BANGKA, BNBABEL.COM – PT PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS) melakukan pertemuan lanjutan bersama Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung, pada Selasa (16/05/2023). Diskusi tersebut dalam rangka menindaklanjuti pengumpulan informasi laporan Investigasi Atas Prakarsa Sendin (APS) yang dilakukan Ombudsman Babel pada lima tower roboh Gardu Induk Kenten Tanjung Api Api beberapa waktu lalu.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung Shulby Yozar Aradhy menyampaikan apresiasi atas gerak cepat yang dilakukan PLN untuk mengembalikan sistem kelistrikan Bangka, akan tetapi tentu kita tidak boleh mengabaikan variabel penyebab pastinya agar hal serupa tidak terjadi kembali.
“Kami sangat mengapresiasi respon cepat PLN kemarin, itu juga disampaikan oleh Tim Ombudsman yang langsung ke lokasi. Namun, kita tetap tidak boleh melupakan bagaimana hal tersebut terjadi, agar perbaikan kehandalan kelistrikan Bangka dapat terwujud, termasuk alasantidak dioperasikannya Pembangkit 25 MW PLTU Air Anyir saat itu. Tentu saja Ombudsman akan terus memonitoring hal ini, “jelas Yozar.
Kemudian dirinya juga menyinggung terkait langkah jangka pendek dan jangka panjang perbaikan yang akan dilakukan PLN agar masyarakat tidak lagi harus merasakan pemadaman listrik sehingga menyebabkan kerugian yang bersifat materil dan immateril karena ketidakhandalan listrik.
Sementara itu, PT PLN yang diwakili oleh Manager Unit Pelaksana Transmisi Palembang An Setiawan dan Manager Pelayanan Pelanggan UIW Babel Reza Fauzan, beserta jajaranny memaparkan terkait informasi data yang dibutuhkan serta menanggapi topik diskusi bersam Ombudsman.
PT PLN telah berupaya cukup keras terkait pemadaman karena lima tower roboh kemari sehingga listrik dapat kembali mengalir dalam waktu sekitar lima har. Terkait penyebab, masi dalam proses investigasi juga oleh intemal, silakan nanti Ombudsman dapat akses has tersebut tutur Andi..
Terkalt rencana jangka Panjang. Pihak PLN UIP3BS mengatakan bahwa kondisi daerah kepulauan seperti Babel perlu menjadi perhatian dan dorongan seluruh stakeholder konteks perbaikan sistem kelistrikan. Sehingga, pihaknya berharap atas dorongan berbagai unsur termasuk Ombudsman maka dapat dilakukan percepatan terhadap perencanaan penyediaan jalur cadangan kelistrikan Bangka via Gardu Induk Maryana-Bangka Tengah nantinya.
Selanjutnya, Reza Fauzan menanggapi terkait penyebab tidak dioperasikannya Pembangkit 25 MW PLTU Air Anyir saat terjadi pemadaman kemarin, serta rencana jangka pendek untuk mengantisipasi pemadaman listrik jika terjadi gangguan pada jalur Gardu Induk Kenten Tanjung Api Api Muntok.
“Salah satu pembangkit pada PLTU Air Anyir memang kebetulan dilakukan pemeliharaan saat itu. Kemudian terkait tindaklanjut jangka pendek, PLN Babel menyiapkan kapasitas MPP 25 MW yang dikirim dari Batam. Dengan demikian, kita dapat antisipasi hal serupa tidak terjadi lagi,” pungkas Reza. (Ibnu/Rd)






