Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme, BNPT RI Bersama FKPT Babel Gelar ASIK Bang

BANGKA, BNBABEL.COM – Dalam rangka pencegahan terorisme dan radikalisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Bangka Belitung mengadakan kegiatan Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK Bang) di salah satu cafe kawasan Sungailiat, (14/4/2022).

Sub Koordinator Partisipasi Masyarakat BNPT, Maira Himadani mewakili Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI dalam sambutannya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama sama mewaspadai akan radikalisme dan terorisme yang dapat merusak tatanan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya terorisme adalah kejahatan yang berbeda dari kejahatan yang luar biasa lainnya, seperti korupsi dan narkotika. Kejahatan terorisme lebih melibatkan pemahaman yang keras namun dianggap legitimate oleh penganutnya. Terorisme bukan hanya persoalan pelaku semata, terorisme itu lebih merujuk kepada keyakinan teologis. Artinya, bisa saja pelaku ditangkap. bahkan dibunuh, tetapi keyakinannya itu tidak mudah untuk ditaklukkan.

“Dan hasil survey nasional tentang daya tangkal masyarakat terhadap radikalisme dan terorisme yang dilaksanakan oleh BNPT tahun 2019 penggunaan medsos dalam mencari informasi mengenai agama termasuk tinggi (skor 39,89) dalam internalisasi kearifan lokal termasuk media sosial pemahaman agama. Penggunaan medsos yang tinggi merupakan tantangan karena menjadi media efektif penyebaran konten radikal. Tetapi menjadi peluang emas untuk intensifikasi penyebaran konten kontra-radikal,” ujarnya.

Baca juga  Gubernur Dukung Pelaksanaan Infrades Babel 2021

Survei BNPT melalui Subdit Pemberdayaan Masya pada tahun 2021 menyebutkan bahwa potensi radikalisme tahun 2020 menurun dibanding tahun sebelumnya. Potensi radikal tahun 2017 masuk dalam kategori sedang, tahun 2019 masuk kategori rendah dan tahun 2020 masuk kategori sangat rendah.

“Karena itu, penting bagi kita semua untuk bergandengan tangan dan melawan radikalisme dan terorisme. BNPT punya banyak informasi soal pencegahan terorisme di tengah masyarakat, sementara menyampaikan anak muda pesan bertugas itu untuk sekaligus menyebarluaskan gagasan damai melalui media sosial termasuk musik,” tegas Maira.

Ia menjelaskan pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinan para pemuda kita meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber serta daya saing. Namun pada sisi lain perkembangan ini memiliki dampak negatif, informasi-informasi destruktif mulai dari narkoba, pergaulan bebas sampai radikalisme mudahnya terorisme apabila juga pemuda masuk dengan tidak dapat membendung dengan ilmu pengetahuan dan kegiatan positif sesuai dengan karakter bangsa dan negara.

Baca juga  Perusahaan Arab Saudi Teken MoU Kerja Sama Dagang, Impor Beras Perdana dari Indonesia

Anak-anak muda yang memiliki karakter yang tangguh adalah mereka yang memiliki karakter moral dan kinerja, pemuda yang beriman dan bertakwa, berintegritas, santun dan tangung jawab serta kerja keras, kerja cerdas, ikhlas dan tuntas. Kita kaum muda harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, baik kepeloporan, daya kreatif serta aktif dalam kancah internasional.

Dirinya menambahkan bahwa secara faktual banyak sekali anak muda yang bergabung dengan kelompok ini akibat pengaruh propaganda dan jejaring pertemanan di media online. Bahkan ada dari kalangan generasi muda menjadi sasaran dan target propaganda dan rekruitmen ISIS. Sudah banyak cerita dari berbagai negara bagaimana anak muda dari pelajar hingga mahasiswa yang memilih meninggalkan negaranya untuk bergabung dengan ISIS.

Karena itulah, melalui momentum kegiatan ASIK BANG 2022 atau Aksi Musik Anak Bangsa ini, diharapkan mampu merevitalisasi dan memperkuat semangat kebangsaan dan nasionalisme kalangan generasi muda dalam rangka pencegahan paham radikal demi keutuhan dan kesatuan NKRI. Inilah sebenarnya tujuan dan hasil yang ingin diraih dalam kegiatan kali ini.

Baca juga  Kapolres Bangka Barat Ketuk Rumah Warga Pair Jaya

Melalui kegiatan tersebut pihaknya menghimbau kepada seluruh generasi muda untuk meningkatkan kewaspadaan dan membentengi diri dari pengaruh ajakan kelompok radikal terorisme. Kehadiran kalangan generasi muda pada kegiatan kali ini yang berbeda-beda menjadi sangat strategis untuk membangun kekuatan bersama dalam mendeteksi dini, menangkal dan mencegah paham radikal terorisme.

“Melalui kegiatan Aksi Musik Anak Bangsa ini atau ASIK BANG, sekali lagi kami tekankan, tugas pencegahan radikalisme dan terorisme tidak semata-mata ada di tangan aparat keamanan. Masyarakat dalam hal ini anak muda dengan berbagai elemen di dalamnya memiliki tugas dan peranan yang sama untuk bersama sama mencegah terorisme,” pungkasnya. (Ibnu)