Jakarta — Bursa Efek Indonesia bergetar hari ini. Saham PT Timah Tbk, emiten tambang yang selama ini bergerak tenang, tiba-tiba berubah menjadi bintang paling terang di langit pasar modal. Dalam satu hentakan yang mengejutkan banyak pihak, harga saham TINS meroket hingga menyentuh Rp 3.300, level yang memecahkan rekor dan menjadi lompatan paling dramatis dalam sejarah perjalanan perusahaan.
Grafik pergerakan harga saham tampak seperti roket yang baru saja lepas landas, garis hijau vertikal yang mengoyak tren bertahun-tahun, menandai sebuah momen yang akan diingat oleh pelaku pasar. TINS resmi meledak ke puncaknya.
Volume perdagangan pun pecah, lebih dari 52 juta saham berpindah tangan hanya dalam satu sesi, mencerminkan euforia dan serbuan para investor yang tak ingin tertinggal dari gelombang besar ini. Kapitalisasi pasar TINS kini membengkak melewati Rp 24 triliun, menegaskan statusnya sebagai raksasa lama yang terbangun kembali.
Lonjakan ini bukan sekadar kenaikan harga. Ini adalah pernyataan keras bahwa PT Timah kembali menjadi pusat perhatian, di tengah gurat optimisme terhadap pasar komoditas global dan penguatan narasi hilirisasi mineral strategis di Indonesia.
Para pelaku pasar menyebut ini sebagai “kebangkitan Timah”, sebuah babak baru yang membuka potensi reli lanjutan sekaligus mengguncang peta kekuatan sektor pertambangan di Tanah Air.
Hari ini, TINS tidak hanya naik.
Hari ini, TINS mencatat sejarah.





