BANGKA, BNBABEL.COM — Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Handera, meminta PT Gunung Pelawan Lestari (GPL) untuk tetap komit menjaga hasil audiensi yang digelar bersama masyarakat, beberapa waktu lalu, terkait harga buah dan grading sawit.
Handera mengatakan, audiensi tersebut terakhir digelar pada, Senin (12/6/2023) lalu, dengan kehadiran sejumlah perwakilan pihak, baik dari perusahaan terkait maupun masyarakat petani serta pihak desa.
Menurutnya, adanya audiensi yang digelar beberapa waktu lalu, para petani berharap pihak perusahaan dapat menjaga komitmen yang telah disepakati sebelumnya.
“Pada awal, tahun 2020 lalu, kita sudah sepakat sama mereka pihak perusahaan. Salah satu poinnya, yaitu masalah harga buah dan grading. Kita hanya minta pihak perusahaan memegang komitmen aja. Artinya, mereka bersedia, terus menerima pasokan buah (sawit) kami,” jelasnya, Senin (26/6/2023), di Riau Silip.
Dikatakannya, dari hasil bertani sawit, para petani pihak perusahaan dapat terlebih dahulu mementingkan menerima hasil tani masyarakat sekitar.
Karena, bukan tidak mungkin, petani sangat dirugikan apabila hasil panen mereka tidak terjual dengan semestinya.
“Sempat terjadi, buah 20 kilo (kilogram) 30 kilo itu dipulangin semua. Kalau 5 kilo ke bawah itu memang tidak diterima, karena sesuai perjanjian. Kami berharap sesuai SOP saja lah,” ungkapnya.
“Tapi, sekarang mereka sudah kembali menerima. Kami minta, mereka komitmenlah. Jaga hasil audiensinya, ke depan,” sambungnya.
Handera berharap, ke depan kejadian seperti itu tidak lagi terjadi.
Para petani ingin PT GPL sebagai satu di antara pabrik terdekat dari pemukiman mereka yang dapat mementingkan hajat hidup masyarakat.
“Sekarang, sudah normal. Tapi, kami berharap kedepannya, pihak pabrik dapat menerima secara continue,” ucapnya.
Sementara itu, pihak perusahaan yang diwakili Manager Humas PT GPL, Supri, mengatakan, pihaknya akan berusaha menjaga hasil audiensi bersama masyarakat, terkait distribusi buah.
“Udah gak ada masalah ya. Saling dipahami. Jadi, SOP GPL jadi apa yang diterapkan itu, ya sudah dipahami oleh para pengepulnya. Intinya gak ada masalah,” terangnya.
Supri mengungkapkan, sepanjang saling memahami hasil audiensi dan kesepakatan, pihaknya juga akan terus menjaga komitmen dengan sebaik-baiknya.
“Sepanjang saling supportlah. Kita akan berusaha sebaiknya,” tegas Supri.
Dihubungi secara terpisah, Camat Riau Silip, Firmansyah, meminta sejumlah pihak dapat terus menjalin silaturahmi yang baik.
Firman berharap, mengenai hasil audiensi yang telah disepakati itu, menjadi awal terciptanya hubungan baik antara pihak perusahaan dengan masyarakat petani setempat.
“Saling jaga saja. Semua pihak. Baik, pihak PT (perusahaan-pen) dengan masyarakat. Nanti, kita coba konfirmasi ke pihak PT juga, untuk selanjutnya,” kata Firman.
Ia juga menginginkan kejadian serupa tak terjadi ke depannya. Camat meminta, PT GPL harus tetap terbuka bagi poktan sekitar dalam hal distribusi buah.
“Harus komit. Hasilnya seperti apa, jaga komitmen. Nanti kami tekankan juga ke pihak perusahaan. Nanti, kami adakan pertemuan lah,” pungkasnya. (Julian/Rd)






