BANGKA, BNBABEL.COM – Usai mendampingi kunjungan Kajati Babel dan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Muara Air Kantung Jelitik, Ketua DPC HNSI Bangka Lukman mengatakan alasan kenapa masyarakat nelayan melakukan aksi karena mereka merasa kesal.
“Sudah berapa kali ada kunjungan dari pihak kementerian hingga pejabat daerah akan tetapi tidak pernah ada solusi. Akan tetapi nelayan selalu dibenturkan dengan hukum, bukannya hukum dibuat untuk mensejahterakan bukannya membuat sengsara masyarakat seperti ini,” ucapnya dengan kesal.
“Kami bersama nelayan berkeinginan untuk bertemu dengan Bupati secara langsung. Dan masyarakat nelayan rencananya hari Senin nanti akan datang ke Kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasi,” tambahnya, Kamis (3/8/2023).
Lalu Ketua KNPIS, Slamet Riyadi menjelaskan jika pemerintah provinsi telah berkirim surat ke Bupati Bangka untuk hadir dalam kegiatan hari, akan tetapi yang bersangkutan tidak hadir.
“Ini membuat kami kecewa dengan tidak hadirnya Bupati Bangka. Karena didalam surat PJ Gubernur sudah jelas jika sudah diinstruksikan kepada Bupati Bangka untuk melakukan percepatan alur muara ini demi kepentingan nelayan,” tegasnya.
Jika dalam jangka 3 hari ke depan tidak ada gerakan nyata normalisasi alur muara, maka pihaknya bersama nelayan akan mendatangi kantor Bupati.
Sementara itu, Albar yang berprofesi sebagai nelayan tegaskan bahwa sudah jelas apa yang dikatakan oleh PJ Gubernur jika kewenangan ada di Bupati Bangka.
“Bagaimana mau diadakan lelang, kalau minta PC untuk mengeruk saja tidak datang. Yang punya kasus ini kan Pulomas, cabut saja itu ijinnya. Jangan menyusahkan nelayan berpuluh tahun seperti ini. Kalau juga tidak respon, kami akan melakukan aksi besar-besaran di kantor Bupati,” tandasnya. (Ibnu/Rd)





