Perusahaan Migas Asal China Incar 5 Area Migas Pertamina

JAKARTA, BN Babel – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan perusahaan minyak dan gas (migas) asal China tertarik untuk melakukan Recovery Factor untuk mencari migas.

Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Dadan Kusdiana mengatakan, ketertarikan perusahaan China tersebut diawali saat kunjungan Menteri ESDM ke CNPC, CNOOC dan Sinopec di China.

“Contohnya Sinopec, mereka menurunkan team specialist. Dari 16 area yg ditawarkan Pertamina Hulu Energi (PHE), sudah dipilih lima area, yaitu Rantau, Tanjung, Pamusian, Jirak dan Zulu,” kata Dadan dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/7/2024).

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto mengatakan, saat ini telah ada tiga kebijakan besar yang membuat subsektor migas menjadi lebih menarik dalam tiga tahun terakhir.

Pertama, kebijakan perbaikan ketentuan lelang dan kontrak blok migas. Ini mencakup antara lain split kontraktor bisa mencapai 50 persen, signature bonus minimum, lelang penawaran langsung blok migas tanpa joint study, bank garansi lebih murah, dan jenis kontrak bisa gross split maupun cost recovery.

Baca juga  Para ilmuwan mengungkap potensi pengobatan pertama dari jenisnya untuk penyakit hati berlemak yang mematikan

Kedua, kebijakan privilege eksplorasi. Kontraktor dapat memindahkan komitmen kegiatan eksplorasi ke wilayah terbuka di luar blok yang dikerjakan.

Ketiga, kebijakan insentif hulu migas Keputusan Menteri ESDM Nomor 199 Tahun 2021. Kebijakan ini untuk memperbaiki keekonomian kontraktor di tengah jalan, melalui perbaikan split kontraktor, investment credit, perhitungan depresiasi dipercepat dan perbaikan parameter yang mempengaruhi keekonomian lainnya.

“Selain itu, perpanjangan jangka waktu eksplorasi menjadi 10 tahun, dan tambahan waktu eksplorasi lebih dari 10 tahun. Jika kebijakan ini tidak ada, maka discovery gas North Ganal mungkin tidak terjadi,” kata Ariana.