewujudkan generasi yang sehat dan masa depan yang hebat,” ujarnya.
</p>
<p>Mengakhiri amanatnya, Sekda mengajak seluruh insan kesehatan dan masyarakat Aceh untuk menjadikan Hari Kesehatan Nasional ke-61 sebagai momentum memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam membangun masyarakat Aceh yang sehat, produktif, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.
</p>
<p>Turut berhadir pada kesempatan tersebut Asisten I Sekda Aceh Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, unsur Forkopimda Aceh, jajaran SKPA terkait, para Direktur Utama Rumah Sakit di Aceh, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh, serta para mahasiswa bidang kesehatan. ()
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/hkn-ke-61-pemerintah-aceh-fokus-bangun-generasi-sehat-menuju-indonesia-emas-2045/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Memecahkan Misteri Emas Sutra Laut yang Tak Pudar Berusia 2.000 Tahun</title>
		<link>https://bnbabel.com/ilmuwan-memecahkan-misteri-emas-sutra-laut-yang-tak-pudar-berusia-2-000-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 11:48:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Berusia]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Memecahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Misteri]]></category>
		<category><![CDATA[Pudar]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sutra]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Tak]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/ilmuwan-memecahkan-misteri-emas-sutra-laut-yang-tak-pudar-berusia-2-000-tahun/</guid>

					<description><![CDATA[Dulunya merupakan kain yang diperuntukkan bagi para kaisar, “sutra laut” yang terkenal telah dihidupkan kembali oleh para ilmuwan Korea yang menemukan cara untuk menciptakan kembali kilau emas legendarisnya dengan menggunakan <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/ilmuwan-memecahkan-misteri-emas-sutra-laut-yang-tak-pudar-berusia-2-000-tahun/" title="Ilmuwan Memecahkan Misteri Emas Sutra Laut yang Tak Pudar Berusia 2.000 Tahun" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/ilmuwan-memecahkan-misteri-emas-sutra-laut-yang-tak-pudar-berusia-2-000-tahun/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Dulunya merupakan kain yang diperuntukkan bagi para kaisar, “sutra laut” yang terkenal telah dihidupkan kembali oleh para ilmuwan Korea yang menemukan cara untuk menciptakan kembali kilau emas legendarisnya dengan menggunakan benang byssus pada cangkang pena. Kain mewah yang dulu hanya dikenakan oleh kaisar kuno telah diciptakan kembali melalui karya inovatif para ilmuwan Korea. Dipimpin oleh (…)</p>
<p style="text-align: center;"><i>JetMedia Digital Agency</i></p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/ilmuwan-memecahkan-misteri-emas-sutra-laut-yang-tak-pudar-berusia-2-000-tahun/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Katalis Bertenaga Emas Baru Menghancurkan Tolok Ukur Kimia Ramah Lingkungan yang Berusia Satu Dekade</title>
		<link>https://bnbabel.com/katalis-bertenaga-emas-baru-menghancurkan-tolok-ukur-kimia-ramah-lingkungan-yang-berusia-satu-dekade/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 19:26:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Bertenaga]]></category>
		<category><![CDATA[Berusia]]></category>
		<category><![CDATA[Dekade]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Katalis]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[menghancurkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[tolok]]></category>
		<category><![CDATA[ukur]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/katalis-bertenaga-emas-baru-menghancurkan-tolok-ukur-kimia-ramah-lingkungan-yang-berusia-satu-dekade/</guid>

					<description><![CDATA[Katalis emas-perovskit baru mencapai hasil asetaldehida tertinggi dari bioetanol pada suhu lebih rendah. Asetaldehida memainkan peran penting sebagai bahan penyusun kimia dan umumnya diproduksi melalui proses oksidasi Wacker berbasis etilen. <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/katalis-bertenaga-emas-baru-menghancurkan-tolok-ukur-kimia-ramah-lingkungan-yang-berusia-satu-dekade/" title="Katalis Bertenaga Emas Baru Menghancurkan Tolok Ukur Kimia Ramah Lingkungan yang Berusia Satu Dekade" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/katalis-bertenaga-emas-baru-menghancurkan-tolok-ukur-kimia-ramah-lingkungan-yang-berusia-satu-dekade/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Katalis emas-perovskit baru mencapai hasil asetaldehida tertinggi dari bioetanol pada suhu lebih rendah. Asetaldehida memainkan peran penting sebagai bahan penyusun kimia dan umumnya diproduksi melalui proses oksidasi Wacker berbasis etilen. Namun, metode tradisional ini mahal dan merusak lingkungan. Para peneliti telah lama mencari alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan, seperti (…)</p>
<p><b>RisalahPos.com Network</b>
</p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/katalis-bertenaga-emas-baru-menghancurkan-tolok-ukur-kimia-ramah-lingkungan-yang-berusia-satu-dekade/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para ilmuwan menumbuhkan &#8220;jarum kuantum emas&#8221; untuk pencitraan biomedis yang lebih tajam</title>
		<link>https://bnbabel.com/para-ilmuwan-menumbuhkan-jarum-kuantum-emas-untuk-pencitraan-biomedis-yang-lebih-tajam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 17:44:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Biomedis]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[jarum]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantum]]></category>
		<category><![CDATA[Lebih]]></category>
		<category><![CDATA[Menumbuhkan]]></category>
		<category><![CDATA[para]]></category>
		<category><![CDATA[Pencitraan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[tajam]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/para-ilmuwan-menumbuhkan-jarum-kuantum-emas-untuk-pencitraan-biomedis-yang-lebih-tajam/</guid>

					<description><![CDATA[Evolusi struktural nanokluser emas: dari nukleasi anisotropik hingga pertumbuhan menjadi jarum kuantum emas. Struktur ditentukan oleh kristalografi sinar-X. Residu organik dari ligan permukaan dihilangkan untuk kejelasan. Kode Warna: AU (Emas): <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/para-ilmuwan-menumbuhkan-jarum-kuantum-emas-untuk-pencitraan-biomedis-yang-lebih-tajam/" title="Para ilmuwan menumbuhkan &#8220;jarum kuantum emas&#8221; untuk pencitraan biomedis yang lebih tajam" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/para-ilmuwan-menumbuhkan-jarum-kuantum-emas-untuk-pencitraan-biomedis-yang-lebih-tajam/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<figure id="attachment_493597" aria-describedby="caption-attachment-493597" style="width: 777px" class="wp-caption aligncenter"><figcaption id="caption-attachment-493597" class="wp-caption-text">Evolusi struktural nanokluser emas: dari nukleasi anisotropik hingga pertumbuhan menjadi jarum kuantum emas. Struktur ditentukan oleh kristalografi sinar-X. Residu organik dari ligan permukaan dihilangkan untuk kejelasan. Kode Warna: AU (Emas): Kuning; S: Merah. Kredit: Takano et al 2025</figcaption></figure>
<h3>Aplikasi potensial berkisar dari pencitraan biomedis hingga konversi energi cahaya.</h3>
<p>Peneliti Universitas Tokyo Shinjiro Takano, Yuya Hamasaki, dan Tatsuya Tsukuda secara langsung mencitrakan bagaimana pengaturan geometris atom dalam nanokluser emas berkembang pada tahap pertumbuhan yang paling awal.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Dalam kondisi yang sama, tim juga “menumbuhkan” struktur nanocluster memanjang yang tidak terduga yang mereka beri nama “jarum kuantum emas.” Karena “jarum” ini merespons kuat terhadap cahaya inframerah dekat, mereka dapat memungkinkan pencitraan biomedis yang lebih tajam dan konversi energi cahaya yang lebih efektif. Temuan dilaporkan di <em>Jurnal American Chemical Society</em>.
</p>
<p>Emas dapat membangkitkan kemewahan, namun di <span class="glossaryLink" aria-describedby="tt" data-cmtooltip="&lt;div class=glossaryItemTitle&gt;nanoscale&lt;/div&gt;&lt;div class=glossaryItemBody&gt;The term &quot;nanoscale&quot; refers to dimensions that are measured in nanometers (nm), with one nanometer equaling one-billionth of a meter. This scale encompasses sizes from approximately 1 to 100 nanometers, where unique physical, chemical, and biological properties emerge that are not present in bulk materials. At the nanoscale, materials exhibit phenomena such as quantum effects and increased surface area to volume ratios, which can significantly alter their optical, electrical, and magnetic behaviors. These characteristics make nanoscale materials highly valuable for a wide range of applications, including electronics, medicine, and materials science.&lt;/div&gt;" data-gt-translate-attributes="({" attribute="" tabindex="0" role="link">nano</span>ini adalah bahan vital dalam teknologi modern karena membentuk struktur yang tidak biasa dengan sifat yang berbeda. Nanoclusters emas dengan kurang dari 100 atom biasanya diproduksi dengan mengurangi, yaitu, menambahkan elektron, ion prekursor emas di hadapan ligan pelindung. Meskipun demikian, mencapai kontrol yang tepat atas ukuran, bentuk, dan komposisi tetap sulit.
</p>
<h4>Membuka “Kotak Hitam” dari Formasi Cluster</h4>
<p>“Selama beberapa tahun terakhir,” kata Tsukuda, peneliti utama, “banyak upaya telah dikhususkan untuk memahami korelasi antara struktur dan sifat fisikokimia dari nanokluser. Namun, proses pembentukan dianggap sebagai kotak hitam. Kami memprakarsai proyek ini dengan menargetkan tahap awal untuk pembentukan cluster akan mengarah pada pengembangan baru,” target pembangunan akan mengarah pada pengembangan, “akan mengarah pada pengembangan,” target pembangunan baru, “target pembangunan baru,” target pembangunan, “akan mengarah pada pengembangan,” target baru, “target pembangunan clusing akan mengarah pada pengembangan,” target baru, “target untuk pengembangan,” target baru, “target untuk pengembangan,” target untuk pengembangan, “target untuk pengembangan,” Target New, “Target untuk pengembangan.”
</p>
<p>Dengan demikian, para peneliti menetapkan untuk menentukan struktur geometris nanoclusters emas pada tahap awal pembentukannya. Mereka menggunakan kondisi sintesis yang sedikit tidak biasa untuk menjebak nanoclusters pada tahap pertumbuhan pertama. Analisis difraksi sinar-X kristal tunggal, sinar-X untuk senyawa kimia, jika Anda mau, mengungkapkan bahwa nanoclusters emas tumbuh secara anisotropik, pada tingkat yang berbeda dalam arah yang berbeda.
</p>
<h4>Penemuan jarum kuantum emas</h4>
<p>Selain itu, analisis ini mengungkapkan struktur yang sama sekali baru: nanoclusters berbentuk pensil yang terdiri dari trimers segitiga dan tetramer tetramedral. Para peneliti menamai mereka “jarum kuantum emas” karena elektron yang dibatasi dalam nanokluser ini menunjukkan perilaku terkuantisasi, sebuah fenomena kuantum di mana elektron hanya dapat mengambil energi potensial tertentu.
</p>
<p>“Kami dapat secara surut menjelaskan proses pembentukan serangkaian nanokluser emas kecil di bawah kondisi sintetis kami yang tidak biasa,” jelas Tsukuda. “Namun, pembentukan jarum dengan pangkal segitiga tiga atom emas, bukan gugus yang hampir bulat adalah temuan kebetulan yang jauh di luar imajinasi kita.”
</p>
<p>Snapshot struktural yang diperoleh para peneliti tentang pertumbuhan bertahap dari nanokluster emas sangat berkontribusi pada pemahaman kita tentang mekanisme pembentukan. Namun, Tsukuda sudah memikirkan langkah selanjutnya.
</p>
<p>“Kami ingin mengeksplorasi mensintesis nanoclusters unik lainnya dengan memperbaiki kondisi sintesis lebih lanjut. Kami juga ingin berkolaborasi dengan para ahli lain untuk mempromosikan penerapan jarum kuantum emas, memanfaatkan sifat optik yang luar biasa.”
</p>
<p>Referensi: “Visualisasi kristalografi sinar-X dari nukleasi dan pertumbuhan anisotropik dalam kelompok emas yang dilindungi tiolat: menuju sintesis target jarum kuantum emas” oleh Shinjiro Takano, Yuya Hamasaki dan Tatsuya Tsukada, 4 September 2025, <i>Jurnal American Chemical Society</i>.<br />Doi: 10.1021 / jacs.5c11089<!--TrendMD v2.4.8-->
</p>
<p><b>Jangan pernah melewatkan terobosan: Bergabunglah dengan buletin ScitechDaily.</b>
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/para-ilmuwan-menumbuhkan-jarum-kuantum-emas-untuk-pencitraan-biomedis-yang-lebih-tajam/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AS duduk di atas tambang emas mineral kritis &#8211; tetapi mereka dibuang</title>
		<link>https://bnbabel.com/as-duduk-di-atas-tambang-emas-mineral-kritis-tetapi-mereka-dibuang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 04:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Atas]]></category>
		<category><![CDATA[dibuang]]></category>
		<category><![CDATA[Duduk]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Kritis]]></category>
		<category><![CDATA[Mereka]]></category>
		<category><![CDATA[Mineral]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[tetapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/as-duduk-di-atas-tambang-emas-mineral-kritis-tetapi-mereka-dibuang/</guid>

					<description><![CDATA[Tambang klimaks Colorado, yang menghasilkan menghasilkan sekitar 30 juta pon molibdenum setiap tahun, termasuk di antara operasi penambangan AS yang dievaluasi dalam analisis mineral kritis yang diterbitkan dalam jurnal Science. <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/as-duduk-di-atas-tambang-emas-mineral-kritis-tetapi-mereka-dibuang/" title="AS duduk di atas tambang emas mineral kritis &#8211; tetapi mereka dibuang" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/as-duduk-di-atas-tambang-emas-mineral-kritis-tetapi-mereka-dibuang/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<figure id="attachment_493124" aria-describedby="caption-attachment-493124" style="width: 777px" class="wp-caption aligncenter"><figcaption id="caption-attachment-493124" class="wp-caption-text">Tambang klimaks Colorado, yang menghasilkan menghasilkan sekitar 30 juta pon molibdenum setiap tahun, termasuk di antara operasi penambangan AS yang dievaluasi dalam analisis mineral kritis yang diterbitkan dalam jurnal Science. Kredit: Colorado School of Mines</figcaption></figure>
<p><strong>Mineral AS yang kritis sudah ditambang tetapi dibuang. Pemulihan skala kecil dapat memenuhi permintaan dan memotong limbah.</strong></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di <em>Sains</em>tambang AS yang sudah ada sudah menghasilkan semua mineral kritis yang dibutuhkan setiap tahun untuk energi, pertahanan, dan teknologi.
</p>
<p>Masalahnya, jelas Elizabeth Holley, profesor teknik pertambangan di Colorado School of Mines dan penulis utama penelitian, adalah bahwa sumber daya ini tidak dipulihkan. Sebaliknya, mineral seperti kobalt, lithium, gallium, dan elemen tanah jarang, termasuk neodymium dan yttriu, m sedang dibuang dalam aliran limbah operasi penambangan lainnya, seperti untuk emas dan seng.
</p>
<p>“Tantangannya terletak pada pemulihan,” kata Holley. “Ini seperti mengeluarkan garam dari adonan roti – kita perlu melakukan lebih banyak penelitian, pengembangan, dan kebijakan untuk membuat pemulihan mineral kritis ini layak secara ekonomi.”
</p>
<h4>Analisis Data-Berdorong dari Tambang AS</h4>
<p>Untuk melakukan penelitian, Holley dan rekan -rekannya membuat database yang mendokumentasikan output tahunan dari tambang logam yang diizinkan secara federal di seluruh Amerika Serikat. Mereka kemudian menerapkan metode resampling statistik untuk menggabungkan data produksi ini dengan pengukuran geokimia mineral kritis dalam bijih, yang disusun oleh Survei Geologi AS, Geoscience Australia, dan Survei Geologi Kanada.
</p>
<p>Melalui metode ini, para peneliti dapat memperkirakan seberapa banyak mineral kritis ini diproduksi dan diproses di tambang AS setiap tahun tetapi pada akhirnya tidak pulih. Sebaliknya, sumber daya yang berharga ini dibuang sebagai tailing tambang, yang kemudian harus disimpan dan dikelola untuk mengurangi risiko polusi lingkungan.
</p>
<p>“Ini adalah pandangan baru tentang ‘buah gantung rendah’-kami menunjukkan di mana setiap mineral kritis ada dan situs-situs di mana bahkan pemulihan 1 persen dari mineral kritis tertentu dapat membuat perbedaan besar, dalam banyak kasus secara dramatis mengurangi atau bahkan menghilangkan kebutuhan untuk mengimpor mineral itu,” kata Holley.
</p>
<h4>Elemen yang dapat dipulihkan dan dampak potensial</h4>
<p>Analisis dalam <em>Sains</em> Melihat total 70 elemen yang digunakan dalam aplikasi mulai dari elektronik konsumen seperti ponsel hingga perangkat medis hingga satelit hingga energi terbarukan hingga jet tempur dan menunjukkan bahwa produk sampingan yang tidak terulang dari tambang AS lainnya dapat memenuhi permintaan untuk semua kecuali dua – platinum dan paladium.
</p>
<p>Di antara elemen yang termasuk dalam analisis adalah:
</p>
<ul>
<li>Cobalt (CO): Logam abu-abu kebiruan mengkilap ini, penting untuk pembuatan baterai kendaraan listrik, diproduksi sebagai bahan sekunder selama penambangan nikel dan tembaga. Memulihkan di bawah 10 persen dari kobalt yang saat ini ditambang dan diproses tetapi yang tidak dikembalikan akan cukup untuk memasok seluruh industri baterai AS.</li>
<li>Germanium (GE): Semi-logam yang rapuh, putih perak yang digunakan dalam elektronik dan optik inframerah, termasuk sensor untuk rudal dan satelit pertahanan, ditemukan dalam endapan seng dan molibdenum. Dengan merebut kembali kurang dari 1 persen dari germanium yang sudah ditambang dan diproses tetapi tidak pulih di AS, permintaan domestik dapat sepenuhnya dipenuhi tanpa mengandalkan impor.</li>
</ul>
<h4>Peluang lingkungan dan kebijakan</h4>
<p>Manfaat peningkatan pemulihan bukan hanya ekonomi dan geopolitik tetapi juga lingkungan, kata Holley – memulihkan mineral kritis ini alih -alih mengirimnya ke tailing tiang akan mengurangi dampak lingkungan dari limbah tambang dan membuka lebih banyak peluang untuk digunakan kembali dalam konstruksi dan industri lainnya.
</p>
<p>“Sekarang kita tahu situs mana yang merupakan buah yang menggantung rendah, kita perlu melakukan analisis terperinci dari mineral di mana unsur-unsur kimia ini berada dan kemudian menguji teknologi yang cocok untuk pemulihan elemen-elemen dari mineral spesifik itu,” kata Holley. “Kami juga membutuhkan kebijakan yang memberi insentif kepada operator tambang untuk memasukkan infrastruktur pemrosesan tambahan. Meskipun elemen -elemen ini diperlukan, nilai pasar mereka mungkin tidak cukup untuk memotivasi operator untuk berinvestasi dalam peralatan dan proses baru tanpa kebijakan yang tepat.”
</p>
<p>Referensi: “Pemulihan produk sampingan dari tambang logam AS dapat mengurangi ketergantungan impor untuk mineral kritis” oleh Elizabeth A. Holley, Karlie M. Hadden, Dorit Hammerling, Rod Eggert, D. Erik Spiller dan Priscilla P. Nelson, 21 Agustus 2025, <i>Sains</i>.<br />Doi: 10.1126/science.adw8997<!--TrendMD v2.4.8-->
</p>
<p><b>Jangan pernah melewatkan terobosan: Bergabunglah dengan buletin ScitechDaily.</b>
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/as-duduk-di-atas-tambang-emas-mineral-kritis-tetapi-mereka-dibuang/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cacing kuning cerah yang bertahan dengan mengubah racun menjadi &#8220;emas&#8221;</title>
		<link>https://bnbabel.com/cacing-kuning-cerah-yang-bertahan-dengan-mengubah-racun-menjadi-emas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 06:57:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bertahan]]></category>
		<category><![CDATA[Cacing]]></category>
		<category><![CDATA[Cerah]]></category>
		<category><![CDATA[Dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Kuning]]></category>
		<category><![CDATA[Mengubah]]></category>
		<category><![CDATA[Menjadi]]></category>
		<category><![CDATA[Racun]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/cacing-kuning-cerah-yang-bertahan-dengan-mengubah-racun-menjadi-emas/</guid>

					<description><![CDATA[Gambar cacing Alvinellid, Paralvinella Hessleri. Spesimen P. hessleri dengan tentakel bukal diekstrovert, pandangan lateral. Perhatikan bahwa hewan tersebut memiliki warna kuning cerah. Kredit: Wang H, et al., 2025, PLOS Biology, <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/cacing-kuning-cerah-yang-bertahan-dengan-mengubah-racun-menjadi-emas/" title="Cacing kuning cerah yang bertahan dengan mengubah racun menjadi &#8220;emas&#8221;" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/cacing-kuning-cerah-yang-bertahan-dengan-mengubah-racun-menjadi-emas/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<figure id="attachment_491806" aria-describedby="caption-attachment-491806" style="width: 777px" class="wp-caption aligncenter"><figcaption id="caption-attachment-491806" class="wp-caption-text">Gambar cacing Alvinellid, Paralvinella Hessleri. Spesimen P. hessleri dengan tentakel bukal diekstrovert, pandangan lateral. Perhatikan bahwa hewan tersebut memiliki warna kuning cerah. Kredit: Wang H, et al., 2025, PLOS Biology, CC-BY 4.0</figcaption></figure>
<p><strong>Di bagian terdalam Samudra Pasifik, cacing kuning yang bersinar telah menguasai kelangsungan hidup di salah satu tempat paling beracun di Bumi.</strong></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p><em>Berdasarkan arsenik dan sulfida dari ventilasi hidrotermal, ia menetralkan racun dengan mengubahnya menjadi kristal mineral keemasan, mengubah bahan kimia mematikan menjadi perlindungan yang berkilauan.</em>
</p>
<h4>Penemuan cacing tahan racun</h4>
<p>Cacing laut dalam yang hidup di sekitar ventilasi hidrotermal telah mengembangkan trik bertahan hidup yang luar biasa: ia menggabungkan dua zat mematikan, arsenik dan sulfida, di dalam sel-selnya untuk menciptakan mineral yang jauh lebih berbahaya. Penemuan itu, yang dijelaskan oleh Chaolun Li dari Institute of Oceanology, CAS, Cina, dan rekan-rekannya, diterbitkan 26 Agustus dalam jurnal akses terbuka itu <em><span class="glossaryLink" aria-describedby="tt" data-cmtooltip="&lt;div class=glossaryItemTitle&gt;PLOS Biology&lt;/div&gt;&lt;div class=glossaryItemBody&gt;PLOS Biology is a peer-reviewed open-access journal that publishes high-quality research across all areas of biological science. It emphasizes significant advances in understanding living organisms, including their cells, systems, and interactions with the environment, promoting transparency and accessibility in scientific communication through its open-access model.&lt;/div&gt;" data-gt-translate-attributes="({" attribute="" tabindex="0" role="link">PLOS Biologi</span></em>.
</p>
<p>Itu <span class="glossaryLink" aria-describedby="tt" data-cmtooltip="&lt;div class=glossaryItemTitle&gt;species&lt;/div&gt;&lt;div class=glossaryItemBody&gt;A species is a group of living organisms that share a set of common characteristics and are able to breed and produce fertile offspring. The concept of a species is important in biology as it is used to classify and organize the diversity of life. There are different ways to define a species, but the most widely accepted one is the biological species concept, which defines a species as a group of organisms that can interbreed and produce viable offspring in nature. This definition is widely used in evolutionary biology and ecology to identify and classify living organisms.&lt;/div&gt;" data-gt-translate-attributes="({" attribute="" tabindex="0" role="link">jenis</span>dikenal sebagai <em>Paralvinella Hessleri</em>adalah satu-satunya hewan yang dapat menahan zona terpanas dari ventilasi laut dalam di Pasifik barat. Ventilasi ini menyembur air yang sangat panas, kaya mineral yang mengandung konsentrasi sulfida dan arsenik yang tinggi. Seiring waktu, arsenik menumpuk di jaringan cacing, dalam beberapa kasus menyumbang lebih dari 1% dari total berat badannya.</p>
<figure id="attachment_492177" aria-describedby="caption-attachment-492177" style="width: 777px" class="wp-caption aligncenter"><figcaption id="caption-attachment-492177" class="wp-caption-text">Gambar cacing Alvinellid, Paralvinella Hessleri. Gambar close-up cacing P. hessleri dekat dengan ventilasi hidrotermal. Kredit: Wang H, et al., 2025, PLOS Biology, CC-BY 4.0</figcaption></figure>
</p>
<h4>Kehidupan dalam ventilasi laut dalam yang ekstrem</h4>
<p>Untuk mengungkap bagaimana <em>P. Hessler</em> Bertahan dari lingkungan yang bermusuhan, tim Li menggunakan mikroskop canggih bersama <span class="glossaryLink" aria-describedby="tt" data-cmtooltip="&lt;div class=glossaryItemTitle&gt;DNA&lt;/div&gt;&lt;div class=glossaryItemBody&gt;DNA, or deoxyribonucleic acid, is a molecule made of two long strands of nucleotides twisted into a double helix. It serves as the hereditary material in humans and nearly all other organisms, encoding the genetic instructions used for development, functioning, and reproduction. Most DNA resides in the cell nucleus (nuclear DNA), while a smaller portion is found in mitochondria (mitochondrial DNA or mtDNA).&lt;/div&gt;" data-gt-translate-attributes="({" attribute="" tabindex="0" role="link">DNA</span>protein, dan analisis kimia. Pekerjaan mereka mengungkapkan proses detoksifikasi yang sama sekali baru. Cacing menjebak partikel arsenik dalam sel kulitnya, di mana mereka berinteraksi dengan sulfida dari cairan ventilasi untuk membentuk kelompok mineral kuning cerah yang disebut orpiment.
</p>
<p>Proses yang tidak biasa ini menyoroti strategi yang oleh para peneliti digambarkan sebagai “memerangi racun dengan racun.” Ini memungkinkan cacing untuk hidup di lingkungan yang seharusnya sangat beracun. Studi lain menunjukkan bahwa beberapa spesies cacing yang terkait erat dan siput tertentu di Pasifik barat juga membangun arsenik dalam jumlah besar dan dapat mengandalkan adaptasi yang sama.</p>
<figure id="attachment_492174" aria-describedby="caption-attachment-492174" style="width: 777px" class="wp-caption aligncenter"><figcaption id="caption-attachment-492174" class="wp-caption-text">Gambar cacing Alvinellid, Paralvinella Hessleri. P. hessleri menjajah ventilasi hidrotermal di bidang hidrotermal North Iheya. Fauna ventilasi menunjukkan variasi yang jelas di sepanjang gradien lingkungan. Area yang dekat dengan ventilasi hidrotermal ditutupi dengan tikar lendir putih (koloni P. hessleri). Lobster skuad Shinkaia Crosnieri menduduki daerah -daerah di sekitar koloni P. hessleri. Kerang Bathymodiolinae tinggal lebih jauh. Kredit: Wang H, et al., 2025, PLOS Biology, CC-BY 4.0</figcaption></figure>
</p>
<h4>Melawan racun dengan racun</h4>
<p>Coauthor Dr. Hao Wang menambahkan, “Ini adalah ekspedisi laut dalam pertama saya, dan saya terpana dengan apa yang saya lihat di monitor ROV-kuning cerah <em>Paralvinella Hessleri</em> Cacing tidak seperti apa pun yang pernah saya lihat, menonjol dengan jelas di biofilm putih dan lanskap ventilasi hidrotermal gelap. Sulit untuk percaya bahwa hewan mana pun dapat bertahan hidup, apalagi berkembang, dalam lingkungan yang ekstrem dan beracun. ”
</p>
<p>Dr. Wang berkata, “Apa yang membuat temuan ini semakin menarik adalah orpiment – mineral emas beracun yang sama yang diproduksi oleh cacing ini – yang pernah dihargai oleh pelukis abad pertengahan dan Renaisans. Ini adalah konvergensi biologi dan sejarah seni yang aneh, terungkap di kedalaman lautan.”</p>
<figure id="attachment_492175" aria-describedby="caption-attachment-492175" style="width: 777px" class="wp-caption aligncenter"><figcaption id="caption-attachment-492175" class="wp-caption-text">Analisis mikroskop dari butiran kuning. Bagian longitudinal batang alat cabang P. hessleri. Kredit: Wang H, et al., 2025, PLOS Biology, CC-BY 4.0</figcaption></figure>
</p>
<h4>Tautan aneh ke sejarah seni</h4>
<p>Para penulis mencatat, “Kami bingung untuk waktu yang lama oleh sifat butiran intraseluler kuning, yang memiliki warna cerah dan bentuk bulat yang hampir sempurna. Butuh kombinasi mikroskop, spektroskopi, dan analisis Raman untuk mengidentifikasi mereka sebagai mineral orpiment – temuan yang mengejutkan.”
</p>
<p>Para penulis menyimpulkan, “Kami berharap bahwa model ‘racun dengan racun’ ini akan mendorong para ilmuwan untuk memikirkan kembali bagaimana Marinir <span class="glossaryLink" aria-describedby="tt" data-cmtooltip="&lt;div class=glossaryItemTitle&gt;invertebrates&lt;/div&gt;&lt;div class=glossaryItemBody&gt;Invertebrates are animals that do not have a backbone. They make up the majority of the animal kingdom and include animals such as insects, worms, mollusks, and arachnids. Invertebrates are found in almost every habitat on Earth, from the depths of the oceans to the highest mountains. They play important roles in the ecosystem as decomposers, pollinators, and as a food source for other animals. Invertebrates have a wide range of body shapes, sizes, and behaviors, and they have evolved a variety of ways to survive and thrive in their environments.&lt;/div&gt;" data-gt-translate-attributes="({" attribute="" tabindex="0" role="link">invertebrata</span> berinteraksi dengan dan mungkin memanfaatkan elemen beracun di lingkungan mereka. “</p>
<figure id="attachment_492176" aria-describedby="caption-attachment-492176" style="width: 777px" class="wp-caption aligncenter"><figcaption id="caption-attachment-492176" class="wp-caption-text">Analisis mikroskop dari butiran kuning. Penampang ujung peralatan cabang. Kredit: Wang H, et al., 2025, PLOS Biology, CC-BY 4.0</figcaption></figure>
</p>
<p>Referensi: “Cacing ventilasi hidrotermal laut dalam mendetoksifikasi arsenik dan sulfur dengan biomineralisasi intraseluler orpiment (AS2S3)” oleh Hao Wang, Lei Cao, Huan Zhang, Zhaoshan Zhong, Li Zhou, Chao Lian, Xiaocheng Wang, Hao Chen, Li Zhou, Lio Zhou, Xiaocheng, Xiaocheng, Lio, Lio, Lio, Lio, Lio, Lio, <i>PLOS Biologi</i>.<br />Doi: 10.1371/journal.pbio.3003291
</p>
</p>
<p>Pendanaan: Pekerjaan ini didukung oleh hibah dari Natural Science Foundation of China (No. 42476133 hingga HW), Proyek Inovasi Sains dan Teknologi Laboratorium Laoshan (Nomor Proyek No. LSKJ202203104 ke HW), Program Sains Kain Nasional (Nomor No. No. No. Grant (No. 42221005 ke MXW). Para penyandang dana tidak memiliki peran dalam desain studi, pengumpulan dan analisis data, keputusan untuk menerbitkan, atau persiapan naskah.<!--TrendMD v2.4.8-->
</p>
<p><b>Jangan pernah melewatkan terobosan: Bergabunglah dengan buletin ScitechDaily.</b>
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/cacing-kuning-cerah-yang-bertahan-dengan-mengubah-racun-menjadi-emas/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
