Tahun 2023 Angka Kasus Stunting di Bangka Alami Penurunan

BANGKA, BNBABEL.COM – Menurut data yang berhasil di himpun hingga saat ini, mencatat bahwa untuk Kecamatan Mendo Barat masih menjadi salah satu kecamatan yang nilai kasus angka stuntingnya tinggi dibanding dengan 7 kecamatan lainnya yang ada d Kabupaten Bangka. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Bangka, Nurita S.Sos, Kamis (11/5/2023).

Sementara itu untuk penurunan kasus stunting terjadi di tahun 2023 yaitu 1.27 persen dari tahun sebelumnya 2022 yang berada di angka 1.34 persen. Melihat data tersebut maka bisa dikatakan penanganan stunting yang dilakukan oleh Pemkab Bangka sudah berhasil.

Pasalnya yang mana dari 11 desa yang menjadi locus stunting di tahun 2022 menjadi 10 desa di tahun 2023. Dan pihaknya berharap hingga akhir tahun 2023, desa locus stunting terus mengalami penurunan.

Baca juga  Hari Pertama Ops Keselamatan 2021 Polres Bangka Barat

“Untuk mempercepat penurunan kasus stunting ini diperlukan kerjasama semua pihak.Dalam waktu dekat Pemkab Bangka akan mengandeng pihak BUMN dan Swasta untuk berkolaborasi dalam hal penganggaramnya.Karena pemenuhan gizi yang baik merupakan faktor utama dalam mengatasi stunting ini,” terangnya.

Nurita juga mengatakan kurangnya kesadaran Ibu untuk menimbang dan mengontrol berat badan bayi ke posyandu merupakan faktor penghambat percepatan penurunan kasus stunting terutama di daerah pedesaan.

“Ibu-ibu yang memasuki masa kehamilan harus sering mengontrol kesehatan kandungannya ke puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat.Setelah masa kelahiran pun ibu dan anak harus rutin mengontrol kesehatan dan berat badan bayinya ke posyandu setiap bulannya.Kegiatan posyandu ini harus rutin dilaksanakan sampai usia anak 5 tahun,agar anak mendapatkan imunisasi yang lengkap dan tumbuh kembang anak dapat terjaga”, jelasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Bangka, Syahbudin SIP, M.T.r.IP yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mengajak semua pihak mulai dari desa,kecamatan sampai tingkat kabupaten untuk bekerja sama dalam menanggulangi masalah stunting ini,agar tidak ada lagi anak anak yang mengalami gizi buruk sehingga menghambat tumbuh kembang mereka.

Baca juga  Sains Menjadi Sederhana: Apa itu Peluruhan Beta?

“Karena stunting ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas SDM kita,maka percepatan penanganan stunting harus kita galakkan untuk menciptakan SDM yang unggul dan berkualitas”, pungkasnya. (Ibnu/Rd)