BANGKA BARAT, BNBABEL.COM — Seorang siswa SD SLB di Muntok, berinisial AH, diduga menjadi korban penganiayaan.
Melihat kondisi buah hatinya yang penuh lebam dan memar, sang ibu berinisial AR melaporkan peristiwa itu ke polisi.
Peristiwa yang menimpa AH itu terjadi Selasa (30/5). Sementara kasusnya dilaporkan, Rabu (31/5), ke unit PPA Sat Reskrim Polres Bangka Barat.
Kasus ini menggegerkan masyarakat setempat ketika awalnya diketahui bahwa seorang murid SLB jadi korban penganiayaan di lingkungan sekolahnya.
Kepolisian Polres Bangka Barat pun segera merespon laporan tersebut dan melakukan penyelidikan intensif.
Kanit PPA Satreskrim Polres Babar Ipda Riki Abprizon seizin Kasat Reskrim AKP Ogan Arif Teguh Imani mengatakan tim penyidik akhirnya berhasil mengungkap fakta yang sejelas-jelasnya.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku penganiayaan bukan lah seorang guru seperti yang diduga sebelumnya.
Namun, pelaku penganiayaan ternyata adalah teman sekelas korban.
“Orang tua murid yang terlibat dalam kasus ini tidak hanya merasakan kelegaan karena pelaku berhasil diidentifikasi, tapi juga merasa terharu oleh profesionalisme dan komitmen Satreskrim Polres Bangka Barat dalam menangani kasus ini. Mereka secara terbuka menyatakan rasa terima kasih atas kerja keras yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” tutur Ipda Riki Senin (21/08/2023).
Namun, keluarga korban memutuskan tidak melanjutkan perkara ini dan memilih melalui jalur mediasi atau kekeluargaan.
Keputusan ini diambil dengan pertimbangan mendalam guna menjaga hubungan harmonis antara siswa-siswa sekolah, keluarga, serta pihak sekolah.
Dalam situasi yang tindakan keras seperti ini menjadi perhatian utama, keputusan orang tua murid ini juga mengundang pemikiran lebih lanjut tentang pendekatan yang positif dalam menyelesaikan konflik di lingkungan sekolah.
Orang tua korban mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Bangka Barat bersama seluruh jajaran yang berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang menimpa anaknya.
“Saya berterima kasih sekali kepada Kapolres Bangka Barat dan Satreskrim beserta tim unit IV PPA Polres Bangka Barat yang telah berhasil mengungkap kasus anak saya, dalam kasus itu diduga penganiayaan dan telah terungkap dengan jelas dan seterang terangnya, dan saya ucapkan terima kasih dari pihak sekolah dan guru yang telah membantu pihak kepolisian,” tutur orang tua korban.
Meskipun pelaku penganiayaan telah terungkap, pengalaman ini menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya edukasi dan pemahaman terhadap nilai-nilai kebersamaan, empati, serta pentingnya menjaga lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi semua siswa.
Dengan berakhirnya kasus ini, harapannya adalah bahwa masyarakat, sekolah, dan pihak yang diciptakannya dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, yang setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bebas dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi. (Julian/Rd)





