BANGKA, BNBABEL.COM — Bank Sumsel Babel terus bergerak memajukan sektor Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di wilayah operasionalnya.
Tahun ini, sebanyak Rp2,4 Triliyun Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) program Bayar Panen (Yarnen) akan dikucurkan oleh Bank Sumsel Babel.
Hal ini dikatakan Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Sungailiat, Santoso Putra, Kamis sore (27/4).
Dia mengatakan dana KUR tersebut akan di distribusikan masing-masing cabang Bank Sumsel Babel di tahun 2023.
“Tahun 2022 lalu sebanyak Rp1,8 Triliyun Dana KUR yang didistribusikan Bank Sumsel Babel dalam program KUR, dan tahun ini betambah menjadi Rp2,4 Triliyun. Semoga bisa membantu para pelaku usaha,” kata Santoso saat dikonfirmasi via WhatsApp.
Kata dia, penyaluran dana KUR ini dilakukan menyesuaikan realisasi dari seluruh cabang Bank Sumsel Babel dengan syarat KUR seperti biasanya.
Saat ini Bank Sumsel Babel Cabang Sungailiat baru melakukan Penandatanganan MoU dengan Offtaker peternak sapi di Kabupaten Bangka.
Menurut Santoso, pengajuan syarat bagi pelaku usaha ditujukan bagi peternak yang sudah memiliki pengalaman dalam memelihara sapi dan memiliki kandang sapi sendiri.
“Syaratnya sama kayak syarat KUR biasa, tapi dikhususkan untuk peternak sapi dan sudah berpengalaman dalam memelihara sapi dan memiliki kandang utk memelihara sapi,” jelasnya.
Untuk Program KUR Yarnen bagi peternak sapi, Bank Sumsel Babel Cabang Sungailiat memberi jangka waktu selama 1 tahun dengan limit bantuan Rp10 juta hingga Rp100 juta.
Namun untuk KUR peternak sapi ini difokuskan untuk moment menjelang Lebaran Idul Adha karena diperkirakan akan terjadi permintaan konsumen yang melambung tinggi.
“KUR Yarnen sapi maksimum 1 tahun, tapi peruntukan utama dijual pada saat lebaran haji karena harga sapi berpotensi paling tinggi. Jadi setelah sapi dijual baru dibayar,” lanjutnya. (Julian/Rd)






