BANGKA, BNBABEL.COM – Saat ini angka kasus anak kekurangan gizi atau stunting yang terdata di Kabupaten Bangka mencapai diangka 183 kasus. Menurut keterangan dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka, Nurita bahwa saat ini sudah melakukan pendataan untuk 10 desa Stunting berbagai wilayah.
Sementara itu, dari 183 kasus stunting tersebut sudah masuk dalam pengawasan dan pemantauan dari pihak desa stunting. Saat ini, kasus Stunting telah menjadi perhatian dan fokus utama.
“Kami saat ini sedang gencar melakukan edukasi dan sosialisasi secara terpusat ke sasaran yang ada. Saat ini kasus stunting tertinggi ada di Kecamatan Mendo Barat,” tegasnya, Senin (7/11/2022).
Meski saat ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pencegahan stunting yang tersebar di 10 desa, akan tetapi masih ada 183 anak yang mengalami kekurangan gizi. Ia juga menjelaskan apabila terjadinya stunting terdapat beberapa faktor, seperti faktor keturunan maupun kondisi perekonomian keluarga.
“Ada juga faktor penyebabnya kenapa stunting ini terjadi, seperti pernikahan dini, lingkungan dan asupan gizi yang kurang. Oleh sebab itu masyarakat khususnya generasi muda harus melakukan persiapan secara matang sebelum memutuskan untuk menikah. Kita berharap agar stunting ini benar-benar dapat diantisipasi secara maksimal dan Kabupaten Bangka visa zero stunting,” pungkasnya. (Ibnu)






