GKP dan YPS Rehabilitasi Mental Moeliya Gelar Edukasi Bahaya Nafza, Ismir. R : Pemerintah Harus Banyak Andil dalam Tahapan Pencegahan dan Rehabilitasi Narkoba

BANGKA, BNBABEL.COM – Yayasan pendaki sehati Rehabilitasi Mental Moeliya Kepulauan Bangka Belitung Gelar buka puasa bersama dihadiri oleh Ismir R.,S.,STP., dan didampingi oleh Magrizan S.,SI. Acara ini diselenggarakan 17 April 2022, bertempat di Jalan Jenderal Sudirman Sungailiat.

“Kita awali tadi dari tausiyah, kemudian kita buka bersama dilanjutkan shalat Isya dan shalat taraweh bersama. Kemudian dilanjutkan kegiatan podcast terkait tentang Yayasan Pendaki Sehati ini. Yang diawali memang dari pembahasannya sudah dibahas sebelum-sebelumnya antara DPD KNPI Kabupaten Bangka, Biker Subuhan Sungailiat kemudian DPD BKPRMI Kabupaten Bangka,” ungkap Ismir.

Ismir menambahkan kegiatan tersebut secara totalitas diinisiasi oleh Gawe Kite Production. Yang notabene adalah content creator yang diinisiasi oleh anak-anak muda yang berada di Kota Sungailiat yang bergerak dibidang publikasi untuk kegiatan-kegiatan dan reportase kreatifitas-kreatifitas anak muda maupun juga UMKM di Kabupaten Bangka.

Baca juga  Pemprov Babel Berlakukan Pemutihan PKB dan Gratis Mutasi Kendaraan Selama Dua Bulan, Mulai 1 Mei Sampai 31 Juli 2025

“Ke depannya Gawe Kita Production menjadi production house. Yang pertama untuk konten dakwah, kemudian untuk edukasi, ketiga untuk wadah promosi untuk UMKM. Kita mengajak anak-anak muda yang punya potensi untuk ikut serta bersama kita untuk membangun jejaring untuk memberikan informasi dengan pola dan kemasan yang berbeda supaya masyarakat lebih mudah menterjemah informasi yang disampaikan,” jelasnya.

Dirinya menginginkan untuk Yayasan Pendaki Sehati, tetap selalu bergerak walaupun kondisi maupun situasi yang banyak kekurangan dan perlu bantuan dari semua pihak, mereka tetap eksis bagi masyarakat terutama bagi masyarakat kita yang terdampak narkoba tersebut.

Ia bersyukur saat ini masih ada yang peduli dengan Yayasan Pendaki Sehati, ternyata banyak juga yang memantau pergerakan di Yayasan Pendaki Sehati ini. “Jadi luar biasa, kami merasa terbantukan untuk mengedukasikan kepada masyarakat luas bahwa di Sungailiat ini ada, khususnya di Bangka Belitung ada Yayasan yang bergerak dalam bidang rehabilitasi napza,” terangnya.

Baca juga  Libatkan Ratusan Personil, Koopsau I Akan Gelar Latihan Antar Satuan di Belitung

Ia tegaskan mudah-mudahan dengan adanya kegiatan podcast ini banyak masyarakat yang mendengar, menyimak sehingga teredukasi. Sehingga masyarakat Bangka Belitung tidak merasa kebingungan lagi apabila menemukan keluarganya yang kecanduan narkoba, mereka bisa langsung menghubungi Pendaki Sehati.

“Dalam podcast tadi lebih banyak ke perjalan kita, visi, misi kita, mengapa kita bangun yayasan ini karena ketertarikan kita apalagi saya sebagai putra daerah yang selama ini ada di pulau orang, propinsi orang, membantu masyarakat di propinsi orang. Mengapa saya tidak membantu masyarakat propinsi saya, maka saya pulang dan membangun yayasan ini dan bergerak di bidang ini. Dari tahun 2020 akhir kurang lebih 1 tahun berjalan, kita sudah merehab 216 orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia berharap ke depan pekerjaan ini bukan pekerjaan masing-masing tetapi pekerjaan bersama, harapan kepada pemerintah lebih banyak andil dalam tahapan rehabilitasinya. Memang belum ada Undang-Undang yang menganggarkan rehabilitasi narkoba. Mudah-mudahan ke depannya bisa dipertimbangkan, melalui dinas-dinas terkait apakah Badan Narkotika Nasional untuk mensupport.

Baca juga  Seorang Pasien Covid-19 di Kabupaten Bangka Meninggal Dunia

“Harapan untuk anak-anak yang masih direhab, ke depannya agar mereka bisa mengaplikasikan apa yang mereka sudah dapatkan ke sini, bisa kembali ke masyarakat dan menjadi lebih baik dan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” pungkasnya.
(Ibnu)