Kadisdikpora Bangka Nilai Kasus Penikaman RA Adalah Masalah Serius

BANGKA, BNBABEL.COM – Kasus penganiayaan pada hari Kamis 5 Januari yang menimpa RA (14) murid kelas X di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Sungailiat telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bangka. Yang lebih memprihatinkan, korban dianiaya oleh 4 orang temannya yang saat kejadian terindikasi sedang kondisi mabuk akibat menghirup lem aibon.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Rozali mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian itu.

“Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali. Kami sangat menyesali terjadinya perkelahian hingga beruntung pada penikaman, ini masalah yang sangat serius karena si pelaku diindikasikan mabuk lem aibon,” tukasnya, Selasa (10/1/2023).

Untuk menghindari hal serupa terulang kembali, Rozali telah mengintruksikan kepada seluruh pihak sekolah dari tingkat TK, SD hingga SMP untuk lebih rutin memberikan pengawasan serta mengingatkan ke anak didik untuk menjauhi hal-hal yang dilarang.

Baca juga  Ini Yang Diinginkan Mulkan Dari Seorang Pj Bupati Bangka Nant

“Saya telah memberikan arahan kepada seluruh Kepala Sekolah dan tenaga pendidik untuk terus memberikan informasi dan selalu mengingatkan kepada pelajar supaya kejadian perkelahian itu tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Menurut Rozali, tanggung jawab dalam mendidik anak tidak bisa dibebankan sepenuhnya terhadap pihak sekolah saja. Akan tetapi peran orang tua, komite dan paguyuban sekolah juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk moral sang anak.

“Peran orang tua dalam membentuk karakter anak sangatlah penting. Orang tua tidak boleh lalai dan membiarkan pergaulan anak tanpa adanya pantauan. Kami dari dinas pendidikan akan lebih intens untuk melakukan pengawasan di sekolah-sekolah supaya hal serupa tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (Ibnu)