Menteri ESDM Merasa Dibohongi Investor Bauksit

JAKARTA, BN NASIONAL

Sejak 10 Juni 2023, pemerintah telah melakukan pelarangan ekspor bijih bauksit. Hal ini dimaksudkan agar pengusaha melakukan hilirisasi dengan membangun smelter.

Namun, setelah berjalan 1 tahun aturan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif merasa dibohongi oleh janji-janji yang telah diberikan oleh para pengusaha.

“Bauksit kita upayakan dibangun yang serius investor baru bangun smelter baru. Selama ini kan dibohongin saja kita. Sudah sekian persen, lapangan bola, sama pos hansip,” kata Arifin saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (19/4/2024).

Arifin merasa dibohongi saat perusahan-perusaahaan smelter tersebut telah menyampaikan progres pembangunan sekian persen, namun nyatanya saat ditinjau hanya lapangan kosong.

Anda Mungkin Tertarik

Menurut data Kementerian ESDM, terdapat lima perusahaan yang melakukan pembangunan pemurnian konsetrat mineral logam dan sudah ada satu perusahaan yang rampung dalam pembangunan fasilitas pemurnian komoditas timbal, yakni PT Kapuas Prima Citra. Empat smelter lainnya dengan komoditas tembaga, besi, dan seng masih belum merampungkannya.

Baca juga  Tengkorak Anjing Berusia 11.000 Tahun Menulis Ulang Kisah Domestikasi

Sementara, fasilitas pemurnian bauksit terdapat 12 perusahaan yang membangun, dari 12 itu terdapat empat smelter yang sudah beroperasi dengan memproduksi Chemical Grade Alumina (CGA), Smelter Grade Alumina (SGA), dan memproduksi sebanyak 2 juta ton pertahun.

Sebelumnya, Arifin juga pernah menyampaikan kekecewaan terhadap pengusaha bauksit ini pada Mei 2023 lalu saat Kementerian ESDM melakukan penelusuran pembangunan smelter hanya menemukan lapangan di lokasi padahal progres menunjukan di angka 33 persen sampai 66 persen.

“Tujuh lokasi smelter masih berupa tanah lapang, walaupun dinyatakan dalam laporan verifikasi kemajuan pembangun sudah mencapai 32 sampai 66 persen. Inilah gambarnya dan berikut perusahaanya yang kita lakukan dilapangan,” jelas Arifin.**