Sambal Lingkong Belitung, Warisan Kuliner yang Mendunia

BELITUNG TIMUR, BN BABEL

Di belantara kekayaan kuliner Nusantara, sambal lingkong dari Pulau Belitung menempati posisi istimewa.

Sundari, warga Dusun Simpang Tiga, telah lebih dari satu dekade menghidupkan warisan kuliner ini melalui usaha “Caesar Pa’iq”, yang kini berdiri teguh sebagai mitra binaan PT Timah Tbk.

Perjalanan Sundari memulai usahanya sejak 2006, berawal dari pujian keluarga yang merasakan keunikan sambal buatannya saat lebaran.

Pesanan dari Jakarta mengalir, mengawali cerita sukses yang ia rintis dengan penuh kecintaan.

Sambal lingkong yang d isajikan dalam setiap hajatan memikat hati, mengukuhkan niatnya untuk berbagi kelezatan ini lebih luas lagi.

Kini, produknya tidak hanya menyebar di toko oleh-oleh lokal Belitung tetapi juga menerobos pasar nasional.

Dengan dukungan PT Timah Tbk, Sundari mendapat tambahan modal yang signifikan, membantunya untuk mengekspansi pasar ke berbagai provinsi dan mengikuti berbagai pameran, termasuk yang akan datang di Jakarta.

Baca juga  PT Timah Tbk Dukung Proses Revalidasi Belitong Unesco Global Geopark 2024

Perjalanan Sundari tak selalu mulus. Berbagai suka duka mengiringi, namun rasa syukur tak pernah ia lupakan seiring dengan semakin d ikenalnya sambal lingkong.

Kini, dengan pengemasan yang lebih profesional, lengkap dengan izin PIRT dan sertifikat halal, usaha Sundari semakin berkibar.

Produk kerupuk dan sirup jeruk kunci juga menghiasi portofolio bisnisnya, meskipun sambal lingkong tetap menjadi primadona. Sundari berkomitmen untuk terus melestarikan dan mempopulerkan makanan khas Belitung ini.

Dukungan dari PT Timah Tbk bukan hanya berupa modal namun juga membuka pintu peluang yang lebih luas untuk Sundari dan UMKM lokal lainnya.

Harapan untuk mendapat dukungan berkelanjutan dari PT Timah Tbk terus terpatri dalam sanubarinya, sebagai upaya bersama dalam mengangkat dan memajukan produk lokal ke kancah yang lebih luas.(*)