Anggota Koramil 427-05/Banjit Melaksanakan Pengamanan Pawai Ogoh ogoh Di Wilayah Bali Sadhar, Kecamatan Banjit

Banjit, Risalahpos Network”

Semarak toleransi dan budaya terasa kental di Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan. Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946, umat Hindu setempat menggelar tradisi pawai Ogoh-ogoh yang memukau ratusan warga, Rabu, 18 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari ritual Pengerupukan dan menampilkan replika mahluk raksasa (Ogoh-ogoh) sebagai simbol pembersihan sifat-sifat negatif di alam semesta maupun di dalam diri manusia.

Dalam kesempatan ini Anggota Koramil 427-05/Banjit, DPP Serka Syamsul Ahmad, menjelaskan pawai ogoh-ogoh bukan sekadar hiburan visual, melainkan bagian penting dari prosesi ibadah sebelum umat memasuki masa keheningan (Catur Brata Penyepian).

“Pawai Ogoh-ogoh ini juga adalah simbol untuk menetralisir kekuatan-kekuatan negatif atau Bhuta Kala. Setelah diarak mengelilingi wilayah, patung-patung ini nantinya akan dibakar sebagai lambang bahwa kita telah memusnahkan sifat buruk agar esok hari kita bisa melaksanakan ibadah Nyepi dengan hati yang bersih,” ujar Serka Syamsul Ahmad.

Baca juga  Hubble menangkap aksi akhir peledak bintang yang jauh

Sepanjang rute pawai, warga dari berbagai latar belakang agama tampak berjejer di pinggir jalan untuk menyaksikan kreativitas seni dari para pemuda Hindu di Banjit.

Anggota Koramil setempat berkolaborasi dengan Polres/Polsek dan unsur keamanan masyarakat (Pecalang) untuk memastikan perayaan Malam Pengerupukan (18 Maret 2026) berlangsung aman, tertib, dan lancar.

(Eka Saputra, Risalahpos Network)

BN Babel