Diketahui Sebagai Tulang Punggung Keluarga, Korban Laka Laut KM Anggrek I Tinggalkan Seorang Ibu dan Adik yang Masih Kecil

BANGKA, BNBABEL.COM — Anak Buah Kapal (ABK) KM Anggrek I bernama Jonata (20) yang ditemukan meninggal dunia di Perairan Teluk Uber, Kecamatan Sungailiat, pada Selasa (4/4), karena mengalami kecelakaan laut beberapa waktu lalu ternyata merupakan tulang punggung keluarga.

Warga Gang Nusantara, Lingkungan Parit Pekir, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka itu, merupakan anak sulung dari dua bersaudara.

Jonata dikenal sebagai sosok remaja yang baik, dan menjadi tulang punggung keluarga sejak ditinggal almarhum ayahnya, Adil, November 2022 silam.

Semenjak kepergian sang Ayah, Jonata lah yang berperan menafkahi keluarganya. Terlebih lagi, kondisi Ibu dan seorang pamannya yang ODGJ saat ini sedang sakit-sakitan, dan seorang adik laki-lakinya yang berusia 9 tahun membuatnya harus tekun mencari uang dengan menjadi ABK kapal pencari ikan.

Erlina (39), tetangga korban, menceritakan keseharian Jonata merupakan pemuda yang baik dan perhatian terhadap keluarganya.

Baca juga  Kasau Ganti Danlanud beserta Dansatpom Lanud JA Dimara, Merauke

“Rumahnya di belakang rumah kami. Anaknya baik. Bapaknya November kemarin meninggal dunia. Jadi dia yang menghidupi keluarganya. Ada ibu, pamannya yang ODGJ, serta adiknya satu orang masih kecil,” kata Erlina, Selasa (4/4) sore.

Erlina menceritakan sejak ayahnya meninggal, Jonata lah yang merawat ibu dan adiknya.

Saat pergi melaut, Jonata biasanya menitipkan adik bungsunya itu kepada seorang teman yang tinggal di Jalan Jembatan Putus.

“Dia lah yang rawat ibu dan adiknya. Kalau Jun (korban-pen) ke laut. Adiknya dititipkan kepada temannya di Jembatan Putus. Upah orang untuk jaga adiknya,” lanjut Lina.

Sang adik yang saat ini duduk di bangku SD mendapat bantuan biaya sekolah dari Ketua Kadin Bangka, Kwartanto.

“Adiknya sekolah SD dibantu Pak Kwartanto biayai sekolah adiknya selama ini,” cerita Lina.

Sebagai informasi, semestinya bila ada nelayan yang menjadi korban musibah di lautan berhak mendapat fasilitas asuransi jiwa.

Baca juga  Great Lakes berubah selamanya pada tahun 1998. Apakah kita siap untuk apa selanjutnya?

Namun sayangnya, Jonata yang berprofesi ABK KM Anggrek I ini ternyata belum terdata melalui fasilitas asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua HNSI Kabupaten Bangka, Lukman saat dikonfirmasi mengatakan setelah dikroscek, Jonata ternyata belum terdaftar asuransi yang dapat menjamin santunan korban ketika terjadi kecelakaan di laut.

“Klaim asuransi dilakukan apabila nelayan sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Tapi sayangnya korban saat kami kroscek ternyata belum terdaftar,” kata Lukman.

Sementara itu, jenazah Jonata sendiri tiba di Pantai Teluk Uber pada Selasa sore, sekitar pukul 16.15 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Ridwan mengatakan jasad korban ditemukan setelah tersangkut di jaring nelayan.

Setelah dilaporkan ke tim gabungan, jenazah Jonata pun dievakuasi dari Perairan Teluk Uber mengunakan perahu tim evakuasi.

Usai tiba di darat, jasad ABK KM Anggrek I ini lantas dibawa ke kamar jenazah RSUD Depati Bahrin Sungailia, dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Julian/Rd)

Baca juga  Babel Maju, Bangun Sumber Daya Manusia Melek Teknologi