Barack Obama Lebih Populer di Kalangan Pria Muda Dibanding Joe Rogan atau Donald Trump

Mantan Presiden Barack Obama tetap menjadi tokoh politik paling populer di kalangan pria muda, dan dipandang lebih disukai dibandingkan orang-orang termasuk Presiden Donald Trump dan Joe Rogan, menurut sebuah jajak pendapat baru.

Minggu Berita menghubungi Gedung Putih, juru bicara kantor Rogan dan Obama untuk memberikan komentar melalui email.

Mengapa Itu Penting

Para pria muda bergeser ke kanan dalam pemilihan presiden tahun 2024, yang memberi Trump lebih banyak suara dibandingkan mantan Wakil Presiden Kamala Harris, menurut data exit polling. Hal ini mencerminkan pergeseran dari pemilu sebelumnya, ketika pemilu dipandang sebagai pemilu dengan demografi Demokrat yang lebih kuat. Persetujuan Obama yang bertahan lama bisa menjadi sinyal bagaimana Partai Demokrat dapat membangun kembali dukungan di kalangan pemuda menjelang pemilu mendatang, ketika mereka kemungkinan besar akan menjadi kelompok pemilih utama.

Yang Perlu Diketahui

Pada tahun 2024, laki-laki berusia antara 18 dan 29 tahun memberi Trump 49 persen suara mereka, dan Harris 48 persen dukungan, menurut jajak pendapat CNN. Hal ini menandai peningkatan kinerja Trump dibandingkan tahun 2020, ketika kelompok yang sama mendukung mantan Presiden Joe Biden dengan selisih 11 poin pada pemilu tahun 2020 (52 persen berbanding 41 persen).

Baca juga  Tim Divpam PT Timah Menyasar Laut Belitung Timur, Hasilnya Ditemukan 7 Penambang Illegal

Sebuah jajak pendapat baru, yang dilakukan oleh kelompok Partai Demokrat Speaking With American Men dan pertama kali dilaporkan oleh Puck News, menunjukkan bahwa Obama tetap populer di kalangan demografis. Ditemukan bahwa 56 persen responden memandang positif Obama. YouTuber MrBeast mengikuti dengan tingkat kesukaan 55 persen.

Pluralitas yang lebih kecil, yaitu 53 persen, memandang baik Rogan, seorang podcaster populer, sementara hanya 46 persen yang memandang positif Trump. Tiga puluh tiga persen mengatakan mereka memandang baik Wakil Presiden JD Vance.

Senator Vermont Bernie Sanders, seorang independen yang melakukan kaukus dengan Partai Demokrat, dipandang positif oleh 39 persen responden. Andrew Tate, seorang influencer yang menyangkal tuduhan pemerkosaan di Inggris dan Rumania, dipandang positif oleh 35 persen orang.

Sementara itu, 26 persen mengatakan mereka memandang positif Gubernur Kalifornia Gavin Newsom, seorang Demokrat yang secara luas dipandang sebagai calon presiden potensial, sementara 17 persen memandang positif Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, menurut jajak pendapat tersebut.

Baca juga  Gubernur Babel audiensi secara virtual dengan Menteri Perhubungan RI,Ada Apa?

Survei ini mensurvei 3.460 remaja putra berusia antara 16 dan 29 tahun dari 28 Oktober hingga 6 November 2025.

Strategi media Trump dengan tampil di podcast yang populer di kalangan pria Gen Z, termasuk yang dibawakan oleh Rogan, dikaitkan dengan peningkatan kinerjanya di kalangan pria muda pada tahun 2024.

Apa Kata Orang

Juru bicara Gedung Putih Davis Ingle, saat dihubungi oleh Minggu Berita untuk mengomentari jajak pendapat hari Kamis: “Presiden Trump dipilih secara mayoritas oleh hampir 80 juta orang Amerika untuk mewujudkan agenda populer dan masuk akalnya. Presiden telah membuat kemajuan bersejarah tidak hanya di Amerika tetapi juga di seluruh dunia. Tidak mengherankan bahwa Presiden Trump tetap menjadi tokoh paling dominan dalam politik Amerika.”

Laporan Speaking With American Men berbunyi: “Setelah pemilu tahun 2024, banyak pengamat yang menafsirkan perubahan di kalangan laki-laki muda sebagai pergeseran politik. Temuan kami menunjukkan realitas yang lebih dalam dan lebih personal. Laki-laki muda pertama-tama menilai kembali identitas, rasa memiliki, dan tempat mereka di dunia;

Baca juga  Hegseth mengatakan kami akan memastikan 'pencegahan' di seluruh selat Taiwan

Presiden Donald Trump berkata di Truth Social pada bulan November: “Begitu banyak Jajak Pendapat Palsu yang ditampilkan oleh Media Radikal Kiri, semuanya sangat condong ke arah Partai Demokrat dan Sayap Kiri Jauh… Berita Palsu tidak akan pernah berubah, mereka jahat dan korup, tetapi ketika saya melihat sekeliling saya yang indah, saya berkata pada diri sendiri, ‘Oh, lihat, saya sedang duduk di Ruang Oval!’”

Apa yang Terjadi Selanjutnya

Laki-laki muda kemungkinan besar akan tetap menjadi kelompok kritis yang menjadi sasaran Partai Demokrat dan Republik. Pemilu paruh waktu tahun 2026 pada bulan November akan menjadi ujian berikutnya bagi Partai Demokrat mengenai apakah mereka mampu memenangkan kembali pemilih laki-laki muda.

BN Babel