BANGKA, BN Babel
PEMERINTAH Kabupaten Bangka telah berhasil menyusun rencana induk (Masterplan) untuk mengembangkan konsep kota pintar (Smart City) yang bertumpu pada tata kelola kota yang terintegrasi dengan teknologi informasi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bangka, Tedy Sudarsono, pada Selasa (10/10/2023), mengungkapkan bahwa dengan tersusunnya rencana induk kota pintar ini, di harapkan Kabupaten Bangka dapat mewujudkan misi dan visi pembangunan yang di dasarkan pada teknologi informasi dan platform digital yang cerdas.
Dalam rencana induk ini, terdapat enam dimensi kota pintar yang telah di dokumentasikan. Dimensi pertama adalah “Smart Governance” atau Trec Matras.
Dimensi kedua adalah “Branding” dengan memilih merek Gerbang Dewi. Selanjutnya, terdapat dimensi sektor ekonomi yang menyangkut keamanan pangan.
Tedy Sudarsono menjelaskan bahwa dimensi “Smart Living” atau Sister Desi, menggambarkan kondisi masyarakat dengan merek Gerbang Mulya, sementara dimensi “Environment” atau lingkungan hidup di identifikasi sebagai Sipetarung.
“Rencana induk kota pintar ini telah di garap selama empat bulan dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah, swasta, akademis, dan pihak pendukung lainnya,” kata Tedy.
Konsep pembangunan kota pintar ini berkembang setelah Kabupaten Bangka di tunjuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI sebagai salah satu daerah yang berpartisipasi dalam program 100 “Smart City” di Indonesia.
Pengembangan konsep kota pintar melibatkan pemanfaatan teknologi informasi yang inovatif dan kreatif, dengan harapan dapat mengatasi permasalahan sosial yang semakin berkembang dan kompleks.(*)






