BANGKA, BNBABEL.COM — Bocah berinisial ST (8) yang beberapa waktu lalu kerap meresahkan warga seputaran Lingkungan Nangnung Selatan, Kecamatan sungailiat, akhirnya diamankan oleh Sat-Pol PP Kabupaten Bangka, bekerja sama dengan kepala lingkungan setempat, pada Rabu (24/5) kemarin.
ST yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu diketahui sering melempar pengendara roda dua menggunakan batu saat melintasi wilayah seputaran Nanggung.
Akibat ulah ST, beberapa korban sampai terjatuh dari motornya. Bahkan ada korban yang sampai harus melakukan operasi ginjal gara-gara ulah ST tersebut.
Terbaru, pada Rabu pagi kemarin, seorang anak perempuan mengalami luka di bagian kepalanya karena dilempari batu oleh ST.
Akibat cidera tersebut, korban harus dibawa ke rumah sakit terdekat guna dilakukan penjahitan di bagian kelapanya.
Setelah ST berhasil diamankan, pihak Sat-Pol PP berkoordinasi dengan tim dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangka untuk melakukan tindakan penanganan lebih lanjut.
“Hari ini juga melempar anak kena kepalanya hingga berdarah sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Warga sekitar merasa resah, sehingga ada informasi mau menggeruduk rumah orang tuanya,” papar Sekretaris Dinsos Kabupaten Bangka, Ahmad Suherman, melalui pesan WhatsApp, Rabu malam.
ST dan keluarganya sendiri, kata Suherman, merupakan warga pendatang yang berdomisili di Lingkungan Nangnung Selatan.
Saat ini ST telah ditangani oleh tim dari Dinsos Kabupaten Bangka untuk dirujuk ke rumah sakit jiwa yang beralamat di Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, guna mendapatkan perawatan medis.
“Hari ini kita bawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bangka Belitung, untuk mengambil tindakan medis. Jadi untuk sementara ditangani di RSJ,” sambung Suherman.
Lebih lanjut, Suherman meminta masyarakat agar tetap tenang, dan tidak bertindak main hakim sendiri terhadap ST, apalagi sampai melakukan perundungan.
“Imbauan kami kepada masyarakat sekitar agar tenang. Jangan main hakim sendiri. Hal ini kami sampaikan ke kepala lingkungan di RSJ tadi, dan mengimbau masyarakat atau anak-anak jangan membully anak tersebut. Akibatnya dia terprovokasi untuk melakukan sesuatu,” pesan Suherman. (Julian/Rd)






