BANGKA, BNBABEL.COM – Wakil Bupati Bangka hadiah dan pelepasan santri kelas akhir Pondok Pesantren Al Islam Kemuja Tahun 1444 H/2023 M di Halaman Ponpes Al Islam, Sabtu (17/6/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Syahbudin berpesan kepada para santriwan santriwati untuk selalu Mam pertimbangkan memikirkan dan merenungkan terhadap tingkah laku baik yang telah dikerjakan maupun yang akan dikerjakan karena koreksi diri sangat diperlukan. Artinya apa yang dikerjakan saat ini setimpal atau seimbang kah dengan apa yang dikerjakan dalam satu tahun baik yang bersifat transendental maupun sosial.
“Sebagaimana istilah yang sering kita dengar bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Saya berharap aflah dan pelepasan ini merupakan momentum bagi para santri untuk bersiap dalam mengamalkan segala ilmu yang telah diperoleh selama menjadi santri ke dalam masyarakat yang heterogen baik agama, suku, profesi ataupun latar belakangnya,” terangnya.
Oleh sebab itu, para santri hendaknya selalu mengasah pemahaman akan ilmu yang diperoleh menjaga keseimbangan antara ilmu keagamaan dan ilmu keduniaan. Syahbudin katakan betapa pentingnya ilmu agama serta seharusnya memberikan pemahaman agama secara benar kepada generasi penerus.
“Saat ini kita sering mendengar ataupun bahkan melihat begitu banyak perilaku-perilaku kerusakan yang dilakukan oleh generasi muda yang dengan menggunakan dalih agama, ini kita yakini bahwa hal ini tidak terjadi dengan sendirinya oleh generasi muda kita melainkan adanya transfer pemahaman keagamaan yang salah dari orang ataupun kelompok tertentu kepada generasi kita yang masih lugu dan buta,” jelasnya.
Menurut Wabup, pemberian pemahaman keagamaan yang salah dapat menjadikan pemikiran dan sikap eksklusif merasa paling baik merasa paling benar sendiri dan yang lain dianggap salah. Padahal esensi dari agama itu sendiri adalah budi pekerti.
“Nabi Muhammad membawa agama Islam mengajarkan Al Quran kepada umat manusia dalam rangka memperbaiki akhlak, memperbagus hubungan kepada sang pencipta dan juga menjalin hubungan yang harmonis kepada sesama manusia,” sebutnya.
Syahbudin kembali mengutarakan bahwa para santri harus menjaga keseimbangan serta senantiasa meningkatkan kualitas ibadah dan membangun tali ukhuwah islamiyah diantara sesama. Pasalnya, terjalinnya persaudaraan yang Kuta dengan dilandasi akidah dan iman serta berdasarkan agama yang murni karena Tuhan mampu mempersatukan umat Islam dari berbagai penjuru khususnya yang ada di Kabupaten Bangka.
“Dengan ukhuwah Islamiyah ini kita bisa merasakan apa yang dialami dan dirasakan oleh sesama, sehingga tidak ada lagi persepsi yang menyatakan aku adalah aku, kamu adalah kamu,” pungkasnya. (Ibnu/Rd)






