PANGKALPINANG, BN BABEL.
PT Timah Tbk berkomitmen untuk mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Salah satu upayanya adalah dengan mengelola keanekaragaman hayati (Kehati) di sekitar wilayah operasionalnya.
Hutan Kehati merupakan suatu ekosistem yang penuh dengan keanekaragaman hayati dan memiliki dampak besar terhadap kesehatan lingkungan secara keseluruhan.
PT Timah Tbk memiliki Hutan Kehati di Muntok Bangka Barat dan Kundur Karimun.
“Hutan Kehati merupakan upaya konservasi yang dilakukan PT Timah Tbk untuk melindungi dan melestarikan flora dan fauna yang berada di kawasan itu agar tetap lestari dan tidak punah,” ujar Direktur Utama PT Timah Tbk Achmad Ardianto.
Di kawasan Hutan Kehati ini, PT Timah Tbk melestarikan berbagai jenis flora dan fauna endemik. Flora dan fauna ini berperan penting bagi keseimbangan ekosistem di dalamnya.
PT Timah Tbk memantau Hutan Kehati dengan mengukur biomassa dan jenis flora dan fauna.
Kehadiran Hutan Kehati PT Timah Tbk selain memiliki fungsi ekologis, juga menjadi sarana peningkatan pengetahuan, penyebaran informasi atau studi banding, serta berkontribusi terhadap masyarakat sekitar operasional.
Hutan Kehati Jadi Sarana Edukasi
Seperti baru-baru ini, Kader Adiwiyata Kabupaten Bangka Barat melakukan studi lapangan ke Hutan Kota Kehati di Kawasan Unit Metalurgi Muntok PT Timah Tbk.
Fungsional pada Dinas Lingkungan Hidup Bangka Barat Diki mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi pelajar agar bisa mengubah perilaku agar mencintai lingkungan sekitar dan memanfaatkan hutan konservasi.
“Melalui Hutan Kota Unit Metalurgi memberikan pengetahuan kepada pelajar manfaat dari konservasi ini. Dengan banyaknya pohon yang tertata rapi bisa menjaga ketersediaan air dan udaranya bersih sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup kita,” jelasnya.
Marsya, pelajar SMPN 4 Mentok mengaku senang dengan kunjungan ini, karena bisa mendapatkan pengetahuan tentang mencintai alam dari Hutan Konservasi Unit Metalurgi.
“Perasaannya senang, pemandangan hutannya bagus, ada hewannya, di sini kita mendapat pengetahuan bagaimana melindungi alam dan mencintai hewan,” kata Marsya.(*)






