BANGKA, BNBABEL.COM — Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Lukman, memberikan apresiasinya atas kemenangan banding PT Anugerah Pasir Berkah (APB) selaku pelaksana pengerukan Alur Muara Air Kantung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Menurutnya, putusan Pengadilan Tinggi Bangka Belitung itu merupakan kemenangan bersama, termasuk kemenangan kaum nelayan Sungailiat yang selama ini terkendala beraktivitas akibat terjadinya pendangkalan alur muara setempat.
“Para nelayan langsung merespon. Mereka gembira dengan hasil ini. Dalam artian, para nelayan dukung APB untuk bergerak mengatasi pendangkalan alur muara Air Kantung,” jelasnya Rabu (19/4) sore, di Sungailiat.
Dirinya berujar pihak pelaksana pengerukan alur muara yang memang layak menurut kelompok nelayan adalah PT APB.
Nelayan, lanjut Lukman, memang merasa PT APB bersungguh-sungguh membantu mereka selama ini berdasarkan kinerja yang sudah dilakukan sebelumnya.
“Karena setahu saya jaman PT Pulomas dikasih waktu selama 3 bulan sampai 6 bulan, untuk menghilangkan gundukan pasir itu, tidak mampu. Tapi APB dalam 4 bulan, itu [mampu] hilang, gundukan [pasir],” ungkap Lukman.
Bahkan para nelayan, kata Lukman, sangat antusias terhadap hasil kerja pengerukan yang dilakukan PT APB dengan sukarela memberikan sejumlah hasil tangkapan mereka kepada para pekerja pengerukan di lapangan.
“Kami tahu Pak Darmawan [dari] PT Pulomas itu orang baik. Jadi, kami meminta tolong, demi kepentingan nelayan, untuk tidak menghambat kegiatan [pengerukan] yang dilakukan APB, ke depannya,” ucap Ketua HNSI Bangka tersebut.
Dalam waktu dekat, HNSI Bangka bersama para nelayan akan berkirim surat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung untuk membahas problematika pengerukan alur muara tersebut.
Diakui olehnya, sebelum putusan banding dimenangkan PT APB, HNSI Bangka tercatat sudah dua kali mengirimkan surat ke Pemprov Bangka Belitung, tapi tidak ditanggapi.
“Itu belum direspon. Semoga dengan bantuan kawan-kawan media juga, permintaan kita para nelayan dapat digubris. Demi kesejahteraan nelayan kita. Kami akan surati lagi, sampai kita bisa duduk bersama dengan pihak terkait,” harap Lukman. (Julian/Rd)






