BANGKA, BNBABEL.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka menggelar workshop sosialisasi dan internalisasi penyusunan kajian resiko bencana Kabupaten Bangka di Hotel Manunggal, Sungailiat, Kamis (7/9/2023).
Kepala Pelaksana BPBD Bangka, Ridwan S.Pkp dalam sambutannya mengatakan apabila kabupaten Bangka merupakan salah satu daerah yang rawan bencana. Oleh sebab itu, menurut Ridwan hal ini menjadi perhatian dari BNPB sebagai salah satu daerah yang berinisiatif menyusun kajian resiko bencana dengan menggunakan dana APBD daerah.
Ditegaskannya, kegiatan penyusunan KRB ini sejalan dengan peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2018 tentang standar pelayanan minimal dimana salah satu komponen SPM ini berkaitan dengan informal rawan bencana, pencegahan dan kesiapsiagaan bencana serta penyelamatan dan evakuasi korban bencana.
“Kegiatan penyusunan kajian resiko di Kabupaten Bangka telah dilaksanakan sejak bulan Agustus sampai dengan November 2023. Kajian resiko bencana tersebut meliputi beberapa jenis potensi bahaya yang ada di Kabupaten Bangka yaitu banjir dan cuaca ekstrem,” terangnya.
Ridwan menuturkan kegagalan yang dilaksanakan tersebut dapat menghasilkan kajian resiko bencana yang mampu memperlihatkan potensi resiko bencana yang ada di setiap desa/kelurahan sehingga bisa menghitung potensi jumlah jiwa yang akan terdampak bencana, kerugian rupiah yang akan hilang serta potensi kerusakan lingkungan.
“Kita harus ketahui bahwa kajian resiko bencana perlu di integrasikan ke dalam perencanaan tata ruang dan wilayah kabupaten Bangka, sehingga kita tidak salah menempatkan perencanaan pembangunan khususnya yang menjadi aset vital daerah pada tempat yang ternyata memiliki tingkat resiko bencana yang tinggi,” tambahnya.
Lebih lanjut ia menginginkan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan dalam memberikan pelayanan penanggulangan bencana di Kabupaten Bangka.
“Melihat hal-hal yang sudah saya sampaikan diatas, maka kami dari BPBD perlu kerjasama dengan instansi terkait dalam proses penyusunan kajian resiko bencana ini. Saya berharap dengan kegiatan workshop sosialisasi dan internalisasi penyusunan kajian resiko bencana ini kita dapat bersama sama secara terpadu menanggulangi dan meminimalisir resiko dan potensi bencana di Kabupaten Bangka,” sebutnya,” pungkasnya. (Ibnu)






