BANGKA, BNBABEL.COM — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka terus gencar menggelar program bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan kemampuan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) melalui agen-agen pemulihan.
Bimtek kali ini digelar selama 3 hari dari tanggal 10 hingga 12 April 2023 di Balai Pertemuan TP PKK Kabupaten Bangka.
Peserta diikuti oleh agen pemulihan dari IBM Macan dari Desa Pemali dan Gembira Kelurahan Sungailiat.
Humas BNNK Bangka, M. Manfaluthfi Riyadi, atau dikenal Alfy pada Rabu (12/4) mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu strategi penting dari BNN untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang ada di lingkungan masyarakat.
“Unit IBM itu dibentuk guna mengintervensi di bidang rehabilitasi terhadap penyalahguna narkoba yang dirancang dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat sesuai dengan kearifan lokal daerah setempat,” kata Alfy.
Para Agen Pemulihan, lanjunya, mendapatkan materi dari berbagai narasumber untuk meningkatkan kemampuan intervensi di bidang rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkoba, salah satunya materi mengenai kebijakan ruang lingkup IBM yang disampaikan oleh Kepala BNNK Bangka, Peni Januarti.
“Dalam materinya dijelaskan IBM ini merupakan pendekatan rehabilitasi dalam bentuk menimal dan ambang batas rendah (Low Treshold) yang artinya IBM hanya menangani resiko penggunaan narkoba di tingkat ringan atau yang membutuhkan layanan binaan lanjut. Sedangkan untuk tingkat resiko sedang dan berat, dapat dirujuk ke lembaga rehabilitasi atau fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Kepala BNNK Bangka, Peni Januarti berharap para peserta bisa mengembangkan pemahaman yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi, seperti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pemantauan, pendampingan, bimbingan lanjut, serta mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi agar pelaksaan di masyarakat dapat berjalan maksimal.
“Saya harap peserta untuk bersungguh sungguh mengikuti Bimtek tersebut agar mereka dapat mengembangkan pemahaman yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi seperti, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pemantauan, pendampingan, bimbingan lanjut, serta mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi supaya nantinya pada pelaksanaan di masyarakat dapat memberikan informasi yang benar terhadap rehabilitasi dan membangun hubungan yang baik terhadap aparatur desa dan pemangku kepentingan desa, masyarakat dan pihak stakeholder lainnya,” harap Peni. (Julian).






