Selain Polusi, BBM Jelek juga Sebabkan Masalah Ini

JAKARTA, BN NASIONAL – Institute for Essential Services Reform (IESR) memaparkan, kualitas BBM yang digunakan kendaraan bermotor selain menyebabkan masalah polusi udara, ternyata juga dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Peneliti Senior IESR Julius Christian Adiatma mengatakan, dampak polusi udara di Indonesia khususnya membuat tingginya konsentrasi polusi udara.

Konsentrasi polusi udara tersebut dapat menyebabkan penyakit lain mulai dari penyakit jantung sampai dengan masalah di sistem reproduksi manusia.

“Jadi kaitannya polusi udara ini sangat banyak dalam kesehatan, biarpun memang yang paling prominent yang sudah lama kita sama-sama tahu semua tentang pernafasan,” kata Rachmat dalam sesi diskusi di Jakarta, Senin (5/8/2024).

Julius mengatakan, berdasarkan data Bappenas pada 2022 menunjukan bahwa peningkatan 10 mikrogram particulate matter (PM)2.5 terasosialisasikan dnegan 5,7% peningkatan kasus Pneumonia.

Sedangkan peningkatan 10 mikrogram gas oksida sulfur atau SO2 per meter kubik terasosialisasikan dnegan 6,7% peningkatan kasus Pneumonia.

Baca juga  Gen Z menginginkan pengalaman kehidupan nyata-agensi baru ini membantu merek memberikan

Selain itu peningkatan 10 mikrogram PM 10 terasosialisasikan dnegan 1,4% peningkatan kasus Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Jadi memang dari sisi saintifik sudah cukup clear, kaitan antara polusi udara dan jenis masing-masing polutan terhadap penyakit. Jadi masing-masing jenis polutan itu beda-beda pengaruhnya terhadap kesehatan,” jelasnya.

Transportasi Penyumbang Terbesar Polusi Udara
Julius mengatakan, dari beberapa studi yang ada menunjukan bahwa transportasi menyumbang angka tertinggi dari polusi udara di perkotaan.

“Mungkin di atas 30-40% dari polusi udara perkotaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sumber polusi dari kendaraan bukan hanya dari emisi gas buang pembakaran BBM yang tidak sempurna tetapi juga berasal dari debu dan dampak pengereman,” katanya.

Menurutnya, debu yang sudah mengendap juga dapat tersuspensi lagi akibat lalu lalang kendaraan dan menyebabkan polusi. Kemudian dari roda atau pengereman juga menyebabkan tambahan polusi udara.

Baca juga  Studi menemukan obat -obatan umum meninggalkan jejak abadi di usus, bahkan bertahun -tahun setelah Anda berhenti mengambilnya

“Dari transportasi, jadi sebenarnya banyak dan jenis-jenis polusinya pun polutannya beda-beda untuk masing-masing jenis emisi,” kata Julius.