PMK Masih Menghantui Ternak di Kabupaten Bangka, Begini Penjelasan Kadis Dispaper

BANGKA, BNBABEL.COM — Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menghantui hewan ternak di Kabupaten Bangka, khususnya sapi.

Namun menjelang lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah kali ini, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka memastikan stok daging sapi dalam kondisi sehat dan aman, serta cukup mengakomodir kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bangka.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kabupaten Bangka, Syarli Novriansyah kepada bnbabel.com, Selasa (4/4) mengatakan saat ini masih ditemukan beberapa hewan yang terkena PMK.

Namun kata dia, untuk kebutuhan ramadan hingga lebaran, peternak menggunakan sapi berukuran besar berjenis Limosin yang aman dari PMK.

“Masih ada PMK. Di Kabupaten Bangka masih ada tapi sudah minum. Kan saat stok banyak. Untuk daging potong itu pedagang pakai sapi besar seperti Limosin yang beratnya 600 kg. Beda dengan kebutuhan sapi kurban,” ujar Syarli.

Baca juga  Pemprov Kep. Babel-MIND ID Kembangkan Minyak Atsiri, Industri Primadona Dunia

Kendati demikian, Syarli mengatakan hewan ternak yang didiagnosa terkena PMK masih aman dikonsumsi karena tidak menular kepada manusia.

“Kalau sesama hewan ternak ini menular, tingkat kematiannya kecil. Tapi masih aman dikonsumsi manusia. Karena berbeda tingkat penyebarannya dari hewan ke manusia,” sambunngnya.

Menjelang lebaran nanti, Syarli meyakinkan stok daging sapi yang dikirim dari Provinsi Lampung ke Kabupaten Bangka akan tersedia. Tapi untuk pengendali harga daging sapi itu sendiri, dia berkata, menjadi wewenang lintas OPD.

“Stok aman. Sapi kita masuknya dari Lampung. Kalau untuk kontrol harga kalau sudah masuk pasar itu sudah menjadi lintas OPD. Dalam hal ini perindag,” tutup Syarli. (Julian/Rd)