BANGKA, BNBABEL.COM – Di tengah mewabahnya virus corona saat ini, kasus penyebaran demam berdarah juga menjadi permasalahan yang harus mendapatkan perhatian. Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Bangka, Boy Yandra menyebutkan kasus demam berdarah yang terjadi dari bulan Januari hingga Agustus ada sebanyak 160.
Menurutnya, ini merupakan peningkatan kasus yang sangat signifikan. Oleh sebab itu pihaknya dari HAKLI Kabupaten Bangka akan bersinergi dengan Dinas kesehatan untuk mengatasi daripada peningkatan kasus tersebut.
“Kami akan melakukan gerakan sosialisasi dengan puskemas keliling di sekolah dan lokasi yang lainnya. Kita berharap kepada masyarakat untuk selalu melaksanakan 3 M plus yaitu jangan lupa menutup bak mandi, menimbun barang-barang bekas yang tidak bermanfaat dan memusnahkan barang yang tidak dipakai,” jelasnya, Jum’at (2/9/2022).
Ia katakan dengan mengubur, menguras dan menutup itulah adalah langkah utama untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah. Selain itu, dirinya juga menginginkan agar masyarakat menggunakan kelambu di tempat tidur.
Kemudian Boy Yandra melanjutkan apabila nyamuk Aedes Aegypti itu aktif di waktu pagi hari. Untuk sore harinya juga menjadi waktu nyamuk Aedes Aegypti mencari makan.
“Upaya lainnya yang kita lakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini adalah dengan membagikan abate kepada masyarakat. Abate ini dapat digunakan untuk membunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti yang ada di setiap genangan atau penampungan air,” sebutnya.
Sementara itu, apabila ada masyarakat yang mengalami gejala demam maka dianjurkan untuk berobat ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.
“Jika nanti ditemukan tiga rumah dengan radius 100 meter ada yang mengalami sakit demam berdarah maka layak dilakukan fogging. Perlu diketahui jika fogging hanya untuk membunuh jentik nyamuk saja, oleh sebab masyarakat tetap harus waspada. Semoga kasus demam berdarah di Kabupaten Bangka cepat bisa diatasi,” tutup Boy Yandra. (Ibnu)






