BANGKA, BNBABEL.COM – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Ridwan menjelaskan jika beberapa hari yang lalu terdapat luapan air rob yang cukup tinggi di beberapa titik di Kecamatan Sungailiat. Ia sebutkan hal itu disebabkan karena adanya air laut pasang tertinggi di angka 3,5.
Menghadapi cuaca dimana intensitas curah hujan yang cukup tinggi dan berpotensi terjadinya banjir, pihaknya telah menyiapkan 10 petugas yang dijadikan sebagai tim reaksi cepat yang akan melayani masyarakat selama 24 jam. Pasalnya sepuluh orang tersebut akan ditugaskan untuk mengantisipasi jika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Berapa hari yang lalu di Desa Pohin mengalami banjir dan kebetulan ada Bidan ingin pergi ke salah satu rumah warga yang akan melahirkan, ketika mendapatkan laporan akan hal tersebut maka kami langsung berikan bantuan dan alhamdulillah pasien bisa melahirkan dengan lancar,” jelasnya, Selasa (24/1/2023).
Tidak hanya itu saja, untuk saat ini pihaknya juga sedang mempersiapkan call centre atau nomor pengaduan yang diperuntukkan apabila masyarakat membutuhkan bantuan dari Tim Reaksi Cepat BPBD Bangka. Namun begitu, ia katakan jika untuk saat ini seandainya masyarakat membutuhkan bantuan bisa menghubungi di Pusat Pengendalian Operasi yang diawasi langsung oleh 2 pegawai ASN BPBD.
Ridwan menambahkan di bulan Januari ini sudah ada beberapa lokasi yang mengalami bencana banjir akibat air laut pasang ataupun curah hujan yang tinggi. Banjir terbanyak terjadi di Kecamatan Sungailiat seperti di Kampung Nelayan 1 dan Parit Pekir. Oleh sebab itu, dirinya berharap semoga hingga masuk bulan Maret tidak ada kendala ataupun bencana lainnya.
“Kami bersyukur, Bupati Bangka melalui kebijakan-kebijakannya sangat mendukung secara utuh segala kegiatan yang dilakukan oleh BPBD, terkait masalah yang ada internal maupun eksternal. Mengenai dengan sarana dan prasarana memang masih ada kekurangan, namun kami sudah mengusulkan ke BNPB untuk meminta bantuan pengadaan alat pendukung,” imbuhnya.
Kemudian pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan kunjungan ke BPBD Provinsi Bangka Belitung untuk membicarakan terkait masalah potensi bencana dan bagaimana cara pengendalian evakuasi ataupun kegiatan lainnya seperti membantu masyarakat yang terkena musibah.
“Dan kita tetap akan melakukan komunikasi aktif dengan BPBD Provinsi Babel. Kami juga akan menjalin komunikasi komunikasi dengan pihak lainnya seperti dengan Basarnas, AL, Danki Brimob, Kepolisian dan Kompi 147. Jadi jika nanti terjadi bencana semua perangkat pendukung sudah siap dalam memberikan bantuan evakuasi,” jelasnya.
Dalam upaya untuk meminimalisir terjadinya musibah, ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan seperti yang dicontohkan oleh Bupati Bangka. “Pemerintah daerah telah berikan contoh dengan dilakukannya gotong royong setiap hari Jum’at, hal itu harus bisa diikuti oleh masyarakat,” pungkasnya. (Ibnu)






