<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Proyek - BN Babel</title>
	<atom:link href="https://bnbabel.com/tag/proyek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<description>Referensi Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Dec 2025 19:45:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bnbabel.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-BNBABEL-black-3-32x32.png</url>
	<title>Proyek - BN Babel</title>
	<link>https://bnbabel.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Clements mengatakan pensiun tidak terkait dengan Proyek Newry di Clemson</title>
		<link>https://bnbabel.com/clements-mengatakan-pensiun-tidak-terkait-dengan-proyek-newry-di-clemson/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 19:45:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Clements]]></category>
		<category><![CDATA[Clemson]]></category>
		<category><![CDATA[Dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[mengatakan]]></category>
		<category><![CDATA[Newry]]></category>
		<category><![CDATA[Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/clements-mengatakan-pensiun-tidak-terkait-dengan-proyek-newry-di-clemson/</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Universitas Clemson Jim Clements Foto milik Universitas Clemson New York Rektor Universitas Clemson pada hari Sabtu mengatakan keputusannya untuk tiba-tiba pensiun tidak ada hubungannya dengan kontroversi yang sedang berlangsung <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/clements-mengatakan-pensiun-tidak-terkait-dengan-proyek-newry-di-clemson/" title="Clements mengatakan pensiun tidak terkait dengan Proyek Newry di Clemson" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/clements-mengatakan-pensiun-tidak-terkait-dengan-proyek-newry-di-clemson/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="primary-content" wp_automatic_readability="157"><!----><!----></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<figure>
<div class="lead-item " wp_automatic_readability="7">
<div class="img-container picture ">
<picture>
                <!--(if IE 9)><video style="display: none;"><!(endif)--><source  media="(min-width: 992px)"><source  media="(min-width: 768px)"><source  media="(min-width: 601px)"><source  media="(min-width: 441px)"><source  media="(min-width: 320px)"><!--(if IE 9)></video><!(endif)--></p>
<p></source></source></source></source></source></picture>
</div><figcaption wp_automatic_readability="4">
<p>        Presiden Universitas Clemson Jim Clements
</p>
<p>            <span class="credit">Foto milik Universitas Clemson</span>
</p>
</figcaption></div>
</figure>
<p><!-- WPS-5038 -- removed the script from WPS and added the placeholder for trinity player --><!----><!----><!----><!----><span class="dateline">New York</span><!----><!-- CONTENT --><!--(--><!--(-->
</p>
<p>Rektor Universitas Clemson pada hari Sabtu mengatakan keputusannya untuk tiba-tiba pensiun tidak ada hubungannya dengan kontroversi yang sedang berlangsung seputar proyek pembangunan lokal dan potensi konflik kepentingan dengan proyek tersebut.
</p>
<p>Jim Clements, presiden Clemson sejak 2013, telah dikritik dalam beberapa bulan terakhir oleh pejabat lokal karena perannya di dewan United Housing Group, sebuah perusahaan yang berbasis di Columbia yang telah mengusulkan proyek pembangunan besar di Oconee County, yang merupakan satu wilayah dari Pickens County, tempat Universitas Clemson berada.
</p>
<p>Anggota dewan Oconee County, Matthew Durham, mengkritik Clemson atas apa yang dilihatnya sebagai konflik kepentingan dengan perusahaan dan proyek tersebut, yang telah menimbulkan skeptisisme di tingkat lokal karena kemungkinan pertumbuhan dan lalu lintas yang tidak diinginkan.
</p>
<p>Clements dan anggota dewan pengawas universitas Nikki Haley (mantan gubernur Carolina Selatan) keduanya duduk di dewan direksi UHG dan mendapatkan keuntungan finansial dari kepemilikan mereka di perusahaan tersebut, sesuai dengan pengajuan Komisi Sekuritas dan Bursa.
</p>
<p>Clements dan Haley keduanya mengundurkan diri dari posisi mereka sebagai anggota dewan UHG pada 20 Oktober, sekitar waktu Durham, anggota dewan Oconee County, mulai mengajukan pertanyaan sulit dan membuat catatan publik yang menurutnya menunjukkan tingkat koordinasi yang tinggi antara universitas dan UHG.
</p>
<p>Clemson membantah adanya afiliasi, kepentingan finansial, atau keterlibatan dalam proyek tersebut, yang disebut Proyek Newry (atau Clemson West, berdasarkan beberapa email) dan akan menampilkan 5,200 rumah dan kampus satelit Clemson. Proyek ini tidak didukung oleh UHG tetapi oleh kelompok yang menurut Durham berafiliasi dengan UHG.
</p>
<p>Di tengah tekanan seputar proyek tersebut dan dugaan konflik kepentingan, Clements, yang menandatangani perpanjangan kontrak lima tahun pada musim gugur lalu, mengumumkan pada 9 Desember bahwa ia akan pensiun pada akhir tahun kalender 2025.
</p>
<p>Berita itu muncul tiba-tiba. Namun dalam penampilan media pertamanya sejak pensiun, Clements mengatakan keputusannya untuk mundur dari jabatan presiden untuk cuti satu tahun sebelum kembali ke Clemson sebagai guru tidak ada hubungannya dengan kontroversi seputar proyek atau tekanan dari luar.
</p>
<p>Clements berada di Yankee Stadium untuk pertandingan sepak bola Clemson Pinstripe Bowl vs. Penn State pada Sabtu sore dan berpartisipasi dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Setelah itu, Negara bertanya kepada Clements apakah kontroversi seputar afiliasi UHG dan proyek tersebut berperan dalam masa pensiunnya.
</p>
<p>“Tidak,” kata Clements. “Tidak tidak tidak.”
</p>
<p>Jadi, apa yang mendasari keputusannya?
</p>
<p>“Yah, saya sudah melakukannya selama 17 tahun,” kata Clements. “Jadi pada akhirnya, setelah 17 tahun, Anda berpikir, ‘Tunggu sebentar, berapa lama saya akan terus melakukan ini?’ Dan bagi saya, saya perlu istirahat untuk kesehatan saya, ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Jadi itulah keputusannya.”
</p>
<p>Clements, yang sebelumnya menjabat presiden di West Virginia, mengatakan keputusannya “pahit manis.” Dia juga menegaskan bahwa dia akan kembali ke Clemson sebagai profesor setelah cuti panjang satu tahun dan mengajar mahasiswa di universitas.
</p>
<p>Clements menghasilkan sekitar $1,5 juta per tahun dalam perannya sebagai presiden.
</p>
<p>“Itu adalah keputusan yang sangat sulit,” kata Clements, Sabtu. “Saya menyukai Clemson. Saya menyukai pekerjaan saya, namun saya hanya perlu istirahat. Oleh karena itu, saya merasa terhormat berada di sini untuk pertandingan bowling terakhir saya. Saya menyukai atletik. Saya menyukai manfaatnya bagi Clemson… Saya tidak akan pergi ke mana pun, namun sungguh merasa terhormat telah menjadi bagian dari sesuatu yang istimewa.”
</p>
<p>Clemson, dalam sebuah pernyataan kepada media pada musim gugur ini, mengatakan bahwa “Universitas tidak pernah menyediakan dana, bermitra atau mendukung perencanaan atau pembangunan pembangunan perumahan apa pun yang terkait dengan proposal ini.”
</p>
<p>Sekolah telah menunjuk komite pencarian presiden untuk mencari pengganti Clements. Rektor Clemson Bob Jones akan menjabat sebagai presiden sementara selama penggeledahan setelah Clements secara resmi pensiun dari perannya pada 31 Desember.
</p>
<p>Durham, anggota dewan Oconee County, mengatakan dia akan terus mengajukan permintaan FOIA dan mendorong transparansi dari para pemimpin Clemson tentang keterlibatan mereka dalam proyek tersebut sebagai layanan kepada konstituennya di Bagian Utara Carolina Selatan.
</p>
<p>“Dalam pandangan saya, ini merupakan kekhawatiran konflik kepentingan yang serius ketika kepemimpinan sebuah universitas yang didanai negara yang berkembang pesat berada di dewan perusahaan yang mengambil keuntungan dari ledakan pertumbuhan tersebut,” tulis Durham, yang telah meminta para pemimpin terpilih di negara bagian untuk menyelidiki kemungkinan koneksi Clemson.
</p>
<p class="summary gray">Cerita ini pertama kali diterbitkan <span class="inline-block">27 Desember 2025 pukul 12:05.</span>
</p>
<div class="story-module">
<div class="author-card " wp_automatic_readability="11">
<div class="author-description" wp_automatic_readability="17">
<p>            <span>Chapel Fowler, Penulis Olahraga Carolina Selatan Tahun 2024 NSMA, telah meliput sepak bola Clemson dan topik lainnya untuk The State sejak musim panas 2022. Karyanya juga mendapat penghargaan dari Editor Olahraga Associated Press, Asosiasi Pers Carolina Selatan, dan Asosiasi Pers Carolina Utara. Dia penduduk asli Denver, NC, alumni UNC-Chapel Hill, dan penggemar bola basket.</span><br />Dukung pekerjaan saya dengan langganan digital</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/clements-mengatakan-pensiun-tidak-terkait-dengan-proyek-newry-di-clemson/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPK Gencar Usut Dugaan Korupsi Proyek Monumen Reog Ponorogo</title>
		<link>https://bnbabel.com/kpk-gencar-usut-dugaan-korupsi-proyek-monumen-reog-ponorogo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 04:59:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[Gencar]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Reog]]></category>
		<category><![CDATA[Usut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bnbabel.com/kpk-gencar-usut-dugaan-korupsi-proyek-monumen-reog-ponorogo/</guid>

					<description><![CDATA[– Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami dugaan korupsi proyek Monumen Reog Ponorogo yang juga melibatkan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Sejumlah tempat pun sudah digeledah. Jurubicara KPK, <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/kpk-gencar-usut-dugaan-korupsi-proyek-monumen-reog-ponorogo/" title="KPK Gencar Usut Dugaan Korupsi Proyek Monumen Reog Ponorogo" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kpk-gencar-usut-dugaan-korupsi-proyek-monumen-reog-ponorogo/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-2685377551526455949" itemprop="articleBody">
<p><b/> – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami dugaan korupsi proyek Monumen Reog Ponorogo yang juga melibatkan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Sejumlah tempat pun sudah digeledah.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, tim penyidik telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, di antaranya di Dinas Kebudayaan, dan beberapa lokasi lainnya, seperti pihak swasta, baik kantor maupun rumah yang diduga terkait dengan pengadaan Monumen Reog.
</p>
<p>“Penyidik mengembangkan, apakah praktik-praktik serupa juga terjadi di dinas ataupun di proyek-proyek pemerintah Kabupaten Ponorogo lainnya, sehingga dalam penggeledahan ataupun pemeriksaan para saksi, di antaranya penyidik menyasar terkait dengan pengadaan Museum reog di Kabupaten Ponorogo,” kata Budi seperti dikutip RMOL, Minggu, 7 Desember 2025.
</p>
<p>Dari sejumlah lokasi yang digeledah kata Budi, tim penyidik mengamankan dan menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik (BBE).
</p>
<p>“Penyidik menelusuri, melacak seperti apa proses dan mekanisme pengadaan dari Museum Reog tersebut, dan tentunya ini juga tidak berhenti di sini saja, KPK masih akan terus menyusuri apakah modus-modus serupa, suap proyek juga terjadi di dinas-dinas lainnya,” pungkas Budi.
</p>
<p>Dalam sepekan akhir November 2025, tim penyidik telah melakukan penggeledahan di 11 tempat di wilayah Jawa Timur.
</p>
<p>Di antaranya kegiatan penggeledahan dilakukan di wilayah Surabaya, yaitu di rumah SUG, rumah ELW, serta kantor CV Raya Ilmi, dan CV Rancang Persada. Dalam penggeledahan tersebut penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan BBE.
</p>
<p>Selanjutnya, tim penyidik juga melakukan penggeledahan di wilayah Bangkalan, yakni di rumah KKH yang merupakan Tenaga Ahli Bupati Ponorogo. Dalam penggeledahan itu juga diamankan sejumlah dokumen dan BBE.
</p>
<p>Selanjutnya untuk di wilayah Ponorogo, tim penyidik juga melakukan penggeledahan di sejumlah tempat. Di antaranya di rumah SUG, rumah YSD yang merupakan PPK proyek Pembangunan Monumen Reog, MJB yakni PPK pembangunan RSUD Harjono Ponorogo, serta rumah RLL yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, serta kantor CV Wahyu Utama. KPK juga mengamankan sejumlah dokumen dan BBE.
</p>
<p>Selain itu, tim penyidik juga menggeledah kantor PT Widya Satria, perusahaan pemenang tender proyek pembangunan Monumen Reog Ponorogo. Dari sana, tim penyidik mengamankan dokumen, BBE, hingga senjata api yang kemudian dititipkan di Polda Jatim.
</p>
<p>Sebelumnya selama 4 hari berturut-turut sejak Selasa, 11 November 2025 hingga Jumat, 14 November 2025, tim penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, di antaranya kantor Dinas PU, RSUD Ponorogo, rumah dinas bupati, rumah dinas sekda, rumah pribadi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, rumah Yunus Mahatma, rumah Sucipto, dan sejumlah lokasi lainnya.
</p>
<p>Dalam rangkaian penggeledahan tersebut, tim penyidik mengamankan dan menyita beberapa dokumen dan BBE yang terkait dengan perkara ini, seperti dokumen penganggaran maupun proyek.
</p>
<p>Selain itu, dari rumah saudara Yunus, penyidik juga mengamankan sejumlah aset bergerak, di antaranya sejumlah jam tangan mewah, 24 sepeda, serta 2 mobil mewah Jeep Rubicon dan BMW.
</p>
<p>Pada Minggu dinihari, 9 November 2025, KPK mengumumkan 4 dari 13 orang yang terjaring OTT pada Jumat, 7 November 2025 sebagai tersangka.
</p>
<p>Keempat orang yang ditetapkan tersangka, yakni Sugiri Sancoko (SUG) selaku Bupati Ponorogo periode 2021-2025 dan 2025-2030, Agus Pramono (AGP) selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Ponorogo, Yunus Mahatma (YUM) selaku Direktur RSUD Harjono Ponorogo, dan Sucipto (SC) selaku swasta rekaman RSUD Ponorogo.
</p>
<p>Dalam perkaranya, pada awal 2025, Yunus mendapatkan informasi bahwa dirinya akan diganti. Oleh karena itu, Yunus langsung berkoordinasi dengan Agus untuk menyiapkan sejumlah uang yang akan diberikan kepada Sugiri dengan tujuan agar posisinya tidak diganti.
</p>
<p>Pada Februari 2025, dilakukan penyerahan uang pertama dari Yunus kepada Sugiri melalui ajudannya sebesar Rp400 juta. Kemudian, pada periode April-Agustus 2025, Yunus juga melakukan penyerahan uang kepada Agus senilai Rp325 juta. Selanjutnya, pada November 2025, Yunus kembali menyerahkan uang senilai Rp500 juta melalui Ninik (NNK) selaku kerabat atau iparnya Sugiri.
</p>
<p>Sehingga total uang yang telah diberikan Yunus dalam 3 klaster penyerahan uang tersebut mencapai Rp1,25 miliar, dengan rincian untuk Sugiri sebesar Rp900 juta, dan Agus Rp325 juta.
</p>
<p>Dalam proses penyerahan uang ketiga pada Jumat, 7 November 2025 tersebut, tim KPK kemudian melakukan OTT dengan mengamankan 13 orang, yakni Sugiri, Agus, Yunus, Sucipto, Arif Pujiana (AP) selaku Kepala Bidang Mutasi Pemkab Ponorogo, Niken (NK) selaku Sekretaris Direktur Utama RSUD Ponorogo, Ely Widodo (ELW) selaku adik Sugiri.
</p>
<p>Selanjutnya, Indah Bekti Pratiwi (IBP) selaku swasta, Sri Yanto (SRY) selaku pemilik toko kelontong, Kokoh Prio Utama (KKH) selaku Tenaga Ahli Bupati Ponorogo, Endrika Dwiki Christianto (ED) selaku pegawai Bank Jatim, Bandar (BD) selaku ajudan Bupati Ponorogo, dan Zupar (ZR) selaku ajudan Bupati Ponorogo.
</p>
<p>Sebelum OTT, pada 3 November 2025, Sugiri meminta uang kepada Yunus senilai Rp1,5 miliar. Kemudian pada 6 November 2025, Sugiri kembali menagih uang tersebut.
</p>
<p>Maka pada 7 November 2025, teman dekat Yunus, yakni Indah berkoordinasi dengan Endrika untuk mencairkan uang senilai Rp500 juta. Uang tersebut untuk diserahkan Yunus kepada Sugiri melalui Ninik. Untuk tersebut kemudian diamankan KPK saat OTT.
</p>
<p>Selanjutnya terkait suap proyek pekerjaan di RSUD Harjono Ponorogo. Pada 2024, terdapat proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo senilai Rp14 miliar. Dari pekerjaan tersebut, Sucipto diduga memberikan fee proyek kepada Yunus sebesar 10 persen dari nilai proyek atau senilai Rp1,4 miliar.
</p>
<p>Yunus kemudian menyerahkan uang tersebut kepada Sugiri Singgih (SGH) selaku ajudan Bupati dan Ely.
</p>
<p>Tak hanya itu, Sugiri juga menerima gratifikasi lainnya. Pada periode 2023-2025, Sugiri menerima uang senilai Rp225 juta dari Yunus. Selain itu, pada Oktober 2025, Sugiri juga menerima uang sebesar Rp75 juta dari Eko (EK) selaku pihak swasta.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/kpk-gencar-usut-dugaan-korupsi-proyek-monumen-reog-ponorogo/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anggota Komisi V DPR Ungkap Banyak Proyek Bendungan Era Jokowi Tak Bisa Dipakai, Habis APBN Kita</title>
		<link>https://bnbabel.com/anggota-komisi-v-dpr-ungkap-banyak-proyek-bendungan-era-jokowi-tak-bisa-dipakai-habis-apbn-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 01:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota]]></category>
		<category><![CDATA[APBN]]></category>
		<category><![CDATA[Banyak]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bisa]]></category>
		<category><![CDATA[Dipakai]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Era]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[habis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tak]]></category>
		<category><![CDATA[Ungkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/anggota-komisi-v-dpr-ungkap-banyak-proyek-bendungan-era-jokowi-tak-bisa-dipakai-habis-apbn-kita/</guid>

					<description><![CDATA[– Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Mori Hanafi melontarkan kritik keras terhadap perencanaan pembangunan proyek infrastruktur bendungan pada era pemerintahan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/anggota-komisi-v-dpr-ungkap-banyak-proyek-bendungan-era-jokowi-tak-bisa-dipakai-habis-apbn-kita/" title="Anggota Komisi V DPR Ungkap Banyak Proyek Bendungan Era Jokowi Tak Bisa Dipakai, Habis APBN Kita" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/anggota-komisi-v-dpr-ungkap-banyak-proyek-bendungan-era-jokowi-tak-bisa-dipakai-habis-apbn-kita/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-5213230659930685872" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Mori Hanafi melontarkan kritik keras terhadap perencanaan pembangunan proyek infrastruktur bendungan pada era pemerintahan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
</p>
<p>Mori menilai pemerintahan terdahulu hanya fokus pada pembangunan proyek bendungan tanpa perencanaan yang matang sehingga banyak bendungan yang dibangun tidak memiliki nilai manfaat optimal hingga saat ini.
</p>
<p>“Nah, menurut pandangan saya rezim yang lama itu jahat, loh. Dia bangunnya itu kan urusan proyek, pendekatan proyek, dia enggak peduli itu barang enggak bisa dipakai. Bisa kita bayangkan itu, di semua tempat di NTB bendungan enggak bisa dipakai karena enggak ada jaringan irigasinya,” jelasnya dalam rapat kerja Komisi V DPR RI dengan menteri pekerjaan umum, Senin (17/11/2025), dikutip dari tayangan YouTube Komisi V DPR RI, Rabu (19/11/2025).
</p>
<p>Pada saat yang sama, dia memberikan contoh pembangunan Bendungan Tanju di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang disebut menelan biaya lebih dari Rp1 triliun. Meskipun sudah menghabiskan anggaran fantastis, bendungan tersebut belum bisa dimanfaatkan dan masih menghadapi masalah agraria.
</p>
<p>“Di Bendungan Taju yang (sempat) Bapak (Menteri PU) datangi itu, bayangkan, kita keluar duit Rp1 koma sekian triliun. Ada dua bendungan, sampai sekarang enggak bisa dipakai dan tanahnya bermasalah,” ungkapnya.
</p>
<p>Untuk itu, ke depan, dia meminta kepemimpinan mendatang untuk lebih selektif dalam pembangunan bendungan. Dia juga menilai bahwa biaya pembangunan bendungan sangat mahal dan manfaatnya harus dihitung secara komprehensif.
</p>
<p>Lebih lanjut, Mori turut mengusulkan agar pembangunan bendungan harus dikaitkan dengan berbagai fungsi lain seperti pengendalian banjir, sistem penyediaan air minum (SPAM), perikanan, hingga pariwisata.
</p>
<p>“Kalau cuma dibangun bendungan dan jaringan irigasinya bayangkan habis berapa uang (APBN) kita?” pungkasnya.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/anggota-komisi-v-dpr-ungkap-banyak-proyek-bendungan-era-jokowi-tak-bisa-dipakai-habis-apbn-kita/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyelidikan Proyek Whoosh terkait Korupsi Pembebasan Lahan</title>
		<link>https://bnbabel.com/penyelidikan-proyek-whoosh-terkait-korupsi-pembebasan-lahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 04:12:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[pembebasan]]></category>
		<category><![CDATA[penyelidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<category><![CDATA[Whoosh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/penyelidikan-proyek-whoosh-terkait-korupsi-pembebasan-lahan/</guid>

					<description><![CDATA[-Penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh era pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi ternyata terkait  dugaan korupsi pengadaan atau pembebasan lahannya. Hal itu diungkapkan langsung <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/penyelidikan-proyek-whoosh-terkait-korupsi-pembebasan-lahan/" title="Penyelidikan Proyek Whoosh terkait Korupsi Pembebasan Lahan" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/penyelidikan-proyek-whoosh-terkait-korupsi-pembebasan-lahan/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-6029297420571247473" itemprop="articleBody">
<p><b/> -Penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh era pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi ternyata terkait  dugaan korupsi pengadaan atau pembebasan lahannya.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Hal itu diungkapkan langsung Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat menyampaikan perkembangan penyelidikan yang sudah berlangsung sejak awal 2025.
</p>
<p>“Materinya itu terkait dengan lahan sebetulnya, jadi bukan masalah prosesnya, terkait dengan pembebasan lahan. Karena ini ada beberapa komponen, yang kita lidik itu terkait dengan pembebasan lahannya,” kata Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Senin sore, 10 November 2025.
</p>
<p>Asep menyebut, dalam pengadaan pembebasan lahan untuk Whoosh, terdapat oknum-oknum yang memanfaatkan untuk mengambil keuntungan.
</p>
<p>“Artinya misalkan, pengadaan lahan nih, orang itu misalkan di pengadaan lahan yang harusnya di harga wajarnya 10 lalu dia jadi 100, kan jadi nggak wajar tuh. Nah kembalikan dong, negara kan rugi. Yang harusnya negara membeli tanah itu dengan harga 10, kemudian harus membeli dengan harga 100, balikin,” pungkas Asep.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/penyelidikan-proyek-whoosh-terkait-korupsi-pembebasan-lahan/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nama Najeela Shihab Muncul di BAP Nadiem Makarim, Proyek Laptop Diduga Bermasalah</title>
		<link>https://bnbabel.com/nama-najeela-shihab-muncul-di-bap-nadiem-makarim-proyek-laptop-diduga-bermasalah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 19:04:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BAP]]></category>
		<category><![CDATA[Bermasalah]]></category>
		<category><![CDATA[Diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Laptop]]></category>
		<category><![CDATA[Makarim]]></category>
		<category><![CDATA[Muncul]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<category><![CDATA[Najeela]]></category>
		<category><![CDATA[nama]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Shihab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/nama-najeela-shihab-muncul-di-bap-nadiem-makarim-proyek-laptop-diduga-bermasalah/</guid>

					<description><![CDATA[KOTA ACEH – Tim kuasa hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Tabrani Abby, menyatakan bahwa nama Najeela Shihab termasuk ke dalam WhatsApp Group (WAG) <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/nama-najeela-shihab-muncul-di-bap-nadiem-makarim-proyek-laptop-diduga-bermasalah/" title="Nama Najeela Shihab Muncul di BAP Nadiem Makarim, Proyek Laptop Diduga Bermasalah" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/nama-najeela-shihab-muncul-di-bap-nadiem-makarim-proyek-laptop-diduga-bermasalah/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p><b>KOTA ACEH</b>  – Tim kuasa hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Tabrani Abby, menyatakan bahwa nama Najeela Shihab termasuk ke dalam WhatsApp Group (WAG) kliennya. Menurutnya, hal itu sebagaimana tertuang di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Nadiem Makarim.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Ia menjelaskan, WA Group awalnya dinamakan Edu.org yang dibuat pada Juli 2019, sesaat setelah Nadiem mendapat panggilan dari Joko Widodo, Presiden RI terpilih saat itu, bahwa akan diangkat menjadi Mendikbud.
</p>
<p>Sebagaimana tertuang di dalam BAP Nadiem Makarim disebutkan, atas rencana penunjukan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), dibuatlah WA Group berisi pakar dan orang-orang kompeten yang mungkin bisa bergabung saat dirinya dilantik. Di dalam WA Group Edu.org itu Nadiem menyebut beberapa nama seperti Jurist Tan, Fiona, dan Najeela Shihab.
</p>
<p>Setelah Nadiem dilantik, WA Group itu berubah nama menjadi Mas Menteri Core Team. Isinya para pakar, tokoh dan tim staf khusus Nadiem. Tabrani menekankan, WA Group yang dibuat sebelum Nadiem menjadi Mendikbudristek merupakan hal yang wajar.
</p>
<p>“Jangankan mau jadi menteri, di kantor saya pun kalau mau ada proyek baru juga bikin WAG kok. Dari WAG Nadiem ini faktanya bisa dilihat, dibaca dan disampaikan dengan jujur. Ada WAG Edu.org sebelum Nadiem jadi menteri, lalu berubah jadi Mas Menteri Core Team setelah dilantik. Dan di WAG itu ada nama Najeela. Itu juga penjelasan Pak Nadiem,” kata Tabrani kepada wartawan, Senin (10/11).
</p>
<p>Dalam kesempatan terpisah, Najeela mengakui berada di dalam satu WA Group bersama Nadiem Makarim. Menurutnya, isi WA Group itu terdiri dari mitra pendidikan independen dan eksternal.
</p>
<p>“Saya bersama total puluhan orang lainnya, ada di beberapa grup WhatsApp bersama Nadiem Makarim maupun mitra-mitra pendidikan independen dan eksternal, serta pejabat-pejabat kementerian selain Nadiem Makarim,” ucapnya.
</p>
<p>Adapun, Nadiem Makarim terjerat proyek pengadaan 1,2 juta unit laptop untuk sekolah di seluruh Indonesia, khususnya wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan nilai anggaran mencapai Rp 9,3 triliun.
</p>
<p>Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan bahwa pengadaan laptop tersebut menggunakan sistem operasi Chrome atau Chromebook. Meski demikian, kebijakan ini dinilai tidak efektif untuk menunjang pembelajaran di daerah 3T yang sebagian besar belum memiliki akses internet memadai.
</p>
<p>Selain Nadiem, Kejagung juga menetapkan empat tersangka lainnya. Mereka adalah Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020–2021, Sri Wahyuningsih selaku Direktur SD Kemendikbudristek 2020–2021, mantan staf khusus Mendikbudristek Jurist Tan, serta mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek Ibrahim Arief.
</p>
<p>Menurut hasil perhitungan awal, akibat perbuatan para tersangka, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp 1,98 triliun. Kerugian itu terdiri dari dugaan penyimpangan pada pengadaan item software berupa Content Delivery Management (CDM) sebesar Rp 480 miliar dan praktik mark up harga laptop yang diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/nama-najeela-shihab-muncul-di-bap-nadiem-makarim-proyek-laptop-diduga-bermasalah/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Audit Kualitas IKN Penting Agar Tak Jadi Proyek Asal Jadi</title>
		<link>https://bnbabel.com/audit-kualitas-ikn-penting-agar-tak-jadi-proyek-asal-jadi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 09:05:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[agar]]></category>
		<category><![CDATA[Asal]]></category>
		<category><![CDATA[Audit]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[IKN]]></category>
		<category><![CDATA[Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Penting]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/audit-kualitas-ikn-penting-agar-tak-jadi-proyek-asal-jadi/</guid>

					<description><![CDATA[-Akademisi Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof. Sulfikar Amir, menilai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini tidak lagi menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini bisa dilihat dari <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/audit-kualitas-ikn-penting-agar-tak-jadi-proyek-asal-jadi/" title="Audit Kualitas IKN Penting Agar Tak Jadi Proyek Asal Jadi" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/audit-kualitas-ikn-penting-agar-tak-jadi-proyek-asal-jadi/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-1607255917325259609" itemprop="articleBody">
<p><b/> -Akademisi Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof. Sulfikar Amir, menilai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini tidak lagi menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. </p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Hal ini bisa dilihat dari pembiayaan proyek ini yang semakin menurun. Kondisi itu, menurutnya, akan berdampak pada perlambatan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas pembangunan IKN.
</p>
<p>“Jadi IKN ini bukan prioritas Presiden Prabowo. Ini punya konsekuensi terhadap tidak hanya laju kuantitas pembangunan IKN tapi juga kualitas pembangunannya,” kata Sulfikar lewat kanal Youtube Bambang Widjojanto, Kamis, 6 November 2025.
</p>
<p>Ia menyoroti belum adanya audit kualitas bangunan yang telah berdiri di kawasan IKN. Hingga kini, kata dia, belum terlihat ada langkah pemerintah untuk memastikan apakah pembangunan sesuai dengan spesifikasi maupun biaya yang telah dikeluarkan.
</p>
<p>“Kita belum pernah melihat ada upaya untuk mengaudit kualitas bangunan yang ada di IKN. Apakah sesuai dengan spek, apakah sesuai dengan biaya yang telah dikeluarkan? Yang jelas, bangunan sendiri belum pernah terpakai, paling hanya satu gedung OIKN,” ujarnya.
</p>
<p>Sulfikar juga menekankan perlunya transparansi penggunaan dana publik yang bersumber dari APBN. Ia mendorong agar dilakukan audit menyeluruh terhadap proses pembangunan selama tiga tahun pertama proyek tersebut.
</p>
<p>“Harus ada upaya untuk melihat secara terang proses pembangunan, paling tidak selama tiga tahun pertama seperti apa penggunaan dana publik yang diambil dari APBN dalam mengejar target-target proyek IKN,” tegasnya.
</p>
<p>Menurutnya, proyek IKN pada era Presiden Joko Widodo diawasi langsung oleh presiden hingga ke level teknis di lapangan, mulai dari kementerian hingga para pekerja. Pendekatan seperti itu, kata dia, memang mempercepat proses, tetapi menyimpan potensi masalah etika dan tata kelola keuangan.
</p>
<p>“Karena ada kepentingan untuk mengejar target, kalau ada proses finansial audit di tengah-tengah itu kan bisa menghambat. Jadi dikerjakan saja, tapi kan ada moral hazard,” tutup Sulfikar.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/audit-kualitas-ikn-penting-agar-tak-jadi-proyek-asal-jadi/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Andrinof Chaniago Dipecat Jokowi Gegara Pertanyakan Proyek Whoosh</title>
		<link>https://bnbabel.com/cerita-andrinof-chaniago-dipecat-jokowi-gegara-pertanyakan-proyek-whoosh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 13:33:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Andrinof]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Chaniago]]></category>
		<category><![CDATA[Dipecat]]></category>
		<category><![CDATA[Gegara]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanyakan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Whoosh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/cerita-andrinof-chaniago-dipecat-jokowi-gegara-pertanyakan-proyek-whoosh/</guid>

					<description><![CDATA[– Pertanyaan tentang manfaat ekonomi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh bagi negara berujung pemecatan pada Andrinof Chaniago dari jabatannya sebagai Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) oleh Presiden ke-7 <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/cerita-andrinof-chaniago-dipecat-jokowi-gegara-pertanyakan-proyek-whoosh/" title="Cerita Andrinof Chaniago Dipecat Jokowi Gegara Pertanyakan Proyek Whoosh" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/cerita-andrinof-chaniago-dipecat-jokowi-gegara-pertanyakan-proyek-whoosh/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-6002337911884863100" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Pertanyaan tentang manfaat ekonomi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh bagi negara berujung pemecatan pada Andrinof Chaniago dari jabatannya sebagai Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di tahun 2015.
</p>
<p>Andrinof menceritakan apa yang dialaminya itu dalam podcast yang disiarkan kanal Youtube Lider Channel TV, dikutip pada Senin, 27 Oktober 2025.
</p>
<p>“Buat saya ini sangat historis, buat pribadi saya,” ujar Andrinof.
</p>
<p>Ia mengaku pemecatan dirinya dari kursi Menteri Bappenas oleh Jokowi tak akan bisa dilupakan, karena memuat persoalan yang belakangan menyeruak di publik.
</p>
<p>“Kenapa sangat historis? Tanggal 12 Agustus, itu adalah hari saya direshuffle malamnya. Tapi jam 10 pagi sampai jam 12, saya menerima delegasi besar dari tim Whoosh-nya China,” urainya.
</p>
<p>Tim delegasi Whoosh China, jelas Andrinof, menemuinya untuk kunjungan kedua kali, di luar kunjungan duta besar China di tahun 2015 dalam rangka meloloskan proyek yang digadang-gadang Jokowi tersebut.
</p>
<p>“Saya tahu, ini enggak mungkin dikatakan tidak, proyek ini kepada pihak China. Karena kita sudah terjebak, oleh tim kita yang mewakili pemerintah ke sana, terjebak ke dalam agenda setting pembicaraan empat mata Presiden Xi Jinping dan Presiden Jokowi,” ungkapnya.
</p>
<p>Mantan Timses Jokowi pada Pilpres 2014 ini menyatakan, materi pembicaraan itu yang digunakan oleh tim delegasi China untuk bicara ke setiap kantor kementerian dan lembaga pemerintah di Indonesia, bahwa proyek Whoosh merupakan hasil pembicaraan Presiden Xi Jinping dan Presiden Jokowi.
</p>
<p>“Kayak dikunci ini setiap kementerian lembaga. Saya yakin juga termasuk ke KSP, yang waktu itu dipimpin oleh Pak Luhut. Nah, datang lagi ke saya itu udah terakhir lah ya. Mungkin yang kedua kali datang,” paparnya.
</p>
<p>Selaku Menteri Bappenas saat itu, Andrinof mengklaim membuat rencana hitung ulang pelaksanaan proyek Whoosh, guna menghindari kerugian negara terjadi.
</p>
<p>“Saya kan gak ingin kita ini terjebak dalam kerugian tahap berikutnya. Apakah itu risiko investasi, dan segala macam lingkungan. Maka ketika itu saya bilang ke delegasi itu, ya kami akan tuntaskan kajian,” beber dia.
</p>
<p>“Maksud saya itu mengambil waktu, supaya nanti Presiden punya bahan, memberikan arahan kepada kementerian/lembaga terkait, ketika berunding yang tingkat teknis, termasuk BUMN, ini loh, ini yang gak boleh diserahkan, atau disetujui, dicantumkan misalnya. Kita harus memprotek risiko jangka panjang, risiko bisnis. Maksud saya itu,” ungkapnya.
</p>
<p>Akan tetapi, justru dia mendapatkan kabar dipanggil oleh Jokowi ke Istana, setelah selesai pertemuan dengan tim delegasi Whoosh, hingga akhirnya keluar keputusan pemecatan dari jabatannya sebagai Menteri Bappenas yang belum genap setahun bekerja kala itu.
</p>
<p>“Saya ingat kemudian break jam 12-an, biasa jam makan siang, sholat, jam 2 saya ada pertemuan lagi, ngumpulin teman-teman Bappenas ini yang background-nya ekonomi. Karena saya mau beri arahan, dan mengajak supaya pikirkan kembali, konsep pembangunan ekonomi yang berkualitas, yang berkelanjutan,” ucapnya.
</p>
<p>“Terus, selesai sekitar jam 5 menjelang jam 6 datang telepon dari Istana, terus datang lagi telepon itu, sebelumnya saya nggak sempat mengangkat, bahwa ada pesan supaya datang ke Istana, nanti jam habis maghrib saya ke istana. Dan terjadilah peristiwa itu (reshuffle),” demikian Andrinof.
</p>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/cerita-andrinof-chaniago-dipecat-jokowi-gegara-pertanyakan-proyek-whoosh/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seret Pemain Proyek Whoosh ke Meja Hijau !</title>
		<link>https://bnbabel.com/seret-pemain-proyek-whoosh-ke-meja-hijau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 14:45:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Meja]]></category>
		<category><![CDATA[pemain]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Seret]]></category>
		<category><![CDATA[Whoosh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/seret-pemain-proyek-whoosh-ke-meja-hijau/</guid>

					<description><![CDATA[– Permasalahan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh yang menanggung kerugian triliunan rupiah semakin mendesak untuk diselesaikan. Dalam rangka mencari kejelasan, desakan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/seret-pemain-proyek-whoosh-ke-meja-hijau/" title="Seret Pemain Proyek Whoosh ke Meja Hijau !" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/seret-pemain-proyek-whoosh-ke-meja-hijau/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div id="post-body-234653913336168228" itemprop="articleBody">
<b></p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p></b></p>
<p> – Permasalahan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh yang menanggung kerugian triliunan rupiah semakin mendesak untuk diselesaikan. Dalam rangka mencari kejelasan, desakan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini kian menguat.
</p>
<div>
<p>Proyek berutang kepada China Development Bank (CDB) dengan bunga tahunan sebesar 2 persen. Total investasi pembangunan proyek tersebut mencapai 7,27 miliar Dolar AS atau sekitar Rp120,38 triliun.
</p>
<p>“Harus diaudit oleh auditor independen. Hal itu perlu dilakukan agar penggunaan anggaran proyek tersebut terang benderang,” tegas Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga kepada RMOL, Rabu, 22 Oktober 2025.
</p>
<p>Menurut Jamiluddin, hasil audit inilah yang akan mengungkap pihak-pihak yang mungkin telah mengambil keuntungan finansial dari proyek yang bermasalah ini.
</p>
<p>“Siapa pun yang mendapat keuntungan finansial seharusnya ditindak ke ranah hukum,” pungkasnya.
</p>
<p>Seruan audit ini muncul di tengah kontroversi pernyataan pejabat tinggi terkait nasib proyek tersebut. Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh sudah busuk sejak awal. Padahal, dulu Luhut ngotot tetap melanjutkan dan memimpin pelaksanaan proyek tersebut.
</p>
<p>Pernyataan Luhut ini pun menambah perbincangan panas di kalangan publik mengenai transparansi dan akuntabilitas proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung.
</p>
</div>
</div>
<p><script src="https://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1" type="cfc4c31f5e7cf1a98aeb31a3-text/javascript"></script><br />
<br /><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/seret-pemain-proyek-whoosh-ke-meja-hijau/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Proyek Privacy Sandbox Ambisius Google Menandakan Berakhirnya</title>
		<link>https://bnbabel.com/proyek-privacy-sandbox-ambisius-google-menandakan-berakhirnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 01:58:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ambisius]]></category>
		<category><![CDATA[Berakhirnya]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Menandakan]]></category>
		<category><![CDATA[Privacy]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sandbox]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/proyek-privacy-sandbox-ambisius-google-menandakan-berakhirnya/</guid>

					<description><![CDATA[Google diam-diam mematikan sesuatu yang mungkin belum pernah Anda gunakan atau dengar: Privacy Sandbox. Bagaimanapun juga, Anda harus berduka atas kematian ini, karena dampaknya sangat buruk. Hal ini pada dasarnya <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/proyek-privacy-sandbox-ambisius-google-menandakan-berakhirnya/" title="Proyek Privacy Sandbox Ambisius Google Menandakan Berakhirnya" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/proyek-privacy-sandbox-ambisius-google-menandakan-berakhirnya/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<p>Google diam-diam mematikan sesuatu yang mungkin belum pernah Anda gunakan atau dengar: Privacy Sandbox. Bagaimanapun juga, Anda harus berduka atas kematian ini, karena dampaknya sangat buruk.
</p>
<p>Hal ini pada dasarnya berarti upaya selama enam tahun untuk mengakhiri cookie pihak ketiga di Chrome—yang pada akhirnya mungkin membuat cookie menjadi usang di semua browser utama—tidak ada gunanya.</p>
<div class="gmr-banner-insidecontent gmr-parallax">
<div class="rellax">
<div class="in-rellax"></div>
</div>
</div>
<p>Membaca yang tersirat dari bahasa birokrasi Google yang bertujuan untuk tidak mengasingkan pengiklan, Privacy Sandbox tampaknya merupakan upaya Hail Mary untuk beralih dari cookie invasif yang melacak kita semua secara online, dengan pendekatan mereka yang terkenal suram dan tampaknya dipaksakan untuk memberikan persetujuan.
</p>
<p>Impiannya adalah sistem Chrome bawaan yang memungkinkan data yang digunakan untuk penyesuaian iklan tetap ada di perangkat Anda. Sistem ini akan menggunakan AI untuk memilah Anda ke dalam kelompok pengguna yang relevan dengan ciri-ciri tertentu. Seandainya berhasil, pengiklan masih diizinkan menargetkan Anda dengan iklan, namun tanpa melacak Anda sebagai individu.
</p>
<p>Tentu saja, ini juga akan mengakhiri pop-up yang mengerikan itu.
</p>
<p>Namun menurut pengumuman pada hari Jumat oleh Anthony Chavez, Wakil Presiden Google yang bertanggung jawab atas inisiatif Privacy Sandbox, “tingkat adopsi yang rendah” telah menyebabkan Google “menghentikan” daftar panjang teknologi Privacy Sandbox. AdWeek kemudian berhasil mendapatkan konfirmasi bahwa daftar panjang sub-proyek yang mati ini juga berarti berakhirnya inisiatif yang lebih luas. Google akan “menjauh dari branding Privacy Sandbox,” menurut juru bicara yang dikutip oleh Adweek.
</p>
<p>Hal ini sangat menyedihkan bagi para pembenci cookie karena setelah penundaan selama bertahun-tahun, pada awal tahun lalu, tampaknya Google mulai membuat kemajuan besar. Januari lalu Google mengakhiri dukungan cookie untuk sekitar 30 juta pengguna Chrome, dan pada bulan berikutnya Google meluncurkan versi pratinjau sistem operasi Android yang berfokus pada privasi, yang bertujuan untuk mempercepat penerapan rezim iklan baru. Dengan sekitar 65% pangsa pasar browser pada saat itu, penerapan sistem Privacy Sandbox secara massal di Chrome dapat memberi sinyal kepada pengiklan bahwa era cookie telah berakhir.
</p>
<p>Dan ternyata, hal itu tidak pernah memakan waktu lama. Pada bulan April tahun ini, menjadi jelas bahwa upaya yang dipimpin Google untuk mengakhiri cookie berada di ujung tanduk ketika Chavez menulis bahwa Google akan mempertahankan “pendekatannya saat ini dalam menawarkan pilihan cookie pihak ketiga kepada pengguna di Chrome,” dan bahwa Google “tidak akan meluncurkan permintaan mandiri baru untuk cookie pihak ketiga.” Pengumuman terbaru ini merupakan akhir dari rencana internet bebas cookie Google.
</p>
<p>Kami menghubungi Google untuk mencari tahu apakah ini berarti Google beralih ke dukungan penuh terhadap cookie pihak ketiga, atau beralih ke paket alternatif lain. Kami akan memperbaruinya jika kami mendengarnya kembali.
</p>
<p>Namun dengan hilangnya Privacy Sandbox, jelas bahwa rencana yang telah lama tertunda itu gagal. Pelacakan individu terhadap pengguna adalah struktur penahan beban dari internet gratis yang didukung iklan, dan hal itu tidak akan berubah.
</p>
</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/proyek-privacy-sandbox-ambisius-google-menandakan-berakhirnya/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para Ilmuwan Memulai Proyek Senilai $14,2 Juta Untuk Menguraikan “Indra Keenam yang Tersembunyi” di Tubuh</title>
		<link>https://bnbabel.com/para-ilmuwan-memulai-proyek-senilai-142-juta-untuk-menguraikan-indra-keenam-yang-tersembunyi-di-tubuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 10:40:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[Indra]]></category>
		<category><![CDATA[Juta]]></category>
		<category><![CDATA[Keenam]]></category>
		<category><![CDATA[Memulai]]></category>
		<category><![CDATA[Menguraikan]]></category>
		<category><![CDATA[para]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[senilai]]></category>
		<category><![CDATA[Tersembunyi]]></category>
		<category><![CDATA[Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bnbabel.com/para-ilmuwan-memulai-proyek-senilai-142-juta-untuk-menguraikan-indra-keenam-yang-tersembunyi-di-tubuh/</guid>

					<description><![CDATA[Inisiatif yang didukung NIH berupaya mengungkap cara sistem saraf melacak dan mengatur organ dalam tubuh. Bagaimana otak Anda mengenali kapan waktunya mengambil napas, kapan tekanan darah Anda turun, atau kapan <a class="read-more" href="https://bnbabel.com/para-ilmuwan-memulai-proyek-senilai-142-juta-untuk-menguraikan-indra-keenam-yang-tersembunyi-di-tubuh/" title="Para Ilmuwan Memulai Proyek Senilai $14,2 Juta Untuk Menguraikan “Indra Keenam yang Tersembunyi” di Tubuh" itemprop="url">baca &#62;&#62;</a><p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/para-ilmuwan-memulai-proyek-senilai-142-juta-untuk-menguraikan-indra-keenam-yang-tersembunyi-di-tubuh/">BN Babel</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div>
<div class="gmr-banner-beforecontent"></div>
<p>Inisiatif yang didukung NIH berupaya mengungkap cara sistem saraf melacak dan mengatur organ dalam tubuh. Bagaimana otak Anda mengenali kapan waktunya mengambil napas, kapan tekanan darah Anda turun, atau kapan tubuh Anda sedang melawan infeksi? Kuncinya terletak pada interoception, sebuah proses yang jarang diketahui yang melaluinya saraf (…)</p>
<p><b>RisalahPos.com Network</b>
</p>
<div class="gmr-banner-aftercontent text-center"></div>
<p>			<!-- .entry-footer -->
		</div>
<p><b>BN Babel</b></p>
<p>Baca lebih lanjut di <a href="https://bnbabel.com/para-ilmuwan-memulai-proyek-senilai-142-juta-untuk-menguraikan-indra-keenam-yang-tersembunyi-di-tubuh/">BN Babel</a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!-- WP Optimize page cache - https://getwpo.com - page NOT cached -->
