BANGKA, BN BABEL.
REALISASI investasi di Kabupaten Bangka hingga triwulan ketiga tahun 2023 baru mencapai Rp 1,6 triliun. Ini sangat jauh dari target Rp 5,8 triliun yang d itetapkan.
Kepala Dinas PMP2KUKM Kabupaten Bangka, Dian Firnandy, mengungkapkan bahwa dominasi investasi berasal dari sektor perkebunan kelapa sawit. Ada juga beberapa sektor lain dengan proporsi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 83,3 persen.
“PMA hanya menyumbang 17,7 persen dengan nilai Rp 268 miliar,” jelas Dian Firnandy pada Selasa (28/11/2023).
Sementara PMDN mencapai Rp 1,2 triliun, tambahnya.
Beliau menyampaikan, kendala RTRW, Rencana Detil Tata Ruang (RDTR), dan Peraturan Zonasi (PZ) menjadi faktor penghambat pencapaian target investasi.
Para investor membutuhkan kepastian hukum terkait ketiga regulasi tersebut sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya.
“Kami perkirakan maksimal hanya bisa menyentuh angka Rp 3 triliun di akhir tahun,” tambah Dian Firnandy, dengan nada kecewa akan sulitnya mencapai target yang d itetapkan.
Kontras dengan tahun 2022 lalu, di mana target investasi Rp 2,1 triliun berhasil d ilewati, situasi tahun ini tampaknya lebih menantang.
Dinas PMP2KUKM Kabupaten Bangka terus berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menarik lebih banyak investor untuk mencapai target yang d iharapkan.(*)






