BANGKA, BNBABEL.COM – Bebaskan dari wabah penyakit Demam Berdarah Dengue, Pemkab Bangka melakukan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Penyakit Demam Berdarah Dengue di Rumah Dinas Bupati, Jum’at (09/09/2022).
Dalam rapat koordinasi tersebut mengundang 8 kecamatan, perwakilan Kemenag, Kepala Puskesmas, Lurah, Kepala Desa, Ikatan Dokter Indonesia dengan total jumlah undangan sebanyak 50 orang. Alasan rakor dilaksanakan, menurut Boy Yandra karena dari bulan Januari hingga Agustus kasus demam berdarah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Rapat yang dibuka langsung oleh Asisten Kesra dan sebagai narasumber yaitu Sekdis Dinas Kesehatan Nora Sukma Dewi dan Boy Yandra selaku Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bangka.
“Di tahun 2022 ini sudah ada sebanyak 229 orang yang terkena penyakit DBD dan meninggal dunia ada 4 orang. Dari keempat orang tersebut berasal dari Sungailiat ada 1 orang, Puding Besar 1 orang dan Belinyu 2 orang,” terang Boy Yandra.
Ia menyebutkan untuk kasus DBD tertinggi ada di Kecamatan Sungailiat yaitu ada 89 orang, Belinyu 35 orang, Pemali 24 orang, Riau Silip 17 orang, Bakam 16 orang, Merawang 15 orang, Mendo Barat 14 orang dan Puding Besar 12 orang.
“Melihat kasus yang sudah mulai mengalami kenaikan seperti itu, maka Dinas Kesehatan mengambil kebijakan untuk melakukan rapat koordinasi tentang penanggulangan KLB penyakit DBD. Rakor yang kita laksanakan tadi menghasilkan kesepakatan, yang pertama desiminasi informasi bahwa DBD sangat berbahaya dan mematikan. Kesepakatan kedua adalah setiap kasus positif akan dilakukan penyelidikan epidemiologi dan jika terindikasi dilakukan fogging maka disepakati dilakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk terlebih dahulu sebelum pelaksanaan fogging,” tegasnya.
Selanjutnya, pihaknya juga melaksanakan instruksi Bupati melalui surat edaran nomor 442/4464/Dinkes/2022 tentang kegiatan Jum’at Bersih dalam rangka penanggulangan KLB DBD yang akan dimulai pada hari Jum’at tanggal 9 September 2022 secara serentak yang dimulai dari tingkat rumah tangga, fasilitas umum, kantor, sekolah dan tempat ibadah secara terintegrasi.
“Alhamdulillah, hari sudah dimulai secara serentak di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka. Kemudian, implementasi surat Bupati yang melibatkan Forum Bangka Sehat di tingkat Kabupaten hingga kelurahan. Sembari menunggu surat edaran Bupati, untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sekolah di wilayah kerja puskesmas harus melibatkan bidan desa untuk memantau. Bagi surveylan aktif harus ditingkatkan yang akan dikoordinasikan oleh dinas kesehatan kabupaten dan provinsi terutama untuk pengiriman data demam berdarah dari rumah sakit lintas kabupaten ke puskesmas sesegera mungkin,” sebutnya.
Pihaknya juga Kana membentuk tim PSN per desa yang akan dilakukan oleh OPD, Camat, Lurah dan Kades sebagaimana yang dilakukan pada saat pelaksanaan vaksin Covid-19.
“Kami sangat berharap kepada semua lini untuk ikut membantu dalam rangka pelaksanaan PSN dengan melakukan setiap minggunya melaksanakan Jum’at Bersih. Hal tersebut sebagai langkah untuk tidak memberikan kesempatan nyamuk dewasa untuk berkembang biak. Jangan lupa lakukan 3M plus,” harapnya. (Ibnu)






