BANGKA, BNBABEL.COM – Pembangunan pada tahun 2020-2021 dihadapkan pada tantangan yang berat akibat wabah pandemi covid 19. Perekonomian dengan skala nasional mengalami kontraksi dimana angka kemiskinan di masyarakat meningkat.
Untuk menghadapi situasi sebagai dampak yang muncul pemerintah mencetuskan tiga reformasi struktural yaitu reformasi sistem kesehatan, reformasi sistem kebencanaan dan reformasi sistem perlindungan sosial yang menyeluruh bagi seluruh penduduk. Dan prasarat utamanya adalah diperlukan transformasi data menuju Regristrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) seluruh penduduk.
Pendataan Regsosek ini akan menghasilkan data terpadu tidak hanya untuk program perlindungan sosial, melainkan untuk kesuluruhan program yang dibutuhkan masyarakat untuk kebijakan pemerintah yang lebih terarah.
Saat ini Badan Pusat Statistik (BPS);Kabupaten Bangka telah melakukan proses pendataan yang mulai pada tanggal 15 Oktober yang lalu. Selalu Wakil Bupati Bangka, Syahbudin menghimbau kepada masyarakat untuk bersedia menerima dan bekerjasama dengan para petugas pendataan Regsosek.
“Saya harap masyarakat bisa kooperatif dengan para petugas Regsosek, sampaikan dan jawablah setiap pertanyaan sesuai dengan data dan kondisi yang sedang dialami saat ini. Jadi nanti secara umum akan didapatkan gambaran terkait dengan kondisi di masyarakat secara akurat,” ujarnya, Jum’at (21/10/2022).
Ia menjelaskan jika apa yang ditanyakan oleh petugas Regsosek ketika melakukan pendataan dengan dirinya adalah suatu hal yang normatif saja. Apalagi sebagai pejabat publik, menurutnya harus lebih terbuka dan tidak ada yang perlu untuk ditutup tutupi.
“Melalui hasil pendataan ini jika bisa dilakukan secara 100 persen, bisa menghasilkan suatu potret ekonomi di masyarakat di Bangka. Saya ingin mengajak kepada masyarakat untuk membuka diri agar bersedia untuk di data dan memberikan keterangan yang sebenar benarnya,” himbaunya. (Ibnu)






