PANGKAL PINANG-BNBABEL.COM – Realisasi Pendapatan Daerah dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana bagi hasil (DBH) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun 2022 mengalami peningkatan yang signifikan bahkan bisa menjadi over target.
Kepala Badan Keuangan Daerah Muhammad Haris mengatakan dari data yang diperoleh menyebutkan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Babel, PAD pada tahun 2022 dengan target mencapai Rp 814 miliar.
“Realisasi pendapatan daerah di Provinsi Babel yang merupakan pendapatan asli daerah di luar DAU untuk 2022 realisasi kita hasilkan cukup memberikan hasil yang baik sampai saat ini (Juni) dari target yang sudah kita tetapkan,” kata M Haris saat konferensi pers di Hotel Santika, selasa (14/6/2022).
Haris menyebut, realisasi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Babel pada tahun 2022 ini adalah realisasi terbesar sepanjang tahunnya atau sejak provinsi ini berdiri.
“Hal-hal ini menjadi dasar kita ke depan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah kita baik itu dari pajak, retribusi daerah, kemudian sumber-sumber pendapatan daerah yang lainnya, terus DBH di 2022 ini lebih meningkat lagi,” jelasnya.
Menurut Haris meningkatnya pendapatan asli daerah Provinsi Babel pada 2022 karena faktor perbaikan ekonomi di Babel, sehingga pelaksanaan pembayaran pajak dan retribusi daerah, serta yang lainnya mengalami peningkatan.
“Kita juga di Bakuda melalui UPT Bakuda berkerjasama melakukan program yang dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pelayanan pajak, antara lain kontinyu kita lakukan pelaksanaan Samsat Keliling (Samling), samsat corner dan Samsat setempoh,” bebernya.
Selain itu, UPT Bakuda Babel di daerah juga memberikan pelayanan yang lebih berkenaan inovasi dalam memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Seperti PERJAKA BERIMAN (Pelayanan Pembayaran Kendaraan Bermotor dari sore sampai malam di tempat keramaian), PERJAKA BERKAH (Pelayanan Pembayaran Kendaraan Bermotor di Kampus dan sekolah).
Serta PERJAKA BERKURBAN (Pelayanan Pembayaran Kendaraan Bermotor di perkebunan) inovasi itu dilakukan UPT Bakuda di Kabupaten Bangka.
Kemudian, inovasi pembayaran pajak kendaraan bermotor yang langsung di lokasi wajib pajak antara lain di desa atau pusat keramaian dilakukan UPT Bangka Barat selain itu di Bangka Tengah yaitu program pembayaran pajak kendaraan bermotor dilakukan bersama pihak dealer. Dan di UPT Bangka Selatan yaitu koordinasi pelayanan terintergrasi atau Si Kopi.
Lanjut Haris , pihaknya tetap optimis untuk meningkatkan target realisasi penerimaan umum daerah pada tahun 2022 dapat dicapai dengan baik.
“Target PAD kita naik 8 persen dan pajak daerah kita naik 10 persen dari target 2021, mudah-mudahan di tahun 2022 ini kondisi ekonomi kita tetap stabil dan dapat meningkat, sehingga pendapatan kita dapat meningkat juga,” tuturnya.
“Dengan tercapainya pendapatan asli daerah yang tinggi otomatis bisa digunakan untuk pembangunan di provinsi ini,” pungkasnya. (priadi)






