RisalahPos – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran berjalan tanpa pungutan biaya. Hal ini disampaikan langsung oleh Inspektur Jenderal Kemendikdasmen melalui video resmi yang dirilis di kanal YouTube kementerian pada pekan ini.
Program tersebut meliputi peningkatan fasilitas sekolah, pemanfaatan teknologi dalam sistem pembelajaran, hingga distribusi perangkat digital ke satuan pendidikan. Pemerintah memastikan, seluruh proses dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas pungli, sehingga tidak membebani sekolah maupun peserta didik.
Program Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan
Revitalisasi sekolah menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan di Indonesia. Langkah ini dipadukan dengan digitalisasi pembelajaran yang memungkinkan siswa dan guru mengakses metode belajar lebih modern, efisien, dan interaktif.
Beberapa poin penting dari program ini antara lain:
-
Peningkatan fasilitas sekolah agar lebih layak dan ramah belajar.
-
Integrasi teknologi digital ke dalam sistem pembelajaran.
-
Distribusi perangkat digital ke berbagai sekolah di seluruh Indonesia.
Kemendikdasmen menekankan bahwa semua fasilitas tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun.
Waspada Potensi Pungli
Meski sudah ditegaskan bebas biaya, pemerintah tetap mewanti-wanti adanya oknum yang mencoba memanfaatkan program ini dengan melakukan pungutan liar (pungli).
Masyarakat, guru, maupun kepala sekolah diminta untuk waspada dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan. Saluran pengaduan resmi yang bisa digunakan antara lain:
“Kami tidak mentolerir pungutan dalam bentuk apa pun. Segera laporkan jika ada pihak yang mencoba menyalahgunakan program ini,” tegas Irjen Kemendikdasmen.
Komitmen Pemerintah Menjaga Integritas
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga integritas dunia pendidikan, sekaligus memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakan langsung oleh peserta didik.
Dengan adanya revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran gratis ini, diharapkan kualitas pendidikan Indonesia dapat semakin maju tanpa menambah beban biaya bagi orang tua maupun sekolah.
Kemendikdasmen pastikan program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran berjalan gratis tanpa pungutan. Masyarakat diminta waspada pungli dan melapor lewat kanal resmi. (rls)
BN Babel





