Riset Pengembangan Drilling Starch Pengeboran Minyak, PT. Pertamina dan BRIN Kunjungi PT. BAA

BANGKA, BNBABEL.COM – Pusat Riset Agroindustri Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pertamina Research and Technology Innovation mengunjungi PT. Bangka Asindo Agri (BAA), pabrik pembuatan tepung tapioka dan sagu di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (20/3/2023).

Kedatangan rombongan diterima manajemen di antaranya Owner PT. BAA, Fidrianto dan Commissioner, Wahyudi Adinegoro.

Owner PT. BAA, Fidrianto mengatakan, kunjungan Pusat Riset Agroindustri dan Pertamina Research and Technology Innovation ini sungguh membanggakan pihaknya. Ternyata nama sagu Bangka yang diproduksi PT. BAA semakin dikenal dan makin banyak industri yang mengaplikasikannya.

“Hari ini kita PT. BAA kedatangan beberapa pihal yang kesemuanya berkepentingan dengan sagu. Selama ini kan sagu Bangka dipakai buat makanan, kita dikenal dengan pangan. Namun hari ini ada warna berbeda lagi selain pangan, ada industri yang non-food, ternyata aplikasinya kali ini membuat kita bangga, BRIN dan Pertamina mencoba berbagai alternatif sagu dari Kepulauan Meranti, Papua, dan Bangka untuk drilling starch pengeboran minyak Pertamina, ternyata sagu Bangka yang terbaik hasil riset mereka,” kata Fidrianto.

Baca juga  Yapendik Ora Et Labora Sungailiat Gelar Natal Bersama

Kalau memang berlanjut ini akan jadi inovasi baru bagi negeri ini, bahwa drilling starch pengeboran minyak Pertamina itu yang selama ini impor, ternyata mampu diproduksi anak bangsa dan asal sagunya dari Bangka, yang diproduksi PT. BAA.

“Kita harap ini akan semakin mengangkat sagu Bangka bahkan sagu Indonesia secara luas. Dan kita siap menjadi supplier apa yang dibutuhkan Pertamina,” ujarnya.

Specialist Drilling Research PT. Pertamina (Persero), Ketut Rama Wijaya mengungkapkan, kunjungan ke PT. BAA merupakan rangkaian kegiatan menjajaki penggunaan drilling starch dari bahan pati sagi dan singkong untuk fluida pengeboran Pertamina.

“Selama ini kita gunakan drilling starch impor. Dengan adanya produksi drilling starch dari lokal kita, maka tentu akan menambah tingkat komponen dalam negeri (TKDN)-nya, dan itu sangat baik,” ucap Ketut Rama.

Baca juga  Ingin Dapat Mobil Serta Hadiah Lainnya, Datang ke Pesta Rakyat Bangka Setara ke-5

Pihaknya sudah melihat sendiri proses produksi di PT. BAA, dari masih berupa pohon hingga menjadi bubuk atau tepung.

“Dan ternyata setelah kami lihat di sini prosesnya sangat baik, sangat save, sangat bersih, bisa kita lihat pabriknya bersih sekali dibanding pabrik-pabrik lain. Dan hebatnya lagi kita di sini tidak hanya melihat produksi sagu saja, ternyata pabrik ini juga menerapkan sistem sirkuler, baik kebutuhan energinya, pembuangan limbahnya, peternakan sapi, sampai ada pemberdayaan masyarakat, bagi kami sangat mengagumkan apa yang dilakukan PT. BAA,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Agroindustri BRIN, Mulyana Hadipernata mengungkapkan, pihaknya bersama Pertamina Research and Technology Innovation sedang dalam riset pengembangan drilling starch pengeboran minyak.

“Kedatangan kami di sini dalam rangka kerjasama antara beberapa mitra kami, salah satunya PT. Pertamina terkait riset pengembangan drilling starch. Jadi kita akan memanfaatkan sagu untuk meningkatkan nilai tambah dari produk sagu agar berdaya saing lebih luas,” ucap Mulyana.

Baca juga  Ciptakan Ketahanan Pangan, Bupati Bangka Panen Padi Bersama Dengan Petani Desa Kemuja

Ditegaskannya, jika Pusat Riset Agroindustri selama ini membangun kerjasama dengan berbagai pihak, baik itu instansi pemerintahan maupun dengan swasta.

“Dan dengan adanya kerjasama-kerjasama yang dibangun tersebut, seperti yang melibatkan PT. Pertamina dan PT. BAA ini, hasil riset yang kami lakukan bisa diaplikasikan secara menyeluruh dan lebih nyata di lapangan,” pungkasnya. (Ibnu/Rd)