SOLO, BN BABEL – Pengamanan ekstra disiapkan menjelang Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 yang akan digelar di Kota Solo, Jawa Tengah. Sebanyak 1.500 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan acara berjalan aman dan lancar.
Kongres perdana PSI ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Acara dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 19–20 Juli 2025, di dua lokasi utama: Graha Saba Buana dan Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Kabag Ops Polresta Solo, Kompol Engkos Sarkosi, mengatakan pengamanan akan dibagi di dua titik strategis, yakni di Graha Saba Buana dan Edutorium UMS.
“Untuk Graha Saba Buana, akan diterjunkan 500 personel kepolisian. Sedangkan di Edutorium UMS, bakal melibatkan 1.000 personel gabungan yang berasal dari satuan wilayah Kota Solo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Karanganyar,” ujar Engkos, Kamis (18/7/2025).
Engkos menambahkan, pihaknya mengantisipasi kehadiran sekitar 100 tamu VIP dalam kongres tersebut. “Untuk pengamanan Presiden dan Wakil Presiden sudah menjadi domain Paspampres, sedangkan kita fokus pada acara serta arus kendaraan,” tambahnya.
Terkait mekanisme keluar-masuk peserta, koordinasi masih berlangsung dengan pihak penyelenggara. “Nanti yang mensortir adalah panitia. Apakah dengan ID khusus atau seperti apa, kita belum mengetahui secara pasti, masih akan koordinasi lagi dengan penyelenggara,” jelas Engkos.
Di sisi lain, Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Agung Yudiawan, menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional.
“Ada personel di tiap penggal jalan, kemudian apabila arus tiba-tiba padat, kami sudah siap melakukan pengalihan ataupun rekayasa lalu lintas. Namun ini adalah opsi terakhir apabila kepadatan benar-benar tidak bisa terurai,” ungkapnya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan panitia kongres untuk memastikan mobilitas peserta berjalan efisien, termasuk pengaturan penginapan dan transportasi menuju venue.
“Agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di venue, maka peserta kongres nantinya akan diangkut menggunakan shuttle bus yang disediakan panitia, jadi tidak perlu membawa kendaraan sendiri ke venue acara,” pungkas Agung. (supri)






