Waspada, Ada 159 Kasus DBD di Bangka Selama 6 Bulan Terakhir

BANGKA, BNBABEL.COM – Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Bangka bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dalam rangka memberikan penyuluhan serta membagikan Abate dibeberapa titik yang dianggap mengalami peningkatan kasus penyakit demam berdarah. Hal itu disampaikan oleh Ketua HAKLI Bangka, Boy Yandra pada Minggu (7/8/2022).

Boy Yandra jelasnya dari bulan Januari hingga Juli 2022 sudah ada sebanyak 159 kasus demam berdarah, yang mana kasus terbanyak terjadi di bulan Juli yaitu 37 kasus. Dari 159 kasus yang terjadi, tertinggi ada di Kecamatan Sungailiat 63 dan Pemali 23 Orang.

“Upaya yang kami lakukan bersama Dinkes dan tim Puskesmas adalah melakukan penyuluhan di beberapa sekolah dan kemudian dilanjutkan di Posyandu. Kita harapkan kasus demam berdarah bisa ditekan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Dirinya juga menginginkan masyarakat untuk bisa memahami bahwa nyamuk Aedes aegypti hanya dapat hidup di air yang bersih. Ia juga meminta untuk membersihkan bak penampungan seminggu satu sekali atau menggunakan Abate.

Baca juga  Jelang Puasa, Papa Muda Grup Salurkan Ratusan Sembako ke Warga Sungailiat

“Jika anak mengalami sakit panas tinggi dan mual maka segeralah dibawa ke rumah sakit, jangan anda lengah karena demam berdarah bisa menyebabkan kematian dengan cepat. Jika anggota keluarga dinyatakan sakit demam berdarah oleh hasil laboratorium pihak rumah sakit maka harus melapor ke RT atau Kaling. Hal itu agar kami dapat melakukan penanggulangan dan penanganan DBD dengan baik,” imbuhnya.

Apabila tim dari puskesmas telah melakukan penyelidikan epidemiologi ke lokasi dan ditemukan ada anak dibawah usia 5 tahun sakit demam dan ditemukan jentik di 3 rumah maka selayaknya di radius 100 meter harus dilakukan fogging.

“Mudah mudahan upaya ini tidak terlambat dilakukan oleh pihak puskesmas maupun rumah sakit dan dinas kesehatan. Karena ketiga pihak itulah, apabila dari rumah sakit ada pasien yang positif DBD akan melapor ke puskemas dan dinas kesehatan yang nanti akan ditindak lanjuti oleh surveilans aktif untuk mendatangai rumah pasien guna melakukan pengecekan lingkungan dengan radius 100 meter.

Baca juga  Ketua Umum PJS Secara Resmi Buka Seminar Budaya Nasional

“Di bukan Agustus ini ada peningkatan kasus, maka jangan lengah. Periksalah tempat penampungan yang ada di rumah, apabila ada jentik nyamuk mintalah abate ke puskesmas terdekat. Dari HAKLI Bangka, kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu membersihkan lingkungan, menguras bak penampungan dan menutupnya,” pungkasnya. (Ibnu)